Saya Muslimah dan Inilah Kiprah Saya di Dunia Maya

By Siska Dwyta - 18:56


cr credit
Bismilaahirrahmaanirrahiim

Pernah kebayang nggak sih, seperti apa hidup yang bakal kita jalani bila terlahir sebagai wanita di zaman jahiliyah, zaman sebelum Rasulullah shallallaahu 'alaihi wassalam datang membawa cahaya kebenaran. Hidup kita mungkin akan dianggap seperti seonggok sampah bahkan jauh lebih hina dari sampah yang paling busuk sekali pun. Setidaknya sampah baik yang organik mau pun non organik masih memiliki nilai guna, bisa didaur ulang tapi wanita zaman jahiliyah khususnya di kalangan bangsa Arab sungguh dianggap tidak bernilai sama sekali.

Kondisi mereka pada zaman itu sangat mengenaskan Sebagaimana yang kita ketahui, kelahiran anak perempuan dianggap sebagai aib di kalangan bangsa Arab. Sehingga ketika wanita arab melahirkan anak perempuan orang tuanya lebih memilih untuk menguburkan bayi perempuannya hidup-hidup daripada harus menanggung kehinaan.



“Dan bila salah seorang dari mereka diberitakan dengan (kelahiran) anak wanita, hitamlah (merah padamlah) mukanya dan ia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)?. Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (QS. An Nahl: 58-59)

Kalau pun ada bayi perempuan yang dibiarkan hidup, bukan keluarganya saja yang menanggung kehinaan, bayi perempuan itu juga akan tumbuh dalam keadaan sangat hina dan terhinakan. Ia tidak akan memperoleh bagian harta warisan dari keluarga atau kerabatnya, karena harta warisan pada zaman itu hanya diperuntukkan bagi anak laki-laki. Sebaliknya, perempuan arab kala itu justru dijadikan seperti barang warisan yang diwariskan dari laki-laki yang satu ke laki-laki yang lain.

Itulah kenyataan yang terjadi pada bangsa Arab sebelum diutusnya Rasulullah shallallaahu 'alaihi wassalam. Kenyataan yang sama juga terdapat pada bangsa-bangsa lain selain Arab.

WANITA DALAM PANDANGAN BANGSA-BANGSA LAIN DI ZAMAN JAHILIYAH

  • Bangsa Yunani memandang wanita begitu hina. Wanita tidak memiliki status serta kedudukan yang mulia di tengah-tengah masyarakat. Bahkan ada keyakinan bahwa wanita merupakan penyebab segala penderitaan dan musibah yang menimpa manusia.
  • Bangsa Romawi sebelum datangnya Islam menganggap bahwa wanita hanya ajang pemuas nafsu laki-laki saja. Bahkan slogan mereka “Mengikat mereka tanpa melepaskannya…” laki-laki memiliki hak penuh atas keluarganya sebagimana hak raja atas rakyatnya. Dia berhak mengatur istri dan anak perempuannya sesuai dengan selera nafsunya.
  • Di negeri Persia wanita dilarang menikah dengan laki-laki yang tidak memiliki baju besi yang bermacam-macam. Sedangkan laki-laki memiliki kebebasan dalam memperturutkan hawa nafsunya, dia adalah raja hanya karena semata-mata seorang laki-laki. Bahkan tatkala haid wanita diusir dari tempatnya ketempat jauh, dan tidak boleh ada yang mengunjunginya kecuali pembantu yang mengantarkan makanan.
  • Di negeri Cina seorang ayah tidak memberikan warisan kepada anak perempuannya. Tidak boleh bagi wanita menuntut atau meminta harta ayahnya sedikitpun selagi dia bukan seorang anak laki-laki. Mereka menganggap wanita sebagai racun yang merusak kebahagiaan dan harta.
  • Di negeri Hindustan, wanita dianggap jelek, sepadan dengan kematian, neraka, racun dan api. Bila seorang suami meninggal dan jenazahnya diperabukan, maka si istri yang jelas-jelas masih hidup harus ikut dibakar bersama jenazah suaminya.
  • Dalam pandangan orang-orang Yahudi, wanita adalah makhluk terendah dan hina. Wanita ibarat barang tak berharga yang dapat dibeli di pasar-pasar. Mereka menganggap bahwa bagi laki-laki, wanita adalah satu pintu dari pintu jahannam karena wanitalah yang dituduh menggerakan dan membawa mereka pada dosa. Dari wanitalah terpancar mata air musibah yang menimpa manusia seluruhnya. Mereka berkeyakinan bahwa wanita adalah laknat karena telah menggoda Adam.
  • Dalam pandangan orang-orang nasrani wanita dianggap sebagai biang dari kemaksiatan, akar dari kejahatan dan dosa. Wanita adalah salah satu pintu-pintu jahanam bagi laki-laki, karena mereka telah mendorong dan membawa laki-laki untuk berbuat dosa.
Alangkah tragisnya hidup wanita yang hidup di zaman itu. Dikubur hidup-hidup, dijadikan barang warisan yang dipergilirkan dari tangan satu ke tangan yang lain, dianggap barang murahan yang bebas diperjualbelikan, dijadikan budak seks bagi kaum lelaki, dianggap akar dari kejahatan dan sumber maksiat. Direndahkan serendah-rendahnya. Dihinakan sehina-hinanya. Na'udzu billaahi min dzalik.

