Kartu Prabayar Hangus, Bisa Aktif Kembali?

By Siska Dwyta - 06:05


Pixabay
                 Bismillahirrahmaanirrahiim

Baru tanggal 18 November lalu saya menyadari kartu telkomsel yang telah saya gunakan semenjak tahun 2011 hingga tahun 2017 (baca : kartu pribadi) ini sudah tidak bisa diisi pulsa. Cek pulsa pun juga tidak bisa. 


Kok bisa ya padahal kalau sesuai dengan sms notif dari telkomsel yang dikirim enam hari sebelumnya, masa aktif kartu saya baru akan berakhir di tanggal 19 November.

Alamaak. Pas saya cek kembali, sms notif tersebut ternyata ditujukan untuk kartu telkomsel khusus internetan (baca : kartu internet) yang saya masukkan di simcard 2, bukan ditujukan untuk kartu pribadi saya yang ada di simcard 1.

Begitulah efeknya kalau punya banyak kartu.

Etapi wajar sih, orang zaman sekarang punya banyak kartu, wong hapenya saja ada yang lebih dari satu atau cuma punya satu hape tapi hapenya pintar, bisa digunakan untuk dua kartu. Umumnya fasilitas yang disediakan smartphone kan gitu. Duo sim card, bahkan ada yang lebih.

Nah, karena smartphone saya memiliki fasilitas duo sim card, jadilah saya punya banyak kartu yang saya bedakan menjadi dua kategori, kartu pribadi dan kartu internet. Kartu pribadi inilah yang tidak pernah saya ganti selama enam tahun terakhir. Nomornya sudah tersebar ke keluarga, teman, kerabat, kenalan, dll. Nomor itu pula yang saya sematkan setiap mengisi formulir atau menginput data yang menyediakan kolom untuk mengisi info kontak. Setiap belanja online pun saya selalu menyertakan nomor pribadi saya di sana. Bahkan akun applikasi chatting saya seperti whatsapp, telegram and line chat pun terhubung dengan nomor tersebut. Sebaliknya, kartu internet yang saya gunakan tidak saya sebarkan kemana-mana karena memang nomor itu saya khususkan hanya untuk mengakses internet saja dalan jangka waktu perbulan atau perduabulan sesuai masa aktifnya. 

Yah, saya lebih sering membeli kartu internet  alias kartu prabayar yang langsung tersedia dengan paket data dengan kapasitas besar dan harga yang berkali lipat lebih murah ketimbang beli paket data di *363# atau pulsa data di penjual pulsa. Setelah paket datanya habis, saya akan berganti lagi dengan kartu internet yang lain, begitu seterusnya.

Namun tentu saja kebiasaan gonta ganti kartu internet ini tidak bisa lagi saya lakukan mulai akhir Februari mendatang disebabkan adanya  peraturan dari KOMINFO yang mewajibkan setiap pelanggan jasa telekomunikasi untuk melakukan registrasi ulang dengan identitas yang bisa dipertanggungjawabkan, yakni registrasi dengan menggunakan nomor KK dan NIK. Jumlah nomor yang bisa di-registrasi oleh pelanggan yang bersangkutan pun maksimal hanya tiga nomor untuk setiap NIK. Kalau memiliki lebih dari tiga nomor maka nomor ke empat, lima dan seterusnya harus diregistrasi melalui gerai penyedia jasa telekomunikasi. Hmm, agak ribet kan?

Artinya, ke depannya, saya harus setia dengan satu atau dua nomor kartu prabayar saja. Tadinya saya memang sudah berencana mendaftarkan dua nomor kartu prabayar, satu nomor pribadi, satunya lagi nomor khusus internet setelah Kartu Keluarga (KK saya dan suami) selesai diurus. Sayangnya, kartu KK kami belum sempat diurus eh nomor pribadi saya keburu hangus duluan.


Kenapa kartu prabayar bisa hangus?

Dulu, waktu masih menggunakan smartphone dengan satu sim, saya tidak punya kartu khusus internet, kartu pribadilah yang saya gunakan juga sebagai kartu internetan. Alhasil, tiap bulan saya tidak lupa dong untuk isi pulsa. Apalagi semenjak ketagihan menjelajahi dunia, saya rajin isi pulsa untuk beli paket data di *363# bahkan bisa sampai lebih dari satu kali tiap bulannya. Bila menengok lebih jauh lagi, ke zaman sms dan telpon masih menjadi andalan komunikasi jarak jauh, pulsa di kartu prabayar saya nyaris tidak pernah menunjukkan angka 0 Rp.

