Tiga Alasan Mengapa Ibu Rumah Tangga Perlu Ngeblog

By Siska Dwyta - 08:35



Bismillaahirrahmaanirrahiim

Sejak mengetahui diri tengah berbadan dua awal November 2017 lalu, mood menulis saya menurun drastis. Nggak tahu kenapa, mungkin pengaruh hormon kehamilan kali ya, hehe. Padahal waktu itu saya baru kembali aktif ngeblog setelah sekian lama hiatus. Pun belum genap sebulan menggunakan blog dengan TLD dan sudah harus berhadapan dengan semangat nge-blog yang seketika meredup. Jadilah selama sembilan bulan menjalani masa kehamilan saya jarang update postingan di kamar kenangan ini. Semangat nge-blog saya baru kembali membuncah pasca lahiran awal Agustus kemarin namun apa daya, semenjak menyandang status sebagai new mom waktu luang menjadi sesuatu yang langka bagi saya. Nyaris duapuluhempat jam disita oleh bos kecil. Bahkan untuk nge-blog saja saya harus curi-curi waktu. Nunggu  si bunay bobok dulu atau dijagain ayahnya baru deh saya bisa beraksi. Alhasil, target minimal menulis seratus postingan per tahun semakin mustahil saya capai. Aih, boro-boro menulis seratus postingan, duapuluh postingan pun belum sampai. Tengok saja di laman archive, postingan blog saya hingga November ini masih belasan jumlahnya. Hiks, menyedihkan sekali.

Makanya, saat dapat kabar Blogger Perempuan Network (BPN), salah satu Komunitas Blogger yang saya ikuti mengadakan ajang BPN30 Day Blog Challenge, saya langsung excited menyambut tantangan tersebut. Lumayanlah, sekali pun target menghasilkan 100 postingan per tahun mungkin belum bisa tercapai tahun ini tapi paling tidak dengan menerima challenge menulis di blog selama tiga puluh hari dari BPN saya masih bisa menambahkan minimal 30 postingan baru sebelum tahun 2018 berlalu.

Lagipula tantangan dari BPN ini menurut saya mudah banget, tema hariannya sudah ditentukan, jumlah minimal kata per postingan pun hanya 300 lho. Sayang banget kan, kalau tantangan yang mudah dengan bonus yang lumayan, setidaknya dapat meningkatkan traffik blogging kita di tahun ini dilewatkan begitu saja. Well, saya tahu kok meski tantangannya mudah, namun yang namanya istiqomah alias konsisten pasti berat. Wong, istiqomah menulis minimal tiga postingan per bulan tahun ini saja gagal saya penuhi apalagi menulis tigapuluh postingan selama sebulan. Tapi baiklah, mari kita buktikan! 

Nah, challenge hari pertama ini temanya 'Kenapa Menulis Blog'.  Kenapa hayoo? Setumpuk alasan ngeblog sebenarnya sudah beberapa kali saya singgung di Kamar Kenangan ini. Diantaranya, karena ngeblog bernilai ibadah, karena berdakwah bukan hanya lewat lisan dan tugasnya para ustad/ustadzah, blogger pun bisa berdakwah lewat blognya dengan menulis postingan yang memuat konten positif, karena impian saya dari kecil adalah pengen menjadi seorang penulis, karena kenangan apa pun yang saya tuangkan di blog akan abadi dan masih banyaklah alasan lainnya.

Selengkapnya baca di Mengapa Harus Menulis di Blog

Namun khusus untuk postingan kali ini saya hanya akan bahas tiga alasan nge-blog dari sudut pandang sebagai seorang blogger yang baru menyandang status Istri sekaligus Ibu Rumah Tangga.

Meninggalkan Jejak Kenangan 

Alasan pertama ini juga merupakan alasan mengapa blog saya namanya Kamar Kenangan. Ya, boleh dibilang saya ini pencinta kenangan dan hobi mengoleksi kenangan. Kenangan apa pun itu. Kenangan yang menyakitkan saja suka saya kenang lho, eh tapi itu dulu, dulu sebelum saya menikah dengan lelaki yang kehadirannya hanya menoreh kenangan bahagia dalam hidupku. Maksud saya, semenjak hidup menggenap, apa pun kenangan yang saya rajut bersama suami, baik suka mau pun duka tetap saya artikan sebagai kenangan bahagia.  Lebih-lebih setelah melahirkan seorang putra yang maa syaa Allaah...

