Bingung Memulai Bisnis Darimana? Gabung di Ralali Saja

By Siska Dwyta - Tuesday, February 12, 2019


Setelah menikah, saya memutuskan resign dari pekerjaan sebagai guru dan memilih menjadi ibu rumah tangga. Aktivitas sebagai ibu rumah tangga ini sudah saya lakoni sejak pertengahan tahun 2017 lalu. Selama itu, saya tidak berniat sama sekali mencari pekerjaan sesuai basic pendidikan, karena memang impian saya setelah menyabet gelar sarjana adalah bekerja di rumah.

Bersyukur, lelaki yang menggenapi separuh dien saya bukan tipe suami yang menuntut istrinya harus ikut bekerja demi menambah pendapatan keluarga kecil kami. Dia justru lebih ridho bila istrinya ini bekerja di rumah (full time mom), ketimbang di luar rumah (working mom). Meski banyak juga sih yang menyayangkan keputusan saya ini.

Sekolah tinggi-tinggi kok malah kerja di rumah?

Ngapain sarjana kalau ujung-ujungnya cuma mau jadi IRT?


Percuma punya ijazah sarjana tapi nggak dipake?

Kalimat-kalimat senada seperti itu yang sering saya terima. Menusuk memang, tapi saya tidak peduli mereka mau bilang apa, yang penting saya enjoy. Toh, ini pilihan hidup saya, saya yang menjalani, orang tua no comment, suami pun ridho trus kenapa orang lain yang sewot yah.

Tak dimungkiri, pekerjaan sebagai ibu rumah tangga masih dipandang sebelah mata oleh sebagian besar orang. Mungkin karena mereka belum tahu, seorang ibu yang bekerja di rumah pun mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah. Bahkan penghasilan yang IRT dapatkan bisa lebih besar dari gaji seorang PNS, lebih-lebih guru honorer.

Tahu nggak berapa gaji seorang guru honorer? Saya nggak tahu ya kalau sekarang, tapi dua tahun lalu saat  masih honor, gaji yang saya terima jauh di bawah upah minimum seorang buruh pabrik. Bahkan saya pernah baca berita ada guru honor yang tidak digaji sama sekali atau jika digaji pun nominalnya tidak seberapa.

Bayangkan! Seorang buruh lulusan SMA saja bisa mendapat gaji di atas sejuta, sedangkan guru honorer?  Boro-boro sejuta, setengah juta pun kadang tak sampai. Lalu apa artinya gelar sarjana jika penghasilan yang didapatkan masih di bawah penghasilan buruh lulusan SMA?

Saya menyinggung hal tersebut bukan bermaksud membanding-bandingkan, tapi merasa miris saja ketika orang-orang masih menganggap remeh pekerjaan IRT. Sama halnya ketika pekerjaan sebagai guru honorer dianggap lebih bergengsi dari seorang buruh pabrik padahal kalau bicara penghasilan, gaji si buruh lebih banyak.

Begitupula ketika guru honorer disandingkan dengan ibu rumah tangga. Orang-orang tetap memandang remeh aktivitas ibu yang bekerja di rumah ketimbang ibu guru yang masih honorer sekalipun si ibu rumah tangga itu telah mengenyam pendidikan hingga pascasarjana, hanya karena dianggap mereka tidak memiliki penghasilan. Padahal seperti yang sudah saya singgung di atas, full time mom juga bisa mendapatkan penghasilan yang bahkan jauh lebih besar dari working mom. Nah, mungkin kamu penasaran bagaimana caranya ibu rumah tangga bisa dapat penghasilan lebih besar dari seorang ibu pekerja? Caranya gampang saja, jadilah mompreneur.


