RAINBOW

By Siska Dwyta - 10:23

GA RAINBOW

Kali pertama mengetahui novel Rainbow aku langsung jatuh hati lho pada judulnya. Selalu ada senyum mengembang disertai tatapan binar setiap melihat merah, kuning, hijau menghiasi langit biru yang melengkung kala hujan reda. Langit yang tadinya mendung, kemudian menangis, dengan awan hitamnya ia mencurahkan tangisannya ke bumi, seketika pula dapat menampakkan keindahan berwarna-warni yang entah bermuara darimana. Mereka menyebut warna-warni yang muncul di langit selepas hujan itu adalah pelangi. Sejak dulu aku memang takjub dengan lukisan pelangi di langit, sering jua menanti hujan karena aku sangat ingin melihat pelangi, bahkan lagu "pelangi" pun  termasuk lagu  favoritku saat masih kanak-kanak. Yah, aku suka Pelangi, makanya ketika melihat isi novel tersebut aku terlanjur jatuh hati lebih dulu dengan berbagai hal bermerk Rainbow. Judulnya aja memikat, jadi bagaimana aku tak jatuh hati?

Rainbow, membaca judul tersebut, tadinya aku mengira novel ini berkisah tentang persahabatan seperti "kepompong" atau percintaan serupa "Ada Apa dengan Cinta". Judul yang menurut aku "mengena" pada kisah cinta anak remaja atau anak muda gitu  yang hubungannya sering ditandai dengan status pacaran, LDR, TTM, dan sejenisnya. Sempat kaget juga sih, novel Rainbow ternyata berkisahkan tentang warna-warni sebuah takdir.  Sebuah kehidupan sepasang anak manusia dalam ikatan pernikahan. Waah, tentang kisah pernikahan rupanya. Melesat agak jauh dari perkiraan. Namun, meskipun aku sendiri belum pernah merasakan kehidupan setelah mengikrar janji suci dengan si dia yang masih bersembunyi di balik takdir Tuhan, bukannya kecewa karena novel ini bukan berkisah cinta ala anak muda, aku malah semakin jatuh hati ingin membaca Rainbow. Lagian sekalipun novel ini bertutur mengenai takdir yang dialami sepasang suami istri, bukan berarti yang belum beristri atau bersuami gak boleh baca, justru mungkin saja novel ini dapat menginspirasi mereka yang belum menikah termasuk diriku yang masih berstatus ngejomblo (ehm, ehm) untuk segera menyegerakan sebuah pernikahan. Setidaknya niat udah terpatri tinggal tunggu kedatangan Sang Pangeran yang bersedia mempersunting hatiku (ce'ile).

Judul udah menarik apalagi isinya. Walaupun gak semua novel memiliki judul sebagus isinya. Ada juga tuh novel yang judulnya keren, covernya cantik tapi contentnya tidak mendukung. Penampilan luar nan cantik kan belum tentu menjamin kecantikan dalam. Aku gak tahu isi novel Rainbow ini bagus atau sebaliknya, tapi membaca sinopsis yang tertera di cover belakang cukup memberikan sedikit gambaran tentang "Rainbow" karya Mbak Eni Martini, sehingga aku dan para calon pembaca lainnya bisa memberi penilaian tersendiri.

"Wanita di belahan dunia mana yang tidak akan merebahkan hatinya pada seorang laki-laki yang datang dengan dua sayap untuk melindunginya, wanita mana yang tak bersedia untuk dipinang dan menempatkan semua impiannya, menjadi istri, menjadi ibu demi lelaki sepertinya"

Duuuhh, membaca secarik kalimat itu, hatiku jadi merona. Siapa sih yang gak mau dengan lelaki yang datang dengan dua sayap untuk melindungiku? Kalau kedatangannya bukan untuk menyatakan cinta dengan tujuan pacaran melainkan  untuk membuktikan cinta melalui pernikahan, wuihh siapa yang gak mau.? Aku mau. Mau banget. Cuma belum ada yang melamar :oops:.  Terlebih dengan sepotong kalimat yang satu ini "Kamu itu bidadari tanpa sayap, sayang, maka dari itu aku diciptakan Tuhan untuk menjadi sepasang sayap buatmu... " Hatiku makin merona dan berbisik lirih siapakah gerangan yang diciptakan Tuhan untuk menjadi sepasang sayap buatku? Jadi menebak-nebak, apakah alur Rainbow seromantis kata-kata yang ampuh membuat hatiku merona itu atau lebih dari yang terbayangkan, akankah saat membacanya bakalan mengocak-ngocak perasaannku? (Penasarannya aku simpan dulu).

Aku pikir setiap perempuan pada umumnya memiliki impian yang begitu mulia, yakni menjadi seorang istri bagi suaminya dan ibu bagi anak-anaknya. Impian itu juga yang aku miliki. Kalau dulu waktu berseragam putih abu-abu aku sama sekali gak tertarik membaca hal-hal  berbau pernikahan, sebaliknya, sekarang di usia yang sudah beranjak dari angka 20, dan hampir memasuki semester akhir di bangku perkuliahan, persoalan "pernikahan" menjadi sesuatu yang ingin aku telusuri. Maklum udah pengen menikah tapi sayang belum ketemu jodoh *nyengir*.