Betapa semenjak menjadi seorang istri merangkap ibu, hasrat mengabadikan kenangan tentang keluarga kecil saya kian menggebu. Meski tidak semua kenangan sih sempat saya abadikan di Kamar Kenangan ini.

Rasanya amat rugi bila saya melewati hari-hari tanpa meninggalkan jejak kenangan, membiarkan waktu berlalu tanpa menulis apa-apa. Padahal sekali pun cuma berprofesi sebagai IRT, ada banyak momen berharga yang tercipta di rumah yang sayang bila tak diabadikan. Membersamai tumbuh kembang anak, misal. Tentu, masa-masa kecil mereka tidak akan terulang kembali, sementara memori di otak saya terbatas mengenang segalanya. Suatu hari saya akan menjadi tua. Suatu hari ingatan saya akan segera luput. Atau suatu hari nanti saya akan tiada di dunia maka yang tersisa kelak hanyalah kenangan.

Ya, hanya kenangan yang tertuliskanlah yang abadi. Dan bagi saya merekam kenangan dengan kamera saja tidak cukup. Oleh sebab itu, sebagai IRT saya merasa perlu ngeblog. Dan sampai saat ini di mata saya blog masih menempati urutan teratas sebagai ruang digital paling baik untuk meninggalkan jejak kenangan dibanding platform lain.

Belajar Menulis, Menebar Manfaat

Dari kecil saya memang sudah hobi menulis namun baru serius menekuni dunia menulis sejak aktif ngeblog. Bahkan boleh dibilang, saya baru mulai belajar menulis sejak menjadi seorang blogger. Kalau nggak pernah kenal dunia blog, mungkin sampai saat ini saya masih tidak pandai menulis. Serius, deh! Selama ini saya memang cuma bermimpi pengen jadi penulis, tapi kalau ditanya usaha-usaha apa saja yang sudah saya lakukan untuk meraih mimpi tersebut, jawabannya masih nol besar.

Alih-alih menjadi penulis buku, blogger pun sudah bikin saya nyaman dan tidak lagi ngotot meraih mimpi yang semakin saya kejar terasa semakin menjauh. Toh, bagi saya blogger sama saja dengan penulis buku. Aktivitasnya sama-sama menulis, kan? Bedanya, penulis buku ya menulisnya di lembaran yang bakal dicetak sebagai buku sementara blogger menulisnya ya di blog.

Intinya saya cuma mau bilang kalau saya sudah merasa cukup tersanjung apabila tulisan-tulisan saya di blog ini menemui pembacanya, lebih-lebih bila ada yang berkenan meninggalkan jejak di kolom komentar. Lagipula, seperti halnya penulis yang mendapatkan royalti atas karyanya, blogger zaman sekarang juga sudah banyak kok yang mendapatkan penghasilan dari tulisan-tulisannya yang tertuang di blog. Bahkan blogger telah dilirik sebagai suatu profesi yang penghasilannya lumayan besar  lho, ada yang lebih besar penghasilannya dari gaji orang-orang yang bekerja di kantor malah. Nggak percaya? Tanya saja gih ke para blogger yang sudah sukses dan sejahterah dengan blognya.

Kalau saya mah, jangan ditanya. Sebagai IRT, saya juga tergiur dong dengan job blogger yang dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah. Hanya dengan ngeblog, transferan ke rekening saya lancar, siapa yang nggak kepincut? Namun kembali ke tujuan awal saya ngeblog memang bukan untuk mencari penghasilan. Kalau dapet tawaran kerjasama ya alhamdulillaah, kalau nggak juga no what-what. Toh, saya ngeblog karena menulis adalah hobi sekaligus passion saya. Saya suka menulis meski sampai saat ini masih tergolong penulis amatiran. But whatever. Lagipula saya menulis di blog bukan hanya sekadar menyalurkan hobi, bukan hanya untuk mengabadikan kenangan apalagi untuk mencari keuntungan dunia semata. Lebih dari itu, saya berharap tulisan-tulisan saya di Kamar Kenangan ini menjadi amal jariyah dengan  menebar manfaat bagi orang lain yang membacanya

Ngomong-ngomong, karena status saya sekarang adalah seorang IRT yang sepanjang hari dominan berkutat dengan urusan domestik rumah tangga, urus suami, urus anak dan segala tetek bengeknya sehingga saya juga butuh dong yang namanya me time biar tetap waras. Tidak melulu dipusingkan dengan urusan rumah tangga. Yup, IRT juga butuh refreshing. Nah, refreshing-nya saya mah nggak perlu keseringan jalan-jalan, me time dengan ngeblog saja bagi saya sudah lebih dari cukup.