ISLAM DATANG MENGANGKAT DERAJAT WANITA

Bersyukurlah kita yang terlahir sebagai wanita setelah datangnya cahaya Islam yang dibawa oleh sang Kekasih Allah ta'ala. Betapa dengan hadirnya Islam, kedudukan wanita yang tadinya hina nan direndahkan menjadi sangat mulia. Derajatnya pun ditinggikan menyamai derajat lelaki. Islam tidak membeda-bedakan kedudukan lelaki dan kedudukan wanita. Lihatlah bagaimana Allah ta'ala menyetarakan kedudukan keduanya yang tersurat dalam kalam-Nya.

"Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang Muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah, Allah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. QS Al-Ahzab : 35."

Maa syaa Allah. Sungguh wanita dalam Islam sangatlah dimuliakan. Bukan sebatas menyetarakan kedudukan lelaki dan wanita, Allah ta'ala dan Rasul-Nya pun men-specialkan wanita dibanding lelaki dalam beberapa hal.

  • Wanita, cukup dengan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatan dirinya dan mentaati suaminya maka ia dibolehkan memasuki surga dari pintu mana pun yang ia mau.
  • Wanita, ketika menjadi ibu, surga berada di bawah telapak kakinya. Bahkan bakti seorang anak kepada ibunya adalah tiga kali di atas bakti kepada ayahnya dalam artian seorang ibu memiliki keutamaan tiga kali lipat dibanding seorang ayah.
  • Baik tidaknya seorang lelaki (suami, red) tergantung dari bagaimana cara ia memperlakukan wanita (baca ; istri) sebab sebaik-baik lelaki, adalah yang memuliakan wanitanya
  • Wanita dianggap bagai mutiara yang berada dalam cangkang kerang yang keras. Untuk mendapatkannya tentu tak mudah. Tak sembarang orang bisa menatap dirinya, tak sembarang orang bisa menyentuhnya. Hanya orang-orang yang berjuang keras sampai harus menyelam ke dasar lautlah yang bisa memilikinya. Saking berharga dan bernilainya wanita dalam Islam.  Bahkan sabda Rasul, wanita laksana perhiasan dunia, yang keindahannya begitu mempesona dan menyilaukan mata. Namun sebaik-baik perhiasan yang terindah adalah wanita yang shalihah.
See! Betapa Islam sangat meninggikan kedudukan dan menjaga kehormatan wanita. Oleh Allah ta'ala dan Rasul-Nya, wanita diperintahkan untuk menutup aurat, bukan semata-mata sebagai bentuk ketaatan dan kewajiban saja namun begitulah cara Islam memuliakan dan melindungi wanita dari kehinaan dan kerendahan seperti yang dialami wanita-wanita di jaman zaman Jahiliyah.

Wanita wajib menutup tubuhnya karena memang semua yang ada pada dirinya adalah keindahan yang tak seharusnya dinikmati oleh sembarang orang. Karena ia adalah perhiasan dan sungguh tak ada perhiasan yang dibiarkan tergeletak di tempat terbuka. Perhiasan adalah barang berharga yang mahal dan selalu ditempatkan di tempat tertutup, terjaga dengan aman.

Begitulah wanita, tubuhnya terlalu mahal untuk dibiarkan terbuka. Auratnya terlalu berharga untuk dipamerkan. Wajahnya terlalu bernilai untuk dijadikan pajangan. Justru dengan menutup auratnya, ia menjadi mulia. Dengan kerudungnya, ia terjaga. Dengan hijabnya, ia terlindungi. Dengan jilbabnya, ia dapat dengan mudah dikenali sebagai "muslimah" (sebutan bagi wanita Islam) yang membedakannya dengan wanita-wanita di luar Islam.

