Smart Versi Saya

By Siska Dwyta - 18:20

Bismillahirrahmanirrahiim

Istilah smart tentu udah gak asing lagi dong di pendengaran kita, apalagi di zaman serba canggih, dimana produk-produk teknologi yang menyematkan kata smart mulai bermunculan. Kesannya seolah penggunaan smart itu keren. Sebut saja smartphone, kalau saya translatekan ke bahasa Indonesia artinya ponsel cerdas, ada juga yang mengartikan ponsel pintar. Syukur karena gak ikut bermunculan yang namanya stupidphone, hehe.

Jika sebelumnya hanya terdapat jenis phone biasa, lantas nongol smartphone, jelas phone yang ada smartnya jauh lebih keren, lebih, canggih, lebih aduhaiii ketimbang phone gak pake smart. Tuh lihat, phone aja ada yang smart, masa’ kita adem ayem  di bilang manusia doang tanpa smart. Kita sebagai pengguna phone biasa maupun smartphone, jangan mau kalah, yakin pada diri bahwa kita pun bisa tampil jadi smartpeople. Setuju?
Oke, kalau kalian setuju berarti kalian smart. Tanpa ada maksud membandingkan ciptaan Tuhan dan ciptaan manusia karena jelas sehebat apapun teknologi yang diciptakan manusia tidak akan menyamai kehebetahan ciptaan Tuhan. Sekedar membakar semangat pembaca, terkadang mungkin diantara kita masih suka merasa minder, kurang percaya dengan kemampuan diri, dan sering berpikiran tidak bisa. Padahal Allah menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk, menganugerahkan akal, pikiran dan perasaan. Lalu apa yang membedakan kita dengan orang - orang yang di anggap smart, sukses dan berkualitas sementara kita punya anggota tubuh yang sama, dan waktu yang sama pula, 24 jam tiap harinya. Semestinya dengan kesamaan itu menunjang diri, dapat melakukan hal serupa atau jauh lebih baik? Nyatanya kita terjerat dengan pikiran – pikiran negatif yang justru menghambat ambisi untuk maju selangkah lebih depan, atau dua langkah lebih depan.
So, bagaimana menjadi smart bila kita terbelenggu dengan mindset yang membatasi ruang gerak kita. Contohnya seperti pandangan saya tentang smart. Dulu waktu jaman masih berseragam, saya pahami smart identik dengan anak-anak berprestasi, nilai ulangan selalu tinggi, dapat rangking teratas dan di sayang guru. Yah, pokoknya nilai atau rangking selalu menjadi patokan saya menentukan smart tidaknya seseorang, terkhusus buat teman-teman sekelas saya. Sayangnya saat itu saya masih merasa bukan termasuk murid smart.

Eniwei, sebelum lanjut, saya hendak mengulas kata smart yang diambil dari bahasa Inggris, kalau diterjemahkan smart mengandung dua arti, pintar atau cerdas. Sementara yang saya ketahui, pintar dan cerdas memiliki makna berbeda. Meskipun maknanya hampir sama, tapi pintar dan cerdas bukan sinonim. Pintar adalah kemampuan seseorang dalam menyerap informasi sedangkan cerdas adalah kemampuan mengelola kepintaran itu. Dari pengertian singkat tersebut, saya berkesimpulan bahwa orang-orang yang sering memperoleh  nilai tinggi di kelas, mahir matematika, mampu mengahapal rumus-rumus fisika, serta lulus dengan predikat di atas cumlaude adalah orang-orang pintar.

