Selamat Datang Bulan Perpisahan :')

By Siska Dwyta - 03:06

Jika ada satu kata yang paling tidak aku sukai di dunia ini maka satu kata itu adalah perpisahan. Aku tidak pernah suka berada dalam keadaan dimana ada yang meninggalkan dan ada yang harus ditinggalkan. Aku benci melihat raut kesedihan, air mata yang jatuh, pelukan yang erat atau lambaian tangan yang selalu menghiasi detik-detik kepergian seseorang. Terlebih, karena aku tidak pernah benar-benar siap menghadapi perpisahan. Tidak, sampai detik ini.

Aku tidak siap bila harus melepaskan sesuatu yang telah kugenggam selama ini. Walau aku sadari yang kugenggam itu tak pernah kumiliki. Tetap saja bagiku perpisahan adalah keadaan paling kejam. Keadaan dimana aku dipaksa melepaskan apa yang tak ingin kulepaskan dan membuatku harus merasakan sakit karena itu artinya aku akan kehilangan sesuatu yang kuanggap berarti.

Tapi, inilah hidup. Yang datang kan pergi dan yang pergi (mungkin) tak kan kembali. Ketika ada seseorang yang datang, maka orang itu pun pasti akan pergi (lagi). Tidak ada yang akan tinggal selamanya, sebab beginilah hidup di dunia, dipenuhi dengan kefanaan dan sesuatu yang fana sudah jelas tidak abadi. Konsep sederhananya seperti itu bukan? Semua orang tahu bahwa mereka hidup dan akan mati di kemudian hari. Ah, benar, aku ingat dan sudah berulang-ulang memikirkan ini; Tuhan telah menciptakan segalanya berpasang-pasangan. Datang dan pergi, hidup dan mati, langit dan bumi, siang dan malam, pun dengan perpisahan memiliki pasangannya sendiri.

Yah, perpisahan adalah konsekuensi dari adanya pertemuan. Pertemuan dan perpisahan adalah dua hal yang menyatu sebagai pasangan dan akan setia berdampingan. Jika ada pertemuan maka pasti akan ada perpisahan. Aku tahu itu, tapi aku tak paham. Seharusnya aku sadar sejak awal, bila aku sudah merasakan manisnya pertemuan maka aku harus siap merasakan pahitnya perpisahan.

Aku selalu menyukai pertemuan-pertemuan yang mengenalkanku pada orang-orang baru, tempat-tempat baru dan hal-hal yang baru. Aku mencintai keadaan dimana aku berjumpa dengan mereka; orang-orang yang setetes pun tak ada ikatan darah denganku tapi aku malah merasa punya ikatan yang serupa atau bahkan lebih kuat dari saudara seayah-seibu dengan mereka. Mereka adalah orang-orang yang telah mengenalkanku pada rasa hebat, merasakan tentang betapa indahnya jalinan ukhuwah itu.

Untuk setiap kisah yang tergores, untuk semua cerita yang terekam dan untuk setiap kenangan yang tercipta bersama mereka... semua itu yang pada akhirnya membuatku berat beranjak pergi. Sudah kubilang, perpisahan terlalu kejam. Ia akan membentangkan jarak sedemikikan rupa lalu membiarkan aku mati karena tak sanggup membunuh rindu.

Desember, bulan ini adalah tentang perpisahan. Sengaja aku menamainya bulan perpisahan, sengaja pula aku menyambutnya. Aku hanya ingin berusaha berdamai dengan sebuah perpisahan yang sudah berada di depan mata. Bila saatnya tiba, satu-satunya yang kupinta hanyalah penerimaan MAAF dari kalian semua yang pernah menghiasi hari-hariku, terutama selama kurang lebih empat tahun di Kota Daeng ini. Tentu saja, aku tidak akan pernah tenang jika pergi dengan meninggalkan luka. Jadi, siapapun yang pernah tersakiti karena ucapan maupun sikapku yang salah baik itu sengaja tak sengaja, lisan maupun tulisan. Mohon Maafkan aku yah :').

Maaf dari kalian sangat berharga. Terima Kasih.

Salam Sayang,

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa menginspirasi.