Tapi sekarang? Sudah banyak applikasi media sosial yang sangat menunjang komunikasi jarak jauh. Sebut saja, WhatsApp (WA), bisa digunakan untuk berkirim pesan tanpa batasan karakter, mau kirim gambar atau suara pun jadi. Bahkan lewat WA kita bisa melakukan panggilan suara (telepon) mau pun video call dengan tidak terlalu memakan banyak biaya. Belum ditambah dengan media sosial lainnya dengan fitur dan keunggulan masing-masing. Intinya, sangat mudah menjalin komunikasi jarak jauh di era medsos ini. Sehingga tanpa sms atau telepon via udara pun kita bisa tetap terhubung dan berkomunikasi dengan siapa saja selagi punya telpon yang dapat mengakses internet dan ada paket data.

Nah, ini masalahnya. Satu-satunya jawaban kenapa kartu prabayar bisa hangus adalah karena tidak diisi nutrisi. Nutrisinya kartu adalah pulsa. Dan ya harus saya akui, saya lalai, saya teledor, saya gegabah di sini. Kartu pribadi saya hangus karena kesalahan saya sendiri yang abai terhadap nutrisinya.

Saya lupa kapan terakhir kali kartu pribadi saya itu diisikan pulsa. Kalau pun saya isi hanya dengan nominal pulsa limaribu saja karena saya memang jarang  bahkan beberapa bulan terakhir ini nyaris tidak pernah mengirim sms atau melakukan panggilan. Seringnya sih saya yang menerima panggilan masuk atau kalau menelpon, saya biasanya pake nomor suami saja. Teman-teman saya juga kalau ada keperluan lebih suka mengirim pesan via WA atau media sosial lainnya begitu pun dengan saya.

Oh ya, setahu saya, semakin banyak nominal pulsa yang diisi, masa aktifnya juga akan semakin panjang. Ini untuk provider telkomsel entahlah provider lain. Otomatis karena saya isi pulsanya dengan nominal yang sedikit masa aktif kartu pribadi saya juga pendek.

Sebelumnya sudah beberapa kali  kartu saya itu memasuki masa tenggang namun masih bisa selamat dari hangus karena saya segera mengisikan pulsa namun baru kali ini saya benar-benar luput. :'( Biasanya sih kalau sudah memasuk masa tenggang gitu ada sms notif dari telkomsel tapi baru kali ini juga saya nggak 'lihat' ada sms notif dari telkomsel di kotak pesan masuk saya.


"Kalau hangus kan masih bisa diganti dengan kartu prabayar lain"

Saya nggak mungkin sepanik dan sesedih ini bila yang hangus itu kartu internet saya. Toh, saya sudah sering gonta-ganti kartu internet. Tapi yang hangus ini adalah kartu pribadi saya. Kartu kesayangan yang sangat berkesan dan menyimpan banyak kenangan. Nilai historynya itu lho yang bikin saya berat banget merelakan kartu saya itu hangus begitu saja. Ditambah nomor kartu tersebut di mata saya tergolong  cantik dan gampang dihapal. Saya bahkan telah menghapal nomornya sebelum memiliki kartunya. Meski bukan termasuk nomor cantik yang kerap dijual dengan harga mahal karena saat membelinya saya hanya menukar dengan uang lima ribu rupiah. 

Saya pun sungguh tidak berniat menggantinya dengan nomor lain, mengingat keluarga, teman, kerabat, kenalan, dll yang telah menyimpan nomor itu di kontak smartphonenya masing-masing dapat dengan mudah terhubung dengan saya di applikasi chatting terutama WA.

Lalu apa yang bisa dilakukan agar kartu yang hangus bisa aktif kembali?

Reaktivasi. Itu jawaban yang saya dapatkan setelah googling. Beberapa orang yang mengalami nasib kartu sama dengan saya berinisiatif untuk segera menghubungi customer service. Oleh teman yang pernah bekerja di grapari telkomsel juga menyarankan saya untuk menghubungi customer service di 188, tapi karena pulsa saya lagi nihil sementara untuk menghubungi customer service minimal saya harus punya saldo pulsa 300 rupiah so saya memutuskan akan mendatangi grapari agar kartu saya yang hangus bisa langsung ditangani.

