MABA TANPA OPAK

By Siska Dwyta - 05:17


Kampusku tercinta:)

Sakit itu melelahkan juga yah. Meski kerjaannya cuma baring, mencet-mencet hape doang. Tapi sumpeh, aku bosen banget. Rasa-rasanya pengen teriak, pengen bilang ke semua orang kalau aku iri sama mereka yang bisa beraktivitas dengan bebas, sama mereka yang sehat bugar, yang bisa santai kesana-kemari. Sementara aku sekarang seolah terpenjara, gak boleh keluar dulu katanya, sebab aku kena penyakit yang lumayan aneh banyak pantangannya. #Hadeuh


Oke, aku gak bakal bahas mengenai penyakit aneh yang aku alami di postingan kali ini, karena ada tema penting lainnya yang musti aku bahas. Apalagi kalau bukan tema best artice Blogger Energy tentang tahun ajaran baru. Berbicara mengenai tahun ajaran baru nih, pasti identik dengan yang baru-baru. Mulai dari sepatu baru, tas baru, buku baru, pulpen baru, kelas baru, sampai pacar baru. Upst. Yah pokoknya serba baru apalagi bagi mereka yang tahun ini baru tamat es de or es em pe pasti bakal punya seragam baru. Meski tidak semua siswa beruntung memiliki sesuatu yang serba baru.

Sebut saja diriku *ehm*, yang sejak bersekolah gak pernah mendapatkan banyak hal baru, tiap tahun temen aku itu-itu aja, dari es de ketemu lagi di es em pe eh ketemu lagi di es em a. Keren kan! Kalaupun ada hal baru tiap tahun itu yang paling sering aku dapetin cuma BUKU BARU selebihnya NO WAY.

Oia selain identik dengan sesuatu yang serba baru gitu tahun ajaran baru juga identik dengan kata baru yang dilekatkan pada siswa dan mahasiswa.  Tahun ajaran baru memunculkan siswa baru dan mahasiswa baru alias maba. Semua pasti udah pada tahu tradisi di sekolah atau pun di kampus yang di khususkan untuk siswa baru dan mahasiswa baru. Kalau di sekolah tradisi tersebut namanya MOS sedangkan di kampus dikenal dengan nama OSPEK.

Nah, karena aku pernah merasakan MOS sekitar 6 tahun silam, udah lama banget euyy berlalu, pikiran aku lumayan buram ingatnya dan karena detik ini aku masih duduk di semester 7 belum akhir jadi biarlah aku bernostalgia saja mengenai insiden yang terjadi 3 tahun lalu, saat aku yang cupu dan lugu ini berhasil di terima di UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR dan hendak menjalani OPAK.

Jadi di kampus aku tercinta OSPEK itu lebih di kenal dengan nama OPAK kepanjangannya Orientasi Pengenalan Akademik. Rencananya sih OPAK akan dilaksanakan setelah kuliah perdana pada tanggal 01 September 2010 hingga 04 September 2010. Dimana tanggal 01-02 september 2010 setelah kuliah perdana, mahasiswa baru akan menjalani OPAK BEM-U kemudian tanggal 03-04 september 2010 dilanjutkan dengan OPAK BEM-FAK. Empat hari itu bertepatan dengan puasa, pemirsa. OPAK dihari yang panas, tidak makan tidak minum. Kebayang gak gimana rasanya? (bayangin aja sendiri :-P)

Sehari sebelum kuliah perdana itu banyak rumor yang beredar. Padahal pagi-pagi aku sudah santai istirahat di kos namun tiba-tiba kakakku dapat info dari temannya. Intinya aku di suruh ke kampus karena banyak hal yang musti di urus untuk persiapan OPAK. Sebagai maba yang belum tahu banyak hal aku nurut aja cuma jengkelnya karena kakak aku ngeles gak bisa antar. Terpaksa aku ke kampus jalan sendirian lewat lotus (lorong tikus), jarak ke kampus 1 lumayan sih emang gak terlalu jauh sekitar 100 langkah dari kos.

