68 tahun, Merdeka

By Siska Dwyta - 18:54

68 tahun bukan waktu yang singkat ibarat manusia nih yee, mencapai umur segitu mah udah kakek or nenek dengan gigi ompong, rambut putih, kulit keriput serta sisa hidup yang gak lama lagi, tinggal nunggu aja, pasti izrail bakal datang menjemput maka selamat tinggal dunia. Eh, tapi 68 tahun ini bukan umur seseorang lho, bukan umur kakekku apalagi kekasih hati #yaelah. 

21 tahun aku berpijak di sini, menatap indahnya negeriku, mengecap kasih, merajut ukhuwah indah di tanah air beta. Duh, bagaimana mungkin aku tak mencintainya. Meski umurku dan umurnya terpaut hampir setengah abad dan meski aku baru anak kemarin sore yang tak turut menyaksikan cinta nyata mereka yang telah rela berkorban jiwa raga, harkat dan martabat, pun siap kehilangan harta bahkan nyawa demi bebas dari cengkeraman para benalu yang telah merampas hak-hak mereka, demi menghempaskan kebiadapan di ibu pertiwi dan demi melihat Sang Saka Merah Putih berkibar gagah perkasa. Demi pula meraih satu kata "MERDEKA". Mereka berjuang untuk Indonesia.

Yeah, 68 tahun ini merupakan umur negaraku tercinta yang dihuni oleh milyaran manusia. Dengan umur yang belum mencium angka 100 sejak bung Karno memproklamirkan kemerdekaan pada tanggal 17 agustus 1945, maka bagi sebuah negara yang pernah menjadi negara jajahan, 68 tahun Indonesia mengecap kemerdekaan belumlah sebanding  dengan masa dimana bangsa Indonesia dulu musti menanggung hidup dalam penindasan, kekejaman, kebiadapan, kesengsaraan, serta perbudakan akibat dijajah oleh bangsa lain hingga 3,5 abad alias 350 tahun. Bayangkan saja, selama itu, hidup menderita di rumah sendiri,, rasanya... Ya Allah ngenes bangett.

Ah, kawan sudah sepatutnya kita bersyukur. Andai kita yang ada di masa tersebut, mana mungkin kita dapat merasakan yang namanya ketenangan, mana mungkin kita dapat menuntut ilmu dan ke sekolah tanpa was-was, mana mungkin kita dapat menghirup udara segar bila di sekitar tercium aroma kebusukan para penjajah tak berperikemanusiaan itu. Yah, mana mungkin. Mungkin hanya terbias harap "semoga sekedar mimpi buruk, semoga", namun demikianlah sejarah kelam Indonesia tercatat bahwa negara kita pernah tertindas.

68 tahun sudah Indonesia merdeka. Kemerdekaan yang kita nikmati saat ini tentu tidak terlepas dari perjuangan "mereka" yang sempat aku singgung di atas. Cinta nyata mereka demi Indonesia adalah perjuangan yang tak bisa kita pandang sebelah mata. Toh, banyak diantara mereka yang lebih dulu meregang nyawa sebelum kemerdekaan diraih. Bukankan mereka berjuang pun tidak sekadar menggamit nama Indonesia. Kalau tak dapat melihat merah putih berkibar lalu untuk apa mereka berkorban. Mereka yang berjuang kita yang menikmati hasil perjuangan. Kalian tentu tahu,  dalam perjuangan mereka, ada nama kita. Iya kita yang terlahir sebagai bangsa Indonesia setelah mereka tiada. Lantas setelah mereka wafat sebagai pahlawan dan Indonesia tak lagi dijajah apakah perjuangan kemerdekaan ikut berakhir?

Menurutku, sejatinya kata merdeka adalah hidup damai dalam kesejahteraan. Sudah sejahterahkah negeri ini. Tidak, nyatanya setelah proklamasi kemerdekaan justru Indonesia dihadapkan dengan polemik baru bukan lagi terdzalimi bangsa lain tapi saling mendzalimi bangsa sendiri. Mulai dari peristiwa G30SPKI, pertempuran-pertempuran yang terjadi sesama rakyat indonesia, pertikaian saat turunnya Soeharto, perang antar agama etc.

