Caca

By Siska Dwyta - 02:16

"Ca... Ca kamu dimana?" Terdengar suara memanggil-manggil namaku. Kedengarannya begitu panik. Aku sangat mengenali suara itu. Kulihat seorang gadis cantik sibuk mondar-mandir, bongkar sana-sini sambil meraba-raba. Apa daya, aku cuma geleng-geleng menyaksikan kepanikannya. Tentu saja gadis itu sedang mencariku. Ah... dia selalu begitu. Terlalu ceroboh. Sering meninggalkanku sesaat di sebarang tempat, setelahnya baru pusing tujuh keliling.

Dasar, gadis pelupa. Umurnya baru kepala dua, tapi pelupanya bukan main. Bukannya berusaha mengobati penyakit kronisnya itu dengan menyediakan tempat terbaik yang mudah diingat agar dia tak perlu lagi kerepotan mencariku, eh kian hari cerobohnya malah makin menjadi-jadi.

Sudah cukup lama aku hidup bersamanya dan kejadian serupa bukan terjadi baru sekali tapi berkali-kali. Kadang aku jengkel juga sih, kenapa dia seolah tidak peduli dan membiarkan dirinya bertindak ceroboh.

Jujur saja, aku memang bahagia bila gadis itu mencariku. Sebab, jika dia mencariku, aku merasa menjadi sesuatu yang paling berharga, aku merasa betapa pentingnya kehadiranku untuk gadis yang di matanya aku hidup dan bersinar. Namun, jika aku jengkel pun bukan tanpa alasan. Aku hanya khawatir, bagaimana bila suatu hari karena keseringan ceroboh, ditambah penyakit "lupa"nya yang tak kunjung sembuh, dia tak bisa menemukanku? Ohh... tidak. Semoga hal itu tidak akan  terjadi.

Aku sangat menyayangi gadis itu dan aku tahu gadis itu memiliki perasaan yang sama. Buktinya, kemanapun ia pergi, aku selalu dibawa serta. Ibarat tangan kanan, aku lebih dari itu sebab aku hidup di matanya dan menjadi belahan jiwanya.

Yah. Aku adalah kekasih dari gadis bernama Siska Dian Wahyunita yang terkenal dengan nama Siska Dwyta di blognya. Harus ku akui, aku memang bukan kekasih pertamanya, sebelum bertemu denganku di Kota Daeng, dia sudah tiga kali menjalin kasih dengan bingkai sejenisku. Sayangnya dari ketiga kekasihnya itu tidak ada yang sanggup bertahan lama, begitupun setelah setahun menjalin kasih denganku, entah kenapa matanya bertambah parah dan itu membuat kami harus pisah sementara.

Aku mengerti, dia tidak bisa menatap jelas indahnya dunia tanpa aku ataupun bingkai-bingkai lain, sehingga ketika datang si bingkai putih dan si bingkai hitam menawarkan kasih dengan pencahayaan yang lebih jernih dan tajam, aku terpaksa rela hati membiarkannya jadian dengan mereka. Saat itu aku yakin, dia yang tidak pernah membuangku dan menjagaku dengan sangat baik pasti akan kembali. PASTI.

Ternyata penantianku berbuah hasil, seperti ketiga nasib mantan kekasihnya di masa lampau... jalinan kasinlhnua dengan si bingkai putih dan si bingkai hitam tak jauh berbeda. Hubungan mereka pun tidak bertahan lama.

Kini, dia telah kembali. Duh, betapa bahagianya aku bisa bersatu lagi dengan kekasihku. Setidaknya sampai detik ini, setelah sembilan tahun dia bergantung padaku dan beberapa bingkai lain tuk menghiasi matanya... aku lah yang paling lama bertahan menjadi kekasihnya.

Tentang bagaimana perjalananku dengannya, mungkin terlihat mulus. Nyatanya tidak. Kami telah banyak melewati lika-liku bersama. Baiklah akan kuceritakan awal mula kami berjumpa. Hari itu adalah hari di bulan Juni di tahun 2010. Dia datang ke Optikal Inayah jln St Alauddin (rumahku sebelum bertemu dengannya) bersama gadis yang belakangan kutahu adalah kakaknya. Beberapa saat sempat kuperhatikan dia tampak bingung memilih antara aku dan teman-temanku yang berusaha menarik perhatiannya. Mendadak jantungku berdetak dan aku berdoa kencang sekali di tengah bingkai-bingkai yang heboh berteriak minta di pilih .

