Akhirnya, Saya Punya Karya

By Siska Dwyta - 23:49

"Bermimpilah! Kelak, Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu itu atau membiarkan mimpi-mimpi itu yang mendekapmu" (me)

JUMAT, 02 MEI 2014

"Eka...." teriak kakak kos dengan suara khasnya, terdengar nyaring, memanggil namaku yang masih suka beliau plesetin.

"Ika kak, bukan Eka" omelku dalam hati. Anehnya selama ini (kurang lebih dua tahun) saya tak pernah protes, membiarkan beliau seenaknya mengganti huruf awal panggilan akrabku.

"Ia kak, kenapa?" sahutku yang saat itu tengah menjemur pakaian di depan kamar kosnya.

"Ada paketmu nih"

"Paket?" Mendengar satu kata itu membuat saya lekas meninggalkan setumpuk pakaian yang belum terjemur dengan wajah sumringah.

Oh ya, tanggal 28 Februari kemarin saya baru saja pulang KKN, jadi kurang lebih dua bulan saya (hampir) tidak pernah mengikuti ajang GA. Otomatis peluang kedatangan paket juga gak ada. Dan ternyata jumat ini, ada paket (lagi) untuk saya. (Sebelum-sebelumnya saya sering kedatangan paket di hari jumat)

"Darimana?" Pertanyaan yang tak perlu jawaban. Hanya senyum-senyum kecil yang menghiasi wajah saat mengambil paket yang sudah sekian bulan saya nantikan.



"Akhirnya...." paket tersebut kini berada dalam genggaman. Segera saya membawanya masuk ke kamar kos dengan perasaan membuncah. Bahagia tak terkira. Sepertinya saya sedang bermimpi. Iya, ini memang mimpi. Bagian kecil dari mimpiku yang menjelma nyata.

Pikiran saya lalu melesat ke beberapa waktu silam. Rasa iri dan cemburu yang merasuk ketika melihat nama dua orang yang saya kenali (teman blog) terpilih menjadi nominator sebuah ajang lomba menulis curhat inspiratif yang diadakan oleh Diva Press, salah satu penerbit mayor di Indonesia. Padahal saat itu, saya sendiri tidak mengikutsertakan karyaku, lantas kenapa pula saya merasa iri dan cemburu. Dan lagi, mana mungkin saya terpilih jadi nominator sedangkan saya sama sekali tidak mengirimkan tulisan ke penerbit. Itu mah namanya angan-angan kosong. Mustahil akan ada peluang jika peluang yang ada diabaikan.

Alhamdulillah, bulan-bulan berikutnya Diva Press masih mengadakan ajang yang sama. Ajang mencari penulis-penulis yang ingin berbagi kisah inspiratifnya kepada khalayak umum dalam sebuah buku kompilasi. Aih, saya tidak mau ketinggalan. Kalau teman saya yang dua orang itu bisa, masa' saya kagak. Apalagi sebagai sesama blogger yang kerjaanya suka curhat di blog, kemungkinan besar tidak terlalu mengalami kesulitan nulis sesuatu yang berbau curhatan. Saya pun bertekad, di ajang lomba menulis Diva Press berikutnya saya harus ikut. HARUS (langsung masang target nih).

Akhirnya kesempatan yang saya nantikan datang juga. Awal bulan Desember 2013, Diva Press kembali mengadakan ajang lomba menulis dengan tema Curhat Jomblo Minta Jodoh Shalih/Shalihah.

Sekilas, temanya terlihat cukup menggelikan. Bawa-bawa nama jomblo, duuuhhh gak bangeeet. Hari.. gini, jomblo. Please Deh! Nah, justru di situlah menariknya. Ketika para jomblowan/wati sering jadi bahan kibulan, saya pengen tampil dan menentang mereka yang dengan bangga mengatakan bahwa jomblo itu nasib, gak laku-laku. #Halah

