4 + 1 Jenis Barang Ini yang Selalu Ada dalam Tas (Keluarga) Saya

By Siska Dwyta - 23:40


Bismillaahirrahmaanirrahiim

Jujur saja, semenjak menikah saya mulai jarang bawa tas. Kalau keluar jalan-jalan gitu saya lebih suka nitip barang di tas selempangan-nya suami. Satu tas berdua sudah cukup bagi kami😅 Lagipula barang-barang yang selalu saya bawa kemana-mana nggak banyak-banyak amat. Ditambah barang bawaannya suami paling cuma dua atau tiga biji. But sejak kehadiran si bunay, tas selempangan suami yang biasa dipake jalan-jalan itu nggak bakal cukup buat kami bertiga. 

Jadi mau gak mau giliran saya lagi yang harus bawa tas dengan ukuran yang lebih besar. Minimal bisa memuat barang suami, saya dan bunay. Yup, karena saya dan suami tipe pasangan simple, yang kemana-mana pengennya berdua saja cukup dengan satu tas. setelah jadi orang tua pun begitu, tetap pengennya simpel. Lagipula kalau keluar jalan-jalan bawa baby dengan lebih dari satu tas kan rempong. Kecuali kalau jalan-jalannya ke luar kota dan dalam waktu yang lama. Tapi kalau jalan-jalannya ke mall, ke alun-alun atau keliling-keliling kota, pake satu tas untuk bertiga juga cukup kok.

FYI, tas favorit yang biasa saya gunakan jalan-jalan adalah tas 3 in 1 merk Adity dari brand lokal Kirana Stuff. Dulu, tertarik beli Adity dari @galeriromayza karena lihat modelnya yang cakep dan multifungsi. Selain jadi tas selempangan, Adity juga bisa diubah jadi ransel, dijinjing juga bisa, pokoknya keren deh. Dan yang paling penting dengan dimensinya 27x10x30 cm lumayan banyak barang yang bisa masukin di tas Adity. Eh saya nggak promo ya ini.


Penampakan tas Adity
Barangkali ada yang kepo pengen tahu apa saja barang baik milik saya, suami dan bunay yang selalu dibawa kemana-mana di tas yang mari kita sebut sebagai tas keluarga. Baiklah, karena tema tantangan hari ke-delapan ini tentang 5 barang yang selalu ada di tas, jadi saya berbaik hati mau ngasih bocoran. Ini dia lima barang yang selalu ada di tas (keluarga) saya, cekidooot😄

Al-Qur'an Saku

Kebiasaan bawa Al-Qur'an saku di tas ini sebenarnya sudah saya mulai sejak masih sendiri alias belum berkeluarga dan tetap berlanjut setelah menikah. Niatnya sih agar saya tetap bisa melanjutkan bacaan Al-Qur'an di luar rumah, bukan buat gaya-gayaan apalagi mau pamer ke sana kemari supaya semua orang tahu kalau saya rajin baca Al-Qur'an. Uhuk. Kalau niatnya melenceng gitu mah untuk apa? Bukannya dapet pahala yang ada malah saya bisa diseret ke neraka.

Terutama sejak masih gabung di grup ODOJ. Ada target satu juz yang harus saya capai dalam sehari. Jadi sebisa mungkin saya yang harus meluangkan waktu untuk baca Al-Qur'an, sekali pun lagi di luar rumah, bukan menunggu waktu luang dulu baru mau baca Al-Qur'an. Lagipula membaca Al-Qur'an nggak mesti di rumah atau di masjid saja, kan? Di jalan, di mall, di pinggir pantai losari, di sekolah, di kampus, di kelas, di bank atau rumah sakit sembari menunggu antrian atau dimana saja asalkan tempatnya suci.


Selain dengan niat membacanya, saya juga sengaja selalu menyertakan Al-Qur'an dalam tas setiap kali hendak berpergian karena merasa tertampar. Masa', smartphone selalu saya bawa kemana-mana, Al-Qur'an nggak? *astaghfirullaah. 

Lha ngapain rempong-rempong bawa Al-Qur'an, kan bisa dibuka lewat Applikasi Al-Qur'an di smartphone?

Nah, ini dia pemahaman yang keliru. Sebelumnya sering juga baca Al-Qur'an via gadget tapi setelah mendengar fatwa ulama terkait hukum membaca Al-Qur'an lewat gadget baru saya sadari kekeliruan saya itu. Ternyata membaca Al-Qur'an lewat applikasi di smartphone tidak bisa menggantikan atau menyamai kedudukan membaca Al-Qur'an dengan kitab aslinya yaa guys. Tapi, meskipun bawa Al-Qur'an setiap berpergian, kalau nggak dibuka dan dibaca sama saja bohong, kan? Ini jadi reminder keras juga buat saya.

FYI, kadang-kadang saya sampai isi dua Al-Qur'an saku sekaligus dalam tas family. Satu punya saya, satunya lagi punya suami. Karena ukurannya yang mini, tentu Al-Qur'an saku nggak bakal makan banyak tempat.