Miris banget, saat ini hal-hal serupa kerapkali terjadi. Kita ini diikat dalam "BHINEKA TUNGGAL IKA" lho. Indonesia memang dikenal sebagai negara kepulauan yang kaya akan budaya, adat istiadat, bahasa serta beranekaragam perbedaan lainnya namun sebagai negara yang menganut semboyan BTI mustinya kita paham walau berbeda suku, beda bahasa, beda adat de el el,  kita tetap satu. Namun di luar sana, hanya karena masalah sepele saling bacok antar kampung, hanya persoalan kecil saling menghina antar daerah.  Saling bermusuhan satu sama lain. Malu dong. Malu  dong, malu sama Allah, malu sama para pahlawan. Begitukah balasannya setelah kita dapat mencicipi hasil dari setiap tetes darah mereka. Yah, meskipun tidak semua warga bertingkah brutal, aku sedih aja ngelihat tragedi-tragedi yang sampai menumpahkan darah dan merebut korban jiwa padahal kita sebangsa, sebahasa dan setanah air  yang katanya sudah MERDEKA.

Selain masalah di atas sebenarnya kalau ditelusuri terlalu banyak masalah-masalah yang muncul setelah kemerdekaan Indonesia. Satu masalah selesai muncul masalah lainnya, seolah tak berujung.  Oh ya, gampang kok kalau mau menyebutkan semua masalah - masalah di Indonesia, berkoar-koar aja di jalan atau nulis sesuka hati di media sosial baik kalau ada yang dengar suara kita ataupun baca timeline kita. Yang susah itu memberikan solusi disertai aksi. Makanya aku nulis catatan ini tanpa maksud  menyoroti Indonesia hanya beropini doang *ngeless. Ini wujud rasa cintaku sebagai perempuan Indonesia yang terlahir di negeri ini dan turut peduli akan nasib Indonesia kedepannya. (Lha apa hubungannya?)

Sekedar kata-kata saja emang kagak cukup, mengatakan I LOVE INDOONESIA, trus buktinya mana?

Ikut upacara, masang status di fb or tweet di twiteer, update postingan di blog dst adalah sesuatu yang wajar kok kita lakukan di hari special kemerdekaan RI ini. Nah, kalau pahlawan dulu mampu mengorbankan nyawa, kita berkorban apa dong? Berpangku tangan, berbuat onar, demo anarkis, menyalahkan pemerintah membela rakyat, berkelahi dengan warga. Hmm.

I think, kemerdekaan tak dapat diraih para pahlawan tanpa persatuan dan demikian mungkin harapan mereka  merebut kembali tanah air di tangan para penjajah agar kita kita bersatu untuk selamanya #e..ciee Namun jika diantara kita saja masih tersebar rasa dendam, musuh, amarah bagaimana bisa kita mengaku merdeka sedang kita tak bersatu.

Ternyata mempertahankan kemerdekaan memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Perjuangan para pahlawan itu belum berakhir kawan. Kitalah penerus perjuangan Kemerdekaan.

 ORANG BILANG NASIB INDONESIA ADA DITANGAN KITA, HEI PARA PEMUDA BANGSA INI. AMANAH ITU ADA DI PUNDAK KITA. SEMANGAT 45.
DIRGAHAYU KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA KE - 68 TAHUN. JAYALAH INDONESIAKU :*
 
17/08/13
Makassar, dengan senyum membara.

  • Share:

You Might Also Like

45 comments

  1. Aku kok malah nggak minat ya nulis status di Fb, Twitter, dan blog soal hari kemerdekaan? Haha...

    Yah, cukup jadi warga negara yang baik aja sih sebenernya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ucapan dirgahayu menurut aku kak sama sprti ngucapin ultah kepada seseorang gtu,, yah ucapan di hari special negara ini wajar-wajar aja meskipun memang lebih penting dengan membuktikan cinta tanah air kita tidak sekedar dengan kata-kata doang

      Delete
  2. setuju banget sama kak nisa.
    aku juga gak minat ngelakuin itu semua hahaha

    yang terpenting itu kan berbenah diri. lakukan yg terbaik untuk diri sendiri, setelah itu lingkungan, setelah kita merasa mampu, baru deh lakukan yg terbaik untuk negara.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup emang yang paling utama dari diri kita sendiri dulu, dan mulai juga dari hal yang kecil seperti ucapan dirgahayu, itu hanya secuil dari bukti kita yang care pada negeri ini..