Menurut saya nih, tema tersebut sangat menarik. Terlebih, karena status saya ketika itu (sampai sekarang) masih jomblo #uhuk, so saya bisa ungkapin my based on story dengan lancar full. Apalagi, temanya juga bernuansa islami, feel-nya makin dapet deh. Yowes, dari awal saya sudah pasang ancang-ancang di otak, cerita apa yang hendak saya tuliskan, tentu ceritanya tidak jauh-jauh dari my love story di masa lalu. Tepatnya, ketika saya memutuskan untuk menjadi seorang jomblowati yang tidak mau lagi mengenal namanya pacar-pacaran, maunya langsung ada pangeran gagah berani yang ajakin ta'aruf trus datang ke orang tua saya dengan maksud mempersunting putrinya ini #tsaaahhh *tutupmuka*

Mendadak nama seorang lelaki nyangkut di otak saya detik itu juga. Lelaki dari masa lalu (ciee...cieee). Saya akan menuliskan tentang doi. Terserah, doi setuju atau tidak, saya juga ogah minta ijin, sapa suruh pernah hadir dan menjadi bagian dari cerita cinta saya. Upst.. so sorry, baik buruknya sudah saya pikirkan. Mungkin saya terlalu lancang mengumbar sebuah kisah demi sebuah nama atau mimpi. Saya sama sekali tidak berkipir hendak menjual kenangan, maksud saya sekedar mengabadikan kenangan. Lalu apa salahnya ketika semua orang membaca kenangan KITA? Bahkan, ketika tulisan saya nanti sampai ke doi... tapi semoga saja tidak :)

Niat ikut lomba tersebut sudah menyambangi saya dari awal. Namun, kebiasaan, jari-jari saya baru mau berdendang ria menjelang deadline. Huh. Dasar. Kebiasaan yang tidak perlu ditiru. Sebenarnya saya tak butuh waktu lama menulis catatan yang hanya di batasi dua halaman kertas A4 dengan spasi 2. Cuma, mungkin karena kekuatan saya ada pada the power of kepepet, mhuahaha

Proses penilaian berlangsung selama sebulan, dan selama itu saya mencoba bersikap optimis, apapun hasilnya. Memang bukan kali pertama saya ikut ajang yang sama. Beberapa bulan sebelumnya, saya pernah ikut lomba menulis Diva Press dengan tema #MyDreamMyLife. Sayang, waktu itu saya belum beruntung. Gimana mau beruntung coba? Yang lain pada ngirim naskah bertemakan mimpi inspiratif eh saya malah ngirim naskah berisikan cerita cinta gaje *tepukjidat*

15 Januari 2014, pengumuman Lomba Nulis Curhat Jomblo Minta Jodoh akhirnya nongol juga. Dan tarara... ada nama saya di urutan ke 50 dari 83 peserta yang naskahnya lolos. Alhamdulillah ya Rabb, benar-benar kejutan terindah di awal tahun ini. Artinya, tulisan saya akan segera dibukukan, dan bukunya nanti akan mejeng di gramedia atau toko buku yang ada di seluruh Indonesia dong. Insya Allah. Setidaknya dari milyaran manusia yang ada di bumi pertiwi ini ada sebagian yang akan membaca tulisan saya. Yeeeee... horeee *nari-narirumbai*

Selama ini saya hanya bermimpi menjadi penulis. Hanya. Tanpa memikirkan apakah suatu hari nanti saya akan benar-benar menjadi penulis atau tidak. Katanya, yang benar-benar menjadi penulis itu mereka yang tulisannya sudah diterbitkan dalam bentuk buku. Ah, tapi saya pikir terlalu sempit jika memaknai penulis sebatas itu. Bagi saya, penulis adalah sesiapapun mereka yang menulis dan punya karya tulis sekalipun tidak dibukukan. Contohnya, kayak saya ncih yang sementara berprofesi jadi penulis blog di Notes The Eventide Girl hihihi. But, kalau tulisan mau di baca semua orang, bukan cuma di dumay saja, yah... memang kudu jadi penulis buku dulu sih.

Semua berawal dari mimpi. Saya tidak bilang dengan lolosnya saya sebagai nominator lomba menulis #CurhatJodohMintaJomblo mimpi saya telah terwujud sepenuhnya. Tidak. Justru, itu baru langkah awal saya menapaki mimpi. Sepertinya Tuhan membuka jalan, memberi ruang, mencipta kesempatan agar saya mampu meraih mimpi yang dulunya terasa sangat jauh, terkesan tidak mungkin dan bagai khayalan.

