#AksiFlashBunda Menangani Luka Memar Anak di Rumah

By Siska Dwyta - Friday, January 25, 2019





بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Bagi orang tua baru seperti saya, mengikuti dan memperhatikan tumbuh kembang si kecil merupakan hal yang sangat menyenangkan. Apalagi setiap bulan pasti ada saja kejutan baru yang ditunjukkan Bunay dalam proses pertumbuhannya. Kejutan yang tidak akan terulang di masa-masa mendatang itu selalu mengundang takjub di mata saya. Betapa tidak?

Rasanya baru kemarin Bunay lahir dan cuma bisa berkomunikasi lewat tangisannya tapi sekarang dia sudah pandai menunjukkan berbagai macam ekspresi. Mulai dari tersenyum, tertawa terbahak-bahak hingga mengoceh sendiri.

Nah, menginjak usia lima bulannya ini kemampuan motorik Bunay terutama motorik kasar juga semakin bertambah. Tentu saya senang dong melihat si bayi mungil yang sebelumnya pasif kini mulai banyak gaya. Bahkan selalu ingin berdiri saat dipangku padahal duduk saja belum bisa.

Namun tak dimungkiri keaktifan si kecil dalam bergerak juga menimbulkan was-was. Pasalnya bukan baru sekali sih saya mendengar cerita dan membaca pengalaman bunda-bunda yang bayinya terjatuh dari tempat tidur saat seusia Bunay. Al, keponakanku yang waktu itu masih umur 6 bulan juga pernah terjatuh dari tempat tidur. Syukurnya, kondisi si Al pasca jatuh tidak mengalami cidera berat, cuma dahinya saja yang agak memar akibat benturan.

Jelas saya tidak ingin kejadian yang sepupunya alami terulang pada Bunay. Lagipula mana ada sih orang tua yang ingin bayinya terjatuh. Well, biasanya penyebab insiden bayi terjatuh karena ditinggal sendiri saat tidur. Waktu tidur bayi memang sering dimanfaatkan para bunda untuk melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya. Saat bayi masih usia 1-3 bulan ditinggal sendiri di tempat tidur masih aman karena dalam rentang usia itu bayi belum banyak bergerak. Akan tetapi memasuki usia 4 bulan ke atas apalagi ketika bayi sudah mampu menggulingkan-gulingkan badan di tempat tidur risiko untuk terjatuh itu sangat besar. Jadi jangan coba-coba tinggalkan bayi sendiri di tempat tidur tanpa pengawasan.

Nah, si Bunay pun sebenarnya sudah beberapa kali mengalami insiden nyaris jatuh dari tempat tidurnya saat ditinggal sebentar. Untung sampai saat ini belum pernah kejadian dan semoga tidak pernah deh. Namun bukan berarti karena Bunay belum pernah mengalami insiden yang biasa dialami oleh bayi seusianya (terjatuh dari tempat tidur) sehingga saya cuek dengan masalah ini. Justru sebagai orang tua, saya merasa wajib membekali diri dengan ilmu menangani anak ketika terjatuh, apalagi yang usianya masih masuk fase bayi.

Kenapa?

Karena jatuh sebenarnya merupakan bagian dari proses tumbuh kembang bayi. Semakin bertambah usia bayi, risiko peluang terjatuhnya juga semakin besar. Yup! Setiap bayi pasti pernah terjatuh. Kalau bukan terjatuh di tempat tidur ya pasti jatuhnya saat mulai belajar berdiri atau berjalan. Apalagi jika si kecil sudah lancar berjalan, loncat-loncat, naik-turun tangga dan lari ke sana ke mari, jatuh bisa jadi langganan lho. Makanya selain mengawasi, orang tua tetap perlu tahu cara yang tepat menangani anak saat terjatuh.

Cara Tepat Menangani Anak Saat Terjatuh

Seiring bertambah usia, anak akan mulai aktif bereksplorasi dengan setiap kemampuan barunya. Ketika sudah bisa tengkurap, dia akan senang mengguling-gulingkan badan, ketika sudah bisa berjalan dia akan suka bolak-balik, bahkan ketika sudah lincah bergerak, dia akan hobi lari-lari, loncat-loncat hingga naik-turun tangga. 