Resolusi Bisnis 2019 : Be a Mompreneur

Menjadi mom sekaligus enterpeneur, why not? Tahun ini saya memang sudah berencana untuk menjadi seorang ibu rumah tangga yang memiliki bisnis. Tentu saja, rencana tersebut saya awali dengan membuat resolusi yang saya sebut sebagai resolusi bisnis 2019. Yup! Resolusi bisnis saya di tahun 2019 ini adalah ingin menjadi seorang mompreneur, selain menjadi momblogger.

credit

Mompreneur adalah istilah dalam bahasa inggris yang disematkan pada perempuan yang memiliki peran sebagai ibu dan istri sekaligus berperperan juga sebagai pengusaha. Mungkin kamu sudah sering mendapati ibu rumah tangga yang sehari-hari aktivitasnya bukan sekadar mengurus suami dan anak-anak melainkan juga sibuk berbisnis. Hal tersebut tampak jelas  dari postingan-postingan mereka di media sosial.

Ya, belakangan ini dunia bisnis semakin marak digeluti oleh para ibu rumah tangga. Bahkan wanita karir pun banyak yang banting stir dengan memilih resign dari tempat kerjanya dan memutuskan menjadi mompreneur. Namun alasan saya memilih resign dari sekolah tempat saya mengajar dua tahun lalu bukan karena itu ya. Apalagi karena masalah gaji yang saya terima sebagai guru honorer.

Alasan saya resign kala itu murni karena keinginan saya setelah menikah ingin menjadi istri dan ibu yang fokus mengurus suami dan anak-anak dengan baik. Kalaupun sekarang saya tertarik ingin menjadikan mompreneur sebagai pekerjaan sampingan itu juga bukan tanpa alasan.

Hanya karena saya memutuskan menjadi ibu rumah tangga bukan berarti saya tidak ingin mandiri atau memiliki penghasilan sendiri. Mama saya pun berpesan demikian “jadi perempuan itu harus mandiri, sekalipun sudah menikah tetap harus bisa cari uang sendiri. Jangan selalu bergantung sama suami karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan”

Namun mencari uang tidak melulu harus jadi wanita karir atau bekerja di kantor, kan? seorang ibu rumah tangga juga tetap bisa mencari uang kok. Makanya saya tertarik terjun ke dunia entrepreneur. Setidaknya profesi ini bisa saya jalankan di rumah sehingga saya bisa tetap membersamai suami dan anak-anak.


Bingung Memulai Bisnis Dari mana? Gabung di Ralali Saja


Canva

Bagi ibu rumah tangga yang baru rencana membuka usaha di rumah seperti saya, ditambah lagi belum punya pengalaman sama sekali pasti bingung ya mau memulai bisnis darimana. Awalnya saya pun begitu. Bahkan sudah dari tahun pertama pernikahan suami menawarkan istrinya ini untuk membuka usaha di rumah, tapi gara-gara bingung mau memulai dari mana dan tidak tahu langkah apa yang harus saya lakukan pertama sehingga tawaran tersebut saya tolak mentah-mentah.

Mungkin banyak ibu-ibu yang juga punya pengalaman seperti saya, niat dan kemauan untuk berbisnis sudah ada tapi karena bingung jadi urung. Padahal alasan tersebut tidak seharusnya menjadi penghalang. Kalau bingung mau memulai bisnis darimana ya bertanya ke ahlinya atau ke teman-teman dan kerabat yang sudah berpengalaman, atau bisa tanya langsung ke google. Di google ada banyak sekali informasi tentang bisnis yang bisa kita dapatkan. Tinggal masukkan keyword , maka google akan memberikan banyak referensi terkait keyword yang kita cari.

Sayangnya waktu itu saya tidak berpikiran demikian, langsung main nolak. Coba tawaran suami itu segera saya sambut dengan mencari informasi terlebih dahulu, mungkin saat ini usaha bisnis saya tengah berjalan. Tapi ah sudahlah, tak ada gunanya menyesal, yang penting sekarang saya sudah tahu cara gampang mewujudkan resolusi bisnis saya di tahun 2019. Yap. Daripada bingung dan banyak mikir mending langsung gabung di Ralali saja.

Apa itu Ralali?


Kalau dengar kata “Ralali” apa yang pertama kali terlintas di benakmu? Mungkin kamu bakal tebak Ralali ini kayak bahasa dari Jawa yah? That’s true. Ralali merupakan ungkapan dari bahasa Jawa “ora lali” yang berarti “tidak lupa”, “tidak terlupakan”.