Pengalaman, saya sering bertemu dengan orang-orang pintar, bahkan kagum dengan kepintaran mereka. Namun, disisi lain saya agak miris dengan orang pintar yang cuma mengandalkan kemampuan mereka di bidang akademis dan tidak berminat mengelola kepintaran itu. Misalnya kalau dia adalah mahasiswa, kerjanya berkutat di kampus, kos, dan kantin doang. Padahal selama masa kuliah, banyak sekali proses yang bisa kita lalui untuk mendapatkan ilmu, tidak hanya di kelas. Dengan terjun ikut kegiatan sosial, atau terlibat dalam suatu organisasi, serta menjadi aktivis adalah suatu kegiatan cerdas menurut saya. Orang cerdas emang belum tentu pintar tapi mereka mampu mengaktualisasikan diri dan mengembangkan potensi yang mereka miliki. Jadi jangan heran bila ada sarjana lulusan terbaik masih pengangguran atau dapat pekerjaan dengan jabatan yang tidak terlalu tinggi. Sebaliknya ada orang yang gak terlalu pintar, biasa-biasa saja, tidak terlalu berprestasi di bangku sekolah maupun kuliah tapi berhasil menjadi orang sukses dan memiliki anak buah yang pintar-pintar. Nah, orang yang seperti itulah yang saya sebut sebagai cerdas.

Back to smart,  saya cenderung mengartikan smart itu cerdas. Orang smart tidak musti pintar asalkan ia mampu megaktualisasikan diri, dan mengembangkan potensi yang ia miliki. Saya yakin setiap orang terlahir di dunia ini telah dianugerahkan Allah potensi atau biasa disebut sebagai bakat, jadi jangan bilang kalian gak punya bakat *peace. Orang smart pasti akan menemukan konsep diri mereka, yakni mengenal kekurangan serta kelebihannya masing-masing, sehingga dengan konsep diri yang ia miliki, ia tahu apa yang musti ia lakukan, apa yang kudu ia perjuangkan dan apa yang harus ia sumbangsihkan. Orang smart itu tidak hanya memikirkan diri sendiri, ia care dengan lingkungan sekelilingnya dan menjadikan dirinya bermanfaat bagi orang lain.
Ngomong-ngomong, kalau ada yang bertanya saya termasuk orang cerdas gak? Hoh, iya dong. Kini ada banyak hal yang membuat saya merasa smart. Saya akan merasa smart dimana aja baik di maya maupun nyata asal saya melakukan kegiatan positif dan dapat berbagi mafaat terhadap sesama:)

Dibawah ini beberapa cuplikan yang membuat saya merasa  smart.



Foto diatas di ambil saat saya mengikuti kegiatan bakti sosial study club saya, di salah satu daerah yang ada di sulawesi selatan tepatnya di kota di Butta Panrita Lopi. Yang pernah ke Pantai Bira pasti tahu dong. Kegiatan tersebut berlangsung saat libur semester ganjil, disaat teman-teman sekelas milih pulang kampung, saya merasa smart mengisi hari-hari libur saya dengan ikut kegiatan baksos, yang salah satunya memberikan bimbingan belajar gratis.


Dalam kurung waktu dua bulan,  saya berhasil meraih penghargaan dari salah satu komunitas blogger personal di dunia maya. Yeaahh saya merasa smart mendapatkan penghargaan tersebut, padahal saya baru setengah tahun aktif ngeblog dan udah di beri kepercayaan mendapatkan dua awards sekaligus tahun ini. Efeknya, saya makin berenergi menulis:)


Foto diatas di ambil  usai kuliah microteaching. Pada mata kuliah tersebut kami mengadakan simulasi praktek mengajar kecil-kecilan. Jadi ada beberapa mahasiswa yang berperan sebagai guru dan mahasiswa lainnya berperan sebagai murid. Agar kami dapat membuat suatu pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan, maka kami berinisiatif membuat perak-pernik mengajar. Salah satunya kayak toga mainan yang kami pakai di atas. Saya merasa smart mengenakan toga sarjana tersebut. Meskipun bukan toga beneran sih, sensasinya itu lho. Berasa.

