Hadapi saja:)

By Siska Dwyta - 18:55

01 November,

"Ni hape kok di pake sms gagal mulu sih" sahut saya sewot

Gimana gak sewot coba, berulang
kali saya kirim sms, selalu muncul tanda seru berwarna merah. Beberapa detik kemudian masuk laporan pesan anda tidak terkirim

Sekali... Dua kali.. Tiga kali... Kirim berkali-kali tetap saja gagal. Uhhft, saya mulai jengkel, untungnya gak pake acara banting hape bantal.

Biasanya sih kalau gejalanya seperti itu, pertanda pulsa saya nehi alias tidak bisa mengirim sms apalagi telpon. Tapi kan tadi pagi saya sudah daftar TM sms, ada balasanya pula dari 100, berarti saya bebas dong ber-sms ria sehari semalam terlebih pada sesama pengguna telkomsel (maaf, sengaja saya sebut merk). Saya yakin bonus sms saya masih banyak, sementara waktu belum menunjukkan lewat dari pukul 00.00, seharusnya gak ada masalah ketika saya hendak kirim sms.

"Apa hape saya yang bermasalah atau jaringannya yang terganggu?"

Saya mulai curiga, jangan-jangan pulsa saya ludes deluan, segera saya tekan *trippleeight#. Tuh kan gak nyambung, padahal jaringan yang terpampang di layar hape sebelah kanan atas full kok, chattingan bisa, masa' kirim sms gak bisa.

Okelah, untuk beberapa saat saya berkesimpulan jaringan di kos lagi error. Sekian menit kemudian saya cek bonus dan jawabannya Anda tidak mempunyai account gratis Buru-buru saya kembali cek pulsa.

Ternyata benar pulsa saya ludes. Whaaatt!!! Apa benar telkomsel membohongi saya, jika IA maka saya akan segera move on tidak pake koma dan titik, sudah terlanjur sakit hati ini. *sokdramatis

Dan tiba-tiba Alaamaaaaakkkkk dasar Cha blo`on. Coba lihat. Lihat gih. Perhatikan baik-baik capture di bawah ini!




Ya ampun, Cha loe kok blo'on banget sih. Seharian loe asyik bersmsan ria dan gak nyadar kalau bonus 60 menit loe hangus seketika, pulsa loe juga ikutan habis. Selamat yahh selamat, begitulah kalau udah daftar paket tapi tidak dibaca pesan dari 100 atau setidaknya ngecek bonusnya dulu kek. Ckckc.




Maaf yah telkomsel gara-gara saya yang blo'on, saya sampai su'udzon sama kamu. Padahal selama ini kan kamu udah baik banget sama saya. Yowes lah mulai dari dulu hingga esok-esok insya Allah saya akan tetap jadi pelanggan setiamu. Peace

Ok, curcol saya di atas sekedar intermezo saja. Inti catatan kali ini bukan tetang keblo`onan saya kok, tapi sedikit tentang hal yang berbau persyaratan wajib bagi mahasiswa S1 yang hendak meraih gelar sarjana. Yup, apalagi kalau bukan skripsi. Insya Allah dalam waktu dekat ini saya akan seminar draft skripsi pemirsa. Duuuhh gimana rasanya yah? Saya jadi deg-degan nih.

Sebenarnya target saya buat seminar draft skripsi udah dari bulan 9 namun karena satu dan lain hal terpaksa pending ke bulan 10. Nyatanya bulan 10 pun tak terealisasi. Dan sekarang sudah bulan 11 woyyy, sudah menginjak bulan ke-empat sejak SK dosen pembimbing (dosbing) saya keluar. Artinya udah sekitaran 3 bulanan lebih saya punya dosbing. Hah, payah bimbingan saya telat banget. Teman seangkatan di jurusan saya saja ada yang bimbingannya gak sampai sebulan. Lha saya?

