Perlukah Ibu Menyusui Minum Susu Menyusui

By Siska Dwyta - Jumat, Januari 11, 2019



بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Jawabannya tergantung suami😅 Yup, harga susu kan muahaaal bagi masyarakat golongan menengah ke bawah. Untuk sebungkus susu yang bisa dikonsumsi selama sepekan dengan catatan rutin diminum 2x sehari saja harganya mencapai 50k ke atas. Apalagi bila susu yang dikonsumsi sekelas *nm*m atau pr*n*g*n dengan harga sekitar 70-80k. Alamaaak.

Hitunglah, harga sebungkus susu untuk dikonsumsi selama sepekan adalah 75k, misal. Artinya, agar bisa dikonsumsi selama sebulan, harus beli 4 bungkus. Jadi tiap bulan harus sediakan budget 300k hanya untuk pembeli susu. Meski budgetnya cuma 300 doang (doangnya itu lho) tapi lumayanlah bisa dipake buat beli kebutuhan lainnya yang lebih penting dan mendesak daripada beli susu. Duh, please deh.

Baik ibu hamil maupun ibu menyusui tidak wajib kok minum susu. Bahkan bila kamu datang ke dokter dan menanyakan apakah boleh busui mengonsumsi susu, dokternya mungkin akan menjawab boleh atau bisa juga tidak, dan lebih menganjurkan busui penuhi nutrisi ASI-nya dengan makan makanan yang bergizi.

Jadi kalau suami nggak punya budget buat beliin kamu susu ya nggak apa-apa. Tidak masalah sama sekali. Justru yang masalah itu bila kamu nggak doyan minum susu tapi suami kamu rajin banget belikan kamu susu.

Nah, itulah yang tengah saya hadapi. Suami saya sepertinya sudah "kecanduan" susu, sehingga dia terobsesi sekali menularkan kecanduannya itu pada saya termasuk anggota keluarga yang lain. Saya pastikan si bunay juga selepas disapih bakal diwajibkan minum susu tiap hari deh sama ayahnya.

Alih-alih bersyukur, yang ada malah saya suka ngomel-ngomel setiap dibelikan susu. Gimana nggak ngomel coba. Sudah berulang kali saya bilang, nggak usah belikan susu, sayang, mending uangnya dipake beli kebutuhan lain aja atau kebutuhan si bunay, namun berulang kali pula doi nggak mau denger apa yang istrinya katakan. Alhasil, setiap dibeliin susu, saya ogah-ogahan minumannya. Itu pun kadang kalau nggak dipaksa atau dibikinkan, susunya bakal nganggur lama. Yang seharusnya bisa dihabiskan dalam waktu sepekan, 2-3 pekan baru habis, ckckck.

Ketika kamu nggak doyan sama sesuatu tapi kamu dipaksa harus doyan, itu gimana sih rasanya? Kamu juga pasti ilfeel kan bila dipaksa mulu. Tapi kalau untuk kebaikan, mau nggak mau, harus ya?

Iya, saya ngerti maksud suami baik. Dia pengen memberikan yang terbaik untuk saya dan bunay. Sampai-sampai dia rela tidak mengonsumsi minuman favoritnya itu asalkan asal saya dan bunay bisa minum susu.

Ibu menyusui memang membutuhkan asupan nutrisi yang banyak dan bisa dia dapatkan tambahan nutrisi dari mengonsumsi susu jenis lactamil. Yup, susu menyusui dikonsumsi hanya untuk membantu mencukupi kebutuhan nutrisi ibu menyusui. Namun jika kebutuhan nutrisi telah terpenuhi, maka saya rasa ibu menyusui tidak perlu minum susu menyusui.

Kalau menurut Ketua Umum Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI),  bunda Mita Sutanto via Nakita grid "faktanya hanya di negara-negara Asia khususnya Indonesia yang memperjualbelikan susu khusus untuk ibu menyususi. Bahkan produsen yang memproduksi susu ibu menyusui itu tidak menjual susu tersebut di negaranya.

Lanjut beliau lagi "menurut saya susu menyusui itu tidak perlu dan tidak harus diminum pada ibu yang sedang memberikan ASI. Kalau memang seslorang ibu ingin menambahkan produksi ASI nya, bisa dengan cara lebih sering menyusui bayi, sering-sering mengosongkan payudara, jadi biarkan bayi menyusu kapan pun ia mau"

Kalau pun ingin mendapatkan nutrisi-nutrisi yang terkandung dalam susu menyusui bisa dapatkan melalui makanan-makanan alami dan sehat. Jadi tidak perlu minum susu khusus untuk menyusui. Begitu menurut pendapat beliau.

