Perlengkapan Rumah Tangga bagi Pengantin Baru yang Wajib Ada Ketika Pindah ke Rumah Kosan

By Siska Dwyta - 23:14

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Di enam bulan pernikahan kami, saya dan suami akhirnya memutuskan pindah dari rumah mertua ke rumah kosan setelah memperhatikan banyak hal.


Bagi pasangan suami istri yang baru membina rumah tangga memang lebih baik membangun tangga di rumah sendiri ketimbang di rumah orang tua atau mertua. Karena kalau dipikir-pikir tinggal bareng orang tua atau mertua nggak bakal bikin kita berkembang secara mandiri. Kita merasa nggak perlu beli perlengkapan ini itu karena semua telah tersedia. Terutama sebagai seorang istri, tugas kita di rumah nggak bakal full karena sebagian tugas diambil alih oleh anggota keluarga perempuan yang lain. Sebut saja urusan masak memasak di dapur yang bila di rumah sendiri sepenuhnya dikuasai oleh  istri namun di rumah orang tua atau mertua dapur adalah milik bersama. Kita jadi nggak bebas masak dan bereksperimen di dapur. Atau bahkan merasa nggak pede saat memasak. Pasalnya yang makan masakan kita bukan cuma suami tapi juga anggota keluarga suami yang lainnya. Bagaimana kalau masakannya kurang garam atau keasinan, atau gosong atau rasanya aneh. Bisa berabe kan jadinya.

Well, itu yang saya rasakan di awal tinggal di rumah mertua. Sering nggak pede dengan masakan sendiri. Padahal boleh dibilang saya tahu masak sih cuma nggak pinter-pinter amat. Duh, saya nggak bisa bayangin bila  dulunya nggak pernah belajar memasak, entah apa yang akan terjadi pada saya setelah berumah tangga dan tinggal di rumah mertua. Sudah tahu masak saja saya masih nggak pede lebih-lebih bila nggak tahu sama sekali. Mungkin suami bisa mahfum dengan kekurangan itu. Toh dia menikahi saya bukan untuk menjadikan saya sebagai koki di dapur. Tapi biar bagaimana pun tugas utama seorang istri di rumah selain di kamar adalah di dapur. Nggak mungkin kan selama tinggal di rumah mertua kerjaan saya cuma di kamar saja dan nggak pernah injak dapur, hehe.

Syukurnya keluarga suami sangat pengertian. Mereka makan dengan lahap semua masakan yang saya hidangkan di meja. Nggak pernah mengeluhkan masakan saya begini, begini dan begitu. Lama kelamaan saya mulai terbiasa dan pede dengan masakan sendiri. Saya merasa nyaman dan enak tinggal di rumah mertua. Pekerjaan saya di rumah mertua juga nggak terlalu berat karena dibantu oleh adik ipar perempuan selain mama mertua. Tapi keadaan di zona nyaman itu sama sekali nggak menyurutkan keinginan untuk segera pindah dan tinggal berdua dengan suami.

Kalau pun keadaan mengharuskan saya tetap tinggal di rumah mertua, saya bersedia dengan senang hati. Toh dengan begitu suami bisa tetap dekat dengan keluarganya. Saya juga nggak bakal kesepian di rumah saat suami pergi kerja seharian, karena ada mertua dan adik-adik yang menemani. Tapi harapan saya hanya sementara jangan sampai berbilang tahun. Karena kehidupan yang saya impikan selepas menikah adalah keluar dari zona nyaman. Membangun tangga dalam rumah bersama meski harus mulai dari nol, dari bawah, dari nggak punya apa-apa bahkan dari keadaan yang jauh dari ekspektasi sekali pun. Dan saya pikir semua itu baru bisa diwujudkan setelah saya dan suami tinggalnya berdua serta buah hati bila diamanahkan kelak.

Eniwei, harapan saya akhirnya terwujud lebih cepat dari perkiraan. Tanpa didesak, suami tiba-tiba kepikiran untuk pindah dan mencari kos-kosan yang dekat dengan tempat kerjanya, yang nggak perlu menempuh jarak berkilo-kilo malah sampai memakan waktu sejaman. Ah, kenapa nggak dari dulu kepikirannya, hehe.

