Apa Sih Pentingnya Panggilan Sayang untuk Si Kecil?

by - Monday, February 11, 2019

Karena keseringan memanggil si kecil dengan sebutan Bunay di Kamar Kenangan ini, mungkin ada yang mengira nama anak saya Bunay. Bahkan ada yang sampai komen dan mengatakan Bunay cantik, hihi mungkin dikira Bunay nama anak cewek kali ya?

Well,  saya memang belum sempat buat postingan khusus membahas nama asli Bunay.  Ditambah lagi saya nggak pernah posting gambar yang jelas-jelas menampakkan wajahnya, jadi wajar saja bila ada yang menganggap demikian.

Panggilan sayang, si kecil, Bunay, Bunayya

Jadi sebenarnya Bunay itu nama panggilan kesayangan saya untuk si kecil, bukan nama sebenarnya. I see, banyak ibuk-ibuk juga yang memanggil buah hatinya dengan nama kesayangan bukan nama asli, apalagi ibuk-ibuk blogger (saya sebutnya ibuk-ibuk blogger saja ya biar bisa mewakili semuanya, soalnya belum ada komunitas yang namanya ibuk-ibuk blogger kan yang ada mah cuma ibu-ibu doyan nulis *eh)

Saya sering perhatikan panggilan mereka untuk si kecil saat blogwalking. Yang anaknya masih baby biasa dipanggil dengan inisial huruf depan namanya misal baby Z, baby K, baby R, dst. Ada pula yang panggil anaknya dengan nama-nama lucu dan unik seperti si Kekok, si Emping, si Boboy, dsb. Namun ada juga yang memanggil anaknya dengan nama asli. Nah, khusus di medsos saya memilih memanggil si kecil dengan panggilan sayang, Bunay, Bunayya.

Kisah Dibalik Panggilan Bunay

Bagi kamu yang beragama islam dan sering baca Al-Qur'an pasti familiar dengan sebutan Bunayya. Ternyata ada beberapa kisah dalam Al-Qur'an yang menyertakan Bunayya (sebagai panggilan kesayangan orang tua terhadap anaknya) seperti yang tertuang dalam QS As-Shaffat ayat 102 (panggilan kesayangan Nabi Ibrahim 'alaihissalam pada anaknya Ismail alaihissalam) dan juga terdapat dalam QS Yusuf ayat 5 (panggilan nabi Yaqub alaissalam pada anak kesayangannya Yusuf alaihissalam).

Sebutan yaa Bunayya ini juga yang diucapkan Lukman ketika menasihati anaknya agar jangan sekali-kali menyukutukan Allah dan berbuat baik kepada kedua orang tua. Nasihat tersebut dapat kita jumpai pada QS Lukman ayat 13. Salah satu surah favorit saya memang surah Al-Lukman ini. Bahkan hati saya kerap bergetar, mata pun seringkali basah saat membaca atau mendengar ayat-ayat yang diwarnai dengan nasihat lembut nan indah dari Lukman untuk anaknya.

See! Betapa lembutnya Lukman menasihati anaknya. Meski nasihat itu mengandung larangan sekali pun. Yaa Bunayya laa tusrik billaah. Wahai anakku jangan sekali-kali engkau menyekutukan Allah 

Begitupun nasihat yang disampaikan Nabi Yaqub alahissalam ketika melarang Yusuf menceritakan mimpi (melihat matahari, bulan dan bintang semua sujud di hadapannya) kepada saudara-saudaranya. Yaa Bunayya laa taqshush ru'yaaka 'alaa ikhwatika.

Bahkan ketika Nabi Ibrahim hendak menyampaikan perintah yang diilhamkan Allah lewat mimpi untuk menyembelih Ismail, ia pun memanggil anak kesayangannya itu dengan panggilan yang lembut "Yaa Bunayya".