Terinspirasi dari nama warung nasi kucing langganannya di Semarang, yaitu Ora Lali, Joseph Aditya mengembangkan situs e-commerce dengan nama Ralali.com. Bahkan situs yang dikembangkan oleh pria lulusan Jurusan Commerce Management Deakin University, Australia ini merupakan platform yang menyediakan kebutuhan belanja bisnis online pertama di Indonesia.

Ralali.com

Seperti skema alur di atas, melalui platform tersebut, Ralali.com menjadi B2B (business to business) Online Marketplace yang menghubungkan dan memudahkan transaksi jual beli antara para pelaku bisnis seperti Perusahaan, Produsen, Importir, Distributor, Pelaku Bisnis, maupun Individu untuk bertransaksi dalam jumlah besar dengan mudah, aman, dan transparan secara online.

Untuk lebih jelasnya tentang Ralali.com, kamu bisa intip video di bawah ini.



Kenapa Harus Memulai Bisnis Bersama Ralali?

Mungkin kamu bertanya-tanya bagaimana Ralali bisa mewujudkan resolusi bisnis saya di tahun 2019 ini sebagai mompreneur? Kalau kamu masih belum puas dengan tayangan video di atas, coba deh telusuri situs Ralali di www.ralali.com, kamu akan temukan jawabannya. Ya, Ralali bisa jadi solusi tepat bagi kita yang baru mau memulai buka usaha.

Makanya, untuk langkah awal mewujudkan resolusi bisnis saya di tahun 2019 ini saya ingin memulainya bersama Ralali. Setidaknya ada lima alasan kenapa ibu rumah tangga yang baru mau membuka usaha seperti saya harus memulai bisnis bersama Ralali.

Mendapatkan Pelayanan Serba Serbi Gratis


Via canva

Siapa yang tidak suka gratisan? Pasti kita semua suka gratisan, kan? Nah, ternyata untuk bergabung bersama Ralali kita tidak perlu mengeluarkan uang sepersen pun lho! Mau registrasi baik sebagai seller maupun buyer, gratis! Mau buka toko online di Ralali pun gratis. Ya, Ralali memberi kesempatan bagi para seller (distributor, retailer maupun reseller) yang belum punya toko online untuk membuka toko dengan mudah dan gratis melalui website www.ralali.com.

Bahkan bagi pemula seperti saya yang masih bingung memulai bisnis sampingan apa, bisa konsultasi gratis bersama ralali.com dengan mengisi formulir berupa data nama, alamat email, nomor handphone, hobi dan memilih option sesuai modal yang kita miliki di sini. Ralali akan memberi solusi secara personal sesuai dengan potensi yang kita miliki.

Tentu, kita bisa juga mendapat ilmu bisnis gratis dengan membaca artikel-artikel penunjang yang di-update Ralali di situs News Ralali.com. Apalagi jika terdaftar sebagai seller, kita akan mendapatkan ilmu gratis secara eksklusif di Seller Senter Ralali. Seller Senter Ralali ini merupakan portal khusus bagi Seller Ralali.com untuk mendapatkan berbagai informasi, edukasi dan update berbagai event. Dengan adanya portal ini, bisnis bersama Ralali benar-benar jadi gampang.

Menawarkan Produk dengan Harga Grosir yang Sangat Cocok untuk Kebutuhan Bisnis

Sebagai grosir online terbesar di Indonesia Ralali memiliki berbagai macam produk yang dipasarkan. Selain itu Ralali juga menawarkan produk dengan harga grosir yang cocok untuk kebutuhan bisnis kita.

 via Canva

Setiap produk yang ada di Ralali memang merupakan harga grosir dan memungkinkan untuk setiap produk ada MOQ (Minimum order quantity) namun tidak menutup kemungkinan untuk produk-produk tertentu tanpa MOQ sehingga kita masih bisa membelinya secara satuan.

