Kamu, Waktu dan Kenangan

By Siska Dwyta - 03:56

Hai, kamu. Iya, kamu yang (katanya) sedang nungguin tulisan aku. I'm so sorry, kemarin-kemarin belum bisa nepatin janji, alasannya sok sibuk padahal gak sibuk-sibuk amat sih sebenarnya. Aku hanya (masih) kebingungan mencari kata awal yang tepat untuk mengawali tulisan yang kalau itu menyangkut kamu, pasti akan menyeretku ke masa lalu. Ke masa di mana namamu pernah tersemat di hati seorang gadis yang amat kukenali selama kurun waktu yang cukup lama.

Baiklah, karena kau yang memintaku menulis sebuah catatan (about you), maka ijinkan aku menumpahkan semampuku semua yang ingin aku tumpahkan. Kupinta kau juga mau menajamkan mata, tak perlu memasang telinga cukup cari tempat yang nyaman kemudian sila baca apa yang kugoreskan di sini.

***

Dulu, ada seorang gadis yang suka memperhatikanmu diam-diam dari balik pintu atau jendela sepanjang waktu istirahat. Seorang gadis yang ekor matanya setia mengikutimu setiap kali kau melintas di depan kelasnya. Gadis yang tidak pernah bosan membiarkan pandangannya terus ke arahmu. Entah, pesona apa yang kau tebarkan, meski kau tak lagi melihatnya, ia masih tetap melihatmu, bertahun-tahun.

Apa kau masih ingat?

Di suatu hari, di penghujung Januari, sembilan tahun silam, kau datang menawarkan sebuah hubungan yang entah apa namanya. Gadis itu tak paham betul, ia hanya tahu bahwa hatinya saat itu tengah dilanda perasaan bahagia tak terkira, membuncah, meluap-luap. Sepertinya baru kali itu dia merasakan sesuatu yang membuatnya sampai memohon agar Tuhan menghentikan waktu atau membiarkan jam berjalan lamat ketika kau berada tepat di hadapannya.

Setelah pertemuan itu (di samping gedung perpus, semoga kau tak lupa, tempat bersejarah kalian), kau seolah menjelma menjadi bayangan yang lekat menghantuinya sepanjang waktu. Sosokmu gentayangan di otak gadis yang masih terlalu dini mengenal rasa yang ia sendiri belum kenal apa namanya. Malamnya, ia merapal doa dalam-dalam agar fajar segera merekah, ia ingin segera ke sekolah dan bertemu denganmu. Sungguh, hatinya begitu bahagia.

Keesokkan paginya, ia pergi ke sekolah pagi-pagi buta, membawa senyum yang seolah enggan berhenti meronai wajahnya. Sayang, ia terlalu lugu. Seperti hari kemarin, kalian bertemu lagi. Janjian di perpustakaan, lalu melangkah pulang bersama. Berjalan bersisian dengan jarak yang menyisakan ruang kosong di tengah. Di dekatmu, degup jantung si gadis terus bergemuruh hebat  Hari itu, kau mengantarnya hanya sampai di perempatan jalan (tugu jam), lalu kalian berpisah, berjalan berlawanan arah. Si gadis pulang dengan harapan yang menjulang. Menanti hari esok yang mungkin akan lebih indah.

Hari ketiga. Kau kemana? Kenapa tak ada kabar? Membuat si gadis sepanjang hari tampak gelisah, tidak fokus menerima pelajaran. Pikirannya telah tersita oleh segala hal tentangmu. Lantas ketika bel pulang berbunyi, ia dengan sabar menunggumu lama di depan gerbang. Tapi kau tak kunjung datang. Malah temanmu yang kau suruh menemuinya, dan menyampaikan sebuah pesan yang seketika itu juga melemaskan seluruh persendiannya. Kakinya mendadak gemetar. Tubuhnya terguncang.