Harus saya akui pula, ngeblog bisa jadi self healing paling ampuh lho bagi IRT yang memang rentan kena syndrome. Saya saja baru abis nikah tahun lalu langsung kena syndrome wedding blues, pasca melahirkan pun si baby blues seketika menyergap. Dukungan dari orang-orang terdekat memang sangat saya butuhkan kala itu, tapi karena saya tipe orang yang sulit mengungkapkan apa yang saya rasa lewat kata-kata, jadinya sama mereka saya kebanyakan diam dan lebih mencurahkan perasaan lewat menulis di blog. And it's work :)

Baca juga Ketika Mood Swing Melanda

Menjalin Ukhuwah Sesama Blogger

Last but not least, sejak menjadi blogger dan bergabung di berbagai macam komunitas blogger, termasuk komunitas Blogger Perempuan Network (BPN) saya jadi punya banyak kenalan, teman saudara dari berbagai penjuru Indonesia yang walau jauh di mata dekat di layar. Dan tentu beda rasanya berada dalam lingkaran komunitas yang se-hobi dan se-passion dengan yang tidak. Blogger mempertemukan saya dengan orang-orang yang punya hobi dan passion sama dengan saya dan itu bikin saya merasa nyaman.

Apalagi sebagai seorang new mom, saya butuh banyak ilmu, entah itu ilmu mengASIhi, menge-MPASI, menyapih, mengasuh dan segala yang berkaitan dengan parenting. Namun ilmu yang saya butuhkan bukan sebatas teori melainkan praktik. Bukankah guru terbaik adalah pengalaman?

Oh ya, menjalin ukhuwah dengan para blogger yang saya maksud di sini bukan hanya menyapa lewat sosmed atau kopi darat ya, mengunjungi blog alias blogwalking (jalan-jalan ke blog) mereka juga termasuk merekatkan ukhuwah, sekali pun belum pernah bersua wajah di dunia nyata. Dan saya rasakan benar manfaat blogwalking ini tidak hanya menumbuhkan rasa persaudaraan namun juga menebar banyak ilmu, termasuk ilmu parenting.

Jadi ternyata emak-emak atau para moms yang doyan ngeblog hobi berbagi pengalaman mereka lho, mulai dari masih mengandung, melahirkan, mengASIhi hingga mengasuh anak, pokoknya semua-muanya mereka tuangkan di blog dan menurut saya pengalaman yang mereka bagikan itu bermanfaat banget bagi para new mom seperti saya ini.

Nah, saya sangat setuju kalau ada yang mengatakan ngeblog merupakan salah satu cara IRT mengaktualisasikan diri. Yup, karena manfaat ngeblog bagi IRT itu banyak banget. Di postingan ini saya cuma sebutin tiga. Mungkin moms punya tambahan alasan lain. Share di kolom komentar, yuk:)





  • Share:

You Might Also Like

4 comments

  1. bgmn ya supaya bisa menulis jg..?

    ReplyDelete
  2. Hmm... Suka sama kata-kata ini bu "Saya ngeblog karena menulis adalah hobi sekaligus passion saya" benar-benar menggambarkan diriku juga. Hihihihihi...
    Semangat ibu untuk mengurus semuanya, selalu semangat juga.. Tapi ada kalanya juga ibu kalau ada masalah untuk terbuka dengan orang sekitar, bukan melalui tulisan. Tulisan hanya lari ke mood menjadi kembali normal, tidak untuk mendapatkan solusi masalahnya.. Padahal saya masih kuliah, gak tau menahu tentang kehidupan pernikahan :'v

    ReplyDelete
  3. Setuju, Teh. D.waktu luangnya bisa tetep berbagi dan menginspirasi hal yang bermanfaat lewat tulisan. Beberapa memang aku perhatikan setelah jadi ibu rumah tangga atau menikah malah teman2 blog makin seru. Makin banyak bahasan yang baru yang datang dari hal-hal sehari-hari selamat jadi ibu rumah tangga :)

    Aku salut sama mereka yang tetap mau berbagi cerita lewat blog meskipun sudah jadi ibu rumah tanggal. Keren. Dan 3 alasannya ya, yang d.tuliskan dalam artikel ini :)

    ReplyDelete
  4. Selain dari itu, saya rasa menarik untuk semua orang bisa ngeblog. Apalagi jika blognya personal. Bisa liat cerita dari berbagai sudut pandang yang seru°

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa menginspirasi.