Baca juga Ketika Hijab Syar'i Menjadi Tren Muslimah Kekinian

MUSLIMAH, JANGAN RENDAHKAN DAN HINAKAN DIRIMU

IG @tausyiahcinta_
Ironisnya tidak semua muslimah menyadari betapa mahal, betapa berharga dan betapa bernilai dirinya. Islam datang dengan aturan-aturan yang hakikatnya mengangkat derajat, meninggikan kedudukan dan memuliakan muslimah agar muslimah tak dipandang hina dan rendah serupa wanita-wanita di zaman Jahiliyah. Namun lihatlah, masih banyak muslimah yang enggan berhijab, membiarkan auratnya terbuka, menjadi tontonan banyak mata, yang mudah digapai, mudah disentuh, mudah dipermainkan dan mudah ditaklukkan.

Lebih ironisnya lagi karena banyak muslimah masa kini yang sudah berhijab namun hijabnya tidak mampu memuliakan, meninggikan, menjaga dan melindungi dirinya karena ia sendiri yang membiarkan dirinya terjerumus dalam lubang kemakisatan. Tak heran bila banyak kasus tercela yang dilakukan muslimah masa kini berefek pada citra jilbab. Sampai-sampai ada yang berpandangan busana muslimah dengan pakaian seksi, sama saja. Keduanya sama-sama mengundang pelecehan seksual di tempat umum.

Baca juga Ketika Jilbab Tak Ada bedanya dengan Pakaian Seksi

Ia sih, pakai jilbab tapi penampilannya masih aduhai, ketat, transparan, menyala,  seronok, mengundang perhatian belum lagi parfumnya yang begitu menyengat. Iya, sih berjilbab, tapi masih bergaul bebas dengan lawan jenisnya, masih menjalin hubungan yang tak halal, masih suka keluar malam, masih suka berpergian berdua dengan lelaki yang bukan mahramnya dan lain sebagainya. Kalau begitu mah bukan jilbabnya yang salah tapi pemakainya.

Padahal Rasulullah shallallaahu 'alaihi wassalam empat belas abad silam sudah mengingatkan. Wanita adalah fitnah terbesar bagi lelaki. Semua yang melekat pada dirinya bisa mengundang fitnah. Fitrahnya wanita memang demikian, tercipta dengan penuh keindahan sedangkan lelaki memang terkenal sebagai makhluk visual yang selalu suka melihat keindahan. Bila keindahan wanita sengaja dipamerkan, dipertontonkan, ditampak-tampakkan, bagaimana lelaki kuat menahan godaan tersebut. Aih, jangankan lelaki yang lemah imannya, yang kuat imannya saja ada yang nyaris tergoda. Bahkan konon ada pemuda yang hafal Al-Qur'an 30 juz namun hanya karena seorang wanita ia sampai murtad lantas hilanglah semua hapalannya kecuali satu ayat yang tersisa.  Subhanallah. Saking besarnya fitnah wanita.

FITNAH WANITA KIAN MERJALELA DI DUNIA MAYA

Sekarang mari kita lihat fenomena yang terjadi di sekitar kita. Di zaman jahiliyah, anak perempuan yang lahir dikubur hidup-hidup. Di zaman sekarang tidak sedikit kasus anak yang masih dalam kandungan tidak peduli anak itu laki-laki atau perempuan dibunuh oleh ibunya sendiri karena tak sanggup menanggung malu akibat perbuatan rendah dan hina yang ia lakukan bersama lelaki yang belum terjalin ikatan sah dengannya. Tidak sedikit pula wanita yang membiarkan dirinya menjadi barang warisan atau barang murahan yang bebas dipergilirkan di tangan para lelaki hidung belang, bahkan ada yang dengan rela hati menyerahkan dirinya untuk dinikmati secara gratis. Na'udzubillaahi min dzalik.

Tragisnya lagi, fitnah wanita di zaman sekarang bukan hanya menyebar di dunia nyata namun telah merambah hingga ke dunia maya. Bahkan boleh dibilang, fitnah wanita di dunia maya lebih merajalela dibanding di dunia nyata, sampai-sampai tidak sedikit dari kalangan muslimah yang ikut terjerat, menebar fitnah.

Muslimah-muslimah ketika di dunia nyata setidaknya masih punya rasa malu dalam bertingkah, tapi perhatikanlah tingkah mereka berbanding terbalik di dunia maya. Seolah-olah tak ada rasa malu dalam diri muslimah ketika berselancar di dunia maya.