Yup! Sebutan Bunay saya ambil dari kata Bunayya yang dalam Al-Qur'an artinya adalah anakku. Namun menurut ustad Armanto Suryalangka, ulama dari Banjarmasin yang penuturannya saya kutip dari Banjarmasin Post "Bunayya ini berarti anak kesayangan yang dalam bahasa arab tinggi maknanya. Rangking pertama dari nama-nama bermakna anak kesayangan lainnya"


Sedikit Cerita Tentang Panggilan Bunay

Bunayya itu panggilan kesayangan saya untuk si kecil sejak dalam kandungan. Saya pertama kali memanggilnya dengan sebutan itu di insta story waktu usia kandungan saya sudah menginjak bulan ke sembilan. 

Saya memanv baru publish tentang kehamilan saya di media sosial menjelang HPL yang tinggal menghitung hari. Itu pun setelah melalui pergulatan batin terlebih dahulu. Tahu nggak kenapa? Karena saya terlalu parno dengan kehamilan saya sendiri. Saya yang terlalu takut mengumbar kebahagiaan sebagai calon ibu. Saya yang terlalu khawatir dengan nasib janin yang saya kandung.

Baca juga Reminder Ketika Hasil Test Pack Positif

Apalagi semasa hamil itu saya berkali-kali dihadapkan dengan kabar duka dari saudari-saudari di sekeliling saya yang datang silih berganti. Saya hamil bersamaan dengan tiga saudari saya di LiSha namun qadarullaah ketiganya mengalami keguguran dalam waktu yang juga bersamaan. Pun mendapat kabar salah seorang dari kami yang terkena gangguan psikologis PPD pasca melahirkan anak pertamanya.

Baca juga Pasca Melahirkan Ibu Rentan Mengalami Baby Blues, PPD dan Pshycoshis

Pun sangat terkejut ketika mengetahui salah seorang saudari di FLP yang usia kehamilannya saat itu kurang lebih sama dengan saya. Baru memasuki bulan ke tujuh namun qadarullaah ia terpaksa harus melahirkan karena kondisi kandungannya yang berisiko. Bayinya berhasil lahir ke dunia namun dalam keadaan tidak terselamatkan. Dua hari kemudian ia juga menyusul bayinya menghadap Tuhan.

Baca juga  Ujian Penantian Buah Hati

Dan duka yang tak kalah memilukan hati adalah saat saya dengan mata yang basah menatap wajah Zhahir, bayi tampan nan mungil yang belum genap setahun. Usianya bahkan baru menginjak bulan ke 10 kala itu dan dia telah kehilangan sosok ibu untuk selama-lamanya di dunia.

Ibunya yang sepekan sebelumnya saya jenguk, saya peluk, saya dekap dengan hangat, saya cium pipi kiri dan kanannya, Masih sempat pula saya pijiti kakinya, saya semangati dia agar kuat, agar bertahan, agar mampu melawan sakit yang kian mengerogoti tubuhnya. Dia harus sembuh, dia harus sehat kembali. Demi Zhahir. Demi buah hati yang telah dinantinya selama kurang lebih dua tahun. Namun qadarullaah Allah jauh lebih sayang dengan saudariku itu.

Baca juga Beginikah Rasanya Hamil (Trimester Kedua)

Dengan ujian yang menimpa satu per satu saudari-saudariku terutama di LiSha, bagaimana saya bisa berpikiran bahwa saya akan terbebas dari ujian serupa atau mungkin dalam bentuk ujian yang lain. Bukan bermaksud su'udzhon tapi yah namanya ujian pasti ada.

Namun saya tidak ingin terlalu larut dalam ketakutan saya itu. Apalagi menjelang HPL. Tahu sendiri kan ibu hamil kalau sudah mendekati hari persalinan biasa deg-degan plus tegang banget. Terlebih bagi yang baru berpengalaman melahirkan pertama kali. Thats why menjelang HPL saya mulai muncul dengan postingan tentang kehamilan di insta story dan status WA. Itu pun tujuannya hanya untuk mengalihkan ketegangan dan was-was yang saya rasakan. 

Beidewei, selain terinspirasi dari nama Bunayya yang terabadikan dalam Al-Qur'an, saya juga terinspirasi memanggil Bunayya dari panggilan sayang saya ke suami. Panggilan sayang saya ke suami adalah sayangku eh maksud saya suamiku yang kalau ditranslate ke dalam bahasa arab disebut Zaujii (double i).  

