Saya Merasa Belum Siap

By Siska Dwyta - 23:26

"Gimana rasanya jadi mahasiswa tingkat akhir?"

Alhamdulillah, kemarin-kemarin saya masih have fun nikmatin status sebagai maba "mata" alias mahasiswa tua. Waktu empat tahun ternyata singkat banget. Saya gak nyangka bisa melangkah sejauh ini. Sudah tujuh semester terlampaui dan kini saya tengah menjalankan kuliah yang menuntut saya dan "mata" lainnya melakukan kerja nyata a.k.a terjun langsung dan mengabdi di masyarakat.

Yip, sekarang saya sedang ber-KKN di sebuah desa yang lumayan jauh dari kota. "Lagi di desa, kok bisa ngeblog?" yaaa bisa doong. Gak perlu heran kalau saya bisa ngeblog kayak gini, namanya juga kite hidup di zaman serba canggih.

Oh ya, sudah sebulan lebih lho saya jadi gadis desa. Gimana rasanya? Well,di catatan kali ini saya gak bakal bahas mengenai perasaan saya jadi gadis desa, saya cuma mau bahas mengenai perasaan saya sebagai mahasiswa tingkat akhir. Itu aja, Oke.

Sudah sebulan lebih, artinya tinggal beberapa pekan lagi keberadaan saya di sini sebagai gadis desa. Setelah itu saya bakal dilepas dan dikembalikan menjadi gadis kota. Dan seperti pemirsa sekalian tahu, namanya waktu terlalu cepat melesatnya. Empat tahun aje gak berasa apalagi cuma 20 hari. Anehnya makin mendekati deadline KKN UIN-49 yang insya Allah akan usai akhir bulan ini berbagai macam rasa mulai berkecamuk menghantui saya. Campur-aduk semuanya.

Deg-degan, nerveous, kalut, panik, khawatir, cemas, gelisah, takut, was-was, galau, dilema. Pokoknya complete dah.

Padahal sebulan kemarin saya masih tenang, masih bernapas lega, adem ayem, nyantai, bebas, ringan, seolah gak punya beban, makan pun nikmat, tidur juga lelap, sampai-sampai BB saya yang biasanya berkisaran di angka 40 kg doang melonjak hingga angka 47 kg. Wuihhh. Tapi sekarang? OMG, entah bagaimana saya harus melukis perasaan yang bagai diterjang badai?

Tentu, perasaan-perasaan tersebut ampuh memengaruhi otak. Dan bila otak saya mulai tercemar kembali, jangan harap nafsu makan saya akan sebesar bulan kemarin begitupun dengan waktu tidur saya yang pasti berkurang. Benar kata orang, banyak pikiran dapat menguras daging. Pantes, selama ini saya kurusan *garukgarukjilbab*

Jujur nih, saya benar-benar baru mendapati pikiran saya PLONG selama beberapa tahun terakhir ini, pas bulan maret kemarin atau bulan pertama saya berKKN. Masalah cinta-cintaan dan segala tetek bengeknya lewat. Hasilnya, belum cukup dua pekan BB saya naik 5Kg. Wah. So supprise. You know that? selama ini yang tergambar di otak saya, biar makan banyak sekalipun, dari sononya kurus yah tetap kurus. Saya nggak akan pernah gemuk. Tapi, setelah menyaksikan sendiri untuk pertama kalinya jarum timbangan saya menyentuh angka 45, bagai ada ruang yang perlahan terbuka lalu memantulkan secercah cahaya. Harapan itu masih ada, guys. Masih ada. Yeyeye.

Duh, ini bahasannya kok malah ngelantur ke masalah BB. Oke. Skip. Back to the topic, n to the point. Intinya, saya merasa belum siap menghadapi hari-hari setelah KKN ini berakhir. SAYA BELUM SIAP. OH NOOO. Yeah i know, dambaan setiap mahasiswa normal pasti ingin cepat-cepat wisuda, biar cepat nikah n cepat pula dapat momongan (lha apa hubungannya). Sebagai mahasiswa, tentu saya pun berharap demikian #uhuk, ups gak ding. Maksud saya arahnya gak ke sana kok, Insya Allah saya udah siap nikah, udah siap punya momongan #eh ini apa sih but merasa sangat belum siap menghadapi skripsi saya. Ihiks.

Skripsi. Gleg *nelan ludah*. Dulu sih saya cuek bebek dengan image mata-mata yang menganggap skripsi itu bagai monster mengerikan, lebih mengerikan daripada siswa-siswa yang menganggap matematika sebagai momok. Nyatanya anggapan-anggapan serupa tidak saya jumpai di awal mulai mencari topik penelitian. Sejauh ini saya telah berhasil melewati beberapa tahap, antara lain; tahap penerimaan judul (fix), tahap bimbingan draft/propsal (fix), tahap seminar draft (fix), tahap penelitian (fix)*tarik napas kencang*

Lha trus, masalahnya apa???