Nah, di enam bulan pernikahan kami masih melekat status pengantin baru. Dan selayaknya pengantin baru yang hendak pindah ke tempat tinggal baru pasti membutuhkan perlengkapan-perlengkapan yang baru juga, tapi kondisikan dengan budget ya. Belinya bertahap. Jangan dipaksakan membeli semua perlengkapan sekaligus, bisa-bisa tabungan langsung terkuras karena memprioritaskan membeli perlengkapan rumah tangga termasuk perlengkapan yang belum begitu penting dan mendesak. Tapi kalau punya tabungan yang memang sudah disiapkan khusus untuk membeli perlengkapan rumah tangga sekaligus ya nggak masalah. Yang masalah itu kalau tabungan masih sedikit tapi tetap memaksakan untuk membeli semuanya, dari yang penting sampai yang nggak penting sekali.

Oh ya, nggak semua perlengkapan yang perlu kita siapkan kudu baru. Kalau dulunya saat masih lajang kita tinggal di kosan pasti kita punya inventaris perlengkapan kos yang meski tidak selengkap perlengkapan rumah tangga asalkan masih bagus dan nggak rusak tentu bisa kita bawa ke hunian yang baru untuk dimanfaatin kembali. Lumayan kan menghemat pengeluaran.

Perlengkapan yang disediakan pun harus dikondisikan dengan tempat tinggal kita. Kalau tinggal di rumah sendiri, kita bisa membeli perlengkapan rumah tangga apa pun semau kita, mau ukuran kecil atau besar tak masalah. Tapi kalau tinggal di rumah kosan apalagi dengan kondisi yang tidak menetap lama, sebaiknya tidak usah membeli perlengkapan berukuran besar dan berat. Karena bakal jadi masalah saat mau pindahan lagi. Angkutnya itu lho yang ribet dan susah. Usahakan beli perlengkapan yang ringan, bisa dibongkar pasang dan mudah diangkut saat pindah.

Besar kecilnya rumah yang bakal dihuni juga perlu jadi pertimbangan kita saat membeli perlengkapan rumah tangga. Kalau rumah yang kita tinggali kecil nggak perlu beli perlengkapan terlalu banyak sebaliknya kalau rumah yang ditinggali luas dan besar bolehlah beli perlengkapan yang banyak tapi tetap sesuaikan dengan budget ya. Jangan dipaksakan membeli semuanya sekaligus. Pelan-pelan saja, hehe.

Berhubung hunian yang saya tinggal dengan suami adalah rumah kosan, artinya kami memang tinggalnya hanya sementara dan sewaktu-waktu bisa pindah tergantung kerjaan suami, so berikut ini beberapa perlengkapan rumah tangga mendasar bagi pengantin baru yang wajib ada atau didahulukan sebelum membeli perlengkapan penunjang lainnya saat pindah ke rumah kosan yang saya kelompokkan berdasarkan ruangan.

#KAMAR TIDUR

credit

Kasur/springbed beserta bantal kepala dan guling adalah perlengkapan utama untuk kamar tidur yang wajib ada. Nggak mungkin kan mau tidur di lantai so perlengkapan tidur ini penting banget apalagi bagi pengantin baru, hehe. Dan bagi kalian yang pindah di rumah kosan simplenya sih beli kasur/springbed saja nggak perlu dengan ranjangnya. Selain kasur/springbed, almari pakaian, meja untuk menyimpan perlengkapan make up istri, serta kipas angin perlu ada. Kalau nggak bisa dibeli sekaligus belinya bisa nyicil kok. Karena tinggal di rumah kosan sehingga alat pendingin ruangan seperti kipas angin tentu lebih dibutuhkan ketimbang AC yang cocoknya memang dipasang di rumah pribadi.

#DAPUR

credit

Perlengkapan mendasar di dapur yang wajib ada saat pertama kali pindah adalah kompor gas, wajan, panci, penggorengan, pisau, dkk. Rice cooker dan dispenser juga sangat diperlukan agar kita nggak rempong masak nasi dan masak air. Semua perlengkapan tersebut yang bakal jadi alat tempur bagi seorang istri dalam menjalankan tugasnya sehari-hari. Kalau nggak ada semua itu silakan cari makan sendiri-sendiri. Eh, nggak mungkin kan selamanya mau makan di warung. Kalau suami saya memang nggak doyan makan di luar, doyannya makanan rumahan jadi sebisa mungkin saat pindahan kebanyakan yang kami angkut adalah perlengkapan dapur yang nyaris hampir semuanya baru dibeli karena memang nggak punya, kecuali rice cooker dan dispenser.