So, panggilan sayang saya ke suami adalah Zaujii (suamiku) sedangkan panggilan sayang suami ke saya adalah Zaujatii (istriku)  tapi karena panggilan zaujatii ini kedengarannya kurang keren jadi saya minta suami panggil Zaujah saja ditambah kata ku dibelakangnya atau my di depan. (My Zaujah or Zaujahku).

Nah,  saya kurang tahu apa sebutan anakku dalam bahasa arab. Sempat nanya ke sahabat saya yang alumni sastra arab, jawabannya anak laki-laki dalam bahasa arab disebut waladun atau ibnun. Berarti kalau ditambah kata kepemilikan (ku) mungkin berubah jadi waladunii/ibnunii ya.

Karena nggak terlalu paham bagaimana perubahan kata dasar dalam bahasa arab yowes saya pakai kata Bunayya saja yang dalam Al-Qur'an jelas-jelas artinya adalah anakku. Tapi pada akhirnya saya lebih sering panggil si kecil dengan sebutan Bunay (My Bunay or Bunaynya Bunda), karena menurut saya nama Bunay itu lucu, hehe.

Trus kenapa panggilan Bunay (kalau sudah bisa bicara) ke orang tuanya adalah ayah dan bunda, bukan ummii wa abii? Hehe, kalau itu lain lagi ceritanya.

Pentingnya Panggilan Sayang untuk Si Kecil

Tentang betapa pentingnya panggilan sayang untuk si kecil, kita bisa belajar dari ayat-ayat (QS Yusuf : 5, Ash-Shaffat : 102, Lukman : 13-19) yang sempat saya singgung di atas. Setidaknya ayat-ayat tersebut mengajarkan kita, bagaimana cara terbaik untuk mendidik anak, entah itu dalam bentuk menasihati yang berupa larangan maupun perintah.

Yup! Jawabannya adalah mengawali dengan panggilan sayang pada anak. Jadi panggilan sayang ini bukan khusus untuk pasangan saja ya, panggilan sayang untuk si kecil juga penting banget. Sama halnya ketika kita memanggil pasangan dengan panggilan sayang tentu itu akan menambah keromantisan atau semakin merekatkan hubungan antara suami dan istri. 

Begitupula panggilan sayang untuk si kecil. Manfaatnya sudah pasti merekatkan hubungan orang tua dan sang anak. Namun panggilan sayang yang saya maksud di sini tidak mesti si kecil harus diberi nama khusus selain nama aslinya, sebab inti dari panggilan sayang ini adalah memanggil dengan lembut. 

Sebenarnya di rumah pun saya lebih sering panggil Bunay dengan nama asli, kadang-kadang saja memanggilnya dengan sebutan Bunay. Tapi kalau di media sosial, baik di Instagram,  facebook, twitter maupun blog saya memilih panggil Bunay. Mungkin karena sudah terbiasa kali ya menyebutnya dengan nama Bunay sejak masih dalam kandungan. Jadi sekalinya mau panggil Bunay dengan nama aslinya di medsos kok rasanya aneh saja gitu. Eh tapi In syaa Allaah lepas dari masa bayi saya akan memanggil Bunay dengan nama aslinya. 

So far, kalaupun si kecil punya panggilan sayang dengan nama khusus, pastikan nama tersebut memiliki makna yang berarti ya dan usahakan tidak berkaitan dengan fisiknya. Bukan apa-apa sih, mungkin kita anggap biasa-biasa saja memanggil si kecil demikian. Misal, si ndut, si pesek, si kurus, si cebol, dsb. Namun bisa jadi panggilan tersebut terbawa hingga ia besar dan kemungkinan berefek negatif pada kondisi psikologisnya.

Pasalnya saya sudah sering baca sih pengalaman orang tua yang anak-anaknya tumbuh dengan kondisi psikologis terganggu seperti terlalu pemalu, minder atau tidak percaya diri, susah berkembang dsb akibat efek dari panggilan masa kecilnya yang justru mengundang ejekan atau bully-an dari teman-temannya.