Pikirnya, "ah, kan cuma dunia maya" . Tak apalah bila ia mengumbar dirinya di sana, memajang fotonya yang paling cantik tanpa jilbab padahal di dunia nyata ia berjilbab, mengekspos dirinya tanpa henti sehingga menjadi perhatian banyak orang terutama dari kalangan kaum Adam.  Ia biarkan banyak lelaki bebas memandang wajah cantiknya yang terekam dalam bidikan kamera padahal kesehariannya ia rajin menundukkan pandangannya bila berpapasan dengan lelaki di dunia nyata.

Baca juga Yuk Muslimah, Foto Diri dengan Muhasabah

Di dunia maya, ia juga bisa dengan bebas berinteraksi dengan lawan jenisnya tanpa batasan. Mulanya mungkin sekadar kenalan lewat chattingan, berlanjut ke obrolan yang intens kemudian janjian untuk bertemu. Kemudian dari pertemuan tersebut terjadilah kasus kriminal yang menjadikan si muslimah sebagai korban dan lelaki yang dikenalinya lewat dunia maya sebagai tersangka. Gara-gara dunia maya seorang muslimah ditipu dan mengalami pelecehan seksual? Ada kan kasus yang seperti itu dan kejadiannya bukan cuma sekali namun berkali-kali. Ada pula rumah tangga yang retak bahkan hancur berkeping-keping karena si suami atau si istri (ketahuan) selingkuh dengan teman dunia mayanya.

Bahkan kasus yang paling memiriskan hati, banyak pula wanita yang dikenal sebagai muslimah (baca : wanita yang memeluk agama Islam) yang sampai menjual dan mengobral dirinya sendiri lewat dunia maya. Beberapa waktu lalu sempat kan terkuak kasus prostitusi online di negeri ini? Dan tentu masih banyak kasus-kasus terkait fitnah wanita yang kian merajalela di dunia maya.

KIPRAH MUSLIMAH DI DUNIA MAYA

Tidak bisa dipungkiri, wanita memang fitnah terbesar bagi para lelaki. Namun label 'fitnah' yang melekat pada dirinya bukan berarti membatasi gerak muslimah dalam beraktivitas, termasuk beraktivitas di dunia maya. Apalagi di zaman sekarang dunia maya tak terpisahkan dengan dunia nyata, keduanya nyaris menyatu. Apa-apa yang terjadi di dunia nyata dibawa ke dunia maya. Sebaliknya apa-apa yang terjadi di dunia maya dibawa pula ke dunia nyata.

Oleh sebab itu, muslimah tak boleh hanya tinggal diam, ia pun harus ikut andil berkiprah di dunia maya. Tentu saja bukan untuk ikut-ikutan, menebar fitnah, menyebar berita hoax atau melampiaskan emosinya di dunia nyata dengan mengupdate status-status gaje yang hanya berisi unek-unek dan curcolan yang nggak penting.

Tapi untuk menunjukkan eksistensinya sebagai muslimah. Di tengah-tengah wanita yang mengaku Islam namun merendahkan dan menghinakan dirinya sendiri, ini lho masih ada muslimah yang benar-benar menutup auratnya, tak hanya di dunia nyata, yang tetap bisa eksis sekali pun tak pernah mengekspos dirinya secara berlebihan lewat foto-foto selfie yang dipoles secantik mungkin dengan bantuan applikasi editan. Yang tetap menjaga kemuliaan dirinya sekali pun terjun di dunia maya yang penuh dengan kebebasan. Yang turut melawan perang pemikiran meski hanya dengan bersenjatakan tulisan sederhana.

Kenyataannya memang umat Islam sekarang ini sedang diperangi oleh musuh-musuhnya, mungkin kita nggak sadar ya tapi benarlah demikian adanya. Kita memang tidak diperangi dengan senjata mau pun bom, melainkan dengan pemikiran atau istilahnya ghazwul fikr Kita diserang dari segala sisi, mulai dari life style yang mulai ikut tren kebarat-baratan sampai cara berpikir yang juga rentan mengitu pemahaman dari luar. Misal ; menganggap jilbab itu bagian dari budaya arab sehingga muslimah sebenarnya tidak wajib menutup auratnya atau mengusung kesetaraan gender dimana seorang wanita bisa lebih berkuasa daripada lelaki termasuk dalam urusan rumah tangganya. Padahal sebelum ada paham feminisme ini, Islam sudah lebih dulu menyetarakan persamaan hak antara laki-laki dan perempuan namun dalam batasan-batasan tertentu.