Detik itu, rasa-rasanya untuk berjalan pun ia tak sanggup. Untung, ada May, sahabat yang selalu membersamainya di sekolah. Di pegangnya erat tangan May sekedar menegarkan diri. Matanya sudah berkaca-kaca tidak lama kaca-kaca itu pecah, menjadi kristal-kristal air yang mengucur deras.

Gadis itu, untuk pertama kalinya ia menangis karena seorang cowok. Cowok yang dua hari lalu datang memberinya rasa bahagia namun dalam sekejap pula ia rengut kebahagiaan itu

Bagaimana perasaannya? Hancur. Semangatnya sirna. Harapannya musnah.

Apa kau pernah dengar, jika semangat dan harapan hidup seseorang tak ada lagi, maka ia juga sudah tak punya alasan untuk hidup?

Aku mengerti, jika gadis seusia ia berpikir sempit serupa itu. Dia belum mengenal dunianya, dia belum mengenal rasa yang sebenarnya. Dia belum dewasa memahami hakikat kebahagiaan itu. Dia hanya terjerumus pada rasa sesaat.

Aku pun tak habis pikir, apa yang ada dalam benakmu, ketika kau berani menyentuh perasaan seorang gadis? Lalu dengan mudah meninggalkannya. Membiarkan ia jatuh sakit dengan luka yang menganga. Tidak serupa tubuh yang sakit, mengobatinya cukup dengan suntikan atau obat. Tapi bila hati yang terluka, menyayat perih. Hanya waktu yang mampu menyembuhkannya.

Aku tahu, betapa rapuhnya gadis itu. Betapa ia terseok-seok, mencoba berdamai dengan perasaan agar lukanya segera disembuhkan waktu. Bodohnya, sakit yang kau beri ternyata tidak mempan membuatnya jera. Kau terlanjur memberi ia rasa, untuk pertama kalinya, rasa yang karenanya ia terus melihatmu. Diam-diam. Dalam sepi. Dalam sunyi. Hampir di sepanjang putih - abu-abu dongker.

Maaf, aku terpaksa mengungkit hal ini. Jika pembicaraanku tentang kamu menyangkut masa lalu, berarti aku juga akan berbicara tentang kenangan. Kenangan yang senantiasa hidup dalam jiwa seseorang meski waktu telah meluruhkan segalanya. Termasuk, meluruhkan rasa yang pernah bersemi indah di hati gadis itu, untukmu.

***

Kini jika kau bertanya pada si gadis yang pernah kau tinggalkan itu

"Masihkah ada padamu sedikit cinta
untukku? Akankah suatu saat kau kembali padaku?"

Gadis itu mungkin hanya akan tersenyum. Aku tahu, lukanya telah lama sembuh bahkan tak menyisakan sedikit bekas tentang rasa, kecuali kenangan. Ia masih saja suka mengoleksi kenangan. Membiarkan kenangan itu tetap hidup dan terlelap dalam jiwanya. Sesekali dia akan membangunkan kenangan itu (mengenang) bila ingin. Sebatas itu :)


NB : Terima kasih sudah mampir ke mari, aku senang sekali ketika beberapa waktu lalu kau mengirim pesan via medsos dan mengaku sebagai salah satu pembaca blogku.

Selanjutnya, kau tak perlu lagi menunggu. Bukannya tak suka, hanya merasa tak enak membiarkan kau menunggu tulisan-tulisanku yang deadlinenya tak jelas ini, hehehe.





posted from Bloggeroid

  • Share:

You Might Also Like

15 comments

  1. duh ka zhie nih mulai kembali dengan cerita2 kenagan nya.. ayo ka zhie lanjutinn!

    ReplyDelete
  2. Tentang seseorang, puitis. :) Bagaimana bisa kala masih belia seorang gadis memandang duinia penuh harapan lalu apa yang dibangunnya seketika porak-poranda.
    Dan pada akhirnya gadis itu telah bangkit, kembali menata hidup dan sekadar mengingat masa lalu sebagai sesuatu yang layak disimpan dan sesekali dikenang. Tak lebih. :)
    Kita kadang bodoh menilai sesuatu. Namun kebodohan itu mengantarkan kita ke arah lebih mawas dan sadar.