Nah, bagaimana denganmu? Punya panggilan sayang juga untuk si kecil? Share yuk pendapatmu di kolom komentar.

You May Also Like

55 comments

  1. Walaupun nama panggilan, ada artinya juga ya kak. Setidaknya adalah doa pun setiap kali memanggil namanya. Semoga Bunay juga sehat terus kak.

    ReplyDelete
  2. Awalnya juga pertama kali baca postingannya say amengira kalau Bunay itu perempuan, tapi lama-lama ngerti juga kalau Bunay itu nama panggilan. Akhirnya terjawab juga asal usul pangggilan Bunay di postingan ini. Nah nanti ada kelanjutan cerita tentang Bunay yang memanggil orangtuanya ayah ibu gak mbak? hehehe aku juga penasaran kan pasti ada ceritanya

    ReplyDelete
  3. Ooh jadi begini sejarah panggilan Bunay. Saya selalu bertanya-tanya sendiri tapi ndak pernah menanyakan langsung. Sekarang sudah tahu jawabannya hehehe.
    Kalau saya ke anak-anak, memanggilnya nama saja sama semuanya.

    ReplyDelete
  4. Wah baru tau juga dengan panggilan Bunay ini..ternyata punya makna yang mendalam dan ada sejak jaman nabi.

    Kalau keluarga Ibu saya juga ada panggilan khususnya..kalau keluarga ayah saya panggil nama ajha..sekrang Saya ikut keluarga ayah aja..hehe

    ReplyDelete
  5. Kerennya panggilan untuk anakta. Andai waktu bisa diundur, mauka juga kasi panggilan Bunayya untuk anak-anakku. Tapi terlambatmi. Biarmi pale tetapmi seperti sekarang, saya panggil namanya saja.

    ReplyDelete
  6. Kalo anakku panggilan sayangnya itu Nana’. Kalo dengar nama itu mungkin ada yang mikir anakku cewek, padahal aslinya mah lelaki tampan tiada dua :D
    Dipanggil Nana’, ya karena dia anak.
    Jadi “mama”, “papa”, “nana” hehehe

    Kadang saya suka tidak sadar panggil Nana pas dia di sekolah, biasanya teman-temannya suka bingung kenapa dipanggil Nana’ :D

    ReplyDelete
  7. nama panggilan sejak kecil memang penting yah kak. soalnya akan ngaruh secara psikologis dan tumbuh kembang anak..

    ReplyDelete
  8. Kalau saya paling memanggil anak sulung dengan Aa (kakak laki-laki dalam bahasa sunda). Sedangkan ke yang bungsu, saya panggil adek. Itu aja, sih :)

    ReplyDelete
  9. Oh yayaya jadi paham kenapa mbaknya panggil anaknya bunay.. tadinya aku mau tanya tuh.. eh udah dijelasin di artikel ini hihi.. akupun punya panggilan sayang untuk anakku.. seneng aja manggilnya jadi lebih dekat ya..

    ReplyDelete
  10. Sewaktu saya hamil kemarin juga takut posting ke medsos mba, alhasil mau menjelang lahiran baru di posting. Nah, panggilan sayang untuk si kecilku dalam rahim juga ada dan waktu dia lahir dan dipanggil dengan sebutan itu, dia langsung respon. Walaupun panggilan sayang itu sudah enggak lagi dipanggil semenjak diberi nama oleh keluarga hehe.

    ReplyDelete
  11. turut berduka dengan teman-teman mbak yang keguguran.
    sebenarnya panggilan sayang untuk anak sebagai pengingat orang tua agar berlaku lembut sekalipun si anak melakukan kesalahan.

    ReplyDelete
  12. Wah ternyata ada makna mendalam di balik panggilam Bunay yah mbak. Semoga Bunay sehat2 terus yaaaah!