Alhamdulillah, Tuhan mendengar doaku. Setelah pilah sana-sini, dia akhirnya menjatuhkan pilihannya pada bingkai nan sederhana berwana coklat. Yup.. it's me. Well, aku percaya itu bukan sekedar kebetulan tapi Takdir.

Kala itu, dia masih seorang gadis remaja yang baru saja lulus SMA dan hendak melanjutkan study di perguruan tinggi negeri di Kota Daeng yang rupanya sangat jauh dari kampung kelahirannya. Dari perkenalan di perjumpaan pertama kami setelah membawaku pulang ke kosnya, dia bercerita bahwa dia berasal dari Pulau yang terletak paling ujung timur Indonesia. Papua. Serui tepatnya. Entahlah itu di bumi bagian mana, aku berharap suatu saat dia akan membawaku ke sana.

Gadis manis itu dengan semangat menggebu-gebu juga bercerita mengenai kronologis matanya yang sampai di vonis dokter harus berhubungan dengan 'sesuatu' yang sejenisku. Di keluarganya hanya dia yang memiliki mata setengah normal. Konon katanya, sejak kecil ia terkenal sebagai gadis si kutu buku yang tiap tidur ditemani dengan buku-buku. Masalanya,dia merasa tidak nyaman dan nikmat bila tidak membaca dalam keadaan baring. Selain hobi membaca, dia juga hobi nonton televisi dengan jarak yang mamanya andaikan ibarat mencium tivi. Dekat sekali. Kebiasaan buruknya sewaktu kecil itulah yang membuatnya harus bergantung pada bingkai kaca sepertiku. Kata dia, saat matanya masih normal, mamanya sudah seringkali mengingatkan agar baca jangan baring, nonton jangan terlalu dekat tapi dasar dianya yang gak mau dengar, jadi begitulah kejadiannya

Di kota Daeng, sibdia tinggal bersama saudaranya di sebuah kos kecil. Sejak saat itu, kata dia - kehidupannya berputar 180 derajat. Dia yang tak terbiasa hidup sendiri harus belajar mandiri, jauh dari orang tua membuatnya terlihat begitu tegar, padahal tidak. -aku tahu betapa rapuhnya dia.

Hari-hari selanjutnya aku semakin akrab dan setia menemaninya, mulai dari kesibukan mendaftar tes masuk kuliah kesana-kemari, ikut ujian SMPTN dan ujian-ujian masuk PTN lainnya hingga akhirnya diaedinyatakan lolos di salah satu perguruan tinggi Islam di Kota Daeng, dengan jurusan yang katanya agak mengecewakan. Aku hadir di sisinya saat itu, dan menyaksikan raut sedih terpancar dari wajah manisnya sebab ia tidak lulus di kampus dan jurusan yang sangat ia inginkan.

Seandainya saja dia mbisa mendengar suaraku, aku ingin sekali berteriak dan mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja_

Lihat, hampir empat tahun berlalu, kekecewaannya yang dulu telah hilang berganti kesyukuran. Yah, serupa pikiranku ketika itu semua memang berjalan-jalan baik-baik saja.

Kini, dia telah tiba di akhir semester. Tinggal menghitung bulan, Insya Allah tahun ini ia akan mengenakan toga dan meraih gelar S.Pd. (aku selalu mendoakan yang terbaik untuknya)

Beideiwei, penglihatannya yang buram menjadikan diriku sangat berarti di matanya. Meskipun demikian, aku tahu terkadang dia mengaku lelah bersamaku. Bukannya bosan, tapi dia ingin merasakan sedikit saja waktu di mana dia bisa terlihat normal di hadapan orang banyak. Diriku memang sangat menonjolkan kekurangan yang dia miliki. Entah, kehadiranku ini termasuk memberi kekuatan atau kelemahan. Mungkin karena itu beberapa kali dia sengaja melakukan tantangan yang bikin aku hampir mati tak berdaya. Bayangkan saja? Pernah dia melepaskan gengamanku dari telinganya kemudian melajukan motor. Sendiri. Dari kampus ke kos dengan perjalanan yang makan waktu setengah jam. You know, batepa beraninya dia melakukan itu tanpa aku. OMG.

Sumpeh. Gila. Aku gak ngerti apa yang terbesit di pikirannya kala melakukan hal konyol tersebut. Nekat sekali, padahal dia gak bisa lihat jarak jauh. Karena itu dia selalu butuh aku untuk matanya.