    ReplyDelete
  3. Diksinya bagus. Gak berat, tp tetep enak di baca. Kalau gue sih pling lemah kalau udah berhadapan sama diksi hha

    ReplyDelete
  4. Siapa yaaaa si dia yg senantiasa menunggu tulisan Zhie? hayooooo cerita lbh detail dong Zhie, kalau gitu kan masih mengambang hahahaa
    so sweet yaa masa lalu penuh kenangan, di dekat perpus dan berjumpa tak mau waktu berjalan cepat, lebay sih tapi kalo lg jatuh cinta emang begitu hehe
    oyaaa makin ke sini tulisanmu makin bagus Zhie, banyak diksi baru :) good job

    ReplyDelete
  5. menata rapi sebuah kenangan yang telah berlalu..

    dikatan, atau tak dikatakan itu tetap rasa lho..

    ReplyDelete
  6. masa lalu penuh kenangan...
    bikin penasaran nih..

    ReplyDelete
  7. Kenangan emang layak dikoleksi buat jadi pelajaran bakalan entar, apalagi kenagan yang sweet, asik kalo diingat-ingat..

    semoga aja dengan adanya orang yang selalu nunggu tulisan kamu bisa semangat lagi nulisnya dna menanggalkan kelihaian kamu yang sering menumpuk-numpuk hutang tulisna itu, zhie :)

    ReplyDelete
  8. cie dia yang hilang kini kembali pulang ya mbak
    semoga tidak meninggalkan luka seperti yang terdahulu.

    asik nih ada semacam penyemangat nulis.
    emang rasanya tulisan blog ditunggu orang tuh swet banget.
    \apalagi yang menunggu semacam orang spesial

    ReplyDelete
  9. cie,,,
    ada seseorang disana yang selalu menunggu tulisannya kak zhie..

    BW kali ini bener - bener pada sweet banget... aaahh, BE ...

    ReplyDelete
  10. halo :')

    ini blogpostnya serius ya ckckck
    "Aku pun tak habis pikir, apa yang ada dalam benakmu, ketika kau berani menyentuh perasaan (hidup) seorang gadis? Lalu dengan mudah meninggalkannya" ini loh
    hehehehe

    keep writing kak. izin follow <3

    ReplyDelete
  11. wadohhh...masa lalu lagi yah? tari tadi gue mampir mampir di blog temen isinya masa lalu semua, gue jadi ingat juga masa-masa dulu nih, ah ingin rasanya menuliskan cerita masa lalu seperti ini, tapi aku tak kuasa mengingatnya, aku takut itu akan meyakiti masa sekarang :|

    ReplyDelete
  12. Huhu galau banget. Emang sih ya, kalau udah disakitin tuh (plus dikecewain) udah deh. Ogah lagi mau ngulangin. Hihi. :)

    ReplyDelete
  13. Aih Kak Zhieee.... aku sebagai pembaca ikut terseok-seok bacanya. Nggak tau kenapa jadi ikutan teriris jg hati aku, padahal aku nggak mengalami. Tapi ya gitu sih, kisah anak SMA kalo dikenang lagi antara pengin senyum manis atau menguak kembali luka yang--bisa aja--belum sembuh.

    ReplyDelete
  14. tokoh: Gadis itu tuh mba yah ??

    iya bener, BW hari ini ceritanya meye-meye abis semua. Jadi galau ah :(

    ReplyDelete
  15. Iya. itu menyayat banget.
    udah di kasi kebahagiaan meskipun hanya dua hari.
    tapi buat gadis yang baru bermain hati itu indah banget.
    dan mungkin juga nggak tahu gimana cara mengungkapkannya.
    ketika ditinggal gitu aja, bukan secara langsung tapi diwakilkan pula.
    betapa bodohnya cowo ituhh :| hmmmh nggak cowo banget -_-

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa menginspirasi.