Sesampai di kampus 1 aku di arahkan ke pengurus BEM disana dan disuruh beli beberapa stiker BEM serta apalah aku lupa. Kemudian mendaftarkan nama. Setelah itu aku diperintahkan ke kampus 2 untuk bertemu dengan pengurus BEM Fakultas dan mendaftarkan diri di sana sebagai peserta OPAK. What? Ke kampus 2?

Jujur aja saat itu aku panik, mau pergi sama sapa ke kampus 2? Aku telpon kakakku, dia malah nyaranin aku pergi sama Al. Al? saat mendesak seperti itu memang cuma Al yang bisa aku andalkan. Maka aku segera menelponnya dan meminta agar dia mengantarku ke kampus 2 kalau dia bilang lagi sibuk atau tidak bisa aku pasti akan merengek, memelas sampai dia bilang iya. Tssstt jangan tanya Al itu siapa? karena sekarang dia cuma MANTAN.

Pagi menjelang siang itu juga Al dengan supranya datang menjemputku kemudian dia membawaku langsung tancap gas ke kampus 2. Motornya berhenti tepat depan rektorat. Kami singgah dulu cari informasi disana dan seperti biasa Al selalu bersedia jadi juru tanya untukku. Padahal yang perlu siapa, yang butuh siapa?*nyengir*

Aku sempat sih baca pengumuman yang tertera di depan pintu rektorat tentang kuliah perdana yang diwajibkan bagi setiap maba dan harus mengenakan celana hitam kemeja putih bagi laki-laki, rok hitam, kemeja putih serta kerudung hitam bagi perempuan tapi di pengumuman tidak ada keterangan yang mewajibkan OPAK. Petugasnya juga bilang gak papa kalau gak ikut OPAK karena sertifikat OPAK tidak masuk persyaratan kalau mau ujian meja. Aku mangut-mangut gak ngerti. Tetep saja aku keukeuh mau cari informasi mengenai OPAK dan akhirnya aku dapat info bahwa para maba sedang berkumpul di Auditorium kampus. Yang letaknya tepat depan rektorat.

Benar saja mereka ada disana pada ngantri, mengambil formulir. Tanpa disuruh aku pun ikutan antri untuk mengambil formulirku. Setelah menyerahkan kembali formulir yang sudah aku isi, kali ini aku di perintahkan untuk segera ke fakultasku. Fakultas? Ah.. Iya ke fakultas tarbiyah dan keguruan.

"tapi Al aku belum tahu fakultasku dimana?"

"bertanyalah"

"bertanya sama siapa?"

"sama hantu, ya sama orang lah"

Akhirnya berkat juru tanyaku nan baik hati kami dapat petunjuk menuju fakultas tarbiyah yang katanya berada paling belakang dekat masjid.

Disini aku salut deh sama Al, dia setia menemani dan menungguku berjam-jam lamanya. Ceritanya setelah tiba difakultas aku diarahkan ke lantai 3 dan masuk ke sebuah ruangan yang di dalamnya terdapat beberapa senior sementara Al menunggu di luar. Aku kira aku bakal di apain di dalam? Ternyata aku disuruh membeli stiker lagi. Para senior itu membujuk dengan rayuan mautnya hingga aku tak berkutik. Ah, dasar akunya saja yang tak bisa menolak.

Selanjutnya aku ditarik lagi diruangan yang lain, kali ini bukan stiker yang ditawarin tapi rok hijau dan kaos kaki hijau yang kata senior wajib dimiliki oleh setiap mahasiswi di fakultas tarbiyah dan harus dipakai saat OPAK. Dalam hati aku berpikiran ini senior mau dagang atau maksudnya mau meras uang maba. Aku jengkel juga sih dipaksa-paksa buat beli padahal aku gak mau. Mana rok hijau yang mereka jual model serta kainnya norak banget gak sebanding dengan harganya, mirip kayak rok anak Madrasah Ibtidaiyyah. Ini mah namanya pemerasan. Tapi lagi-lagi aku gak bisa berkutik, apalagi senior yang menawarkan rok dan kaos kaki serba hijau itu semua cewek dan salah satu diantaranya menggunakan jilbab besar, belum lagi mereka mengeluarkan jurus retorikanya maka dengan berat hati aku terpaksa mengeluarkan uang. Ludes sudah dalam sehari itu hampir seratus uangku telah berpindah tangan ke senior. Selamat yah Zhie, selamat!!!