Lihatlah, mimpi itu semakin dekat, terasa begitu nyata. Bukan sesuatu yang mustahil. Alhamdulillah, syukur tiada henti sebab Tuhan mengenalkan saya pada orang-orang hebat, mempertemukan saya dengan mereka yang mencintai sastra, bahkan menjadikan saya bagian dari mereka, para pejuang-pejuang pena dalam lingkaran pena. Juga mereka yang memiliki energi dan semangat luar biasa. Senantiasa menggoreskan aksara dan mengabadikannya di "kamar keabadian" mereka masing-masing.

Saya bersyukur, setidaknya saya merasa mimpi saya semakin dekat ketika Tuhan mendekatkan saya dengan orang-orang yang memang mencintai literasi, dan memiliki mimpi yang serupa dengan saya. Bahkan diantara mereka, ada yang telah berhasil menjadikan mimpinya bukan lagi sekadar bunga tidur.

Lamunan panjangku terhenti ketika lantunan ayat-ayat-Nya menggema merdu menembus relung hati. Sebentar lagi waktu shalat jumat. Jumat yang barakah. Kembali saya tatap lekat paket yang terbungkus kertas coklat tersebut. Perlahan pula saya membukanya dengan nafas yang memburu.

Liar mataku mengelindap menatap buku bersampul kuning terang bersama sebuah sertifikat yang di atasnya terukir jelas nama pemberian orang tuaku dari balik kertas bungkus yang sudah tersobek. Duh, detik itu juga ingin sekali rasanya saya memamerkan kedua benda itu pada papa dan mama. Ingin sekali. Bukan karena saya merasa bangga. Sebaliknya, saya ingin mereka yang bangga pada anaknya yang belum mampu memetik bintang di langit dan mempersembahkannya pada mereka.

"JOMBLO ISTIQOMAH", demikian judul buku antologi perdana saya. Karena ini perdana, maka maafkanlah saya yang (mungkin) terlalu "lebay" mengumbarnya ke media sosial. Saking lebay-nya saat itu juga, kedua benda berharga tersebut saya abadikan lewat jepretan dan langsung saya upload ke facebook, ckckck.


Beidewei, sebelum buku tersebut sampai di tangan, saya sudah dapat bocoran duluan mengenai judulnya. Biasalah... tukang kepo. Meski tahunya pas menjelang akhir bulan april. Padahal pengumumannya sudah keluar di sini dari akhir bulan februari. Jadi, khusus semua naskah lomba menulis #CurhatJombloMintaJodoh yang lolos diterbitkan dalam dua buku antologi. Buku pertama judulnya "Please God Aku Ingin Dia" yang isinya berisikan curhatan 43 penulis sementara buku kedua berjudul "Jomblo Istiqomah" yang di dalamnya ada 40 kisah dari 40 penulis yang berbeda latar dan daerah. (Tulisan saya ada di buku yang mana? Udah jelas kan!)


Saya sudah tidak heran dan penasaran dengan tulisan saya yang akan muncul di buku mana dan urutan keberapa. Justru yang bikin saya kaget dan tak menyangka karena rupa-rupanya ada kutipan plus akun twitter saya di sampul belakang buku tersebut.


Lho? Kok bisa? Plisss... jangan tanya. Saya juga gak tahu kok bisa, kutipan doa saya yang terpilih. Padahal saya tidak sampai berharap ke sana, bisa menang lomba dan ada tulisan saya yang akan dibukukan saja saya sudah sangat-sangat bersyukur. Eh, ini malah dikasih double supprise.

Thanks God, thanks Mimin Diva Press, thanks buat Pak Edi Akhiles CEO DP, thanks buat para jurinya, thanks buat semua-semuanya. Special thanks buat #kamu yang tanpa saya mintai ijin, dengan lancang dan dengan seenaknya sudah saya jadikan sebagai inspirasi tulisan yang termuat dalam buku Antologi Perdanaku. Tanpa #kamu mungkin catatan "Jomblo itu Pilihanku" tak kan pernah ada. Tak lupa buat my secret readers, buat kalian yang sempat beli atau pinjem buku Jomblo Istiqomah, pehlisss jangan ngakak jika bacaan kalian sampai pada lembaran curhat ke dua puluh empat.

