Saya Hanya Ingin Bahagia

By Siska Dwyta - 01:11

clickhere


Saya hanya ingin bahagia. Itu saja. Ketika saya bahagia maka saya yakin segalanya akan berwarna indah. Tidak perduli seberapa besar dan seberapa banyak masalah/ujian/cobaan kian menerjang hidup saya, sungguh akan tetap terasa indah asal saya bahagia.  Kehadiran saya di tengah-tengah keluarga kecil yang begitu mencintai saya, kasih nan tulus yang tercurahkan tanpa pamrih dari sosok papa dan mama,  serta tebaran aroma sayang  yang begitu hangat antara saya, kak Vhie, dik Aya dan si bungsu Auliya  adalah jalinan harmonis, terikat dalam kata saudara yang membuat saya bahagia karena saya hidup bersama mereka. Begitupun dengan seorang sahabat yang care  sama saya, tak pernah alpa menegur saya kala khilaf,  sering memasang telinga dan bersedia menjadi pendengar setia saya saat mencurahkan hati serta teman-teman yang  senantiasa menghiasi hari-hari  saya dengan gelak canda tawa  pun membuat saya bahagia karena mereka ada bersama saya.  Iya saya bahagia memiliki mereka.

Namun, karena hidup ini fana, maka saya tahu suatu hari nanti Tuhan akan merampas apa yang  tidak pernah menjadi milik saya. Keluarga, saudara, sahabat, serta teman-teman saya. Mereka adalah orang-orang yang membuat saya bahagia, yang saya anggap adalah milik saya. Padahal bukan. Satu per satu dari mereka akan pergi meninggalkan saya, kembali kepada pemilik-Nya, bahkan diri ini pun bukan milik saya, lalu ketika mereka semua pergi,  akankah saya  bahagia? Jawabannya TIDAK. Saya akhirnya menyadari kebahagiaan saya bersama mereka  adalah kebahagiaan semu. Bukan kebahagiaan seperti itu yang saya inginkan.
Ramadhan kali ini, mungkinkah menjadi akhir sebab tak ada yang menjamin saya masih bisa menatap hari esok, tak ada yang bisa menerka akankah kesempatan datang lagi, kesempatan menjumpai bulan penuh keberkahan Allah, di ramadhan berikutnya. Sungguh tak ada yang tahu, boleh jadi ramadhan tahun ini adalah ramadhan terakhir saya, ramadhan terakhir saya berpuasa, ramadhan terakhir saya bertarawih, ramadhan terakhir saya melantunkan ayat-ayat Allah, dan ramadhan terakhir saya menguntai amalan-amalan yang masih secuil. Astaghfirullah.

Ah, jika memang ini adalah ramadhan terakhir saya, maka satu impian yang ingin sekali saya wujudkan adalah saya hanya ingin bahagia.  Selama ini saya terlalu sibuk mencari kebahagiaan di luar sana, padahal saya ngerti bahwa sejatinya kebahagiaan itu ada di sini, dalam hati saya. Kebahagiaan sejati adalah kebahagiaan ketika hati saya damai bersama Sang pemilik-Nya. Bukankah hati ini adalah milik Allah? Jika memang ini adalah ramadhan terakhir saya, Duh Rabbi sudilah kiranya Engkau menyentil hati saya, harap dekap, rengkuh saya kembali menuju di jalan-Mu.

Ramadhan kali ini...
Jika memang ini adalah ramadhan terakhir saya maka saya ingin dekat sama Allah lewat sujud-sujud panjang memanjatkan doa untuk kedua orang tua saya dan berharap ampunan-Nya, saya ingin air mata saya jatuh menetes karena ketakutan akan siksa-Nya yang begitu pedih dan merasakan betapa kasih-Nya Allah, saya ingin selalu bangun di sepertiga malam  mengadu dan memohon belas kasih-Nya serta kecintaan-Nya. Dan kalaupun saya tidak bisa menjumpai ramadhan berikutnya, setidaknya jika saya masih bisa melewatii ramadhan kali ini, saya ingin istiqomah, tidak hanya di ramadhan kali ini, saya ingin selalu bersama Allah dengan begitu saya dapat merasakan kebahagiaan yang saya impikan.

