Satu Kisah Special di 2013

By Siska Dwyta - 03:14

2013 telah pergi. Ada kisah apa saja yang tertinggal di sana? Banyak. Banyak sekali. Mulai dari kisah galau selalu melanda  tiap kali  ketemu mantan yang juteknya minta ampun, kisah paling nyesek saat kedua hape Nokia saya mati akibat keteledoran saya membiarkan keduanya diguyur hujan, dan kisah perihnya bercinta bareng draft skripshit kemudian digantung sama dosen pembimbing. Selain itu, berjejer pula ratusan kisah lainnya yang hanya sebagian kecil sudah saya tuangkan di blog ini. Selebihnya terekam dalam kartu memori otak saya.  Ada yang masih jelas, ada yang  berbekas, ada yang buram, ada pula yang hilang di telan degup masa. Semua kisah-kisah itu menorehkan kesan tersendiri.
Satu lagi kisah yang paling berkesan di tahun 2013 namun belum sempat saya goreskan di tahun tersebut yakni kisah tentang diri saya menjadi seorang guru. Sungguh, tidak pernah terbayang sebelumnya bahwa suatu hari nanti saya akan berdiri di depan kelas, memberikan materi, mengecek daftar hadir, berinteraksi dengan siswa/siswi dan di panggil “ibu guru”. Rasanya seperti mimpi saja, saya yang pernah ngotot tidak ingin menjadi guru dan tidak akan kembali ke sekolah malah terdampar di dunia pendidikan.

Semasa kecil  saya memang tidak pernah bercita-cita menjadi guru bahkan sampai duduk di bangku semester awal jurusan pendidikan Matematika UIN pun minat menjadi guru sama sekali tak ada. Minat tersebut baru menguap ketika saya menemukan kegagalan untuk kesekian kali setelah ikut kembali seleksi pendaftaran mahasiswa baru di tahun selanjutnya. Target masuk di jurusan Farmasi UNHAS dengan paksa saya hapus kuat-kuat kemudian saya belajar berdamai dengan takdir. Benar, terkadang yang  kita inginkan belum tentu baik. Sehingga Allah kerapali sengaja mengabaikan permintaan kita. Bukan karena ALLAH tak sayang, akan tetapi Allah Maha tahu. Dia sengaja memberi apa yang dibutuhkan hamba-Nya, bukan memberi apa yang menjadi keinginan hamba-Nya. Sebab Dia tahu yang terbaik untuk kita.


Menjadi guru adalah profesi terbaik yang dipilihkan Allah untuk saya, begitu kira-kira kalimat yang tepat menanggapi takdir yang  sudah dan akan saya jalani kedepannya. Insya Allah. Yeah! Kalau di awal masa kuliah saya menyalahkan takdir. Kini saya justru bersyukur dengan keberadaan yang mendekatkan saya  pada gelar pahlawan tanpa tanda jasa, dengan anak-anak bermata bening, dengan tempat mulia dimana anak-anak bermata bening itu menuntut ilmu. Pada akhirnya saya bersyukur setelah kurang lebih tiga tahun meninggalkan sekolah saya, di tahun 2013 saya kembali menginjakkan kaki di  sekolah (yang berbeda), kembali  ikut upacara di hari senin pagi, dan kembali duduk dalam ruang kelas. Moment-moment seperti itu tentu menguak kembali kenangan saya waktu masih bersekolah, bedanya karena saya datang bukan lagi sebagai siswa, tapi guru.


Awal September 2013, setelah melewati  pembekalan PPL dan Pelepasan PPL dari kampus, saya beserta sebagian rombangan mahasiswa/i  fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin diterima sebagai guru sementara di SMA Negeri 11 Makassar.  PPL ini semacam magang bagi mahasiswa keguruan, dan karena saya dari jurusan pendidikan Matematika maka saya kebagian job ngajar Matematika, bersama keempat patners kelompok  PPL saya yang bukan kebetulan saya terkepung di tengah-tengah mereka. Sri Lisna Sari  (Lilis), Sri Nur Indah Sari (Indah), Sri Ramadani  (Sri) dan Sri Wahyuni (Uni). Hahaha cuma saya yang bukan Sri. 

narsis bareng guru pamong cc Lilis, Sri, Uni. Sayang Indah-nya gak ada

Lagi. Saya merasa begitu bersyukur karena  ber-PPL di sekolah yang welcome banget, guru-gurunya pada ramah, teman sekelompok PPL yang kompak, Ibu Hj Rahmatullah, guru pamong yang sabar dan sangat baik, Ibu Misykat, dosen pembimbing yang tidak kalah sabarnya membimbing kami (saya dan ke-empat Sri) terutama dalam pembuatan RPP, serta kelas dimana saya mengajar, XI IPS 1 yang murid-muridnya super overactive.

foto di ambil saat saya ngasih mereka tugas matematika.