Eniwei, aku kira proses berurusan dengan senior selesai. Ternyata belum. Aku masih harus berkumpul di lapangan bersama maba yang lain. Kulirik Al sudah gelisah menunggu. "Sabar yah ayy.. Sabar" jeritku dalam hati sambil memandang Al yang berdiri tak jauh dari lapangan, berharap dia mendengar jeritan hati kekasihnya ini #uhuuuk

Sueerrr dari sekian ratus maba tak ada satu pun yang kukenal, jadi aku pasang saja tampang sok kenal sok akrab sama beberapa maba hingga akhirnya seorang senior membagi kami dalam beberapa kelompok. Dan akhirnya aku punya teman kelompok yang rupanya mereka sejurusan denganku, pend. matematika gitu. So that, selain berkenalan nama dan asal tak lupa kami saling bertukar nomor hape dan janjian besok di kuliah perdana bakal dekatan duduknya. Well, hari itu cukup melelahkan setelah dapat sedikit banyak arahan dari kakanda senior kami di perbolehkan pulang. Bersyukur banget karena kami tidak disuruh bawa sesuatu atau menggunakan hal yang aneh-aneh di kuliah perdana kami.

Melihat aku keluar dari lapangan, Al tersenyum lebar, dia pasti senang karena berhasil menungguku hingga akhir. Lalu sepanjang perjalanan pulang aku nyerocos panjang lebar mengenai betapa jengkelku sama senior yang seenaknya menghasut para maba termasuk aku untuk membeli dagangan gak bermutu mereka serta mengekspresikan betapa senangnya, akhirnya aku punya teman Al:)
***

Dan tra La.. La tanggal 01 Sepetember 2010 tiba. Hari itu adalah hari bersejarah lho, tidak hanya berlaku bagi maba angkatan 2010 melainkan juga para dosen serta bagi UIN sendiri. Sebab insiden luar biasa telah terjadi hari itu.

Pagi itu aku sudah janjian dengan beberapa teman kelompokku, dari pagi-pagi buta kami sudah smsan dan berencana bakal ketemu depan Audit, payah karena aku datangnya gak terlambat sih tapi tidak bisa juga dikatakan datang terlalu awal sebab aku tidak dapat tempat di lantai bawah, sementara teman kelompokku yang datang lebih awal sudah duduk dengan santai di lantai bawah. Lantai bawah full bo` dengan para maba jadi petugas yang mengatur tertibnya acara kuliah perdana mempersilahkan aku naik ke lantai atas setelah memberikan kantong dan menyuruh agar aku melepas alas kaki terlebih dahulu. Aku maklum. Gedung yang digunakan untuk acara kuliah perdana ini adalah gedung baru, di sebut Auditorium UIN Alauddin. Angkatankulah yang pertama kali meresmikan.

Ternyata di lantai atas pun tak kalah ramai, seperti di lantai bawah sudah di penuhi ratusan maba meskipun masih ada beberapa tempat yang kosong. Tidak buruk juga mendapat tempat duduk di lantai atas karena tempat duduknya tersusun seperti tempat duduk di bioskop jadi tetap jelas terlihat yang di bawah. Aku perhatikan, maba dari fakultas tarbiyah memang paling beruntung, kasian maba dari fakultas lain ada yang sampai datang pakai tas karung, bawa compeng segala, ada yang pake jas hitam lah (ribet banget), bawa sapu ijuk dan bla..bla. Cowoknya paling lucu pada gundul semua. Huahaha.