      Delete
  3. sebenernya sih gak terlalu penting, bahkn gak penting nulis kemerdekaan di fb apa twit kalo rasa nsionalisme di hati gk da atu belum ada ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wuihh ini komentnya pedes banget syukurnya gak ngerasa..hehe lha aku kok malah berpikiran dengan menulis tentang kemerdekaan negeri kita merupakan salah satu wujud rasa nasionalisme, meski cuma secuil doang sih, daripada cuek bebek, nulis aja gak, berbuat untuk negeri ini juga gak. Orang-orang hebat di luar sana pun bisa berjuang dengan tulisannya. #lho-kok

      Delete
    2. hahaha, maaf maaf kalo komennya terlalu pedes dan frontal :D
      iya saya setuju, dari pada cuek :D

      Delete
  4. Kalo cuma ngomongin tentang lomba merayakan hari kemerdekaan, saya kurang minat haha.
    Tapi, kalo ditelusurin lebih dalam apa arti kemerdekaan sebenernya baru deh hehe.^^

    Yang penting kita bisa melakukan yang terbaik, dan se-nggaknyanya bisa berguna.


    ReplyDelete
    Replies
    1. hmm postinggan aku bukan tentang lomba kemerdekaan kok yah mungkin lebih ngena pada makna merdeka walau gak secara detail gitu. Iya aku setunya yang PENTING KITA BISA MELAKUKAN YANG TERBAIK UNTUK NEGERI INI. SETIDAKNYA TIDAK MENJADI PERICUH

      Delete
  5. aku setuju sama mbak nisa, kayaknya ga terlalu penting nulis yg maaf, sok nasionalis, toh percuma kalo dalam diri kita sendiri jiwa nasionalis itu blm ada, kalo aku sih talk less do more, actionnya aja, ga perlu banyak bicara.

    ReplyDelete
    Replies
    1. he'eh bukan sok nasionalis kok, cuma nunjukin rasa cinta aja #hoalah setidaknya dengan menulis kita sedang melakukan pekerjaan keabadian, setidaknya juga dengan membaca tulisan sendiri rasa nasionalisme itu semakin menggebu-gebu di dada kita

      mengutip kata mbak Oki nih.. kalau punya impian hayoo jangan malu cerita aja pada semua orang, pada siapa aja. keluarga, teman, saudara dll. Kenapa? kok mimpi musti dipamerin segala? Iya supaya mereka nanti yang bisa ingetin akan mimpi kita.. so aku bermimpi ingin menyaksikan negara ini MERDEKA dalam artian yang aku maksud di postingan di atas.

      Lha trus.. truss? oke kalau gak nyambung di sambungin aja yeehhh. Ok aku setuju, RT actionnya aja, gak perlu banyak bicara.

      Delete
    2. :D iya sih, tp kebanyakan orang nulis gitu cm buat ikut2an aja, tp mereka sendiri tetep ga tumbuh rasa nasionalismenya (ini gue yg dulu haha )

      Delete
  6. indonesia udah tua, tapi belum nunjukin kemampuan sebenarnya.. yaitu bangkit dari kesusahan yg mendera. #serius

    sah2 ajah sih, kalo kita mau ngucapin HUT RI di berbagai social media.

    ReplyDelete
    Replies
    1. 68 tahun kayaknya belum tua deh dibanding 350 tahun hehe

      yaaahh aku setuju dengan Tofik, sah saja emang kalau kite ngucapin HUT RI ,.. kayaknya ucapin ultah sama seseorang via socmed.. toh gak ada yang ngelarang kan..

      Delete
  7. iyasih ya..apalah artinya nulis dan update status ttg kmerdekaan di sosmed, tp no-action buat memaknai hari kemerdekaan itu..

    nah iya, ngungkapin kjelekan2 bangsa sih gampang, memperbaiki n ngasih solusinya itu yg susah...bahkan dari tahun ke tahun ttep aja msalahnya blum menemukan solusi yg tepat...

    ReplyDelete
    Replies
    1. setidaknya ikut berpartisipasilah merayakan hari kemerdekaan dengan tulisan kita hehe, sama kayak aku buat artikel HBBE untuk ikut merayakan ultah BE. Yup, 1 action lebih penting daripada milyaran kata-kata..