Dompet

Biar nggak bawa dompet juga sebenarnya no problem, asal kartu identitas saya dan suami mulai dari KTP, SIM, STNK, ATM, Kartu BPJS hingga KIA bunay (semacam KTP anak) dan uang terikut dalam tas. Tapi kalau nggak dimasukkan di dompet barang-barang yang saya sebutkan itu bakal berhamburan, bahkan bukan tidak mungkin sampai tercecer.

Nah, itu fungsinya dompet, kan? Makanya benda yang satu ini wajib banget dibawa kemana-mana karena isinya yang sangat penting. Saya nggak bisa bayangin saja sih kalau misal jalan-jalannya ke mall trus sudah pilah-pilih barang yang mau dibeli sekalinya mau bayar di kasir, buka tas, eh dompetnya kagak ada alias lupa dibawa. Duh, malunya itu lho. 

*tambah dua dompet (dompet saya dan suami) dalam tas keluarga masih cukup kok😊

Smartphone & Charger-nya

Smartphone ini sudah menjadi kebutuhan primer bagi saya dan suami. Jadi kalau kemana-mana ya benda ini juga harus ikut. Nggak boleh ketinggalan. Kalau ketinggalan bisa bikin suami lebih-lebih saya jadi galau plus uring-uringan😅 haha ketahuan ya kalau kami termasuk tipe pasangan yang nggak bisa jauh-jauh dari gadget. 

Padahal tujuan utama bawa smartphone kemana-mana selain mudah dihubungi, cuma iseng pantau keadaan akun medsos masing-masing. Kalau tujuannya untuk mengabadikan momen lewat jepretan kamera smartphone dan langsung di-unggah ke medsos, jarang. Apalagi kalau mau pake fitur live gitu. Makanya, tak heran bila foto-foto kebersamaan saya dan suami, termasuk dengan si bunay jarang, nyaris nggak pernah malah muncul di media sosial.


Karena  selalu bawa smartphone kemana-mana otomatis charger-nya juga harus ikut dong. Well, menurut saya keduanya sudah sepaket jadi nggak bisa dipisah-pisah. Apalagi daya baterai smartphone saya memang cepat lowbet jadi nggak bisa jauh-jauh dari charger-nya. 

*tambah dua smartphone dan satu atau dua charger juga masih cukup

Alat Make Up

Alat make up yang saya maksud di sini cuma lipstik dan bedak padat saja ya😅 Honestly, saya termasuk perempuan yang nggak pintar dandan dan malas juga dandan, apalagi kalau ke luar rumah. Ya, ngapain saya dandan cantik-cantik dengan pake berbagai macam alat make up kalau ke luar rumah, mau ditunjukkin ke siapa wong yang pantas menikmati kecantikan saya cuma suami🙈

Kalaupun saya bawa lipstik dan bedak padat itu tujuannya hanya dipake kalau wajah saya mulai kelihatan kusam dan pucat. Sekali pun nggak pinter dandan, tapi paling tidak sebagai istri saya harus bisa jaga penampilan dengan baik di luar rumah, biar nggak malu-maluin suami juga; hehe. Toh, kadang-kadang juga saya lebih suka nutupin wajah dengan kain jadi alat make up yang saya bawa nggak perlu banyak-banyak. Lispstik dan bedak padat saja sudah cukup untuk menutupi kekusaman wajah saya😁

*lipstik dan bedak padat ukurannya mini jadi tetap bisa masuk di tas keluarga

Perlengkapan Bunay

Yap, plus satunya adalah perlengkapan bayi mungilku yang saat menulis postingan ini usianya baru jalan empat bulan dan sudah hobi teriak-teriak. Nah, kalau jalan-jalannya kami cuma sebentar, nggak sampai seharian, bawa 3 atau 5 buah popok sekali pakai, minyak telon plus tisu basah-dan tisu kering saja sudah cukup dan yang paling penting masih muat masuk dalam tas keluarga kami. 

Bawa popok sekali pakai lebih dari satu buah tujuannya buat jaga-jaga. Jadi kalau bunay pup atau popoknya full bisa langsung diganti biar nggak menimbulkan iritasi dan ruam popok. Oh ya, belakangan ini saya justru tertarik dengan yang namanya clodi. Sudah ada rencana juga mau move dari popok sekali pakai ke popok yang bisa dicuci ulang itu, tapi masih sementara nyicil dulu clodinya, hehe. Kalau bawa minyak telon sih tujuannya untuk menghangatkan tubuh bunay dan mencegah agar perutnya tidak kembung. Sedangkan tisu basah dan kering digunakan untuk membersihkan kotoran bunay atau kalau pas mau ganti popok. Tisu keringnya juga bisa dipake membersihkan kalau bunaynya gumoh.

Nah, itu dia 4+1 jenis barang yang selalu ada di tas saya eh tas (keluarga) saya, kalau barang yang tak pernah lupa kalian bawa, apa? Share yuk di kolom komentar😊

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa menginspirasi.