Acara berlangsung dengan khidmat pemirsa. Awalnya kami di sambut dengan beberapa buah lagu yang dinyanyikan oleh seorang lelaki dan perempuan, sepertinya mereka berdua mahasiswa atau alumni UIN. Suaranya keren euy, aku takjub dan asyik mendengarnya. Namun di pertengahan itu kepalaku mendadak sakit sekali. Sementara kegiatan hari ini pasti akan berlangsung hingga sore, sebab akan di lanjutkan dengan OPAK. Acara inti baru akan dimulai aku sudah keringat dingin. Rasanya benar-benar gak tahan, tapi dari sekian ratus atau justru ribuan orang disekitarku tak ada yang kukenali sama sekali. Ya Allah aku harus minta tolong sama siapa? 
Entahlah aku tidak ingat, pada saat pak rektor sedang berbicara dan memperkenalkan jajaran kepemimpinannya atau pada saat kuliah perdana berlangsung ketika aku mendengar suara kaca pecah dan semua orang di bawah pada berhamburan serta berteriak histeris, bahkan para maba itu berlarian naik ke atas panggung. Tampak jelas raut ketakutan bertebaran disana. Disekitarku juga mereka pada kalang kabut, berteriak-teriak, lari kesana-kemari, acara yang tadinya berjalan khidmat itu tiba-tiba berubah ricuh seketika.

Sungguh aku tak tahu apa yang terjadi dibawah sana, kenapa semua orang berteriak? kenapa semua orang ketakutan? membuat aku juga ikut takut dan memeluk dadaku. Ikut lari hendak ketempat duduk di bagian atas, namun sepatuku satu itu jatuh dari kantongan. Susah payah baru aku berhasil mendapatnya karena disekitarku orang berlarian. Ya Allah, ada apa sebenarnya, tolong aku ya Rabb. Aku sampai gemetaran saking takutnya, yang kudengar sih ada mahasiswa  menyerang di lantai bawah. Duh, rasanya jantungku mau copot saja, membayangkan jika mahasiswa brutal itu naik ke lantai atas dan menyergap kami di sini. Arghh tidak. Sakit kepala yang begitu menderaku tadi sekejap sirna, berganti dengan rasa takut yang tidak bisa kulukiskan. Bahaya ada di depan mata, aku pasrah saja Tuhan. Hiks. Kuperhatikan disekelilingku banyak maba perempuan yang sudah jatuh pingsan dan segera ditangani tim medis. Rasanya aku juga pengen pingsang saja deh.

Tak habis pikir kenapa acara yang sesakral ini, yang dihadiri oleh ribuan maba serta puluhan atau ratusan dosen berakhir ricuh? kenapa ada mahasiswa yang berani membuat onar di hadapan rektor serta dosen-dosen terhormat lainnya? Entahlah isu apa yang beredar diluar sana yang kutahu setelah keadaan benar-benar tak terkontrol, tiba-tiba pak rektor mengeluarkan maklumat bahwa OPAK DITIADAKAN.
Dalam hati aku cuma bisa bilang YESS, ALHAMDULILLAH gak jadi Opak. Alhamdulillah ada hikmat di balik musibah. Artinya, kalau gak jadi OPAK berarti  besoknya aku sudah bisa liburan ke kampung mama bersama kakakku. WAAAAHH ueenaak jadi maba UIN angk. 2010 gak ikut OPAK. Yes yes yes. Raut wajahku yang tadinya ketakutan seketika berubah ceria. Siapa yang tidak senang, akibat ulah mahasiswa siapapun dia aku perlu berterima kasih karena sikap yang merugikannya itu membawa dampak positif bagi para maba khususnya diriku.

Sayang sekali aku gak punya dokumentasi foto-foto saat insiden itu berlangsung, maklum aja yah soalnya waktu itu aku belum punya smartphone secanggih yang aku miliki saat ini *ehm intinya aku gak sempat ambil gambar. Tapi tetep dong aku masih memiliki bukti nyata kalau aku adalah salah satu mahasiswa baru yang masuk di UIN Alauddin Makassar tanpa OPAK.