Sikap kita sebagai orang tua seharusnya mendukung anak bereksplorasi dengan kemampuan barunya itu, karena begitulah cara anak belajar dan mengenali lingkungannya. Namun tak jarang orang tua yang justru menghambat perkembangan si kecil karena terlalu khawatir, takut lebam, sehingga acapkali kalimat-kalimat larangan seperti ini yang sering terlontar dari mulut kita.

"Nak, jangan lari nanti jatuh" 

"Awas, gak boleh naik turun-tangga, Nak,  nanti jatuh lho"

Yap! Kita terlalu khawatir jika anak terjatuh, padahal jatuh itu sudah biasa bagi anak-anak. Lagipula anak-anak baru bisa berjalan setelah mengalami jatuh berkali-kali, kan? Jadi Bunda tidak perlu khawatir berlebihan, biarkan anak bereksplorasi dengan lingkungannya. Tugas kita cukup mengawasi mereka untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Namun tak dimungkiri, sekalipun sudah ekstra mengawasi kadang-kadang kita juga masih sering lengah. Nah, inilah pentingnya mengantisipasi jatuhnya anak dengan membekali diri dengan ilmu. Minimal kita tahu cara tepat menangani anak yang terjatuh.

Berikut tiga cara tepat yang bisa Bunda lakukan ketika mendapati anak terjatuh;

Bunda Jangan Panik

Hal pertama yang harus Bunda lakukan adalah jangan panik. Karena jika panik biasanya bunda tanpa pikir panjang langsung mengambil tindakan membawa bayi ke rumah sakit. Padahal tidak selalu cidera yang dialami bayi saat terjatuh membutuhkan penanganan dokter. Cara yang benar yang semestinya Bunda lakukan sesegera mungkin adalah menenangkan diri terlebih dahulu. Jangan panik! Sikap panik hanya akan memperkeruh suasana. Biarkan kondisi Bunda tenang, baru kemudian observasi kondisi si kecil setelah terjatuh.

Lakukan Observasi

Umumnya anak yang jatuh hanya mengalami cidera ringan atau luka memar. Nah, karena efek panik banyak orang tua lantas terburu-buru membawa bayi yang baru saja jatuh ke dokter. Padahal kondisi si kecil sebenarnya masih bisa ditangani di rumah.

Jadi penting bagi Bunda untuk mengetahui kapan anak membutuhkan penanganan dokter. Oleh sebab itu observasi sangat penting untuk tindak lanjut penanganan. Paling tidak lakukan observasi selama 12-24 jam sebelum Bunda mengambil tindakan untuk membawa anak ke rumah sakit ataukah cukup dengan menanganinya di rumah saja.

Kenali Tanda Darurat Saat Anak Terjatuh

Tentunya dalam melakukan observasi bunda harus mengenali tanda-tanda darurat yang membutuhkan penanganan dokter.

Berikut tanda-tanda darurat yang perlu bunda waspadai saat melakukan observasi;

  • Bayi kehilangan kesadaran atau matanya tampak berputar-putar
  • Setelah jatuh, bayi muntah lebih dari tiga kali.
  • Bayi tampak limbung atau kehilangan keseimbangan.
  • Bayi menangis berkepanjangan (lebih dari satu jam tanpa henti).
  • Sebelah pupil mata bayi tampak membesar.
  • Bayi tampak tidak responsif atau menjadi lemah tidak sewajarnya.
  • Bayi tidak sadarkan diri dan tidak bisa dibangunkan 
Bila si kecil mengalami salah satu dari tanda-tanda darurat di atas maka Bunda harus segera membawanya ke rumah sakit atau ke dokter anak untuk segera diperiksa. Namun bila setelah melakukan observasi selama 24 jam anak tidak menunjukkan tanda-tanda tersebut dan hanya mendapatkan cidera ringan berupa luka memar atau lebam maka bunda tidak perlu khawatir, apalagi sampai membawa si kecil ke rumah sakit. Cukup tangani memar atau lebam bayi dengan melakukan pengobatan di rumah.

#AksiFlashBunda Menangani Luka Memar Anak di Rumah

Memar atau lebam merupakan luka yang paling sering dialami anak-anak akibat benturan saat terjatuh. Benturan itulah yang menyebabkan pembuluh darah kecil (kapiler) pecah sehingga tampak perubahan warna pada kulit dan menimbulkan rasa nyeri.

Oh ya, sebelum melakukan pengobatan ada baiknya Bunda mengetahui tahapan perubahan warna luka memar.