Apalagi Ralali.com juga sudah menghadirkan fitur canggih seperti Ralali Quotation yang memudahkan kita untuk mendapatkan penawaran produk terbaik.
@ralali.com
Selain itu jika kita masih  kesulitan mencari distributor atau supplier terpercaya dengan harga grosir untuk usaha yang sedang kita bangun, Ralali bisa menjadi pilihan yang tepat. Kenapa? Karena semua produk apapun yang kita butuhkan, bisa kita dapatkan di Ralali (apa sih produk yang tidak ada di Ralali). Bahkan jika memang produk yang kita inginkan tidak ada, Ralali bisa menyediakan produk tersebut untuk kita.

Banyak Promo, Banyak Diskon dan Banyak Keuntungan

Bergabung di Ralali juga bisa memberi kita banyak keuntungan, lho. Ya, di Ralali ada banyak promo, diskon dan lain sebagainya. Bahkan waktu baru registrasi di Ralali beberapa hari lalu, saya langsung dapat voucher belanja berupa diskon 20% hingga 200.000.

Voucher yang saya dapatkan setelah registrasi di Ralali

Oh ya, seperti marketplace lainnya, Ralali.com juga rutin mengadakan promo, diantaranya promo Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional), Promo Cuci Gudang Akhir Tahun, Promo Awal Tahun, Promo Harboldan (Hari Belanja Online Ramadhan) dan Promo yang ditentukan berdasarkan quarter bisnis serta promo-promo mingguan yang merupakan promo yang diberikan langsung dari seller/supplier yang telah terdaftar di Ralali.

Transaksi Aman, Mudah dan Terpercaya

Dari empat alasan yang saya sebutkan di atas, mungkin sudah berhasil menarik perhatian kamu untuk memulai bisnis bersama Ralali namun kamu belum berani mengambil langkah karena ragu dan takut kena tipu. Apalagi belanja online dengan jumlah banyak dan modal yang tentu tidak sedikit.

Saya saja sudah daftar di Ralali, kamu kapan?

Tenang! Ralali.com merupakan B2B Online marketplace terbesar di Indonesia jadi untuk masalah keamanan tak perlu diragukan lagi. Ralali.com memberi jaminan kepastian pembayaran mudah dan cepat dalam 4 hari kerja melalui pembayaran lewat ATM dan internet banking yang didukung oleh bank-bank ternama.

Kamu juga tidak perlu khawatir, Ralali.com tak hanya menjamin ketepatan waktu delivery lewat fasilitas jaringan pengiriman luas menggunakan jasa ekspedisi terpercaya dengan kalkulasi ongkos kirim yang akurat ke seluruh penjuru Indonesia, namun juga ketepatan kuantitas dan kualitas barang pesanan kita lewat sistem pembayaran terintegrasi yang memastikan bahwa penjual baru akan menerima uang pembayaran setelah ada konfirmasi penerimaan sesuai pesanan dari pembeli.

Memenuhi Kebutuhan Berbelanja Berbagai macam Produk dengan Cepat, praktis, dan efisien.

credit

Last but not least,  Ralali bisa memenuhi kebutuhan berbelanja berbagai macam produk kita dengan cepat, praktis, mudah dan efisien. Nah, pertimbangan yang satu ini cocok banget kan bagi ibu rumah tangga yang ingin membuka usaha dengan mengawali bisnisnya bersama Ralali. Jadi kita tak perlu repot pergi ke toko untuk mendapatkan produk yang diinginkan. Cukup duduk santai sambil pegang smartphone atau berhadapan dengan laptop kemudian tinggal pilih produk kebutuhan kita secara online di Ralali.com lalu lakukan pembayaran untuk menghemat waktu dan biaya yang tidak perlu.

Tentunya kita tak perlu khawatir masalah transaksi, karena seperti yang sudah saya singgung di poin sebelumnya, Ralali.com menjamin keamanan transaksi lewat seleksi supplier/seller yang memiliki kualifikasi dan standar internasional serta sistem pembayaran terintegrasi yang akan memastikan bahwa penjual hanya akan mendapatkan uang hasil penjualan setelah ada konfirmasi penerimaan sesuai pesanan dari pembeli.