Yup, untuk mencapai seminar draft dengan jangka waktu segitu saya merasa telat banget, padahal masalahnya bukan di dosbing, tidak seperti kebanyakan cerita-cerita mahasiswa semester tua di luaran sana yang sering berdalih ketelatan mereka seminar maupun ujian meja karena dosbing, dosbing, dan dosbing. Seolah semua kesalahan terletak di dosbing, anehnya saya gak merasakan hal yang sama. Malahan ketelatan seminar saya ini karena sayanya aja yang gak rajin perbaiki draft dan jarang hubungin dosbing saya pasca bimbingan pertama selain faktor luar lainnya.

Dan alhamdulillah hari ini, akhirnya saya sudah bisa mengurus SK seminar draft setelah melakukan bimbingan tiga kali sama kedua dosbing saya.

Jujur saja, mulai dari proses pemasukan judul ke sekertaris jurusan (sekjur) kemudian judul saya diterima lalu ditandatangani ketua jurusan (kejur), serta penentuan dosbing saya tidak merasakan kesulitan yang sempat terdengung riang di telinga saya dari suara-suara para senior. Katanya untuk masukkin judul itu ribet, bakal ditolak berkali-kali, apalagi kalau udah dapat dosbing lebih parah lagi, draft kita akan sering di pantul-pantul dan bla.. bla.. bla. Terlalu banyak opini turun temurun yang saya dengarkan, bukan saja dari senior, teman seangkatan saya pun ikut-ikutan berdesas-desus tentang kabar yang belum tentu fakta. Bahkan dari mereka banyak yang menelan mentah-mentah berita tersebut.

Saya heran. Ini bukan untuk pertama kalinya saya mendapatkan opini yang sedemikian hebohnya dibicarakan teman-teman saya, bahkan sejak saya duduk di bangku sekolah pun telinga saya sudah akrab dengan kabar-kabar yang tidak jelas dari mana datangnya. Waktu saya duduk di bangku SD saya sempat takut melanjutkan ke SMP karena yang saya dengar pelajaran SMP itu sulit banget, begitupun ketika mau melanjutkan ke SMA perasaan takut masih menyergapi saya dengan alasan yang sama. Buktinya sekarang saya sudah menjejaki bangku perkuliahan, apanya yang sulit?

Tanpa bermaksud bangga atau riya, entah ini keberuntungan ataukah waktu yang sedang berpihak pada saya. Di saat beberapa teman-teman saya pusing mikirin judul mereka yang sempat ditolak berkali-kali, tidak sampai semenit, saya malahan baru mau duduk di kursi saat ibu sekjur yang bertanggung jawab menerima judul skripsi mahasiswa di jurusan pend.Mat fak Tarbiya UINAM langsung menawarkan judul mana yang hendak saya pilih, sebab pertama kali saya masukkan judul di bulan juli itu ada tiga judul skripsi yang saya ajukan. Tanpa pikir panjang saya refleks menunjuk judul yang memang sudah saya prioritaskan dan seketika itu juga diterima sama Ibu sekjur 

Setelah judul saya diterima, selanjutnya proses pembuatan LB dan RM. Di saat teman saya ada yang LB dan RMnya sempat dipantul, saya malah cuma masukkan sekali dan langsung pula diparaf oleh ibu beliau kemudian ditandangani oleh pak kejur. LB dan RM ACC, selanjutnya saya buat draft sebagai persyaratan memperoleh Dosbing. Alhamdulillah, lagi-lagi ketika ibu sekjur hendak menentukan dosbing, beliau malah bertanya-nya sama saya.

"Ibu yang pilihkan atau nak sendiri yang pilih mau siapa dosen pembimbingnya?"

Gleg. Menurut saya ucapan bu sekjur saat itu adalah tawaran emas yang tidak boleh saya abaikan. Terang saja, ketika diberi pilihan dosbing saya pilihnya dosen yang memang dari jurusan saya. Pilihan saya pun jatuh pada pak ketjur sekaligus dosen statistika saya waktu semseter 5 sebagai dosbing I sedangkan dosbing II yang saya pilih adalah ibu dosen kalkulus lanjut saya di semester 3. Dan bersyukur banget kedua dosbing saya tersebut bukanlah sosok dosen yang killer dan sulit ditemui, bimbingan sama keduanya juga lancar-lancar aja tuh.