Pada umumnya luka memar bisa hilang sendiri namun untuk memercepat proses penyembuhan luka memar pada anak bunda bisa melakukan teknik RICE dan menggunakan obat oles dalam bentuk salep atau gel yang mengandung heparin di rumah.



  • Rest (Istirahat), beri waktu anak untuk istirahat dari aktivitas apapun agar area yang memar itu bisa terlindungi. Apalagi jika memarnya besar maka Bunda perlu batasi aktivitas anak pada hari pertama agar luka memarnya tidak bertambah parah.
  • Ice (Kompres), begitu memar muncul bunda harus segera tempelkan kompres es atau air dingin untuk mencegah atau meminimalisir pembengkakan. Sensasi dingin dari kompres ini akan mengurangi bengkak dan sakit yang dirasakan anak. Lakukan kompres dingin selama 10-20 menit 3x sehari. Tunggu hingga pembengkakannya hilang, biasa memakan waktu 2-3 hari barulah kompreskan air hangat pada area luka memar anak. Untuk pengaplikasiannya, balut handuk di atas air yang dingin maupun hangat terlebih dahulu baru tempelkan ke kulit anak yang memar. Jadi Bunda harus ingat ya, jangan langsung tempelkan batu es atau air panas ke area luka memar.
  • Compression (Tekan), jangan lupa tekan atau bungkus kulit anak yang memar dengan perban elastis. Ini akan membantu mengurangi pembengkakan. Namun yang perlu Bunda perhatikan, jangan sampai membungkus area kulit anak yang memar terlalu kencang, karena ini bisa menyebabkan bengkak memar anak semakin parah.
  • Elevation (Angkat), terutama bila memar yang muncul pada kulit anak terdapat di area kaki atau tangan, Bunda harus tinggikan daerah yang terluka atau sakit itu pada bantal baik saat mengoleskan air dingin maupun saat si kecil sedang duduk atau berbaring untuk membantu meminimalisir pembengkakan.
  • Thromboflash untuk luka dalam/memar/lebam ini juga dapat Bunda applikasikan di area kulit anak yang terbentur selain menerapkan teknik RICE.

Yuk, Kenalan dengan Thromboflash - Sahabat Keluarga

Sebenarnya ada banyak jenis obat oles untuk luka memar atau lebam yang dijual di pasaran namun perlu Bunda ketahui, obat oles baik dalam bentuk salep atau gel yang dianjurkan adalah obat oles yang mengandung heparin sodium.

Heparin sodium ini diekstrak dari dua sumber protein hewani, yaitu;

  • Porcine (berasal dari mucosa babi)
  • Bovine (berasal dari mucosa sapi) 
Masalahnya, banyak jenis obat oles pereda memar yang dijual di pasaran belum bersertifikasi HALAL, sehingga kita (khususnya yang beragama Islam) perlu berhati-hati saat membeli obat tersebut. Apalagi jika komposisi obat oles tersebut hanya menyertakan kata HEPARIN tanpa menyertakan keterangan selanjutnya. Bila disertakan pun tidak semua orang tahu maksud dari istilah porcine maupun bovine. Intinya, obat oles yang belum tersertifikasi halal dan disetujui oleh MUI masih menimbulkan tanda tanya. Apakah jenis obat oles tersebut mengandung heparin yang berasal dari mucosa sapi atau justru berasal dari mucosa babi?

Jadi kalau sudah ada yang bersertifikasi HALAL dan disetujui MUI, kenapa harus membeli obat oles pereda memar yang belum pasti kehalalannya? Makanya, obat oles untuk luka memar atau lebam yang saya rekomendasikan ke Bunda adalah Thromboflash.

Trhomboflash

Thromboflash merupakan obat oles untuk luka memar atau lebam dalam bentuk gel yang mengandung Heparin Sodium 200 IU. Heparin ini bekerja dengan cara melarutkan gumpalan darah yang berada di bawah permukaan kulit akibat memar, membantu peradangan, serta melancarkan peredaran darah untuk mempercepat penyembuhan.

Bunda tidak perlu khawatir dengan heparin sodium yang terkandung dalam Thromboflash, karena obat pereda memar ini sudah bersertifikasi HALAL sehingga aman dan nyaman diapplikasikan pada kulit yang terluka memar/lebam. Jadi tidak diragukan lagi, kehadiran Trhomboflash benar-benar melindungi konsumen dengan komposisi bahan aktifnya yang sudah jelas HALAL.