#RUANG MAKAN

credit

Di rumah-rumah tertentu ruang makan biasanya berada terpisah dengan ruang dapur, namun ada pula ruang makan yang menyatu dengan dapur seperti di rumah kosan kami. Kalau merasa perlu untuk menyediakan sepasang kursi yang ditengahi oleh meja kecil seperti ilustrasi gambar di atas boleh juga sebab akan menimbulkan kesan yang sangat romantis. Tapi furniture tersebut nggak wajib ada ya, perlengkapan yang wajib ada di ruang makan adalah piring, gelas, mangkok, sendok nasi, sendok sayur, dan sendok makan. Selebihnya kalau masih ada tambahan yang bisa dibeli sesuaikan dengan kondisi tabungan kita. Seperti perabotan lemari pendingin atau kulkas yang memang masuk dalam kategori penting dan dibutuhkan namun tidak masuk dalam kategori mendesak sehingga bisa dibeli belakangan bila tabungan kita sudah mencukupi.

#KAMAR MANDI

credit
Umumnya di rumah kosan, kamar mandi dan tempat mencuci piring mau pun pakaian letaknya menyatu atau berdekatan. Di rumah kosan yang saya tinggali bersama suami ruang mandi dan tempat khusus mencuci letaknya berdekatan hanya dibatasi oleh tembok dan pintu. Nah,  perlengkapan baik di kamar mandi mau pun tempat mencuci ini juga sangat penting dan masuk dalam daftar perlengkapan yang wajib ada saat pindahan. Di kamar mandi kita membutuhkan alat mandi serta alat untuk membersikan kamar mandi mau pun kloset. Sedangkan di tempat mencuci kita membutuhkan sikat pakaian dan ember atau baskom untuk mencuci pakaian serta spons dan tempat sabun yang digunakan untuk mencici piring. Ada pun perabotan seperti mesin cuci sebenarnya belum terlalu dibutuhkan bagi pasangan pengantin baru apalagi yang tinggalnya di rumah kosan cima berdua, belum punya momongan. Otomatis pakaian yang dicuci juga nggak  banyak asal dicuci tiap hari atau duahari sekali. Jangan ditumpuk. Ya ketimbang beli mesin cuci mending uangnya dibeli perlengkapan lain yang masuk kategori penting dan mendesak.

#SELURUH RUANGAN

credit

Alat kebersihan seperti sapu ijuk, sapu lidi, kemoceng, pel lantai, tempat sampah, dkk adalah perlengkapan yang digunakan untuk membersihkan seluruh ruangan jadi jangan lupakan semua perlengkapan tersebut saat hendak pindahan. Karena bila tidak tersedia, bisa dibayakangkan bagaimana rumah yang tidak pernah dibersihkan. Kotor. Berantakan. Tidak nyaman. Oleh karena itu alat kebersihan wajib ada agar rumah kita senantiasa bersih, rapi dan nyaman untuk ditinggali.

Demikian perlengkapan mendasar rumah tangga yang wajib ada saat hendak pindah ke rumah kosan. Semangat menempati hunian baru bersama pasangan. Dan jangan lupa, meski sudah tinggal mandiri sempatkan waktu untuk tetap berkunjung ke rumah orang tua atau mertua secara rutin tiap bulannya agar keharmonisan dengan mereka tetap terjalin.

Selanjutnya baca Kiat Membangun Hubungan Harmonis dengan Mertua

#ODOPOKT20





Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Memutuskan Tinggal di atau Pindah dari Rumah Mertua

  • Share:

You Might Also Like

3 comments

  1. Yang penting ada tempat untuk istirahat dan nyiapin makanan ya, Mbak...kamar tidur dan dapur:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe ia mbak dua ruangan itu yang utama.

      Delete
  2. Inspiratif mbak... buat persiapan .. heheh

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa menginspirasi.