Bagaimana? Masih bingung mulai bisnis darimana? Yuk, gabung di Ralali saja. #Ini Saatnya Tau Ralali. Bersama Ralali #Bisnis Jadi Gampang. Resolusi menjadi mompreneur di 2019 ini pun bukan sekadar khayalan semata.

Sekian,




Referensi
https://www.ralali.com
https://news.ralali.com
https://sellercenter.ralali.com



  • Share:

You Might Also Like

49 comments

  1. Semangaat Mbak. Banyak yang menafsirkan Bekerja Gak Punya Kantor = Pengangguran. 😊 .. Tak Apalah ! Hahaha.. Selama apa yang kita hasilkan mampu menghidupi kita dengan baik, kenapa tidak ? Meskipun bekerja dari rumah. Saya juga pingin berwirausaha sendiri. Hihihi.. semoga bisa menjadi kenyataan 🥰🥰🥰

    ReplyDelete
  2. Menarik sekali mbak, menambah daftar e-commerce yang ada di Indonesia.

    ReplyDelete
  3. Banyak yang membuat ulasan tentang rarali. semangat Mba

    ReplyDelete
  4. "Masak, capek-capek jadi sarjana malah memilih jadi ibu rumah tangga?"

    lah, bukankah justru itu bagus? bayangkan kalau anak-anak kita dirawat oleh seorang ibu yang berdedikasi penuh dan lulusan sarjana. bisa dibayangkan dong kualitas anaknya seperti apa. bukan bermaksud mengecilkan arti ibu-ibu yang bukan sarjana (karena buktinya banyak juga ibu-ibu lulusan SD yang bisa mendidik anaknya jadi orang hebat), tapi ibu yang berpredikat sarjana harusnya lebih mudah karena bekalnya lebih banyak.

    semoga sukses kak dengan bisnisnya..

    ReplyDelete
  5. Jadi mompreneur juga bagus loh..tinggal di rumah tapi menghasilkan..Ini juga yang banyak di tekuni teman kuliah saya pasca CPNS kemarin..Padahal kami semua dri fakultas keguruan juga ,Ngak ada salahnya tumbuhkan minat berwirausaha..Sampai sekarang saya masih mengayomi mereka untuk supplier barang online shop..Bahkan ada dapat pengahsilan lebih bnayak dari jadi pegawai.. semangat terus ibu..

    ReplyDelete
  6. Saya kurang update ttg situs online shopping di Indonesia selain tokopedia, blibli, dll. Ralali ini mungkin patut dicoba.

    Anyway, saya lagi trauma dgn hacking kartu kredit. Minggu lepas, kartu saya dipakai orang di London padahal saya tinggal di Dubai, lumayan banyak pembeliannya. Langsung saya komplein ke banknya, dan bank ini bank terbesar di negeri saya tinggal. Saya nda yakin apakah uang saya bisa kembali atau ndak, tp katanya butuh 3-4 bulan untuk menyelesaikan investigasi.

    Mmg OL itu sisi baiknya memudahkan orang belanja, tp sisi buruknya, trauma klo kartu kita disalahgunakan.

    ReplyDelete
  7. Baru tahu tentang ralali ini, selama ini saya hanya familier dengan tokopedia dan lazada. Karna baca postingan ini, saya jadi penasaran dengan ralali. Btw soal gaji honorer, memang kenyataannya seperti itu. Gaji terendah seIndonesia raya🤣

    ReplyDelete
  8. Pebisnis sukses banyak yang justru memulai dari garasi di rumahnya. Bermodalkan gadget aja, bisnis bisa berjalan lancar Dan saldo terus bertambah. Sukses selalu!