Nyatanya, susu menyusui memang tidak berpengaruh dalam meningkatkan produksi ASI. Bila ibu menyusui ingin produksi ASInya lancar, maka ia harus sesering mungkin menyusui bayi dan menyusui dengan pelekatan yang benar. Kenapa? Karena produksi ASI sangat dipengaruhi dengan hormon yang namanya prolaktin. Cara kerja hormon ini adalah dipicu dengan hisapan bayi dang pengosongan payudara. Semakin sering bayi menyusui atau payudara dikosongkan semakin aktif pula prolaktin bekerja sehingga produksi ASI pun akan melimpah. Jadi tidak ada hubungannya dengan mengonsumsi susu ya.

Begitupun bila ingin ASI yang keluar deras. Ibu cukup bahagia saja. Karena kelancaran aliran asi sangat dipengaruhi oleh hormon oksitosin. Hormon ini hanya dapat bekerja bila ibu merasa relaks, tenang, bahagia, tidak stress, dsb. Nah, jika dengan minum susu bisa bikin kamu bahagia, itu bagus. Susu bisa jadi booster ASI-NYA kamu. Sebaliknya, jika kamu merasa menderita setiap kali minum susu karena eneg atau nggak doyan ya mending tidak usah dipaksakan. Yang ada efeknya malah bikin aliran ASImu terhambat lho. Kamu bisa mencukupi kebutuhan nutrisimu dengan makan-makanan yang bergizi.

Baca juga Ini Lho Lima Cara Sederhana yang Bikin ASI Busui Lancar, Suami Wajib Tahu

Intinya, mengonsumsi susu khusus ibu menyusui bukanlah suatu keharusan, karena yang terpenting adalah kebutuhan nutrisi ibu dan si kecil terpenuhi. Jadi kalau kamu doyan ngemil susu ya silakan tapi perhatikan reaksi si kecil setelah mengonsumsi susu hamil ya? Karena biasanya ada anak yang alergi terhadap susu yang dikonsumsi ibunya.  Kalau kondisi kamu kayak saya, nggak doyan minum susu tapi diharuskan sama si suami yaa setidaknya hargailah usaha dia. Sudah dibeliin, dibikinkan pula, kurang apalagi perhatian suami sama kamu? Ups.

Toh, apa salahnya minum susu bila itu bisa bikin suami bahagia. Bukankah selalu  ada pahala yang mengalir untuk seorang istri yang meneduhkan lagi pandai menyenangkan hati suaminya?

So, ayo rajin minum susu, moms. (*semangatin diri sendiri)😊

Salam,




  • Share:

You Might Also Like

7 komentar

  1. akuuu termasuk yg nggak minum susu saat menyusui hehehe tapi yg rempong selalu wanti2 sampe ngebeliin itu mertua, padahal aku alergi susu dan anak jg alergi susu.. jadi ujung2 nya dibeliin susu aku berikan ke orang lain..yg penting utk busui itu makan sehat dan banyak gizi serta unlimitied snacking, laper terus booo hehehe

    BalasHapus
  2. wkwkwkwk...
    KAlau saya tergantung kapasitas ASI ibunya :D
    Makanya suka aneh aja kalau ada yang bilang anak minum ASI itu lebih irit.
    Irit dari Hongkong?
    Sama aja deh wkwkwk
    Waktu anak pertama saya, minum sufor, sayanya jarang jajan karena emang gak merasa lapar sampai kayak sakaw gitu.

    Jadinya, duit lebih banyak digelontorkan buat beli sufor si bayi sulung

    Pas anak kedua, saya ngotot menyusui, banyak dramanya, dari yang ASI saya sedikit sampai anak nangis-nangis kelaparan.
    Jadinya bukan hanya susu menyusui yang saya konsumsi, bahkan vitamin pelancar ASI yang diresepkan dokter yang 1 kapsul 10ribu, sekali 3 kapsul seminggu udah berapa tuh, wakakaka

    Belum lagi semenjak menyusui saya jadi mudah lapar dan jadi rakus banget.
    Alhasil kalau dipikir2 sama aja antara nyusuin maupun sufor.

    Ya anggap aja rezeki anak, meski masuknya ke tubuh ibunya hahaha

    BalasHapus
  3. Waktu jadi busuisaya nggak.minum susu. Senangnya makan hahahaha. Tapi nggak.bisa makan sembarangan takut debaynya sakit.

    BalasHapus
  4. Saya nggak minum susu hamil dan menyusui. Sebelum hamil juga jarang-jarang banget, paling minum susu Be** B****. Gimana mau minum susu, cium aroma ASI saya sendiri saja saya mual. Saya bisa minum susu kalo suhunya dingin banget terus saya nggak napas. hahaha

    BalasHapus
  5. Kalo saya minum susu khusus ibu menyusui untuk mencukupi asupan gizi aja. Karena saya kan makannya gak melulu yang bergizi, jadi biar gizinya bisa seimbang ya saya tambahin dengan susu khusus ibi menyusui biar bayiku dapat ASi yang berkualitas juga.

    BalasHapus
  6. Saya sih memang penggemar susu. Gk hamil aja minum, apa lagi hamil, haha..

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa menginspirasi.