Nah itu dia, saya merasa belum siap menghadapi skripsi. Nyentuh file draft aja saya ogah. Semangat saya melanjutkan draft yang kini bak sekedar koleksi file di mynotbuk seakan meredup. Ditambah dengan perasaan-perasaan tak menentu, deg-deg, was-was dan sebangsanya bikin pikiran saya makin kacau-balau.

Ottoke, apa yang harus saya lakukan? Seseorang di sana? Plissss. Help me! Biasanya kalau kondisi saya dalam semangat meredup kayak gini, saya butuh pemantik, minyak tanah, bensin atau apalah namanya yang dapat memicu gairah. Setidaknya, itu yang saya lakukan ketika kurang lebih sebulan kemarin semangat nulis saya turun drastis. Untuk membangkitkan semangat nulis, maka hampir tiap hari kerjaan saya cuma blogwalking melulu kesana kemari hingga akhirnya tangan saya gateeel dan gairah menulis saya kembali. Really.

Lalu bagaimana dengan menulis skripsi?

Menulis skripsi berbeda dengan menulis curcol kayak gini. Terlalu banyak aturan sementara saya gak demen nulis hal-hal yang sifatnya terlalu ilmiah. Apalagi dikaitkan dengan penelitian saya yang hmm #ahsudahlah. Saya butuh pemantik, saya butuh bensin, minyak tanah atau apalah sejenisnya.

Hayyo Cha. You can do it. Semangat. Cayyoo. Fighting. Ganbatte. Hamasah ^_^

Catatan ini sengaja dibuat sekedar mengusir perasaan-perasaan negatif yang menghantui diri ini. Saya hanya merasa jauh lebih baik bila sudah menuangkan segala keluh kesah dan kerisauan saya. Sekalipun yang tertuang tak sama persis dengan gejolak hati ini #uhuk.Terakhir, lagi-lagi terima kasih untuk seseorang yang sudah mengingatkan bahwa kita punya Allah yang Maha Besar.


posted from Bloggeroid

  • Share:

You Might Also Like

10 comments

  1. semangat buat tugas akhirnya kak :))
    kita sama kak, sedang menyelesaikan tugas akhir. tugas akhir aku adalah UN untuk lulus SMA, kalo kakak tugas skripsi. :D

    ReplyDelete
  2. gue SD aja gk tamat jadi gak tau rasanya

    ReplyDelete
  3. wah udah mau skripsi ajah nih.. gue semester depan udh di hadapkan dengan skripsi. semoga kamu bisa nyelesain skrpsinya zie.. cemungudth

    ReplyDelete
  4. Tetap semangat... seseram apapun skripsi itu akan indah jika udah selesai...
    Nikmati saja prosesnya ya :D

    ReplyDelete
  5. semangat kak Zhie! semoga lancar segalanya :)

    ReplyDelete
  6. Jangan di tunda-tunda buat skripsinya. Alangkah indahnya, lebih cepat lebih baik.
    Membuat skripsi itu jangan terlalu sempurna. Nanti yang ada malah jadi menyulitkan diri sendiri. Kata kakak saya, sih, gitu. Hehehe.

    ReplyDelete
  7. semangat ya ka buat tugas akhirnya, jangan menyerah jangan menyerah jangan menyerahhhh~

    ReplyDelete
  8. iya aku tau dari status BBM mu zhie..dan KKN kayaknya asyik... pake bangett aku nggak ngerasain masalahnya pas kuliah aku nggak ada KKN segalamacem -.-

    soal skripsi, bukan masalah siap nggak siap, yg penting hadapi kenyataan yang sudah menjemput di ambang mata..begitu kamu berkubang di dalamnya aku yakin kamu pasti bisaa...:) aku yakin bangett!

    ReplyDelete
  9. sekedar masukkan dari saya yang 5 tahun menjalani kuliah. kenapa saya molor ? karena menyepelehkan skripsi. karena menurut saya "masih ada hari esok" dan tidak ada batasnya. mangkanya saya molor dan terancam DO. karena sayang sama duit yang selama ini buat bayar kuliah akhirnya saya tekat buat nyelesain skripsi. toh kalau saya rajin konsul ke dosen akhirnya selesai jiuga yang namanya skripsi itu :D. hehehehe. dan saya dulu kalau ngerjain skripsi selalu diatas jam 12 malem. biar gak ada gangguan yang bersifat duniawi :D .comtoh : disuruh ibu, angkat jemuran kalau ujan, dan lain2 :D.


    yang penting adalah keinginan buat lulus,

    ReplyDelete
  10. ngahaha saya juga semester akhir kerja tugas akhir #D3
    Saya wisuda duluan nah wkwkwkwk

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa menginspirasi.