Syukurnya karena gadis yang kucintai itu selalu berhasil melewati tantangan "mengendarai motor tanpa aku" yang ia uji sendiri. Setelah itu dengan senyum sumringah ia berkata "Aku belum buta kan, mataku masih bisa melihat. See! aku mampu menempuh perjalanan dari kos ke kampus tanpamu Caca"

Rasanya sungguh bahagia, bisa bertahan sejauh ini untuk seorang yang cuek tapi begitu perhatian seperti dia, yang acuh tapi sebenarnya sangat penyayang, yang tampak masa' bodoh tapi begitu peduli. Sampai di sini, maaf, bila aku tak bisa menceritakan semua kenangan rasa bersamanya.

Terakhir, aku hanya ingin berterima kasih untuk segenap waktu yang dia lalui bersamaku. Dia mungkin tak bisa melihat jelas tanpaku... tapi aku jauh lebih tak berarti bila tak ada seorang sepertinya yang membutuhkanku, agar ia bisa menatap dunianya.


Salam dariku, 
Caca, si bingkai coklat berwajah manis




posted from Bloggeroid

  • Share:

You Might Also Like

12 comments

  1. Caca... bersama Zhie kamu tahu segalanyaa, termasuk kesehariannyaa..
    jaga dia baik-baik yaa..
    hihi

    ReplyDelete
  2. caca....jangan nakal ya jagain zhie jgn sampe dia lupa untuk makan :)

    ReplyDelete
  3. Caca yg nulis buat kamu?? huaaaaahh caca.. kerenn..
    tapi kalo kamu yg nuliss.. masi keren juga sih hehe

    haha lucu ngebayangin zee kecil suka nonton tivi jarak dekat..wkwkw

    eh kota daeng? sama dong....
    kuliah dimana UNM? atau??
    wah kaka senioll.. *holmat

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu tuh maksudnya si zie ini lagi ikutan giveway broh.. -__- bukan si caca bikin tulisan buat si zie.. duh keliatan banget nggak baca ampe tuntas

      Delete
  4. Hahaha
    Awalnya gue kira ini tentang kisah cinta 2 anak manusia. Setelah terus membaca, rupanya si "Caca" Mata, ih... kereeen...
    Aku suka, aku suka....

    ReplyDelete
  5. semoga hubungan kalian langgeng :')
    zhie jangan berpindah hati lagi ya, gue yakin si "Caca" adalah yang terbaik buat Zhie, ingat jangan tinggalin dia lagi apa lagi selingkuh, mungkin dia bisa mematahkan dirinya sendiri :')

    ReplyDelete
  6. kamu emang jago bikin tulisan panjang2 tapi tetep enak. gue mah kaga bisa.

    btw, kamu suka nonton tipi deket2 yah, kenapa nggak sekalian ajah kaca matanya di kasih tipi. jadi tipinya di tempel di kaca mata. oke, itu terlalu extrim.. haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. IYa Zhie ini masternya nulis panjang hahahhahaa
      postingannya panjang2 wkwkwkkw

      eh ikutan GA ini ya Zhie? aku mau ikut tapi telat hehehe

      Btw kamu jangan ceroboh lagi, kasian kan si Ca, apalagi kalian hidup bersama sudah bertahun-tahun :)
      terus kamu jadi bingung sendiri kan, hhhoo
      iya bener tuh kata topik, mending kaca matanya ditempel di tv aja, laaaahhh

      kebiasaan buruk memang harus dihindari Zhie, itulah kenapa mata kamu jadi butuh Ca terus ... sukses ya

      Delete
  7. Caca ceyen ... !!! ^^/
    Tulisannya adem nih,walaupun panjang tapi gak bikin bosen,asyik bacanya .... :D

    ReplyDelete
  8. Cacaaa gimana kamu bisa masuk bisa masuk blog ny ak zhie ? haha

    Gila yaa sepasang kaca mata aja bisa nyimpen cerita yang begitu dalam *haseek semster ini mau wisuda ka ? Amiiiiin deeh.. hahai

    ReplyDelete
  9. Oh, ternyata. Aku kira 'kekasih' yg dimaksud tuh manusia, eh ternyata 'kacamata', huahaha XD

    Semoga Caca terus mewarnai harinya kak Zhie ya :3

    Tulisan kak Zhie ini emang enak dibaca, walaupun panjang tapi gak ngebosenin. Keren deh!

    Good luck ya buat GA-nya :D

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa menginspirasi.