Bagi saya pribadi, obat oles pereda memar seperti Thromboflash layak dijadikan sebagai sahabat keluarga, karena setiap anggota keluarga pasti sudah akrab dengan jenis luka ini. Bukan cuma anak -anak saja lho, orang dewasa pun kerap terjatuh atau terbentur dengan benda tumpul yang menyebabkan memar.

Saya jadi ingat, waktu hamil Bunay kemarin saya pun sempat terjatuh dari motor karena tidak melihat lubang yang tertutupi sisa genangan air hujan  di depan lorong jalan menuju ke rumah. Syukurnya, perut saya tidak terbentur kala itu, cuma bagian kaki dan tangan saja yang lecet dan memar. Lucunya, tidak lama setelah insiden tersebut, suami juga terjatuh dari motor di tempat yang sama persis. Luka memarnya malah lebih parah.

Sayangnya waktu itu kami belum kenal dengan Thromboflash, alhasil luka memarnya lama sembuh karena dibiarkan sembuh sendiri. Jadi penting sekali menyediakan Thromboflash di Rumah.


Yup, Trombaflash wajib ada di kotak P3K. Selain karena HALAL cara pakainya juga sangat praktis.

Cukup oles atau applikasikan pada luka memar atau lebam sampai sembuh. Bisa 2-3 kali oles dalam sehari atau sesuai kebutuhan


Tapi ingat ya Bunda, jangan sekali-kali applikasikan Thromboflash pada luka yang terbuka atau luka akibat sayatan terkena tusukan benda tajam seperti pisau, beling, dsb. Karena Thrombaflash hanya cocok untuk luka dalam/memar/lebam.

Harga Thromboflash juga masih terjangkau lho, hanya dengan mengeluarkan uang Rp 28.000 Bunda bisa bawa pulang  kemasan Thromboflash 10 gram, atau kalau ingin yang isinya lebih banyak malah lebih murah lagi, yakni Rp 40.000 untuk Tromboflash kemasan 20 gram, dimana tiap gel gramnya mengandung Heparin Sodium 200 IU.

Nah, dengan adanya #AksiFlashBunda bersama Thromboflash sebagai sahabat keluarga, Bunda gak perlu khawatir berlebihan saat anak terjatuh. Luka memar anak bisa segera ditangani di rumah dan sudah pasti Bunda gak takut lebam lagi karena Thromboflash selalu tersedia di kotak P3K.

Salam,



Referensi ;

Gambar diedit via canva
https://www.google.com/amp/s/m.kumparan.com/@kumparanmom/bayi-jatuh-dari-tempat-tidur-haruskah-dibawa-ke-dokter.amp?espv=1
https://www.alodokter.com/pengobatan-luka-memar-yang-bisa-dilakukan-di-rumah
https://hellosehat.com/hidup -sehat/tips-sehat/6-obat-memar-alami-paling-efektif/



  • Share:

You Might Also Like

24 comments

  1. Pernah, ponakan saya terjatuh dari tempat tidur yang cukup tinggi. Ya, untungnya cuma nangis dan memar biasa. Tapi misal anak jatuh dan kita nggak panik itu, kayak e kemungkinannya kecil mbak. Biasanya orang tua bakal heboh sendiri. Hehe.

    Alhamdulillah pernah pakai Thromboflash. Tapi baru tau kalau produk ini sudah bersertifikasi MUI.

    ReplyDelete
  2. Waktu anak sy usia 15 bulan sering jatuh dr kasur, akhirnya kasurnya dibongkar jadi g pake dipan. Tapi alhamdulillah memarnya ga parah

    ReplyDelete
  3. Bener banget mbak. Lebih baik mengawasi sambil sigap menangkap kalau-kalau anak mau jatuh, ketimbang melarang-larang #pendapatsotoy #mencobamengertiilmuparenting #walaubelumpunyanak #tapiseringngasuh

    ReplyDelete
  4. oalah ada macam-macam warna memar ya, tau saja warna merah dan ungu aja, wkwk. Masyaallah bermanfaat banget tulisannya mba. Sedia tromboflash ah di rumah supaya nanti kalo ada yang memar tingal pakein aja yes, hihi. Makasih sharingnya mba.

    ReplyDelete
  5. Terimakasih mbak, bisa buat referensi saya untuk mengetahui fase memar

    ReplyDelete
  6. wah, saya baru tahu kalau dari warna merah menunjukkan fase-fase tertentu. Saya juga baru tahu kalau ada obat khusus untuk memar. Kudet banget ya, saya...