Jika pernikahan diibaratkan pelangi, maka sudah pasti pernikahan adalah keindahan karena pelangi itu indah. Akan tetapi pelangi tak selamanya muncul, ia baru menghias langit setelah mendung berlalu dan langit menghentikan tangisnya. Aku memang belum pernah pernah merasakannya, ini hanya hipotesis yang terlintas berdasarkan kisah suami istri yang pernah aku simak baik dengan telinga atau mata, mengarungi bahtera rumah tangga bagai mengarungi lautan luas yang sewaktu-waktu pasti akan diterjang ombak bahkan badai. Menurutku, menikah bukan perkara gampang semudah mengucapkan pada diri sendiri aku ingin menikah, lebih dari itu menikah membutuhkan keyakinan, komitmen, konsekuensi serta harapan. Terlalu naif jika aku berpikiran setelah menikah hidupku akan bahagia selamanya bersama suami dan buah hatiku nantinya tanpa terhalang lika-liku maupun kerikil-kerikil kecil.  Toh kehidupan yang masih ngejomblo alias bujangan sudah diwarnai dengan masalah-masalah apalagi bila sudah hidup berdua, belum lagi setelah dikaruniai keturunan waahh masalahnya makin bertambah warna-warni dong. Semakin berwarna semakin indah. Tapi kata orang-orang yang udah berumah tangga, hanya di awal-awal pernikahan saja keharmonisan rumah tangganya berasa banget, tahun-tahun berikutnya keharmonisan itu mulai meluntur. Entahlah, aku belum tahu kehidupan pernikahan seperti apa dan sungguh tak akan pernah tahu takdir pernikahanku kelak hingga waktu itu tiba. Saat ini  yang aku tahu jika memang pernikahan bagai pelangi, maka suatu hari nanti ketika rumah tanggaku diselimuti mendung atau diterjang ombak, ketika ada air mata yang terpaksa tumpah ruah aku akan meyakini bahwa hitamnya warna yang menghiasi pernikahanku akan segera berganti dengan merah, kuning dan hijau di birunya hatiku. Aku yakin pelangi akan segera muncul di waktu yang tepat. Hidup ini memang dipenuh warna-warni takdir, tapi siapa yang tahu takdir ke depan. Satu detik ke depan saja.

Melalui "Rainbow" aku ingin tahu warna-warni takdir kehidupan pernikahan, apakah memang seperti perkiraanku, pernikahan bagai pelangi? Selain itu aku juga penasaran dengan kisah kelanjutan pasangan suami istri Akna dan Keisha yang baru memasuki gerbang ulang tahun pernikahan mereka yang pertama sudah  harus menghadapi musibah. Akan selalu ada kesempatan kedua. Kesempatan kedua yang bagaimana dan takdir apakah yang akan berlaku pada sepasang anak manusia di novel tersebut? Berhubung baru sinopsisnya doang yang aku baca maka rasa penasaran itulah yang membuat aku pengen banget baca novel  RAINBOW karya Eni Martini terbitan Elexmedia. Makanya aku juga pengen banget dapat novelnya langsung dari penulis bukunya hahaha *ngarep*.


  • Share:

You Might Also Like

6 comments

  1. Impianku di hari annyvesary pernikahan kami (aku dan dia) insya Allah jika kelak aku sudah menikah, di waktu itu aku ingin melakukan hal-hal yang membuat kami berdua dapat mengenang kembali hari-hari yang telah kami lewati bersama, susah-senang, suka-duka, sedih-bahagia sejak kami disatukan dalam ikatan cinta yang halal, salah satunya dengan mengadakan perayaan kecil-kecilan -hanya kami berdua- misalnya dinner berdua di restauran sambil saling bertukar kado sebagai tanda cinta dan sayang kami masih senantiasa terpatri dihati (ehm), atau masakin makanan kesukaan suami tercinta, yah pokoknya hari itu musti di jadiin hari specia llah bagi kami, aku juga ingin berkunjung ke tempat-tempat berkesan yang pernah menjadi saksi bisu dimana kisah cinta kami terukir. atau pergi nonton berdua di bioskop, hal lain aku ingin mengabadikan hari itu dengan foto-foto dan tulisan kami, sehingga tiap tahun kami punya sejarah yang bisa kami lihat dan kami baca. Hari itu juga aku ingin kami saling menginstropeksi diri masing-masing tentang hal-hal apa saja yang kurang berkenan dihatinya begitupun sebaliknya sepanjang setahun terakhir yang berhasil kamI lewati. Dengan begitu aku berharap perasaan kami makin tajam, hati kami makin terpaut dan hubungan kami tetap harmonis hingga hari dimana Tuhan menghendaki kami untuk berpisah. Meskipun tak bisa dipungkiri pasti ada kerikil-kerikil kering yang menghadang bahterah rumah tangga kami, namun hal itu bukan lagi jadi penghalang ketika kami telah memiliki moment-moment yang menjadikan cinta kami kian hari kian tahun selalu bersemi:)

    ReplyDelete
  2. iya sih, gue pertama liat covernya aja langsung kepikiran. ini pasti cerita persahabatan. eh tentang suami istri. pasti bagus tuh. semoga menang giveawaynya :)

    ReplyDelete
  3. hm, iya sih. pas pcaran aja ada berantem dan lika-likunya, apa lagi ketika menikah nanti. well, moga menang GA-nya ^_^

    ReplyDelete
  4. ZHIE AKU BERSAYAP LOH
    *gaknanya* -_
    Yah Untung Deh bukan cerita tentang tukang bubur naik haji
    Mehee
    Good And get The lucky One!

    ReplyDelete
  5. moga ajah GA nya menang eaaaaa,wah kalo novel ginian gue agak ketiduran bacanya hehe. gue g suka baca yg melow2 soalnya

    ReplyDelete
  6. Moga menang ya GA nya. Novelnya itu covernya keren. Heheh. Apa sih?

    Kalau udah dapat novelnya pinjem yak. eaa:D

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa menginspirasi.