Islam memang tidak melarang muslimah bekerja di luar rumah, tidak jua melarang mereka menuntut ilmu setinggi-tingginya. Muslimah boleh berkarir, boleh pula meraih gelar yang tinggi, namun setinggi apa pun kedudukan seorang wanita di luar rumah, di dalam rumah tetaplah suaminya yang menjadi pemimpin atas dirinya.  Ar rijalun qowwamina 'alan nisa'. Lelaki adalah pemimpin bagi wanita oleh sebab itu dalam urusan pembagian harta waris misalkan, bahagian harta yang diperoleh lelaki adalah sama dengan bahagian harta yang diperoleh dua wanita, dalam artian wanita hanya memperoleh setengah dari harta bahagiannya laki-laki.

Tentu saja hukum ini bukan berarti Islam tidak adil, lebih memuliakan kaum lelaki ketimbang kaum wanita. Justru Islam sangat adil memberikan lelaki
porsi bahagian harta yang seimbang, sebab lelakilah yang berkewajiban menafkahi wanita. Sedangkan wanita sama sekali tak ada tanggungannya, suaminyalah yang berkewajiban menafkahi dan memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Justru Islamlah yang menjadikan wanita yang tadinya tak mendapat bahagian harta warisan memilik hak untuk mendapat warisan dari orang tuanya.

Nah, di dunia maya ini ghazwul fikr melesat makin menjadi-jadi tak terkendali. Informasi-informasi dari luar tersebar dengan kilat di dunia maya tanpa batasan. Isu-isu yang tak jelas kebenarannya bertebaran di seluruh jejaring sosial tak tanggung-tanggung Banyak user internet yang asal menerima saja informasi yang ia dapatkan tanpa menyaring terlebih dahulu. Asal share berita hoax dan ikut-ikutan terhasud tanpa bertabayyun lebih dulu. Masyarakat dunia maya pun berlomba-lomba ikut mengadu domba, mengumbar aib sesamanya. Saling menghujat, saling menghakimi dan berdebat kusir tak ada ujungnya. Para wanita pun tak mau ketinggalan. Mudah terhasud, cepat termakan rayuan dan gampang terjemus oleh fatamorgana dunia maya.

Baca juga Doyan Media Sosial? Suka Stalking? Boleh Asal Jangan Jadi Maniak

MELEJITLAH DENGAN TULISAN-TULISANMU DI BLOG

Namun dibalik dampak negatifnya bergeliat di dunia maya ada seribu kebaikan yang bisa kita petik sebagai muslimah yang  tetap bisa aktif berkiprah dan eksis berkontribusi nyata di dunia. Mungkin kita bisa memetik inspirasi dari seorang Malika El Aroud, Mujahidah Dunia Maya yang paling ditakuti di Eropa. Seorang muslimah yang ikut berjihad bukan dengan senjata dan bom di tangannya namun dengan kata-kata dan seperangkat komputer yang tersambung dengan internet.


"Saya memiliki senjata yaitu menulis. Untuk Menulis. Itulah Jihad saya. Kalian bisa melakukan apa saja dengan kata-kata. Menulis juga merupakan sebuah bom" (Malika El Aroud)

Atau barangkali kita bisa mengikuti jejak kartini. Mengutip kata Ahmad Rifa'i Rifan pada tulisannya yang berjudul Perempuan yang Menulis di buku The Perfect Muslimah.

Tahu nggak  kenapa Kartini bisa dikenang sebagai pahlawan padahal ia tidak turut berperang  seperti Cut Nyak Dien dan pahlawan wanita lainnya yang turun langsung di medan perang? Karena Kartini suka curhat hehe, nggak asal curhat tapi curhat yang dituliskan. Dia suka nulis surat yang isinya curhat kepada teman-temannya di Belanda. Buku Habis Gelap Terbitlah Terang yang akhirnya mengabadikan nama beliau.

Ya, jawabannya adalah dengan menulis. Geliat dunia maya memang tidak terlepas dari aktivitas menulis. Dan untuk melawan perang pemikiran yang semakin menyudutkan umat Islam khususnya muslimah di dunia maya kita bisa berkontribusi dengan senjata yang kita miliki. Tidak perlu turun ke medang perang cukuplah dengan menulis yang baik-baik. Muliakan diri kita sebagai muslimah dengan mengekspos tulisan-tulisan yang bermanfaat lagi menginspirasi.

Status-status gaje kita di facebook, foto-foto selfie kita di instagram dan kicau-kicauan tak penting kita di twitter mungkin sama sekali tak ada gunanya bila kita hanya berniat berbagi tanpa menginspirasi. Namun dengan membuat satu postingan di blog saja yang memuat konten positif, bukan hoax dengan niat berbagi untuk mengajak dan menginspirasi orang lain tentu jauh lebih bermakna bukan?