      Iya masalah-masalah di Indonesia kayaknya gak ada ujungnya dwech

      Delete
  8. semboyan kita aja mbak bhinneka tunggal ika, tapi kenyataannya,
    diskrimana dimana-mana.. Sedih ssaya liatnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Willy,, aku juga sedih semboyan terkadang tinggal semboyang, mengaku satu tapi masih sering bertikai hu.hu,hu

      Delete
  9. kebanyakan orang nulis status ttg kemerdekaan dgn berlebihan biasanya justru gak tau apa makna kemerdekaan yg sebenarnya. hmmm

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmmm, kayak Topik menurut aku wajar-wajar aja sih

      Delete
  10. Zhi, layoutnya kamu ubah habis habisan yah ni?? hehehe

    ah, iya ini udah jadi rahasia publik ya Zi, semboyan hanya tinggal semboyan...semakin lama generasi muda malah semakin bbrutal, semoga ke depannya bisa jauh lebih baik, aamiiin..merdekah!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. maksudnya layout abis-abisan apa kak? gak ngerti hehe


      iya , setuju dengan pendapat mbak Meykke Semboyang terkadang hanya tinggal semboyan.. Aku pun berharap seperti itu. Aamiin

      Delete
  11. emang mempertahankan kemerdekaan itu lebih sulit daripada memperoleh kemerdekaan. Oleh karna itu tidak sepatutnya kita tdk menghargai jasa para pahlawan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. benerrr banget Djohan, Kita sependapat ternyara. *TOOS dulu

      Delete
  12. eh siska tuaan lo dong sm gue hahah gue baru 19 dooongg :p september baru 20 tahun hahahhaa.

    gue sih males ngebahas merdeka. soalnya gue belom merdeka dari mantan nih hahahah.

    ngomongin dari tahun ketahun berharap indonesia yang maikn maju bebas korupsi -_- tapi tetepa aja malah makin banyak yang ada hahaha -_- udahlah yaa aku pindah ke australi aja *WargaRIMurtadCeritanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha jangan bilang tua dong,, masih berasa mudah nihh,, hehe

      yah kalau gitu kamu ngebahas aku aja Git :-= yeee Gita, sekalipun di Indonesia banyak korupnya aku tetap bangga kok jadi anak negeri ini so *setiadenganRI

      Delete
  13. Naaah... Gue mah gak enggak ngucapin dirgahayu RI dimanapun, soalnya gue emang enggak bisa ngelakuin apa2 buat Indonesia, gue masih sering ngeluh..

    Dan juga, tahun ini gue enggak nulis diblog tentang dirgahayu RI, karena masalah yang gue tulis di tahun kemarin masih sama dengan tahun ini..
    Harapan gue tahun kemarin gue juga masih sama..
    Indonesia, belum banyak berubah :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh iya aku udah baca postingan bang Edotz tentang siapa yang merdeka it yah? Iya yaahh siapa yang merdeka... masalah yang sama yang dihadapi tiap tahun duuuhh #miris

      Delete
    2. Iya, harapan tiap tahun jadinya sama melulu..
      Jaman sekarang pemudanya malah pada bikin boyband, Indonesia mau dibawa kemana jadinya? -__-

      Delete
  14. yang ngucapin belum tentu nasionalis, dan yang gak ngucapin juga belum tentu gak nasionalis. udah gitu aja hehe :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau aku sih yang ngucapin maupun gak ngucapin belum tentu nasional. trus yang ngucapin gak ngucapin juga belum tentu gak nasionalis. Udah itu aja, hehe

      Delete
  15. Angkat tanganmu untuk EndoNesa!

    ILove Indonesia. Cukup membayar pajak dengan teratur dan tidak merusak fasilitas umum. Itu wujud kecintaan yg paling murah.

    ReplyDelete
  16. Aku sama kayak kak Nisa, ngrasa Indonesia belum merdeka seutuhnya. It's weird...
    too weird.. :)
    Tapi overall, aku suka postingan ini! :)

    ReplyDelete
  17. yeaaaaah merdeka! semangat!
    kok semenjak 17an anak anak BE semuanya berubah jadi kritis gini ya. hahaha bagus sih tapi..