Okelah, untuk sementara ini boleh dibilang saya hanya sedikit beruntung dibandingkan teman-teman saya yang lain. Bahkan seminar draft yang saya anggap telat ini sudah termasuk cepat, karena di kelas saya MeVix sampai saat ini baru satu orang yang kelar seminar draftnya.

Namun keberuntungan saya ini tidak lantas membuat saya berbangga diri. Saya tahu perjalanan saya kedepan untuk mencapai toga masih panjang. Masih banyak kerikil-kerikil tajam di depan sana, dan namanya manusia kan tidak pernah tahu apa yang terkuak di balik tabir masa depan. Apakah saya masih meraih keberuntungan seperti keberuntungan saya di hari kemarin atau malah waktu tidak lagi berpihak kepada saya? Apakah perjalanan saya ke depan masih mulus atau malah sebaliknya? Yang jelas saya berharap Allah memberikan jalan yang terbaik pada saya. Aamiin

By the way, Sengaja saya ceritakan pengalaman saya ketika mulai berkenalan dengan yang namanya skripsi, lebih tepatnya sekedar sharing saja sih. Saya sendiri berpikiran bahwa terkadang kita kerapkali lebih dulu takut mengahadapi sesuatu yang belum kita hadapi. Terlalu banyak ion-ion negatif disebabkan kabar yang tak jelas kebenarannya itu mengitari pikiran kita hingga terkadang membuat diri menjadi ragu dan enggan melangkah. Kalau ketakutan itu yang kita yakini boleh jadi takut pun menjadi kerikil penghalang keberhasilan kita, sekalipun kita sudah memaksa melangkah.

Tidak mudah memang melangkah sampai sejauh ini, dari TK hingga menamatkan SMA. Sungguh tidak mudah, namun buktinya saya bisa menjalani 12 tahun saya di bangku sekolah, dan 3 tahun saya di masa perkuliahan. Tinggal setahun lagi, insya Allah saya optimis melangkah. Tidak peduli dengan kata mereka yang selalu mempercayai ini sulit itu sulit semua sulit. Lha bagaimana kita bisa tahu kesulitan itu kalau kita tidak menjalaninya.

Jalani saja dengan mengharap keridhoan-Nya. Mungkin itu kalimat yang tepat bagi saya ataupun kalian yang terlanjur diselimuti ketakutan, pikiran-pikiran irrasional dan negatif thinking.

Sekian catatan motivasi saya di awal November ini,
Mohon doanya yah kawan, semoga seminar draft saya lancar.


_with smile_

  • Share:

You Might Also Like

31 comments

  1. wah gue dikit lagi udah mau skripsi jadi agak parnoan juga sih. tapi tetep harus semangat ( '-')9

    ReplyDelete
  2. ini di edit lagi ya mbak..kemarin kayaaknya lebih pendek...ehehehehehehe

    pasti bisa mbak..biasa nulis kok.blogger pula..pasti bisa..bisa,,bisa,,,

    Hidupkan keyakinan..yeeeeee..lulus..lulus

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia nih di edit lagi,,, karena kemari postnya lewat hape trus entrinya terbatas jadi gak bisa kepanjangan,, yupp nsya Allah bisa

      Delete
    2. oh...bener aja..kemarin pendek..kok sekarang jadi panjang...ehehehehe

      di draft dulu nggak bisa y mbak kalau dari hp?

      Delete
  3. wah.. iya.. ternyata nggak cuman aku yg suka punya bayang-bayang semu *halah*

    ReplyDelete
    Replies
    1. bayang-bayang semu maksudnya apa yah? hehe

      Delete
    2. maksudnya takut nggak beralasan gitu kak.. kayak pas smp takut masuk sma, sma takut masuk kuliah.. gitu-gitu.. hehehe

      Delete
  4. semangat ya kak buat seminarnya ^^ Goodluck :)

    Btw, aku lagi buat kuis tebak-tebakkan loh, kalau berkenan ikut cek disini ya http://raniisaputra.blogspot.com/2013/10/kuis-tebak-berhadiah-pulsa.html, Makasih ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia Ranii... akan saya usahakan ikut. kalii aja menang yaa hehe^^

      Delete
  5. saran tulisan di blog nya diposting ini makin kebawah ngerasa tulisannya makin kecil..