    ReplyDelete
  7. Anak saya keduanya laki-laki, kalo luka memar pasti pernah terjadi

    Terimakasih banyak informasinya mbak, sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  8. Lengkap banget ini infonya, mb. Dulu pas anak anak masih kecil saya juga pake produk ini, mb. Keren infografisnya.

    ReplyDelete
  9. Saya pernah memar sampai keunguan gitu. Memang ternyata ada tahapannya. Produk sih saya tahunya trombopop, beda merk Kali, ya

    ReplyDelete
  10. Alhamdulillah dapet tambahan ilmu mengenai memar, akibat dan cara penanggulangannya. Nice share Mbak :)

    ReplyDelete
  11. Nambah ilmu, ini penting banget buat pertolongan dini anak-anaka. Kalau saya biasanya dikompres dengan air hangat, alhamdulilah memar hilang.

    ReplyDelete
  12. masa tumbuh kembang anak memang mengkhawatirkan, yang paling sering adalah ketakutan jika anak jatuh. Informasi mengenai lebam dan segala penanganannya sangat lengkap, mbak

    ReplyDelete
  13. anakku yang cowok
    kalo memar atau kena apa
    diem aja

    kalo yang cewek
    kejedot dikit
    hebohnya luar biasaaa
    hahahhaa

    tapi trombopop ini memang penting banget
    wajib selalu ada di rumah ya mb
    apalagi namanya anak-anak
    kalo gak memar keknya gak SAH :D

    ReplyDelete
  14. Mengurangi panik saat anak jatuh itu sulit buat saya. Tapi Alhamdulillah paniknya gak sampai bawa anak UGD.
    Anak saya yang bungsu usia 2 tahun sering jatuh. Akhirnya lama-lama saya gak panik, karena abis jatuh trus cengar-cengir aja bocahnya, hwkwkwkkk...
    Wah cocok infonya thromboflash, saya harus sedia di rumah nih. Makasih sharingnya mbak siska.

    ReplyDelete
  15. Pasca kecelakaan yang cukup membuat memar aku sulit hilang ini, malahngatau ada tromboflash ini bund. Wah terina kasih banyak info nya, ini gapapa kan dipakai untuk orang dewasa?

    ReplyDelete
  16. Informasinya sangat menarik, Mbak. tetangga saya ada yang menyepelekan masalah memar dan berakibat fatal.

    ReplyDelete
  17. bermanfaat sekali infonya mba, apalagi buat yang punya anak kecil yang lagi aktif-aktifnya. penting nih..

    ReplyDelete
  18. Penting nih mbak bahkan nggak cuma anak-anak, sayapun juga sering memar maklum lah ngurusin dapur sendiri tanpa asisten hehehe

    ReplyDelete
  19. Biasanya obat memar itu mehong banget, ini sangat terjangkau dan pastinya kita butuhkan sekali sebagai ibu apalagi yang anaknya cowok semua seperti saya...

    ReplyDelete
  20. setuju, lebih baik mengantisipasi anak-anak terjatuh dibanding melarang anak melakukan apa ingin mereka lakukan. orang tua dulu malah selalu bilang "begitu memang kalau anak laki-laki, selalu jatuh" :D

    ReplyDelete
  21. kalau anak terjatuh bundanya biasanya panik, nice share kak untuk tindakan pertama saat anak jatuh dan mengalami memar, untuk obat oles sendiri biasanya masih jarang orgtua yg menggunakanx saat anak mengalami memar, biasanya bundanya mengkompres bagian tubuh yg terkena memar, lalu dijappi dgn dibacakan shalawat.. hehe...

    ReplyDelete
  22. Info yang sangat menarik, terima kasih kak untuk berbagi. Sering mendapati ponakan yang jidatnya benjol akibat jatuh saat bermain.

    ReplyDelete
  23. Ghaza usia 3 bulan jatuh mi dari tempat tidur kodong 😅. Aktif sekalimi guling-guling di usia segitu, padahal saya sudah menumpuk bantal disekeliling tempat tidur. Syukurlah dia tidak kenapa-napa. Sekarang jauh lebih aktif lagi dan sering dapat luka lebam juga, tapi sejauh ini saya membiarkan saja lukanya sembuh dengan sendirinya.

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)