    ReplyDelete
  18. yuhuuu, semangat semangat!! anak2 BE ternyata jiwa nasionalismenya tak diragukan lagi (y) ^__^

    ReplyDelete
  19. well,, apa salahnya juga sih mengucapkan d sosmed.. hahahaha
    banyak masalah, banyak kejelekan.. jangan terpaku sehingga yang baik jadi semu.
    banyak kebaikan banyak keindahan.. jangan terlena sehingga kita lupa :D

    ReplyDelete
  20. aku ngucapin dirgahayu RI di twitter, dan aku akui aku belum bisa berbuat apa2 yang berarti untuk Indonesia. tapi aku akan terus berusaha u,u)9

    nasionalis atau tdknya seseorang, bukan dirinya atau oranglain yang bisa mengakuinya. tapi perjuangannyalah menjadi saksi saat sejarah telah berbicara. mahhaha -__-

    ReplyDelete
  21. harus semangat untuk menjadikan indonesia lebih baik, mungkin lewat sosmed salah satu caranya hehe :D

    ReplyDelete
  22. prsaan gue udah prnah coment dah, tapi... asudahlah.
    bener, gue juga nggak bisa bayangin gimana perjuangan orang'' terdahulu buat memerdekakan negri endonesia ini. dan kita sbagai pemuda bangsa nggak boleh melupkana sejarah.

    nah itu dia, gue juga cinta indonesia tapi gue juga mikir, apa yang telah gue kasih sama negri gue ini ???
    mungkin itu pe er terberat buat gue. dan seharusnya juga pe er bagi smua pemuda indonesia

    ReplyDelete
  23. Ngomentari komentar tmen2 aja deh. haha boleh kan zhie?? :D
    semua mengatakan ucapan2 itu gak perlu dan gak penting, yg penting itu dimulai dari diri sendiri. Lah pertanyaannya tman2 sudah mulai belom?? ya kalau membangkitkan nasionalisme dari diri sendiri aja masi belom dan gak mau ngucapi selamat untuk indonesia. trus kontribusi apa yg udah diberikan untuk negara yg kalin tinggali saat ini?? ngasih ucapan selamat aja gak mau. duuhhh.... #BAJAKK!! #COMENTINI DIBAJAK :3

    ReplyDelete
  24. Nggak salah ngucapin di medsos. Mereka setidaknya sudah mengingat hari kemerdekaan. Daripada yang hanya terpekur, menyalahkan negara, menyalahkah media, dan tidak bisa berbuat apa apa. Bahkan sekedar mengucap MERDEKA.

    Berterima kasihlah lahir di negeri yang tak separah Palestine. Berterima kasihlah kalian makan dan minum dengan tenang tanpa menunggu pasokan bantuan dari abwah tanah yang entah kapan datangnya. Sedang kalian tinggal ke depan, warteg bertebaran dan tinggal makan, bayar, selesai.

    Bersyukur negara ini sudah merdeka. Bersyukur kita punya para pejuang kemerdekaan. Bersyukur, termasuk menulis di blog tentang kemerdekaan.

    Kalau memang masih mengusung semboyan BHineka Tunggal Ika, tak usahlah menganggap yang berkicau dimedsos hanya sekedar berkicau. Lebih baik mereka berkicau, Merdeka, daripada menghujat negara ini. Daripada yang hanya diam stalking melihat kicauan teman teman di medsos.

    Karena kalian pemuda
    Karena kalian harapan bangsa
    Karena kalian bukan penerus
    Karena kalian adalah pencetus
    peradaban baru dari arti kemerdekaan sebenarnya
    di masa kini dan nanti

    Dirgahayu Indonesia

    Saya lahir di sini, makan dan minum airnya di tanah ini, tinggal di sini, Dan saya harus berterima kasih kepada negeri ini.

    Saya mencintai tanah ini beserta 17.000 gugusan pulaunya yang indah. Tuhan, bantu kami menjaganya:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf banyak typonya. Saking semangat nulisnya:D

      Tolong..benerin sendiri yak? Semoga paham maksud yang saya tulis:D

      Delete
  25. yang ngucapin belum tentu cinta tanah air, dan yang ngga ngucapin belum tentu juga sebaliknya. beri udzur sesama manusia, khusnudzon aja. mungkin mereka ga ngucapin di tulisan, tapi mereka berucap lewat lisan dan perbuatan.
    aku sendiri kemarin gak ngucapin bukan karena males tapi gak ada pulsa hehe

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa menginspirasi.