Jomblo Istiqomah bukan buku saya pribadi, ada 39 penulis selain saya yang kisahnya termuat di sana. Namanya juga buku antologi, harap maklum. Meskipun terbitnya di penerbit Mayor, saya cuma kebagian sertifikat dan satu buku free, gak dibayar dan gak ada royalti. So, i'm so sorry, bukunya gak sempat dibagi-bagi. Maaf juga saya gak bisa bikin giveaway (padahal pengen banget), apalahdaya seorang mahasiswi kos-kosan yang masih bergantung dari beasiswa orang tua.

Berhubung, saya cuma punya satu buku Jomblo Istiqomah. Jadi bagi kalian yang mau atau berminat atau penasaran dengan curhatan saya yang terselip di buku tersebut, silahkan langsung beli saja di Gramed atau toko buku. Stoknya kayaknya masih banyak kok. Oke. Tunggu apa lagi. Kalau masih betah menunggu, sila tunggu karya-karya saya selanjutnya. Ini baru permulaan. Mohon doanya saja, semoga buku single saya kelak bisa berjodoh dengan penerbit mayor dan booming senusantara. Aamiin. Ya Rabb.

Duuhhhh ini curcolnya kepanjangan, sampai kelupaan sama cucian yang belum dijemur di luar. Oh ya, ba'da jumat ini saya bakal ikut ToWR FLP Makassar @Leang-Leang makanya saya gak bisa lama-lama bermesraan dengan si Jomblo Istiqomah. Buku yang masih terbungkus plastik itu kemudian saya letakkan baik-baik di almari. Sengaja, plastiknya gak dibuka, masih sayang ceritanya. Lagian, saya juga gak berniat membawanya ke tempat ToWR. Masih baru soalnya #gubrag

Tunggu... sampai saya pulang ToWR dulu, sampai jumpa di edisi Jomblo Istiqomah selanjutnya. Byee... byeee.

Jangan Takut Bermimpi Besar. Sebab Mimpi itu Gratis. Jadi bermimpilah sebanyak mungkin, setinggi mungkin dan sebesar mungkin. Kelak, jika Tuhan mendengar mimpi-mimpimu, bukan tidak mungkin Dia akan menjadikan kemungkinan itu menjadi keniscayaan. Allah, mohon peluk dan dekap mimpiku (me)


Makassar, dalam rapal doa-doa


posted from Bloggeroid

  • Share:

You Might Also Like

16 comments

  1. itu paketnya isinya apaan kak Zhie?? ga disebutin sih! buku antologinya ya? fotonya mana?? hehehe Semoga jadi penulis hebat, tulisanmu bagus loh :)

    ReplyDelete
  2. ciyee kak zhie :D selamat yaa ^^
    kapan bikin GA :p

    ReplyDelete
  3. kereeeenn..!! andalan skali mace..

    ReplyDelete
  4. eciieeeeee...... kebaran gue nerbitin buku. *eeh. namanya kan sama" zhiie. ga masalah dong yaak. hahaha *maksa*
    yah, gue sendiri juga percaya kok, setiap mimpi kita pasti akan dikabulkan olehNya. sekarang, nanti, ataupun, mungkin diganti yang lebih baik sama Dia. gue yakin, rencanaNya lebih baik dari pada apa yang kita rencanakan. secara, kita manusia dan sering khilafnya. jauuuh berbeda denganNya, Yang Maha penguasa.

    dengan ini, selamett yaak... karena sedikit demi sedikit, mimpinya bisa terwujud. gue sendiri, alhamdulillah juga udah nerbitin buku seperti itu. ya, buku di group Blogger Energy. kalo dibandingin sih, tulisan gue paling jelek dari yang lai. hahah. semoga kedepannya bisa lebih baik lagi. begitu juga dengan lo. mari berjuangg...!!