Sekian postingan saya kali ini. Udah dapat dong oleh-oleh smart-nya. Smart versi saya mudah, kan? tidak perlu otak jenius, prestasi hebat, atau nilai tertinggi. Smart itu yang terpenting adalah ketika kita mampu berbuat banyak hal yang mendatangkan kebaikan untuk diri juga bagi orang lain.



http://emakgaoel.blogspot.com/2013/11/lomba-blog-3-challenges-to-win-gadgets.html

  • Share:

You Might Also Like

14 comments

  1. Waah...keren ulasannya, saya mo ikutan tapi blom nemu-nemu tema nya. goodluck ngontes nya ya, mbak...:)

    ReplyDelete
  2. setuju deh sama mbak Emi ^^
    ulasannya emang keren :D

    banyak definisi smart, orang awam ngartikan smart itu pasti di otak
    hmm

    ReplyDelete
  3. Wah lagi rame nih yg ikutan GA ini. Semoga menang ya zhie..

    Btw itu baksosnya keren jg ya. Jauh ga dari tempat kamu?

    ReplyDelete
  4. berarti kalau care dengan seseorang dan berguna untuk orang lain bisa dibilang smart juga.
    smartpeople? kenapa gak...

    *goodluck Miss GA...

    ReplyDelete
  5. Hadiahnya mantap, smart menurut aku adalah orang yg mampu memanfaatkan setiap kesempatan sekecil apapun untuk kesuksesan nya. Saat ini aku lagi ngefans bgt sama Caisar, menurut aku dia itu smart di samping kesan bodoh yang selalu ditampilkan nya..

    ReplyDelete
  6. wah.. ulasannya menarik.. good luck kak :D

    ReplyDelete
  7. smart itu.... gak peka! kenapa gak peka!.. karena menurut gue orang yang smart itu cuman ngandelin teori doang.. lain denngan orang jenius.. ia tidak mengandalkan teori tapi membuat teori.. dan semoga aku menjadi ornag jenius.. amiiin

    ReplyDelete
  8. sippp...smart itu adalah bisa selalu bermanfaat buat orang2 di sekitar kita..dimanapun kita berada...
    salut banget...liburan bisa aktif di kegiatan sosial kayak gitu... :3
    sukses buat GAnya zhiee...

    ReplyDelete
  9. Yeeee...gudlak ya ngontesnya

    ReplyDelete
  10. betul, smart berarti berbuat manfaat untuk orang lain dan tentu saja untuk siri sendiri. Blogger semuanya smart deh! :)

    ReplyDelete
  11. ini keren banget kak zhie :D dan "Dulu waktu jaman masih berseragam, saya pahami smart identik dengan anak-anak berprestasi, nilai ulangan selalu tinggi, dapat rangking teratas dan di sayang guru. Yah, pokoknya nilai atau rangking selalu menjadi patokan saya menentukan smart tidaknya seseorang, terkhusus buat teman-teman sekelas saya. Sayangnya saat itu saya masih merasa bukan termasuk murid smart" itu berasa aku banget ._. tapi setelah baca artikel ini keknya aku jadi sadar dah kalo SMART itu gak harus jadi mereka-mereka yang berkutat dengan bangku dan buku catatan.

    ReplyDelete
  12. Wih keren ya kak :D dapet dua award dari BE, aku juga pengen aku juga mau :D
    tapi smart itu identik sama lelet loh kak *ini kenapa jadi kepikiran sama smartfren*

    ReplyDelete
  13. Smart itu awalnya nama operator seluler, kemudian gabung dengan fren.. Sekarang jadilah smartfren..

    Smart versi Zhie keren! Semuanya hal positif ...
    Sukses GA-nya!

    ReplyDelete
  14. Hi, mohon ijin berbagi informasi ya… Yuk ikutan #ZockoUnlocked Blogging Competition berhadiah iPhone 5S atau iPad Mini! Untuk info lengkap silakan kunjungi http://weare.zocko.com ya dan jangan lupa sign up di http://www.zocko.com terlebih dahulu! Kami tunggu ☺

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa menginspirasi.