Hujan Rindu:')

By Siska Dwyta - 21:41

Hujan.

Aku berdiam diri dalam kamar. Tidak lekas berlari keluar menatap air-air yang berguguran dari awan dengan mata berkaca-kaca bak seorang wanita yang terharu bahagia menyambut kedatang kekasih yang telah lama nian pergi.

Hujannya deras sekali.
Seakan ikut membasahi hati. Aku memang tidak keluar memandang, cukup dengan mendengar keriuhannya saja ditambah dengan pekikan guntur yang menggelegar, hatiku semakin basah.

Ada banyak kenangan yang seketika berputar-putar hebat, mengaduk-aduk perasaanku setiap bertemu dengannya. Kenangan yang menyayat. Aku tahu, hujan selalu menyimpan cerita, menebar kisah. Jika ia datang semua yang kupendam kembali mengendap pelan-pelan lalu menghujamiku dengan rentetan ingatan-ingatan yang sejujurnya terlalu ingin kulupakan.

Hujan telah memenjarakanku pada sebuah "rindu", padahal aku sama sekali tidak merindukannya, pun tidak pernah menanyakan kemana perginya selama kurang lebih setengah tahun ini. Orang-orang di luar sana mulai mencarinya, tapi aku tidak. Orang-orang bergiliran mengeluh, menghujat matahari yang tampak kejam mengeluarkan aura panasnya terus menerus tiap hari, tapi aku tetap cuek. Aku bahkan tidak peduli dengan kepalaku yang kadang-kadang bagai tertusuk ribuan jarum bila bermandikan cahaya matahari.

Kudegar, orang-orang saling berbisik. Mereka merindukan hujan tapi bisa kutebak rindunya adalah palsu. Setelah hujan datang mereka pasti kembali mengumpat lalu menyalahi hujan. Hujan yang tak jarang menjadi alasan penghalang aktivitas, hujan yang membuat macet, membuat becek, membuat banjir itu akan mereka hujat pula. Kemudian, kembali memuji-muji matahari. Lantas apa bedanya hujan dan matahari?

Ini adalah hujan pertama setelah melewati kemarau yang berkepanjangan. November telah membawa ia pulang. Pertanda, hari-hari ke depan, ia yang akan lebih berkuasa daripada sang surya. Membiarkan langit yang tadinya cerah mendadak mendung dan hanya menyisakan sedikit cahaya. Pun membiarkan senja berdiri tanpa jingga.

Hujan kali ini.
Aku tidak rindu, bukan berarti aku benci. Bagiku hujan tetaplah sama dengan matahari. Mereka adalah anugerah yang harus disyukuri dan aku tak punya cukup waktu mengumpat anugerah Tuhan. Aku pun menyukai hujan walau tak sebanyak sukaku pada Matahari yang tak pernah menutupi senja. Hanya saja, bila hujan turun ia yang justru membuatku selalu merasa RINDU.

Rindu pada kata PULANG...

Suatu hari aku akan benar-benar rindu pada hujan di kota ini :')

Samata, 09/11/14
Hujan pertama di November

  • Share:

You Might Also Like

2 comments

  1. Dan ketika hujan menebar rasa. Torehan kenangan berloncatan tanpa mampu kita cegah ada dan tiadanya. Hujan, mengenalkan kita kembali pada sebuah kata, "pulang' :')

    ReplyDelete
  2. ah bagus sekali .. rindu akan hujan di kota itu ..

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa menginspirasi.