    ReplyDelete
  5. wkwkwk itu nggak lebay sih samapai di upload.. Vina juga gitu saking senangnya..
    waahh selamat ya..
    kalau vina dapat gituan, vina bakal jingkrak-jingkrak sambil ngesot huahahah..
    pasti senang sekalee :D hihihi
    sekali lagi selamat ya mbak :D
    semoga vina juga bisa seperti itu.. hemmm *menghela nafas* :3

    ReplyDelete
  6. semua blogger saya rasa punya mimpi itu semua kaka,

    bermimpi tulisannya dibukukan.
    dan beredar di toko buku

    selamat ya kak :D

    ReplyDelete
  7. ternyata jadi jomblo juga ada manfaatnya yaa. dengan berbagi cerita tentang nasib kamu menjadi jomblo yang muslimah, kamu bisa nerbitin buku antologi pertama kamu. selamat yaaa!

    mungkin inilah keuntungan yang Tuhan berikan kepada kita. kamu mungkin ditakdirkan menjadi jomblo, tapi bukan berarti jomblo tidak bisa berkarya kan? kamu membuktikan itu dengan buku antoloi pertamamu ini, bahwa jomblo seperti kamu (dan aku) juga bisa berkarya, bukan hanya galau doang setiap malam minggu hehe.

    yaa semoga dengan karya buku antologi pertamamu ini, kamu bisa semakin semangat yaa buat nulis dan ngeblog. juga terus semangat untuk bermimpi. mumpung mimpi masih gratis kan, jadi kita bebas bermimpi setinggi-tingginya. semoga kamu bisa mencapai mimpi-mimpimu. selamat berkarya!

    ReplyDelete
  8. ciye yang masuk nominasi dan tulisannya akan disebarkan... selamat ya kak :)

    ReplyDelete
  9. Alhamdulillah, Zhie. Selamat, ya. Jadi turut bangga sekaligus salut karena punya prinsip jadi jomblowati salehah. Semoga kelak ada pangeran impian yang akan menaarufimu. Lelaki soleh yang bisa mendampingimu untuk mewujudkan impian. Segala sesuatu yang bermula dari mimpi insya Allah akan terwujudkan.
    Memiliki buku antologi meski barengan tetap hal yang membanggakan, kok. Buku bukti nyata rekam jejak yang telah Zhie tuliskan. Semoga bisa tetap menjadi penyemangatmu dalam keadaan apa pun. Tidak semua orang beruntung. Tetap menulis dan bangga dengan profesi mulia itu. Semoga kelak akan ada buku-buku lainnya yang merupakan karyamu menyusul. Aamiin.
    Peluk hangat dari jauh.

    ReplyDelete
  10. Quotes yang diatas keren banget...
    sukse ya bukunya

    salam kenal . ini kunjungan pertama

    ReplyDelete
  11. ah, senang banget ada lagi anak BE yang punya buku...keren...
    menyusul nanti punya buku sendiri ya mbak...

    jangan mau kalah sama bang edotz, bang ichsan....dan temen-temen lain yang udah punya buku sendiri...

    judulnya menarik...insyaallah nanti beli bukunya kalau sempet ke gramed...
    temanya keren

    ReplyDelete
  12. Selamat zhiee... Ahh bakal jadi penulis besar nih. Ayo bikin buku sendiri.. :D
    Dan mungkin aja kenapa quote kamu ada di halaman belakang karena kamu JOMBLO ISTIQOMAH SEJATI... Hahahaha.. Cieee Jomblo.. (,--)

    ReplyDelete
  13. Congratulation Kakak Zhie! Wah keren banget bisa lolos lomba di DP. Aku berkali-kali ikutan lomba di sana, tapi apa daya. Allah belum ngizinin kali ya :(

    Btw, aku juga pernah tuh liat lomba itu. Dulu sempet mau ikutan, tapi kayaknya nggak punya kisah menarik pas jomblo. Waktu zaman jomblo aku gitu-gitu aja jadi nggak diikutin lomba deh hihi.

    Semoga mimpi-mimpi lainnya segera menyusul ya Kak! Setuju banget sama kutipan kamu yang di awal. Seenggaknya kao punya mimpi (apalagi yang baik), terus berusaha, Allah pasti memberikan apa yang udah kita usahakan.

    ReplyDelete
  14. selamat sayaaaaaang....wah, kamu mendahuluiku punya buku yang terbit seantero gramedia loh, penerbit mayor...keren sekali...

    memag jadi jomblo banyak sekali untungnya, kayak ininih. Bisa diceritakan dan nama kita mejeng deh di sampul buku..kerennya lagi kalo dapet di penerbit mayor kayak kamu...semoga semakin semangat buat nulis ya Zhiee... :)

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa menginspirasi.