    Aku sendiri paling manggil anak2 pake Teteh dan dede aja, kalo lagi mau negur biasanya panggil mereka pake nama lengkap hahaha

    ReplyDelete
  13. Cukup penting sih, nama panggilan pun kalau say yakin bahwa itu juga bagian dari doa. Meskipun hanya panggilan saja hehe

    ReplyDelete
  14. Saya kayaknya harus sering-sering main ke blog mommy bloger karena jadinya banyak belajar meskipun belum berkeluarga hahaha.. Saya juga di rumah ada panggilan khusus tapi ketika ibuku memanggil pakai nama khusus itu berarti beliau lagi murka hahahaa

    ReplyDelete
  15. Jadi nambah ilmu mbak setelah baca tulisan ini. Kalau saya di rumah tidak ada panggilan khusus untuk suami atau anak, cuman agar merekatkan hubungan kami saya sering panggil suami dengan sebutan papa sayang atau panggil anak dengan sebutan Fawaz sayang... Dengan panggilan itu kamipun terasa lebih akrab dan nyaman, benar2 menjadi lebih dekat.

    ReplyDelete
  16. Alasannya sungguh menyentuh hati mba. Nama panggilan itu menunjukkan kedekatan dan keterikatan ya mba. Kalau dulu aku dipanggil ndok sama nenek. Sampai skerang mendermngar kata itu hatiku bergetar

    ReplyDelete
  17. Saya panggil anak-anak saya kakak & adek aja, biar semua saudara & orang dekat bisa ikut panggil seperti itu. Karena pengalaman dulu, kalau sebut2 pakai nama kesayangan, ada aja orang sekitar yg iseng memplesetkannya, emak jadi bete deh :))

    ReplyDelete
  18. Saya juga terinspirasi mbak. Saya inget ustadz hanan attaki itu manggil juga bunayya ke anaknya. Itu terdengar indah. Sy manggil anak sy sebutan "nduk" karena ingat Mama sy manggil sy begitu ketika kecil

    ReplyDelete
  19. Belum ada anak jd blm manggil sayang, hihihi

    Bunayya itu mengingatkanku pada lagu qosidah. Terus zaman sekolah sering banget ketemu kata Ya Bunayya. Tujuan panggilannya waktu itu buat nasihat2 gitu

    ReplyDelete
  20. Ada artinya juga ya nama panggilan, Bunaya kukira dulu juga namanya dari lahir di akte kelahiran gitu.

    Kalo anakku sih aku manggilnya nama masing-masing, ditambah sebutan kakak dan adek

    ReplyDelete
  21. Bunayya, seperti panggilan Khumaira ya mbk untuk istri nabi. Kalau saya manggil ya Bubuky hehe. Itupun yang manggil kakak saya awalnya, bayi suka bubuk... Manggil ya Bubuky xixi

    ReplyDelete
  22. Bunda memanggil cucu2 dengan nama aja tuh, juga mama2 mereka. Tapi si Mbak menyebut cucu bunda dengan sebutan "adek" dan mamanya kl lavi vimanaaa gitu manggilnya "Pinteeer".

    ReplyDelete
  23. MasyaAllah mbak, jadi belajar tentang panggilan sayang dari mbak Siska. Anak anakku juga ada panggilan sayang, tapi standar sih, kakak, Abang, teteh, gitu. Kadang saya panggil nama mereka dengan tambahan sayang.

    Alhamdulillah tambah faham, betapa nama panggilan yang baik itu menjadikan kita tambah sayang ya.

    ReplyDelete
  24. Wahhh saya gak punya panggilan sayang pada anakku, Mba. hanya panggil nama aja, kata pertama dari namanya, atau panggil "sayang " aja :)

    ReplyDelete
  25. Jadi kepikiran juga punya panggilan sayang untuk anak kedua ini deh. Tapi mungkin karena di keluarga kami gak ada panggilan-panggilan sayang (semua anak dipanggil pakai namanya), jadi masih susah nanti mau manggil pake sebutan apan, hehehe :)

    ReplyDelete
  26. Saya kl manggil anak2 suka nyebut 'anak' 😅

    Tapi kayanya saya mau ngikutin mba deh panggil bunayya ya. Mmg syahdu itu panggilan bunayya 😍😍😍 kok saya ga kepikiran 😆

    Btw saya pas hamil percis kaya mba. Berita duka datang silih berganti. Kirain saya aja yg kaya gtu pas hamil dan memilih ga terlalu umbat kehamilan jadinya.