 

  • Share:

You Might Also Like

16 comments

  1. Bahagia itu pilihan kak.
    Kuncinya cuma pikirkan, niatkan, lakukan. Istiqomah :D
    Hamasah ^^

    ReplyDelete
  2. bahagia hadir dari diri sendiri

    setuju sama yang atas...bahaga itu pilihan...

    ReplyDelete
  3. Eh, ini buat GA yang itu kan ya? Good luck ya. Biasanya kan kamu sering menang GA. Hehehe. (Udah keluar belum sih pengumumannya.)

    Good luck and wish you the happiness. :)

    ReplyDelete
  4. kok segih gitu sih tulisannya zhie? lagi ada masalah ya? apa cuman iseng iseng nulis aja? bener juga sih emang. kalau kita nggak pernah tau apakah ada kesempatan lagi buat kita bertemu ramadhan tahun depan..

    ReplyDelete
  5. yg pasti kebahagiaan itu slalu ada cuma kita aja yg terkadang ga menyadari hal itu

    ReplyDelete
  6. bahagia itu.... aku dan kamu menjadi kita kakzii. cmiw hahaha

    bahagia itu pilihan kak. seperti sugesti yg ada dipikiran kita. kalo kita mensugestikan pikiran untuk berbahagia, maka kita akan bahagia. iyaaaah. asal kita mau bersyukur aja sih kak :') hahaha aku ngomong apasih
    -___-"

    ikutan GA ya kak? semoga menang. dan semoga ini bukan ramadhan terakhir kita. amin :')

    ReplyDelete
  7. bahagia itu ketika hal yang paling kita sukai benar2 terjadi. dan bahagia itu tidak bisa dipandang oleh mata tapi hanya bisa dirasakan oleh hati.

    ReplyDelete
  8. Bahagia yg semu. Aih jd sedih bacanya. I'm not a good person yet.

    ReplyDelete
  9. Kebahagiaan sejati adalah kebahagiaan ketika hati saya damai bersama Sang pemilik-Nya
    yap bener bengent nih quote mbak,

    btw ini postingan giveaway yak ??

    ReplyDelete
  10. oh buat GA ya...
    tp bagus kok tulisannya... berasa dapet-banget pesan dan inti dari ramadhannya itu sndiri...

    iya. bener. kbahagiaan itu bsa ddpt dg ktenangan. dan ktenangan itu didapat krn kita selalu dekat padaNya....

    ReplyDelete
  11. Bahagia itu sederhana, ketika orang yang kita sayangi bahagia karena kita :)

    ReplyDelete
  12. pandangan orang emang beda'' dalam soal kebahagiaan. tapi gue stuju sama lo, kalo bahagia itu ktika kita bhgia bersama sang pencipta kita.

    yah, kita memang kepunyaannya jadi kita harus siap kalo dari orang terdekat kita diambil olehnya.
    oh iya, btw mang nama lo zhie juga yak ??sma kyak gue dah _ _" !!??

    ReplyDelete
  13. Kalo lagi seneng biasanya wajah kita rada lebih cantikan dari biasanya kan.. Ahemm
    haha

    ReplyDelete
  14. Kalo menurut gue Bahagia itu cuma soal cara pandang, bukan soal nasib! #tsahhh
    tapi bener juga sih, bahagia sejati ketika hati kita damai bersama Pemilik Semesta alam ini O:)

    ReplyDelete
  15. Bahagia itu kalo kita pandai bersyukur... :)

    Tapi seperti yang elo bilang, kalo orang2 di dekat kita pergi, kita gak akan bahagia... Itu memang kebahagiaan yang semu,
    Yang terpenting, kita harus bisa melakukan yang terbaik selama masih ada mereka-mereka disisi kita..

    ReplyDelete
  16. Nice article.. bahaga intinya sih nyaman dengan hidup kalo gue mah.. :D

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa menginspirasi.