Sejarah mencatatnya:)

SUMBER
Tragis banget yah? kakak seniornya yang buat ricuh sampai harus di DO dari kampus. Apa untungnya coba buat ricuh kayak gitu? yang ada malah menguntungkan kami sebagai maba pada saat itu. Mapala juga sampai di bekukan, eh malahan info yang aku dapat sekarang sudah dibubarkan, karena mahasiswa yang buat ricuh di insiden 01 september 2010 itu rata-rata anak mapala. Bagaimana nasib mereka? Kami yang angkatan 2010 sekarang malah sudah hampir lulus.

Sekedar saran saja buat para senioritas MAHASISWA kalau melakukan opak/ospek atau apapun namanya jangan sampai merugikan diri kalian sendiri sebaliknya justru menguntungkan orang lain. Jangan sampai senjata makan tuan. INGAT ORANG TUA, gih, ingat mama, ingat papa, ingat saudara. Ospek itu diadakan oleh pihak kampus bukan dengan maksud agar senior bisa seenanknya menindas, atau menyiksa junior kan? Bukankah agar kita enior dan junior bisa kenal mengenal dan merasakan solidaritas yang tinggi? Btw yang penasarang dengan tragedi 01/09/10 kronologisnya bisa dibaca di sini

Oke, Sekian ceritaku:) Mohon doanya yah gyerz, bloggers, biar aku cepet sembuh. Udah bosen banget nih seminggu di kos mulu. Sumpek  deh:-D

  • Share:

You Might Also Like

7 comments

  1. Duhh.. Kenapa mereka bikin ricuh sih?? Maba tanpa OPAK ibaratnya belum ngerasain jd mahasiswa #halah hahaha :p

    Untung zhie gak apa2, kalo sampe di apa2in, si Al (anaknya ahmad dhani) aku tabrak pake mobil sedan!! Ahahahaha :D

    ReplyDelete
  2. cepet sembuh, kak! :) btw al baik bgt yak mau nganterin sana sini:p syg udh jd mantan. Terus gmn kak? Ada trauma enggak kak sejak kejadian rusuh itu?

    ReplyDelete
  3. ckckckckk... ngeri banget pasti keadaaannya ya..
    untung kamu baik2 aja..

    kampus aku juga pernah ricuh gitu. sampe masuk TV berhari2 malahan. tapi kasusnya beda. ricuh karn apemilihan presiden kampus. malu bgt waktu itu..

    ReplyDelete
  4. Jangan lupa kak zhie, baju baru tiap taun ajaran baru + tiap lebaran! XP

    yaps, tragis! :/
    dan pastinya lebih tragis lagi krn aku yakin nggak cuma kakak yang merayakan kegagalan opak itu dg pulkam! (baca: syalala~ menari di atas penderitaan para mapala)

    ReplyDelete
  5. Mapala kayak gt soalnya dikader buat solid dan main fisik di kampus ku mapala juga gt kok. Wah . Sama ternyata. Suh si al so sweet. CLBK aja. Hehe enak kan ntar jd menantux ahmad dhani. Ahahaha

    ReplyDelete
  6. lu buat postingan ini gak sambil nangis kan? Abisnya mantan jg dibahas :p

    oh disitu namanya opak. Gue kiranya elu yg typo. Ya kalo namanya ospek pasti gitu zi. Udah klasik. Tp yg beda itu malah disuruh beli stiker -_-

    ReplyDelete
  7. eh aku penasaran deh Zhie emang sampe sebegitu hebohnya itu mahasiswa nya nyerang gmana sih??? kok sampe di DO emang ada isu apaan??? saking hebohnya sampe ditiadakan wooowww, pasti seru nih. @.@

    kamu sakit apaan??? get well soon yaaa :3

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa menginspirasi.