Ramadhan Kan Berlalu

By Siska Dwyta - 08:42

sumber gambar

Tak seperti ramadhan-ramadhan sebelumnya. Ramadhan kali ini so special for me. Kali pertama saya merasakan keindahan Ramadhan. Selain karena saya bisa kembali menginjakkan kaki di kampung kelahiran, Serui tercinta. Bisa melihat lagi wajah teduh mama yang senantiasa terpatri di hati, sosok papa yang begitu saya hormati dan si kecil Auliya adik bungsu saya yang semakin lincah plus bawel. Menjalani bulan ramadhan di rumah sendiri. Bukankah itu adalah suatu keindahan? Keindahan yang sudah 2 tahun tidak saya cicipi. Keindahan yang baru saya rasakan saat saya tidak menjalani bulan penuh kemuliaan itu bersama mereka. Keindahan bernama nikmat. Ah, ya terkadang memang kita baru merasakan nikmat ketika kita kehilangan nikmat itu sendiri.
Dan ramadhan kali ini, saya sebenarnya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang Allah sudah berikan kepada saya, tapi lagi-lagi khilaf selalu terselip, kesalahan tak pernah luput. Padahal hanya ada satu niat tulus yang saya bawa dari Makassar. Saya hanya khawatir ini menjadi yang terakhir, khawatir tak ada lagi pertemuan setelah ini dan semua kekhawatir yang menyergap tidak mampu saya bendung. Sekali lagi saya lalai. Niat gak sekedar niatan, niatnya full, actionnya setengah-setengah. Duh, saya malu sama Allah. Mama papa maafin anakmu masih belum becus. Hiks But wateverlah saya akan tetap berusaha. Bukankah niat baik sudah menjadi awal untuk melangkan kearah yang lebih baik. Insya Allah. Dan mungkin karena niat 'baik yang sempat tersemat Allah masih bersedia menyentil hati saya dengan cinta-Nya di ramadhan kali ini..

Saya sudah berusaha, tapi kerja saya gak ada yang beres. Pengennya sih mempersembahkan yang terbaik buat ortu tapi yang ada malah saya belum bisa melakukan sesuatu yang buat mereka puas.

Sebelumnya saya tidak pernah merasakan indahnya ramadhan. Ramadhan bagi saya hanya sekedar nahan lapar dahaga doang, malam shalat tarawih, tilawah cuma pengen khatam, selebihnya saya tidak memaknainya. Padahal sering denger para ustad/ustadzah ceramah tentang kemuliaan bulan ramadhan dibanding bulan-bulan yang lain, tapi dasar saya nya gak mudeng, eh lebih tepatnya gak mengena di hati. Percuman saja sering ikut pengajian, puasanya gak bermakna, hu.hu.hu menyedihkan. 

Mungkin selama kurang lebih delapan kali menjalani bulan ramadhan dari sejak baligh tak ada satu pun amal yang saya torehkan. Oh Gusti, Saya merasa selama ini hidup saya gak berguna, sia-sia ketika dosa-dosa terus saya perbuat tiap harinya dengan amalan yang hanya sedikit atau malah gak ada sama sekali, lantas apa yang akan saya bawa menghadap-MU nanti?

Ramadhan kali ini, Allah masih sudi merengkuh saya kembali. Dengan secercah cahaya-NYA yang menyusup.  Setelah lama saya berkelana jauh dari-NYA. Ah, saya merasa sangat malu, betapa kasih-NYA Dia, memberikan apa yang saya butuhkan, menolong saya yang mengabaikan-Nya menutupi segala aib yang terselubung. Tapi apa yang sudah saya perbuat. Bertingkah seenaknya, memilih menjauh dari-NYA padahal dengan begitu bukan kebaikan yang saya dapat malah keburukan.

Ramadhan kali ini
Keindahan ramadhan yang saya rasakan. Sejatinya keindahan dekat dengan-NYA..
Sepertinya saya tidak ingin bulan suci segera berlalu.. Saya ingin tetap tinggal bersamanya, menguntai amalan selangit.. Jika hanya ramadhan yang mendekatkan saya dengan Ilahi, biarkan ramadhan tetap tinggal dihati.. agar hati ini tak lagi berpaling dariNya
**
Ramadhan kali ini, telah berlalu, biasanya saya senang membiarkannya pergi begitu saja. Dan begitu gembira menyambut hari raya idul fitri. Tapi kenapa justru sembilu pedih terurai dengan isak tangis yang menghantar kepergiannya
masih pantaskah, masih layakkah?

Saya khawatir tak dapat lagi bertemu kembali dengannya, bersama orang-orang tercinta in my life. Sangat khawatir amalan yang telah tertorehkan hilang seketika setelah kepergiaannya.. juga kembali jauh dari Tuhanku setelah ramadhan berlalu...

Ramadhan kali ini
ada niat yang terbesit
ada tekad yang terhujam
Insya Allah...

02 syawal 1433 H, bumi cendrawasih

  • Share:

You Might Also Like

5 comments

  1. yang penting untuk puasa tahun depan bisa lebih dimaknai kak, aku jg malu, ibadahnya blm bisa maksimal :(

    ReplyDelete
  2. Pertama baca tadi aku bertanya-tanya Serui itu negara di sebelah mana, ternyata di Papua? Nggak pernah denger. Jauh banget ya kampung halamannya... :O

    ReplyDelete
  3. huft...ramadhan selalu kurang..saat berakhir kita sangat rindu
    tapi saat ada,,kita sering sia2kan..watak manusia

    ReplyDelete
  4. Aku baru aja mau nanya Serui itu di mana? Ternyata jauh banget ._.
    Asyik ya, pasti bisa ketemu keluarga besar :D
    Aku nggak mudik nih, kak zhie, nggak jadi tepatnya --,

    kalau aku malah sedih banget ;(
    ramadhannya udah mau pergi nih, beberapa menit lagi, tp aku masih ngerasa kurang banyak amal :'
    itu juga belum tentu diterima, kan?
    Maunya ramadhan tetap tinggal :'(

    minal aidin ya, kak zhie..
    Maaf lahir batin..
    Semuanya juga :'D

    ReplyDelete
  5. Bumi Cendrawasih...!! oh, ternyata anak pinggiran ya. diujung timur :o?? hahaha

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa menginspirasi.