    ReplyDelete
  27. Wah ternyata ada panggilan baik sesuai Quran ya? Selama ini cuma panggil nama saja, membahasakan adik adik untuk memanggil kakaknya dengan panggilan "kakak" dan "dek" di rumah, tapi kadang juga mereka saling panggil nama saja. Yasudahlah

    ReplyDelete
  28. Aku juga punya mbaaa...tapi nama panggilan bener, jadi si Bo dan Obi..karena memang agak susah nama asli anak-anak, khususnya untuk orang asing

    ReplyDelete
  29. Panggilan kesayangan anak ketiga ku tuh "cempluk" Mbak, itu dulu panggilan dari Iyut nya sebelum beliau 'dipanggil' makanya Ampe sekarang dia tetep dipanggil cempluk,

    Kalau kata iyut dulu cempluk itu panggilan buat anak perempuan yang nyegemesin gitu

    ReplyDelete
  30. Anak-anakku dipanggil pake nama tengah aja. Waktu kecil memang dipanggil "kakak" dan "dede" tapi kebawa sampe di sekolah. Akhirnya dibiasakan panggil namanya.

    ReplyDelete
  31. Setuju nih Mba Siska, panggilan sayang juga harus penuh makna. Karena setiap kata yg keluar dari mulut ibu adalah doa. Jadi yg baik2 saja baiknya yg disebut.

    ReplyDelete
  32. Anak2ku jg ada panggilan kesayangan. Nama2 panggilan mereka itu bukan nama asli mereka haha.
    Tapi aku sellau perkenalkan nama itu ke org lain, bahkan kepada gurunya harus pakai itu :D

    ReplyDelete
  33. Iya bener banget nama panggilan kadang begitu melekat dan lebih eksis dibanding nama ktp , ku jadi inget kakeku ngasih nama panggilan Hanie, yang artinya sayang eh sampe sekarang aku pake buat nick name.

    ReplyDelete
  34. Menurutku panggilan sayang untuk si Kecil selain nama sebenarnya sih sah-sah aja ya. Aku juga punya panggikan sayang ke anak-anakku.

    ReplyDelete
  35. Aku ndak punya panggilan khusus dengan Bahasa Arab gitu sih, pakenya bahasa lokal aja hihiii...
    Seringnya aku panggil anak sulung dengan Kakak Sayang, Kakak Sholeha, atau sejenisnya.
    Untuk adiknya, ya sama aja, seringnya Adek Sayang. Nah kalau pas lagi marah, panggilan sayangnya tetep tapi gini : Adeeeekkk Sayaaaaanggg.... pake nada geregetan :))

    Sebenarnya panggil dengan nama asli pun sudah memiliki kadar sayang yang tak terkira loh. Apalagi nama anak-anakku sudah ada artinya masing-masing. Yang sulung namanya bermakna dewi nan cantik dan baik, sedangkan yang kedua punya makna satria pembawa rizki.

    ReplyDelete
  36. Anak-anakku juga punya panggilan sayang. Anakku enam semuanya punya panggilan khusus

    ReplyDelete
  37. Keempat anak-anak saya punya nama panggilan sayang. Iya banget, nama panggilan sayang ini bikin kita merasa dekat. Tapinya, biasanya sih berdasar dari mereka manggil diri mereka sendiri. Asal jangan dengan nama yang artinya tidak baik aja ya.

    ReplyDelete
  38. Panggilan sayangnya mamaku ke saya adalah Adek. Karena kakakku dipanggil kakak hahaha. Adek perempuan ku dipanggil Dede hehehe

    Jadi dikeluarga ku tdk ada baku panggil nama sesama saudara soalnya kebiasaan orangtua ku juga kek gitu panggil anaknya bukan sebutan nama.