Walau kartu saya itu sudah hangus alias tidak bisa diisikan pulsa begitu pun dengan melakukan cek pulsa, namun jaringannya masih kuat, masih bisa menerima panggilan, melakukan call me di *808# dan cek layanan lain (kecuali cek pulsa) jadi saya optimis dan penuh harap kartu pribadi saya dapat diaktifkan kembali. Semoga saja.

Senin, 27 November 2017. Saya baru sempat mengunjungi grapari telkomsel Makassar yang terletak di jalan A. Pettarani. Ditemani suami, saya masuk ke gedung grapari tersebut dengan membawa harapan yang menjulang. Namun setelah bertemu dengan mbak customer service-nya hati saya seketika menciut, harapan saya musnah sudah mendengar penjelasan singkat dari mbaknya yang mengatakan bahwa nomor saya sudah tidak bisa diapa-apakan lagi. Satu-satunya yang bisa dilakukan adalah dengan menggantinya dengan nomor baru. Begitu saran si mbak cs yang saya tanggapi dengan senyum datar.

Langkah saya gontai keluar dari gedung grapari tidak sesemangat saat memasukinya. Suami yang berjalan di samping saya berusaha menghibur.

"In syaa Allah, kalau ada rejeki nanti saya belikan ki nomor yang cantik, nah" ujar suami dengan logat Makassar. Saya menggeleng dan memaksakan diri untuk tersenyum. Pahit.

Duh, gimana menjelaskannya ya, ini bukan persoalan nomor cantik, ini tentang nomor yang banyak angka sembilannya ditambah dua angka terakhirnya menunjukkan tahun kelahiran saya, nomor yang telah membersamai saya bertahun-tahun. Saya hanya merasa masih berat melepaskannya.

Well, untuk mengalihkan perhatian saya dari kartu kesayangan yang hangus, beranjak dari grapari suami ngajak saya jalan-jalan dulu, hehe. Pertama, kami singgah sejenak menyeruput es kelapa muda di pinggir jalan pettarani tak jauh dari grapari telkomsel, kemudian ke Mall Panakukang buat cuci mata nonton di bioskop 21-nya. Film Justice League yang kami tonton lumayan seru dan cukup menghibur. Selanjutnya, kami singgah makan siang di rumah makan yang tak jauh dari bioskop. Lalu sebelum pulang kami menyempatkan diri ke gramedia. Cerita detailnya saya skip saja ya, satu hal yang pasti, hati saya bertambah klepek-klepek dengan cara suami menghibur saya, perlakuannya itu lho, aah maa syaa Allaah. saya jadi beneran lupa dengan kartu saya yang tidak bisa di-reaktivasi, hihi.

Sayangnya sesampai di kosan kami, harapan agar kartu saya bisa aktif kembali muncul lagi. Kalau grapari tidak bisa membantu, barangkali eyang google bisa membantu menemukan solusi  lain. Begitu bersitan yang sekonyong-konyong muncul di benak saya.

Ternyata benar, saat googling  saya ketemu dengan link yang membawa saya ke akun telkomsel di Twitter, namun sebelumnya saya sempat terdampar di dua blog ini. Menurut pemilik blog yang ini, berdasarkan pengalamannya, kartu sim yang non aktif nggak perlu buru-buru dibuang, karena masih bisa dilakukan reaktivasi. Dan yah, nomor si pemilik blog yang hangus itu bisa di-reaktivasi dan akhirnya berhasil aktif kembali (dengan ketentuan tertentu) namun nomor yang dimaksud khusus untuk XL. Nomor saya kan telkomsel, bukan XL jadi nggak berlaku dong. Sementara menurut pemilik blog yang satu ini, kartu sim yang hangus ternyata bisa aktif kembali setelah memenuhi syarat tertentu. Kasusnya mirip dengan saya sih, simcardnya yang hangus juga telkomsel tapi penjelasan yang dia dapat dari cs telkomsel agak berbeda dengan penjelasan yang saya dapatkan dari cs grapari yang saya kunjungi. Penjelasan yang saya terima, singkat, padat dan jelas. Intinya kartu telkomsel yang sudah melewati masa tenggang bahkan masa reaktivasi sudah tidak dapat diaktifkan kembali sementara penjelasan tambahan yang dia terima, kartu yang telah melewati masa tenggang masih bisa diaktifkan asalkan dilapor ke petugas sebelum lewat 30 hari dari masa tenggang atau beralih ke kartu telkomsel pascabayar yakni kartu HALO namun layanan yang satu ini hanya berlaku untuk kartu simPATI

