Cintaku Dikhianati

By Siska Dwyta - 21:34

Dia menatapku dalam-dalam, bukan dengan rasa cinta atau sayang, tetapi dengan perasaan bersalah.

"Siapa perempuan itu?" Aku bertanya, mencoba menahan amarah dan kepedihan di dalam hatiku.

"Seseorang..... dan kau takkan mengenalnya," sahutnya tenang, seolah-olah dengan tidak mengenal perempuan itu akan mengurangi sakit yang kurasakan. Mata ini mencoba memandangnya, tetapi aku sadar yang bisa kulakukan adalah menatap lantai dan berharap air mata yang membendung tidak berjatuhan. Bisa kurasakan dia perlahan bergeser mendekat, tangannya diletakkan di bahuku untuk menenangkanku. Cepat-cepat kutepis tangannya, tidak menginginkan bujukan bahwa semuanya akan baik-baik saja.

#

"Seseorang..... ?" Lirihku pelan. Mendadak aku tertawa sinis dengan tatapan yang tak kalah sinis memandang perempuan yang berdiri di depan mobil lelaki yang dua tahun sudah hidup bersamaku.

"Dia bukan siapa-siapa, kau tak perlu cemburu"
Lanjutnya seakan tahu apa yang terbesit dalam pikiranku.

"Jadi, dia alasan kau tidak pulang ke rumah. Katanya lagi dinas ke luar kota, kok malah ada di Hotel Cendana"

"Ini tidak seperti yang kau pikirkan. Dia cuma rekan kantorku."

"Ooooh, ceritanya kau dan perempuan itu sementara dinas di hotel. Hebat. Kau pikir aku terlalu bodoh tak bisa mencium gelagat busukmu. Kau tahu beberapa hari ini aku sengaja meninggalkan putra kita dan membuntutimu. Dengan mata kepalaku sendiri, aku saksikan kalian gandengan, pelukan, bermesraan di depan umum. Apa itu namanya. Hah?" Tanyaku dengan nada yang sengaja kukeraskan. Emosiku membuncah. Hatiku sudah menangis tapi aku tak boleh tampak lemah di hadapan lelaki yang tega mengkhianati pernikahan kami.

Sejenak tercipta hening. Lelaki yang masih berstatus sebagai suamiku dan ayah dari putra kecilku yang baru menginjak enam bulan itu tak bergeming. Untuk beberapa saat ia hanya diam membisu. Mungkinkah akan timbul kesadaran di hati suamiku setelah tertangkap basah oleh istrinya sendiri.

"Baiklah, kau tak perlu menjelaskan apa-apa karena semua sudah sangat jelas. Cukup sampai di sini hubungan kita. Ceraikan aku segera" Seharusnya kalimat tersebut yang meluncur di tengah perasaanku yang kini carut marut. Ah, kalau saja aku tak melahirkan anaknya, kalau saja tak ada Alif, mungkin aku tidak akan sekuat ini.

"Pulanglah... jika kau masih sayang pada Alif, dan juga keluargamu" ucapku memecahkan keheningan dengan sebuah kalimat yang sungguh tak kusangka akan meluncur dari mulutku.

Lelakiku masih membisu. Mungkin ia sedang mencerna perkataanku barusan. Ia yang mengkhianatiku dan aku justru memberinya kesempatan untuk kembali. Kedengarannya tak adil, tapi demi Alif aku tidak boleh egois.

"Maaf" hanya satu kata yang terucap setelah sekian menit ia membisu. Aku menunggu ucapan selanjutnya namun keadaan kembali hening.

Kuberanikan diri menatapnya. Benar, tak ada lagi rasa sayang juga cinta yang berpendar dimatanya. Penyesalan pun tak kuasa mengubah perasaan lelaki yang masih sangat kucintai itu. Ia telah memilih dan rasanya tak perlu lagi ada kata-kata.

Perlahan aku melangkah, berlalu dari hadapannya diikuti bulir-bulir yang mulai berjatuhan. Aku berjalan gontai dengan gejolak perasaan yang tak kuasa kubendung lagi. Aku pergi membawa semua amarah dan rasa sakit ini.


Giveaway LovRinz


posted from Bloggeroid

  • Share:

You Might Also Like

10 comments

  1. hah....penghianatan.....kenapa ia mesti ada.....menyakitkan sekali...semoga ini tak terjadi didunia nyata..pada siapapun

    ReplyDelete
  2. kurangajar banget,,kok masih ada ya lelaki bangsat kayak gitu??

    ReplyDelete
  3. si 'seseorang' dan si 'suami' enaknya diapain yak -______-
    jadi ceritanya, si suami memilih enggak memperjuangkan? kasian Alif :(

    ReplyDelete
  4. Oh my god, sadis banget si laki-laki itu, sudah tega mengkhianati sucinya pernikahan, sampai meninggalkan anak istri dengan alasan dinas. hiksss
    sedih bacanya, kasian perempuannya :(
    smg di dunia nyata ini tak ada lagi laki-laki seperti itu amin

    ReplyDelete
  5. Waduh,nyesek banget bacanya -_-
    Ini bisa menjadi sebagai pengingat,untuk orang2 yg sudah berkeluarga,agar menjaga hubungan mereka tetap harmonis...

    ReplyDelete
  6. njirrr pedih banget :(
    semoga saya bisa menjaga kepercayaan calon istri saya nantinya. ga tega ngebayangin dia dicerita itu :(

    ReplyDelete
  7. Ya ampun si Suami cuma bilang maaf aja??
    kata MAAF mu ngga sebanding sama rasa sakit yang dialami istrimu! *jadi ikutan kesel*
    kasihan si Alif :(

    ReplyDelete
  8. walau pun dikit aku bacanya sedih amat zhie sumpah deh...-.-
    rasanya kayak ikut ngerasain dan takut sendiri niiiiihhh udah 22 taun niiiiiiiiiihhh..aduuuuh... *kenapajadicurhat -.-

    ReplyDelete
  9. #NamanyaJugaCowok (,--)/#ehh *dikeplak*
    Ini semacam FF ya.. Keren. Gutlak ya zhie.. :)

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa menginspirasi.