    Btw, semoga bisa dapat calon hawa ku kek kak siska. Peduli sekali sama sang Anak. Kak Siska Panutanquuuuuu

    ReplyDelete
  39. Bunay, bagus nama panggilannya. Masyaallah semoga selalu sehat anak-anaknya bun. Turut berduka juga untuk anak-anak dari teman-temannya bun, semoga di mudahkan Allah mendapatkan tempat yang terbaik. Aamiin.

    ReplyDelete
  40. Saya belum punya anak mbak. hihi. Tapi berniat punya panggilan sayang buat suami kelak, insyaallah. Artikeli ini semakin memperkaya pengetahuan. Makasi mbak.

    ReplyDelete
  41. Terjawab sudah maksud dari panggilan Bunay. Gak penasaran lagi. Hihi. Kalau saya panggil BabyZril buat Azril, putra saya. Walau udah gak bayi, tapi suka manggil BabyZril. Beb...bebiiii Zriiiil... Gituh

    ReplyDelete
  42. Terjawab sudah maksud dari panggilan Bunay. Gak penasaran lagi. Hihi. Kalau saya panggil BabyZril buat Azril, putra saya. Walau udah gak bayi, tapi suka manggil BabyZril. Beb...bebiiii Zriiiil... Gituh

    ReplyDelete
  43. Kalau saya ambil nama pendeknya saja, karena kalau dibaca lengkap agak kesulitan. Kalau untuk kakanya disematkan kata Abang, kalau untuk adiknya disematkan kata De. Tapi kalau manis manisnya gitu sering dipanggil :sayangku, cintaku, kekasih hatiku... hihihi... 😁

    ReplyDelete
  44. Masyaallah nama yang indah dan sarat makna. Semoga makna yang tersemat di dalamnya menjadi berkah aamiin

    ReplyDelete
  45. wah baru tau artinya bunay.. makasiy sharenya mba

    ReplyDelete
  46. Bunay. Bagus mbak namanya. Kepanjangannya apa lagi. Saya setuju bahwa nama itu doa. Jadi sebisa mungkin memang harus kasih nama dan memanggilnya dengan nama yang baik.

    ReplyDelete
  47. Saya juga punya nama-nama kesayangan untuk anak-anak. Lucu aja sih panggil mereka dengan nama tersebut.

    ReplyDelete
  48. Ternyata penting ya mb, panggilan kesayangan buat anak, Menyentuh tuisannya mb. Makasih udah sharing.

    ReplyDelete
  49. saya tidak punya panggilan khusus untuk masing-masing anak, tapi mereka dibiasakan menyebut mas, mbak, & adik sebelum nama mereka sesuai urutan lahirnya.

    ReplyDelete
  50. Kalau medsos aku suka manggilnya Bule, karena rambutnya dari kecil sudah pirang. Panggilan Bunay memang bagus ya mba, apalagi punya arti yang tak kalah bagusnya.

    ReplyDelete
  51. Panggilan sayang benar2 memberikan efek positif dalam kehidupan ya mbak. Saya, suami dan anak2 jg punya panggilan sayang masing2. Hanya utk kita aja 😊😊🤗

    ReplyDelete
  52. kalo panggilan sayangku buat duo fajar junior..kakak dan adek mbak..memang menyenangkan memberikan panggilan kesayangan buat anak-anak kita mbak

    ReplyDelete
  53. Makasih ilmunya mbak. Baru tahu soal Bunayya ini ada dalam Alquran.
    Saya kadang juga suka memanggil anak dgn nama kesayangan,tapi suka berubah² :)

    ReplyDelete
  54. Nama sayang buat si kecil baiknya memang mengandung doa mba jadi setiap kita manggil = kita berdoa untuknya

    ReplyDelete
  55. Nama panggilan, nama sayang atau nama lengkap, ttp harus mengandung doa ya ba, sy panggil anak say kakak untuk yg pertama, dan tth untuk yg kedua, hehehe blm kepikiran pakai nm lain lagi yg mengandung doa

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

Note :

Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.