Masalahnya kartu telkomsel saya yang dinyatakan hangus bukan simPATI dan saya juga nggak tahu persis lamanya waktu yang telah dilewati oleh kartu tersebut dari masa tenggang. Yoweslah, agar lebih meyakinkan, karena jawaban si mbak cs di grapari juga belum memuaskan sehingga saya mengambil inisiatif sendiri untuk menceritakan (kembali) kondisi naas kartu saya  ke admin telkomsel via akun twitter dan ini dia tanggapannya


FYI, tanggapan dari pihak telkomsel lewat akun twitter ini sangat cepat. Saya tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan balasannya.


Dan jawaban saya terima kali ini membuat saya lebih lega dan lebih bisa melapangkan dada menerima kenyataan pahit bahwa nomor pribadi saya 08**99090992 sudah tidak terdaftar dalam sistem dan tidak bisa diaktifkan kembali😢 Saya malah disarankan untuk berlangganan kartu telkomsel yang baru. Aih, bagaimana  bisa saya berpaling dengan cepat ke nomor yang lain?

Namun apa boleh buat. Inilah risiko yang harus saya terima akibat dari keteledoran sendiri. Semoga di lain waktu, saya tidak melakukan keteledoran yang sama lagi.

Yuk, jangan lupa isi kartu Anda sebelum mengalami kejadian yang sama dengan kartu pribadi saya.

*reminder for me


  • Share:

You Might Also Like

9 comments

  1. saya dulu pernah begitu mbak
    langsung datang ke grapari telkomselnya langsung
    dan bisa aktif lagi

    nomor yg punya banyak kesan memang sayang jika hilang
    apa lgi takutnya nanti ada teman lama yg ingn menghubungi
    saya nomor dr 2010 sampai skrang gk pernah ganti, pulsa habis untuk perpanjang masa aktf aja hahaha
    sekarang sdh pakai WA semua

    ReplyDelete
  2. Yah, berarti nomer saya senasib dong sama mbak siska?
    aku juga AS dan udah lama banget kartunya sepertinya mati huhu :(
    Yah, berarti keputusannya bener banget harus ganti ke nomor baru :(

    ReplyDelete
  3. Ini problemnya milenial sekarang, karena lbih sering pake paket data internet jadi lupa buat ngisi pulsa reguler

    ReplyDelete
  4. Kartu AS saya yang sudah menemani selama 10 tahun, juga sempat mati maret 2017 kemaren mbak, tidak bisa melakukan maupun menerima panggilan.
    Pada oktober 2017, saya menemukan nomor prabayar tsb aktif kembali (pada pengguna yang baru tentunya). Singkatnya, setelah melakuan sedikit pendekatan, saya berhasil ngajak ketemuan pengguna baru tsb (sayangnya dia bukan seorang cewe'). Dan saya mencoba "ngajak mantan balikan". Alhasil nomor lama saya kembali secara cuma-cuma. Untung pacar baru si-mantan (pengguna baru-nya) tergolong orang yang baik dan nggak minta tebusan ataupun segala macam

    ReplyDelete
  5. Kalo hangus masih bisa nerima sms gak kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak bisa karna gak ada sinyal

      Delete
  6. Saya juga mengalami pada pagi ini dan saya cari tau sana sini mengenai pengaftifan lagi kartu yg hangus. Tapi no saya Axis dan alhamdulillah dapet balesan dr CS axis di twitter bisa diaktfin lagi di XL center. Tapi sebelmnya saya juga menemukan yg telkomsel dan bisa diaktifin lagi no nya dengan syarat pindah ke kartu halo tapi dengan no yg sama bukan bikin no yg baru lagi.

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa menginspirasi.