    ReplyDelete
  9. Sempat mampir sebentar liat webnya kayaknya bagus walau banyak seller di daerah Tangerang. Kapan-kapan saya kulik lebih jauh lagi untuk memasarkan produk-pruduk :) makasih infonya

    ReplyDelete
  10. Ralali nampak menarik buat emak-emak macam saya, entah menarik buat ikutan bisnis lewat sini apa menarik buat jajan-jajan hore. XD
    Setidaknya jadi tahu Ralali itu ternyata dari "Ora lali"

    ReplyDelete
  11. Keliatannya cocok juga buat yang baru lulus sekolah. Hehe :D

    ReplyDelete
  12. Saya juga memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga sejak punya anak, karena saya bukan tipe orang yang bisa multitasking. Takutnya kalau saya kerja malah jadi keteteran semua. Dan sekarang saya juga memulai bisnis kecil-kecilan di bidang craft. Kalau baca ini, Ralali ini lebih ke arah untuk reseller ya?

    ReplyDelete
  13. Saya setuju dengan komentar daeng Ipul di atas. Jangan mengecilkan background sekolah / kuliah yang telah diraih. Justru semakin tinggi pendidikan seotsng ibu, kita akan tahu anaknya pasti bisa lebih sukses lagi :)

    Bisnis melalui ralali ini sepertinya menarik dan jadi tertarik untuk mencoba :) terima kasih atas infonya, kak.

    ReplyDelete
  14. Aku juga IRT, keluar dari kerjaan begitu hamil, ini atas permintaan suami. Memang ya semua itu pilihan, kembali ke diri masing-masing. Sampai sekarang sih aku tetap bahagia jadi IRT karena bisa fokus bersama anak. Pengin sih bantu2 suami dengan memulai suatu bisnis kecil2 an, tapi masih bingung :)
    Ralali ini cocok buat IRT yang ingin memulai bisnis ya.

    ReplyDelete
  15. Betul banget IRT pun bisa berpenghasilan, asal ada niat dan usaha. Jangan macam aku yang males-malesnya utama hohoho... padahal banyak maunya. LOL. Semangat kak! Semoga usahanya sukse ya

    ReplyDelete
  16. halo mba. Smoga resolusinya bisa terwujud ya mba. Mnuurtku mewujudkan mimpi berbisnis tak mudah. Tapi dengan adanya Ralali, semua jadi mudah ya mba. Sukses jadi mompreneur ya mba :)

    ReplyDelete
  17. Duniaku sekarang juga beda dengan ijazah dan udah males kerja kantoran. Iya bener, rejeki mah ngalir aja, ga harus kerja 9 to 5 ya, mbak. Btw asik nih ralali jadi mau gabung bebas biaya. Sempat kepikiran terjun ke dunia olshop tapi masih mikir mau jualan apaan

    ReplyDelete
  18. Saya jugaa sudah kenyang dengan berbagai macam pernyataan itu pas jadi IRT, apalagi dulu saat Saya menolak ikutan tes-tes CPNS karena merasa jiwaku bukan di sana.

    Btw Saya belum Tau banyak tentang Ralali ini meskipun pernah beberapa Kali dengar. Ternyata di sini diulas panjang lebar, jadi penasaran mau coba

    ReplyDelete
  19. Wah keren ya Ralali..sangat membantu bagi yg ingin mulai merintis bisnisnya. Semoga sukses ya mba..

    ReplyDelete
  20. Rarali ini keren ya, beda dari lainnya :)
    Pas banget buat orang yang bingung mau bisnis tapi mulainya gimana.
    Secara, bisnis itu terlihat sederhana, tapi bahkan bisnis kecil sekalipun sungguh sangat bikin waooo jalaninnya hahaha

    Kalau saya yang protes jadi IRT cuman keluarga sih, ortu saya cuman diam namun matanya menyiratkan rasa kecewa.
    Saya cuman bisa paham kekecewaan mereka, secara nyekolahin saya itu gak mudah buat ortu yang hidupnya amat sangat pas-pasan.

    Hanya usaha dan doa yang bisa saya lakukan semoga bisa membalas jasa ortu dengan menyenangkan mereka meski saya gak kerja kantoran :)

    ReplyDelete
  21. Hari gini masih aja ada yang komen, sekolah tinggi hanya jadi IRT ya? Please deh... Kesempatan berkarya dan berkontribrusi hari gini bisa dari rumah kok. Semangat terus mbak.

