Arti Bersyukur

By Siska Dwyta - 07:50

Bersyukur itu seperti apa? Mengingat selama ini aku ingin selalu bersyukur di setiap helaan nafas dan detak-detak detik yang kian berlalu. Aku ingin terus bersyukur di sepanjang hidupku. Ingin, tapi bagaimana caranya bila diri masih sering mengeluh. Mulut berkata syukur, terkadang hati yang justru mengingkari. Padahal nikmat Tuhan mana lagi yang belum kurasakan. Mulai dari membuka mata di pagi hari, hingga terlelap kembali di malam harinya. Sungguh, sudah terlalu banyak nikmat  Tuhan yang ku abaikan begitu saja.


Dan kini aku menemukan arti syukur yang berbeda, ketika membaca tulisan mbak Liannyhendrawati berjudul Mensyukuri Hidup. Di sana kutemukan cara bersyukur nan indah dan sederhana dari setiap tutur kalimat syukur yang diungkap mbak Lianny. Bersyukur itu seperti apa?


Bersyukur itu adalah saat aku melihat kedua orang tuaku hidup dengan rukun dan saling mencintai di usia senja mereka.

Bersyukur itu adalah saat aku masih bisa bertahan untuk tidak tidur dan tetap menemani anak-anakku begadang untuk ujian, meski tubuhku teramat lelah dan mata hampir tak bisa terbuka lagi.

Bersyukur itu adalah saat aku masih bisa bersenandung sambil mencuci bertumpuk pakaian kotor dan piring kotor serta membereskan segunung pakaian bersih yang siap untuk disetrika.


Tak perlu ku jelaskan panjang lebar alasan menyukai catatan mbak Lianny yang satu ini. Coba lihat sepenggal kutipan rasa syukur yang di tuturkan mbak Lianny diatas, kalimat tiap barisnya menggores makna begitu dalam dan menyentuh. Sueeer, aku sampai sedih bacanya:(


Ah,  jadi terngiang dengan hari-hari dimana aku belum merantau jauh, masih tinggal bareng orang tua. Masih puas memandang wajah mama yang sering kelelahan sepulang dari kantor, harus lagi memasak untuk suami dan ketiga buah hatinya, namun tetap memamerkan senyum manis, seolah kelelahan itu sirna. Pun aku masih bisa mencicipi masakan beliau. Meski tidak jarang “ngambek" sampai pake acara mogok makan segala, hanya karena mama terlampau sering masak makanan yang sama hampir tiap minggu. Duh, lihat betapa tidak bersyukurnya aku sebagai anak. Akibatnya sekarang makanan yang paling aku kangenin justru masakan mama. Bahkan aku merasa makanan mama nan sederhana itu jauh lebih lezat ketimbang menu makanan yang di sajikan di restoran terkenal sekalipun.


Sekarang aku mengerti, arti bersyukur itu tidak sekedar serupa ucapan terima kasih, lebih dari itu, ia mendatangkan kebahagiaan.