Blog bisa menjadi alternatif terbaik bagi muslimah yang ingin mengembangkan potensi dalam dirinya, yang ingin ikut berjuang menyebarkan kebaikan dan kebenaran di balik tembok rumahnya. Yang ingin mengabadikan hidupnya dengan menorehkan kenangan-kenangan yang dapat menyentuh hati orang banyak. Yang turut melawan berita-berita hoax lewat tulisan-tulisan orisinil di blognya. Sudah banyak kok blogger yang membuktikan eksistensi dirinya di dunia maya dengan menjadi blogger yang menginspirasi, bukan sebatas user internet biasa. yang hanya doyan ikut berkoar-koar di akun medsosnya. Kita pun bisa membuktikan eksistensi kemuslimahan kita di dunia maya dengan menjadi blogger.

Baca juga Jadilah Blogger Muslimah yang Menginspirasi


Memang sih di dunia maya ada begitu banyak fitur media sosial untuk berbagi. Facebook, Instagram, Twitter, Path, dll termasuk applikasi chatting berupa WhatsApp, BBM, Line, dll namun di antara semua media sosial tersebut bloglah yang paling menunjang muslimah untuk berkiprah secara konsisten (seriusan deh✌) bukan sebatas untuk menyalurkan passion namun tentu dengan tujuan yang lebih mulia dan bermanfaat.

Jika di media sosial lain mungkin kita hanya menulis sesekali, namun dengan menjadi blogger kita bisa melatih diri menulis secara konsisten dan memuat konten yang positif di blog kita. Secara tidak langsung pula, dengan menulis di blog kita tidak lagi menjadi penjelah dunia maya yang pasif, yang hobinya cuma copy paste tulisan orang lain, atau membagikan tulisan-tulisan yang tidak jelas kebenaran dan sumbernya. Apalagi blog sekarang sudah beralih fungsi dari yang dulunya hanya menjadi tempat orang-orang menyalurkan hobi menulisnya sekarang lebih keren lagi. Telah menjelma hobi yang berbayar. Ya, blogger telah dilirik sebagai profesi rumahan yang penghasilannya lumayan lho.

Nah, profesi rumahan yang seperti ini tentu sangat cocok digeluti para muslimah terutama bagi mereka yang telah mengorbankan karirnya di luar rumah demi suami dan anak-anak. Dengan menjadi blogger, muslimah tetap bisa produktif  di rumahnya. Selain itu masih banyaklah manfaat yang didapatkan muslimah ketika memutuskan berkecimpung di dunia blog.

Selanjutnya sikakan dibaca Mengapa Harus Menulis di Blog

Yuk, muslimah. Ambil peran dalam membangun peradaban. Sebab menulis adalah bagian dari peradaban. Jangan biarkan diri kita kembali terhina dan rendah seperti wanita di zaman jahiliyah. Kalau tidak mampu berjuang lewat lisan dan tindakan, cukuplah dengan tulisan. Tunjukkan kemuliaan diri kita sebagai muslimah lewat menulis.  

Mengakhiri tulisan ini, mengutip pesan dari seorang Helvy Tiana Rosa yang sangat indah untuk para blogger wa bil khusus untuk blogger muslimah yang semoga pesan ini dapat memotivasi kita untuk tetap menulis dan dapat menyinari sekeliling kita.

MENULIS DAN BERCAHAYALAH 😊

Semangat menebar kebaikan dengan tulisan-tulisan yang mewarnai blogmu, muslimah.



Saya muslimah dan dan inilah kiprah saya di dunia maya. Menjadi blogger, menulis dan menginspirasi.

#PostinganTematik #BloggerMuslimahIndonesia

Tulisan ini diikutkan dalam postingan tematik Blogger Muslimah November 2017

Referensi :
wahdah.or.id
Islampos.com
hidayatullah.com

  • Share:

You Might Also Like

39 comments

  1. Mabruk alfu mabruk..!

    MasyaALlah, islam memang sangat memuliakan perempuan meskipun banyak yang salah memahami ;) Semoga kita bisa berdaya, bermanfaat dan menjadi perempuan shalihah lewat blog. aamiin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Ia mbak, jadi beruntunglah kita yang terlahir sebagai muslimah ^_^

      Delete
  2. Islam sungguh memuliakan umatnya ya kak ^^ . Memuliakan wanita ..

