Ditilang dapat Hadiah SIM

By Siska Dwyta - 07:06


Aku ingat, pagi nan cerah di hari itu tiba-tiba nampak suram dalam pandanganku, kala seorang bapak berseragam coklat menghentikan laju yamaha buntutku tepat di depan sekolahku waktu masih berseragam putih merah. Seketika pula keringatku bercucuran, didera jantung bergemuruh. 

“Aya, bagaimana nih”? kalimat tanya tertuju pada adikku dengan ekspresi  begitu  panik. Saking paniknya aku serasa ingin menghilang saja ditelan bumi daripada harus berhadapan dengan bapak berseragam cokelat itu.

Tak ada jawaban, Aya dengan santai turun dari motor dan membiarkan si bapak berseragam cokelat menghampiriku.

"Permisi dek, kenapa boncengannya tidak pakai helm?"

“Hmm. a.. aanu paakk“ kataku terbata-bata. Mendadak aku gugup, ucapanku terputus.
 Oh My God, help me  jeritku dalam hati sambil memandang Aya yang pura-pura pasang tampang lugu banget, seolah gak mengerti kakaknya lagi ditimpukin batu besar.
Badanku serasa mau runtuh, gimana nggak? Itu kali pertama aku didatangi pak polisi dan ditanya sesuatu yang aku tahu menjurusnya bakal kemana, parahnya karena aku sama sekali buta menghadapi pak polisi juga nggak punya jawaban untuk pertanyaan berikutnya membuat  mataku hampir saja berair. Hampir lho. Jujur saja dari dulu aku takut dan benci sama polisi. Entah tanpa alasan pasti, aku melihat polisi ibarat monster ketimbang superhero, makanya aku anti ketemu sama pak polisi.

“Mana SIM dan STNKnya dek, silakan ditunjukkan” 

Gleg.  Sudah kuduga,  keringatku makin mengucur deras, berdiri di hadapan pak polisi ampuh memberi efek  panas dingin. Kepanikanku semakin bertambah. Jadinya untuk berucap kata “tidak ada” aja berat banget. Bisanya geleng-geleng kepala doang disertai wajah memelas. Pak polisi mana ngerti.  Ia menulis sesuatu pada secarik kertas lalu memberikannya padaku.

“Ini dek, bayar langsung di bank” ujarnya setelah berhasil meraih kunci yamaha buntutku lalu pergi begitu saja meninggalkan aku dan Aya yang kebingungan mau naik apa ke sekolah. Terpaksa kami berdua naik ojek.

Hari itu di penghujung Juli tahun 2009, baru sebulan lebih setelah miladku yang ke 17. Terhitung sejak aku tahu naik motor dua tahun silam semasa duduk dibangku kelas 3 SMP hingga detik sebelum kejadian itu berlangsung, aku selalu lolos dari pengamatan polisi, naik motor kesana kemari tanpa menggenggam SIM, dengan strategi menghindar setiap kali bertemu Polantas. Aneh, bukan  suatu kebetulan, mungkin takdir, aku dapat hadiah surat tilang pertama kalinya di “sweet seventeenth”. Pertanda apakah ini? Bad or Good?

Nah, jawabannya aku temukan setelah pulang sekolah, papa menjemputku. Awalnya aku mengira beliau cuma menemaniku ke bank untuk menebus tagihan tilang motor, ternyata oh ternyata beliau datang lengkap dengan map entah berisi apa. Setelah dari bank kami singgah di kantor polisi (Polres). Kata papa aku mau dibuatin SIM. So supprise.
 
Mengenai kronologis pembuatan SIMnya, aku agak lupa yang jelas berkas-berkasnya semua papaku yang urus, bahkan aku dapet  SIM tanpa ikut tes. Iya, gak dites berhubung papa punya kenalan polisi namun tetap beliau musti merogoh dua ratus ribu untuk biaya SIMku. Ketika itu aku cuma datang, duduk, difoto, sidik jari, tanda tangan, menunggu.  Syalala..  keluarlah  SIM C atas namaku. Happy banget, di usia 17 tahun aku terima hadiah SIM pertamaku dari papa tercinta.