Beidewei, kesan saya selama mengajar di kelas XI IPS 1, seru dan menyenangkan, saya sampai ketagihan, sepertinya waktu 4 jam mengajar dalam sepekan itu tidak cukup bagi saya, sekalipun murid-murid di kelas saya ajari terkenal paling heboh, paling ribut dan paling banyak tingkah. Di sini saya benar-benar merasa di uji kesabaran dalam menghadapi mereka. Pasalnya saya yang sudah semangat 45 menjelaskan mean, median, modus, kuartil, desil, persentil, range, simpangan baku, simpangan rata-rata de el-el agar mereka cepat mudeng, eh mereka lebih sibuk mondar-mandir kesana-kemari, di belakang asyik bercerita dengan teman sebangkunya, tidak mendengarkan baik-baik apa yang sampaikan sehingga giliran di kasih tugas atau di suruh mengerjakan soal di depan. Bingung. Tidak tahu.


Memang saya akui, selama menjalani proses sebagai guru (PPL) itu, saya belum mampu menguasai kelas, sedih juga sih karena tidak semua siswa mampu menangkap materi yang saya sampaikan, tidak semua siswa mengerti apa yang saya ajarkan, entah karena mereka tidak memperhatikan atau karena penjelasan saya yang rumit di pahami (mungkin). Tapi alhamdulillah, ada pula siswa yang begitu antusias belajar matematika dan menyimak apa yang saya paparkan. Senangnya pas ada siswa saya yang bilang kalau dia suka cara mengajar saya, katanya lebih dimengerti.  Duuhh, dengernya bikin hati saya tersandung, mhuahahah.

foto kenangan di hari terakhir saya ngajar mereka


Overall, selama mengajar satu semester dari awal September hingga akhir November,  ada sejuta keindahan yang saya peroleh di sana, bersama murid-murid saya, guru SMA N 11, serta teman-teman PPL saya. Sejuta keindahan yang (mungkin) akan berbekas selamanya. Menjadi something special on 2013.


  • Share:

You Might Also Like

14 comments

  1. Hahaha.. Gimana sih rasanya ngajar anak SMA? Haha.. Dulu wktu ada teman yg jurusannya keguruan ikut PPL aku malah sering ngetawain dia, soalnya anaknya bandel eh malah jd guru. Haha xD

    Tapi kapan2 pengen nyoba jd guru juga, tp bukan anak SMA -_- SD atau SMP gitulah. Haha..
    Aku mau dong diajarin bu guru siksa.. :3

    ReplyDelete
  2. wah PPL ya....PPL sih masi enak zhie...soalnya ujung2nya sebandel apapun mereka. pasti masih sayang sama guru PPL...
    ntar semuanya bakalan makin berasa kalo udah beneran jadi guru...hahaha

    tapi ngajar SMA itu enak ya...kayaknya nggak terlalu sering digodain kayak ngajar anak2 SMK yang kebanyakan cowok..hahaha

    ReplyDelete
  3. wah cerita PPL, itu temennya kenapa bisa kebetulan bernama depan Sri semua ya, jangan-jangan mereka jodoh -_____-

    emang gitu ya kak nasib jadi PPL saat nerangin eh muridnya ngomong sendiri, mungkin itu karma bagi kita yg dulu suka gituin guru ataupun mahasiswa PPL yang ngajar di sekolah dulu.

    ReplyDelete
  4. hhahaha asiik ikutan GAku makasih ya Zhie
    PPL emang berkesan kok, komen lebih lanjut ntar yaa Zhie pas penilaian GAku hehe

    ReplyDelete
  5. wah, dapet jatah ngajar anak2 ips ya, harus bertaruh mental kalo nemu anak didik seperti mereka, soalnya susah diajarin...

    hmmm, jadi guru? kayaknya aku tidak begitu tertarik untuk menjadi guru deh, aku lebih tertarik untuk saling belajar, tanpa embel2 'guru'. soalnya menurutku jadi guru itu bener2 butuh pengorbanan

    ReplyDelete
  6. mahahahahaha bisa gitu kak para sri ngumpul x)) bisa nih aku gabung diantara para sri :9


    Akkk jadi gasabar ppl.. Beberapa bulan lagi :3

    ReplyDelete
  7. wah,. biasanya kalo ada PPL yang ngajar, apalagi anak IPS, pasti adanya digodain.. Bener gak bener gak??
    tapi dari PPL itu juga banyak pelajaran dan pengalaman yang bisa diambil.. pokoknya berkesan... (padahal saya belum pernah PPL)

    ReplyDelete
  8. PPL yah, wah pasti seru ya Zhie.. semoga menang GA yah!

    ReplyDelete
  9. Hahahaha jadi inget masa masa SMA,,,, kelas aku yang paling terkenal anak anaknya pada rese,,, kelas TKJ dari dulu terkenal akan hal itu,,, Guru PPL yang masuk dan mengajar di kelas kami pada di cuekin sama anak anak,,, tapi guru PPL nya tetap sabar meskiun ada sebagian anak yang tidak memperhatikan

    ReplyDelete
  10. Semangat terus bu guru zhie, mari cerdaskan generasi muda bangsa kita ini. :)

    ReplyDelete
  11. Pengalaman tersebut tentu menambah pengetahuan untuk nanti setelah benarbenar terjun, ya :D

    ReplyDelete
  12. semanagat dan sukses terus buat guru Zhie, jangan lelah untuk mencerdaskn penerus bangsa ya
    follback mba..

    ReplyDelete
  13. Yuk ikuti, giveaway berhadiah CD Original @onedirection dan pulsa http://t.co/VbMOKQ77C5 Ajak teman-temanmu sebanyaknya dan menangkan hadiahnya!

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa menginspirasi.