    ReplyDelete
  3. Sebenarnya semuanya memang harus dibarengi dengan ilmu dan pehaman yang betul ya. Muslimah berhijab yang dilecehkan karena penampilan dan pergaulannya yang masih kurang tepat masih banyak, bahkan teman-teman saya dari sekolah sampai kuliah juga banyak yang mengunggah foto dan video mereka di dumay tanpa risih. Kalau sudah begitu saya ingatkan secara halus meskipun seringkali gak efektif dan malah mengundang ketersinggungan, aduh jadi baper😣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu maksudnya mengunggah foto dan video tanpa hijab padahal di dunia nyata berhijab, kelewat gak ketulis😊

      Delete
    2. Ia, bener banget mbak. Semestinya memang begitu ya, berhijab juga harus diilmui, bukan cuma tahu hukumnya tapi kudu tahu juga esensi dari hijab itu apa dan tujuan diturunkannya berhijab untuk apa.

      Ia mbak, saya juga sering baper klu liat saudara atau teman yg suka unggah fotonya yg gak berjilbab padahal sehari2nya pke jilbab klu keluar rumah, mau tegur juga khawatirnya yg ditegur jd tersinggung gt padahal maksudnya baik sih, kan sesama muslimah kita dianjurkan untuk saling menasihati dgn cara yg baik😊

      Delete
  4. Di cina dulu kejam banget ya. Masa kita dianggap racun dunia? Eh emang sih. Dulu ajah saya lebih PD gak berhijab...Alhamdulillah lama2 tumbuh kesadaran bahwa pakai hijab, lebih aman dan terjaga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, emang wanita zaman jahiliyah diperlakukan kejam banget yak, termasuk di cina itu.

      Alhamdulullaah, yuppy, mbak dengan berhijab kita lebih aman dan terjaga😊

      Delete
  5. benar sekali mbak, zaman sekarang hijab tidak semua bisa memuliakan seseorang karena pemakainya juga tidak paham dengan hijab yang dugunakannya. Semoga kita bisa terus meginspirasi dan berbagi manfat lewat tulisan kita ya..insya Allah..

    ReplyDelete
  6. Wah, tulisannya menginspirasi Mba. Jadi tambah wawasan.

    ReplyDelete
  7. Inspiratif sekali ini..
    Semoga sebagai blogger muslimah, kita bisa istiqomah menyebarkan kebaikan lewat tulisan..Aamiin

    ReplyDelete
  8. Meski panjang tulisannya tapi ga bosan bacanya.. 😊
    Terimakasih mbak.. tulisannya banyak ilmu.
    Kalau dulu saya berhijab karena melihat kakak yang sekolah berhijab. Beruntungnya ketika masuk bangku smp, persis di tahun saya masuk smp itu mewajibkan penggunaan jilbab untuk siswi muslim. Jadi seperti merasa dimudahkan Allah.. ga canggung atau merasa aneh. Padahal SMPnya Negeri...

    ReplyDelete
  9. Sebagai muslimah yang suka ngeblog berbagilan kamu dalam tulisan, mantap .

    ReplyDelete
  10. Maha Suci Allah yang memberi kita Islam. Dengan Islam perempuan bisa mulia dunia akhirat..

    Saya suka quotenya mbak, "Saya muslimah dan dan inilah kiprah saya di dunia maya. Menjadi blogger, menulis dan menginspirasi"... insya allah konsisten menulis

    ReplyDelete
  11. Masya Allah..artikelnya keren banget mbak.. panjang memang tapi lengkap sekali dan menginspirasi
    Barakallah.

    ReplyDelete
  12. Alhamdulillah diberikan kesadaran berhijab saat kuliah, mungkin g secepat temen-teman yang sudah berhijab lebih dulu. Walaupun belum menjadi pribadi yang baik seutuhnya, setidaknya jilbab menjadi salah satu tameng dalam berbuat dan menentukan tindakan atas baik buruknya.

    Beberapa temanku alhamdulillah mulai berhijab satu persatu, apalagi pas kita udah lama g ketemuan, eh tau2 dia udah berhijab. Duh ikutan seneng rasanya.. Semoga wanita-wanita muslimah yang belum berhijab segera melaksanakan perintah-Nya, dan untuk yang sudah berhijab semoga senantiasa istiqomah

    ReplyDelete
  13. nice post mba, lengkaap, salam kenal yaa :)

    ReplyDelete

  14. Bersyukur menjadi muslimah.. Karena Islam begitu memuliakan

    ReplyDelete
  15. Bagus banget tulisannya kak Zhie, sangat inspiratif ^^
    Semoga kita bisa menjadi muslimah yang bermanfaat untuk ummat. Aamiin....