    ReplyDelete
  22. Mba Siska kebalikan dari saya nih, kalo saya justru gak betah dan stress tinggal di rumah sepanjang hari jadi harus kerja. Bukan untuk sekedar cari uang tapi bekerja bisa membuat saya bahagia ��

    Untuk bisnis, saya juga pengen, tapi belum tahu mau bisnis apa. Coba cuss ke rarali ahh, siapa tahu setelah dari sana langsung dapat ide mau bisnis apa ��

    ReplyDelete
  23. Wahhh bagi yang punya bisnis, bisa banget memanfaatkan fasilitas dari rarali ini yaa, sayangnya sekarang saya belum punya bisnis (sedang mencari bisnis apa yang pas)

    ReplyDelete
  24. Di era ..... 4.0 ini alternatif untuk mencari nafkah sudah sangat variatif. Ngaak melulu harus di kantor sampe nyeri pinggang dan punggung. Sukses selalu usahanya ya, Mbak

    ReplyDelete
  25. Sarjana dan jadi IRT, hiks aku banget mba hehe. Aku selalu yakin bahwa walaupun IRT kita punya banyak kesempatan untuk maju. Memiliki kesempatan untuk usaha adalaj baik, semoga sukses dengan Ralali ya Mba.

    ReplyDelete
  26. Halo mba Siska. Saya juga bekerja dari rumah sekarang sejak hamil tiga tahun lalu. Awalnya berat karena biasa banyak aktifitas dan pegang uang sendiri. Tapi untuk kembali ngantor saya juga ga rela dan ga tega ninggalin si kecil. Maka saya pun mulai membuka pikiran saya untuk bekerja dari rumah. Postingan mba membuat saya kembali teringat pada cita cita membangun usaha sendiri. Rarali.com nya nanti dicoba deh. Terimakasih ya :)

    ReplyDelete
  27. Waktu itu saya juga mau bikin resolusi bisnis untuk 2019 tapi ternyata gagal karena dikejar tenggat nulis. Akhirnya reolusi agak bergeser dikit ke manajemen waktu hahaha. Bagian bisnisnya nanti dulu deh, soalnya atur waktu buat belajar dan kerja aja saya masih berantakan hiks. Goalsnya bisnis adalah pengin mandiri kerja di rumah dengan waktu yang lebih fleksibel. Mudah-mudahan tahun ini juga bisa segera selesai masalah manajemen waktu agar lekas move on ke eksekusi bisnis.

    ReplyDelete
  28. Saya pernah jualan online. Tetapi, karena waktu itu dananya terbatas, jadinya sistem dropship aja. Lihat Ralali, jadi bikin saya pengen buka toko online lagi setelah sekian tahun berhenti

    ReplyDelete
  29. makin banyak nih yang mengulas tentang ralali.com
    jadi bikin tambah kepo sama ecommerce tsb :D

    ReplyDelete
  30. It is good to know that there is a platform that can help us set up our business. It is so many choices nowadays and I think this will be a good start

    ReplyDelete
  31. Ralali emang keren ko, temen2ku pada kerja di sanaa.
    Cus ahh memulai bisnis

    ReplyDelete
  32. Iya...
    Belum yakin sama bisnis yang akan dijalani.
    Semoga dengan bekerjasama di Ralali.com bisa membuka mata untuk peluang-peluang usaha.

    ReplyDelete
  33. aku kenal Ralali sejak tahun lalu waktu ada diskon gede-gedean. Langsung lah naluri ibu hemat kepo-in websitenya. Hahahaha

    ReplyDelete
  34. Saya Ibu Rumah Tangga baru nu Mbaaa, setelah hampir 8 tahunaan bekerja. Hmmm, menarik banget ya, nanti aku coba ubek ubek lagi web ralali ah, siapa tahu jalan rejeki ya....