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia udah di ubah kok ukuran fontnya.. kalau boleh saran juga komentnya sesuai dengan topik yah kan gak nyambung gitu saya ngepostnya ke kanan eh yang koment ngepostnya ke kiri^^

      Delete
  6. Widihhh semangat buat seminarnya kak :)

    ReplyDelete
  7. zhiiee...kenapa tulisannya jadi kecil banget gitu... -___-
    susah bacanya...
    sukses ya seminarnya..moga proses skripsi-sidang bisa lancar...semangattt...

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin:) makasih doanya kakak Miftah.. maklum kak kemarin postnya lewat hape doank jadi gak tau gimana tampilannya di notbuk,, sekarang udah di perbaiki kok:)

      Delete
    2. iya ya, dulu kesalahan kayak gitu sering kejadian gara2 kita lupa ngisi pulsa..
      terus skripsi nggak jalan juga kadang kita sering jadiin dosen sebagai kambing hitam, pdahal salahnya di mahasiswanya sendiri..
      hmm..mahasiswa emang sering gitu ya... --"

      Delete
  8. kuliah itu keliatannya ribet banget yak :|
    iya nih.. tulisannya kecil banget -__-

    ReplyDelete
    Replies
    1. gak ribet. yang penting di jalani saja. sorry ,, udah saya perbaiki kok fontnya

      Delete
  9. waduh ribet banget ya skripsi itu aku bentar lagi mungkin juga akan skripsi tapi bayanganku masih kosong mau buat apa >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. tulisan saya di atas malah menyampaikan pesan tersirat bahwa mau skripsi atau apa kek gak sampai seribet apa yang kita pikirkan,, yang terpenting kita bisa jalani itu.. hayyoo kumpulkan konsep dari sekarang:)

      Delete
  10. jadi sekarang udah semester 7 ya zi? selamat menempuh perjuangan skripsi yang amazing. hahaha

    btw ku juga sering ngalamin kayak gitu. ga nyadar bonus nya udah hangus -____-

    ReplyDelete
  11. asyikkk skripsi depan mata nih.....
    wah bakalan seru-seruan menggempur tatanan kertas-kertas yang sudah menunggu rapi... hehe

    ReplyDelete
  12. wah semoga segera lulus.
    sekalian berkaca pada diri sendiri :D

    ReplyDelete
  13. ga jauh beda lah, dulu tiap mau kenaikan kelas pasti juga banyak yang ngomongin kalo naik ke kelas berikutnya itu bakalan dapet pelajaran yang sulit2. terus pilihannya gimana dong, masa mau tinggal kelas. ya mending hadapi saja. naik kelas, pelajarannya ga makin susah-susah amat ternyata...

    ReplyDelete
  14. Cie banget, sebentar lagi udah mau jadi sarjana.
    Semoga lulus ya, kakak! :D

    ReplyDelete
  15. Loh, komen ku yg kmaren kok ga ada Zhie? waduh maap maap!! Untung promo lagi,
    Udah mau skripsi ya, keren. semoga cepet lulus dan nikah!!
    Kadang emosi bikin lupa. Pulsa udah habis dipake malah nyalahin providernya. hhha... gapapa namanya pelajaran!

    ReplyDelete
  16. haha buat pengalaman gitu itu hihi
    waduh ciecie yang mau skripsi dan lulus , wuwuwuw
    tapi kalau gw masih lama lulusnya #jiaaahhh

    ReplyDelete
  17. Jalani saja.. benar.. jangan takut dahulu tapi jalani saja dulu..

    jadi sedikit tenang setelah membaca ini.. gag ada yang terlalu berat jika kita mau menjalaninya :D

    ReplyDelete
  18. Artikel yg bermanfaat :D. Hadapi saja jangan mundur.

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa menginspirasi.