Tulisan ini diikutsertakan dalam giveaway KINZIHANA'S GA 
catatan ini merupakan pengalaman pribadi (500 words)

  • Share:

You Might Also Like

27 comments

  1. trus gak jadi ditilang kak? wiiiiih enaknya..

    btw aku baru aja 17tahun, daaan SIMku masih diurus nih hihihi #eaaa #gaknanyawoy

    beberapa bulan yg lalu aku juga ditilang, gara-gara melanggar lampu merah, aku ngelamun jadinya lampu merahnya langsung aku terobos daaaaaan langsung deh distoppin sama polisinya. ditanyain macam-macam sama kayak kakak itu, trus juga dibacain pasal-pasal plus dendanya, bawel banget sih tu polisi -_- oh ya, pas distoppin itu aku juga gugup banget, keringat mengucur dimana-mana. hahaha pertama kalinya berdapan dengan polisi. dan akhirnya dia nawarin, ini mau dibayar dendanya atau dibawa kesidang? jleb. sidang? gak....aku gak bakalan mau berurusan kyk gituan yang pasti bakalan repot banget. untungnya temenku bawa uang 100rb, hufft awalnya itu polisi gak mau nerima, akhirnya nrima juga. haaalaaah!! bilang aje lu pingin dapat uang kan polisiii? haha itu ceritaku. #loh? kok malah jadi curcol? wekekek. maaf ya kakakkk :))

    ohya salah kenal kak :) blognya cantik kayak yang punya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya udah ditilang dek,, gak baca yah di atas hehe
      pengalamannya sama tuhhh aku malas banget berurusan sama polisi.. jengkelin..

      hehe makasih pujiannya adek cantik,, salam kenal juga.

      Delete
  2. gue juga pernah ditilang sekali karna gak punya SIM pas SMA, karna emang belum 17 thn

    pas ditilang pengen ngomong ke polisinya "bapak punya anak smp? dia kesekolah naik motor kan?!"

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha kenapa gak ngomong aja, bagus itu pertanyaannya bisa langsung buat polisinya tertohok..

      Delete
  3. wah...enaknyaaaa...
    kalo di surabaya kadang ditilang dapet helm. case-nya sama, gara-gara ga pake helm, kalo ga gitu helmnya ga SNI

    ReplyDelete
    Replies
    1. wuiihh ditilang dapet helm mantap juga tuh hehe

      Delete
  4. Aku juga pernah kena tilang gara-gara nggak pake helm, tapi suruh bayar, dan bayarnya ke polisinya, nggak ke bank. Kayaknya ditipu deh waktu itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin di masing2 tempat berbeda dikotaku waktu itu ditilang bayarnya dibank tapi mungkin dikotanya mbak beda lagi proses tilangnya.. kalau kotaku yang sekarang ditawarkan mau ke pengadilan atau uang damai,, uhf benar2 polisinya pinter cari alasan

      Delete
  5. cuman 200ribu ya nembak sim, kok murah ... disini kalo g salah 3 lembar merah lhooo...

    pengalaman yg harus jadi pelajaran, biar g ketilang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. 300.. hm aku kira dikotaku yang paling mahal hehe

      Delete
  6. wah jangan sampai ketilang lagi yaaa hehehe....

    tapi enak dah dapet SIM tu ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. pengennya sih gak mau ketilang lagi tapi yaaahhh kadang2 sering khilaf juga

      Delete
  7. tilang dapet sim ulululu ~ keren , kalo gue mah tilang dapet gampar -_____-

    ReplyDelete
  8. Bapak polisinya baik ya, kirain bakalan diajak damai.. Hehehe

    Mungkin bapak kamu mikirnya daripada ntar kena tilang lagi, bayar lagi, mending uangnya dibikinin sim aja .. Iya gitu sih, mungkin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku yang salah nulis atau bang edotz yang gak baca tulisanku hehe sorry bang kalau salah menafsirkan aku ditilang karena boncenganku gak pake helm dan saat itu belum punya sim jadinya setelah menebus tilang dibank papaku berinisiatif menghadiahkan sim untuk anaknya yang udah berumur tujuh belas tahun kala itu hehehe

      Delete
  9. Ciyeee yg sweetseventeen dapet SIM plus surat tilangnya cieee...hahaha

    ReplyDelete
  10. Wah selamat ya. Keren tuh langsung dapat SIM setelah kena tilang. Saya mah nggak pernah ditilang (yaiyalah ga punya motor. Hehehe).

    Semoga nanti lain kali pake motor, helmnya dipake ya biar safety:)

    ReplyDelete
  11. kalo di tilang polisi bayar aja 20ribu.. terus bilang damai pak damai..

    ReplyDelete
  12. Kalo ditilang, tinggal bilang "Pak, papa titip salam"

    ReplyDelete
  13. aku ditilang yang awalnya 1.750.000 berkat daya juang tak kenal lelah, jatuh harga sampe cuman bayar 50ribu. itu terjadi 2 kali. :D

    ReplyDelete
  14. pernah kena tilang.. kasih 20 ribu..
    damai itu 20.000 :D

    ReplyDelete
  15. aku pernah dtilang 25rbu horeeeee...hehe. enak ih papanya tanggap darurat:3

    ReplyDelete
  16. Wah senangnya .. dari usia 17 sudah punya SIM saya udah tua begini baru mau mulai hehe

    makasih ya sudah berpartisipasi.

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa menginspirasi.