    ReplyDelete
  35. Aku baru 4 bulanan ini jadi IRT mba, setelah 20 tahun bekerja hehehee... Ada fase hidup yang ingin dicapai setelah lama menjadi karyawan. Semuanya tergantung kesepakatan kita dengan suami sih ya. Jadi tak masalah, mau kerja di luar rumah atau jadi mompreneur. Yuuuk kita saling mendoakan semoga menjadi mompreneur yang bahagia dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  36. Beberapa waktu lalu aku kepikiran buat kembali bikin2 kue nih buat dijualin tapi belum jadi-jadi soale sibuk.

    ReplyDelete
  37. Saya banget, pengen bisnis tapi bingung mulainya drmn. Pengen juga sih mempertimbangkan Rarali ini. Mau pelajari dulu sistemnya. Btw moga resolusi bisnisnya terealisasi dengan baik ya mbak :D

    ReplyDelete
  38. Ralali ini sudah ada sekak lama ya Mba, aku mau bergabung lupa melulu padahal ini bagus banget. Ralali membantu kita-kita yang sedang mau belajar bisnis ya Mba. Ah jadi kepo lagi kan sama Ralali

    ReplyDelete
  39. Bismillah.. semoga resolusi bisnis aku ditahun 2018 in terwujud, minimal dimulai dulu ya mba.. hanya hanya sekedar resolusi tapi tanda tindakan nyata.. ceki ceki rarali ah.. semoga semakin memantapkan jiwa dan raga

    ReplyDelete
  40. Iih kok samaan mba. Saya juga belum berminat untuk mencari kerja di kantor gitu. Rasanya bisnis dan ngefreelance lebih asik karena bisa mengurus dan mendidik anak2 juga :)

    ReplyDelete
  41. dari dulu saya pengen bgt memulai bisnis, tp blm tahu mau bisnisin apa. padahal keluarga rata2 orang bisnis semua, maklum saya berasal dr keluarga minang yg terkenal dg kepandaian berdagang. tapi walaupun begitu saya masih takut utk memulainya.

    kayanya dengan e-comerce seperti ini bisa saya pelajari.

    ReplyDelete
  42. Saya juga jadi beberapa reseller dari bbrapa distributor nih, tapi masih serabutan. Jadi pengen gabung jg nih di Ralali, biar bisnisnya terarah dan jelas. Coba juga ahh. Makasih ya Mbak

    ReplyDelete
  43. Sempat penasaran dengan Ralali, syukurlah nemu tulisan Mbak ini, jadi udah ada gambaran. Bisa nih Ralali buat bikin bisnis sampingan juga ya karena banyak promonya.

    ReplyDelete
  44. Setuju saya percaya setiap orang punya pilihannya masing-masing tak perlu dengar kata orang termasuk tentang pekerjaan. Saya baru tahu platform jual beli seperti Ralali, seperti nya cukup menarik mungkin saran saya untuk Ralali perlu digencarkan promosinya lewat media masa agar lebih dikenal masyarakat. Selebihnya artikel ini sangat bagus dan lengkap. Good job.

    ReplyDelete
  45. Memang banyak yang mengunder estimate-kan IRT ya mba , saya pun begitu tapi alhamdulilah rezeki itu datang dari arah mana saja :)

    ReplyDelete
  46. Wah, ada E Commerce baru nih. Nunggu ulasan-ulasan yang lain dulu. Sepertinya bakal besar juga, jika dikelola dengan baik~

    ReplyDelete
  47. Nah ini, sekarang mompreneur kayaknya lagi banyak ya. Ibu-ibu rumah tangga sekarang juga banyak yang jadi influencer. Cuma di rumah aja belum tentu tidak berpenghasilan. Malah kalau ibu bekerja di rumah tentu bisa sambil mengurus anak.

    ReplyDelete
  48. Halo mbak Siska, sepertinya ini kali pertama kunjungan saya ke sini ya. Salam kenal juga, Mbak.
    Terlepas dari keputusan mbak yang memilih resign, saya yakin tentu itu sudah berdasar pertimbangan yang matang dan gak main-main. Semangat jadi mompreneurnya, Mbak! Dan ealah saya juga baru tahu soal bisnis model ralali ini. Pas banget lagi mau coba coba belajar bangun bisnis.

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

Note :

Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.