    ReplyDelete
  16. seneng baca postingannya hehe alhamdulillah sebenarnya saat ini ada banyak kemudahan untuk muslimah dibanding yang terlahir di zaman jahiliyah, tapi kayaknya godaannya lebih besar :( mudah-mudahan kita semua bia istiqomah di jalan-Nya

    ReplyDelete
  17. Subhanallah... tulisannya menginspirasi, semoga suatu saat juga bisa menulis yang menginsporasi dan menebar manfaat.

    Banyak hal ya yang dibahas, saya juga muslimah tapi belum banyak berkontribusi. Terima kasih untuk tulisannya...

    ReplyDelete
  18. Menulis dan bercahayalah. Bercahaya karena ilmu dan bercahaya karena iman y mba. Notes.. terimakasih, luar biasa tulisannya

    ReplyDelete
  19. Ketika Allah swt sudah memuliakan para muslimah, kan sayang ya Mbak ketika justru muslimah itu sendiri yang mencoreng kemuliaannya.... Terima kasih sudah diingatkan, Mbak.

    ReplyDelete
  20. Lengkap dan mencerahkan, semoga kita terus istiqamah di jalur kebaikan.

    ReplyDelete
  21. Wah cerita yang sangat panjang dan sangat lengkap mbak. Nice sekali.

    Memang suka annoying aja sih kalo denger orang ngoming "pake hijab kok kelakuannya gitu."

    Lah terus salah hijabnya?

    Kan sifat orang itu gak laju otomatis berubah karena udah pake hijab. Butuh proses dan bertahap.

    ReplyDelete
  22. Ya Allah, ngeri banget ya wanita jaman dulu.
    keliatan rendah dan gak punya hak gitu.

    Alhamdulillah, Islam begitu memuliakan wanita.
    Alhamdulillah saya terlahir islam dan juga sudah berhijab meskipun belum syar'i
    Semoga bisa istiqomah dan kedepannya bisa lebih baik lagi.

    Terimakasih ya mbak tulisannya, sedikit-sedikit saya belajar.

    ReplyDelete
  23. Menginspirasi banget mbak tulisannya

    ReplyDelete
  24. Tulisannya lengkap dan menginspirasi :)
    Jadi merasa semakin bersyukur sebagai muslimah. Dan yups, saya dulu pernah mengalami masa2 suka berdebat :( capek sendiri, deh. Jadi lupa sama 'tugas' menulis. So, let's write to improve ourselves and inspire others :)

    ReplyDelete
  25. Alhamdulillah.
    Dengan agama yang rahmatan lil alamin ini wanita tidak lagi disiakan dan direndahkan. Semoga kita tak tergelincir merendahkan diri sendiri karena ketidaksengajaan yaa...

    Hiks

    ReplyDelete
  26. Alhamdulillah,
    tulisannya keren dan informatif sekali.

    ReplyDelete
  27. menulis tidak ada yang sia-sia ya mbak..apalagi jika untuk menyebar kebaikan

    ReplyDelete
  28. Masya Allah ..
    Tulisannya lengkap dan bernas sekali mbak.
    Terima kasih sharenya ☺.

    ReplyDelete
  29. Tulisannya lengkap dan informatif.
    Semakin bersyukur diberi nikmat mjd muslimah.
    Terima kasih sharenya mba.

    ReplyDelete
  30. Thanks mba. Saya sendiri Masih mencoba dan belajar untuk menulis konten yang inspiratif terutama yang bermanfaat bagi muslimah. Semoga kita semua tetap istiqomah

    ReplyDelete
  31. Terima kasih, tulisan ini kembali mengingatkan kita untuk mengkaji kembali mengapa kita terlibat di dunia maya.Semoga kita senantiasa dapat istiqomah di manapun berada.

    ReplyDelete
  32. tulisan yg keren, terima kasih sudah mengingatkan

    ReplyDelete
  33. Beruntungnya terlahir menjadi muslimah. Semoga Kita bisa menjaga keberuntungan ini Dan selalu istiqomah menjaga hidayah. Aamiin.

    ReplyDelete
  34. MashaAllah, betapa mulialah para wanita di dunia ini ya Siska, InshaAllah kita tidak malah menghinakan diri sendiri ya..

    dan emang aku pun setuju...internet bisa jadi ladang dakwah, ladang rejeki dan pahala untuk kita para muslimah :)

    Salam kenal,

    Meykke Santoso

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa menginspirasi.