Silaturahim dan Silaturahmi Apa Bedanya?

By Siska Dwyta - Saturday, February 23, 2019

Bismillaahiirahmaanirrahiim

Silaturahmi atau Silaturahim, Apa bedanya? Mungkin pernah terlintas pertanyaan tersebut di benak kamu. Saya pun demikian bahkan sempat beranggapan keduanya memiliki makna yang sama, ucapannya saja yang sedikit berbeda. Nah, ternyata kalau ditilik dari arti kosa katanya, silaturahmi dan silaturahmi memiliki makna yang berbeda lho.

Soal ini saya juga baru tahu ketika mengikuti Kajian Terasyik (Katrik) via WAG dengan tema materi tentang Silaturahim yang diisi oleh kak Avry Mirya Wahidya beberapa waktu lalu. Sedikit informasi, KaTrik ini merupakan kajian online yang terbentuk atas inisiatif ukh Dian Wahyuni, salah satu sahabat sekaligus saudari saya di LisHa. Waktunya tiap ahad malam dengan materi dan narasumber yang berbeda-beda. Tapi biasanya yang langganan jadi narasumber KaTrik adalah kak Avry, murabbiah kami semasa masih tinggal di Serui dan sekarang sudah menetap kembali di kota asalnya, Jakarta.

Oya, awalnya WAG KaTrik hanya beranggotakan personil LiSha namun makin ke sini anggotanya semakin bertambah dan terbuka untuk umum. Asal kamu muslimah dan tertarik ingin ingin ikut kajian bersama kami kamu boleh kok gabung di KaTrik. Yah, walau kajian online tidak seefektif kajian langsung tapi tetap bisa nambah wawasan juga kan? Apalagi akhir-akhir ini memang makin marak aktivitas semacam kajian atau kuliah yang dilakukan secara online lewat media sosial seperti WhatsApp.

Nah, materi yang saya share kali ini adalah materi ketiga yang dibawa oleh kak Avry. Dua materi yang beliau bawa sebelumnya adalah tentang ilmu faraidh dan khitan. Pembahasannya lumayan panjang sih jadi sengaja saya skip saja. Kalau materi tentang Silaturahim ini ya lumayan panjang juga tapi saya tertarik men-sharenya karena saya yakin masih banyak orang di luar sana  (mungkin juga termasuk kamu) yang beranggapan sama seperti saya dalam memaknai istilah silaturahim dan silaturahmi. Baiklah kita langsung masuk saja ke pembahasan materi yuuuk.

Makna Silaturahim

keutamaan silaturahim

Apa sih arti silaturahim? Pertanyaan tersebut diajukan kak Avry sebelum memulai materi pengantar. Ada yang menjawab hubungan tali kasih sayang, hubungan persaudaraan sesama manusia ada pula yang mengartikan silaturahim dengan mendatangi keluarga/sahabat/teman. Saya sendiri menjawab arti silaturahim adalah menjalin hubungan kekerabatan. Yup, jawabam kami relatif sama.

Lalu mana nih jawaban yang paling tepat? Begini penjelasan kak Avry yang dikutip dari berbagai sumber.

Silaturahim (صلة الرحم) terdiri dari dua kata: shilah (صلة) dan ar rahim (الرحم). Shilah artinya menyambung. Sedangkan ar rahim yang dimaksud adalah rahim wanita, yaitu tempat dimana janin berkembang dan terlindungi (dalam perut wanita). Istilah ar rahim digunakan juga untuk menyebutkan karib-kerabat, karena mereka berasal dari 1 Rahim.

Menurut imam An nawawi, Silaturahim adalah berbuat baik kepada karib-kerabat sesuai dengan keadaan orang yang hendak menghubungkan dan keadaan orang yang hendak dihubungkan. Terkadang berupa kebaikan dalam hal harta, terkadang dengan memberi bantuan tenaga, terkadang dengan mengunjunginya, dengan memberi salam, dan cara lainnya.

Ditambahkan lagi menurut ibnu Atsir : Silaturahim adalah istilah untuk perbuatan baik kepada karib-kerabat yang memiliki hubungan nasab, atau kerabat karena hubungan pernikahan, serta berlemah-lembut, kasih sayang kepada mereka, memperhatikan keadaan mereka.

Dari penjelasan di atas jelas ya yang dimaksud dengan silaturahim adalah hubungan yang terkait dengan karib kerabat atau yang memiliki hubungan nasab. Jadi hubungan yang tidak ada kaitannya dengan karib kerabat atau tidak ada hubungan nasab (keturunan) tidak termasuk silaturahim.

Q & A Seputar Silaturahim


Selanjutnya kajian kami lebih didominasi dengan tanya jawab.

Lantas apa bedanya Silaturahim dengan Silaturahmi? (me)

Makna silaturahmi (konteks Indonesia ) memang berbeda dengan “silaturahim” yang dimaksud dalam Islam. Kalau di KBBI - makna silaturahmi/si·la·tu·rah·mi/ adalah tali persahabatan (persaudaraan). Sedangkan bagi masyarakat Indonesia silaturahmi berarti mengunjungi atau mendatangi rumah kerabat teman atau siapapun secara umum.

Dalam konteks bahasa Indonesia tidak salah, Karena kata “silaturahmi” memang seperti sudah menjadi kesepakatan bersama.

Misal nih ada teman kita  yang bilang, “Ukh, saya mau silaturahmi nanti malam ke rumahmu”. Jelas penyampaian tersebut kita artikan si teman mau berkunjung ke rumah kita. Tapi kalau kita membahas silaturahim dalam konteks salah satu ibadah yang Allah perintahkan, maka memang seperti penjelasan pengertian makna silaturahim di atas, menjadi keliru, karena silaturahim maknanya berbuat baik dalam bentuk apapun (tidak hanya mengunjungi saja) kepada yang memiliki hubungan Rahim dengan kita. FYI, yang dimaksud hubungan rahim di sini bukan hanya mahram saja yah, melainkan juga karib kerabat yang ada hubungan nasab dengan kita. Ada ulama yang menerangkan minimal sampai 4x bapak di atas kita.

Dengan demikian, perbuatan baik dan menyambung hubungan terhadap orang yang tidak memiliki hubungan kekerabatan dan nasab tidaklah termasuk silaturahim, dan tidak termasuk dalam ayat-ayat dan hadits-hadits mengenai perintah serta keutamaan silaturahim.

Lalu disebut apa kalau kita mengunjungi teman atau kerabat yang tidak memiliki hubungan nasab dengan kita? (Mbak Dewi Sartika)

Lebih tepatnya sih disebut "ziyaroh" atau siarah tapi karena sudah menjadi kesepakatan bersama, pun tertera dalam KBBI sehingga istilah yang paling sering digunakan untuk orang-orang yang saling mengunjungi teman atau saudara secara umum adalah silaturahmi.

Namun tak jadi soal mau sebut siarah atau silaturahmi karena keduanya memiliki makna yang sama, beda halnya dengan silaturahim. Nah, ini yang perlu kita pahami bahwa silaturahim dengan keutamaan-keutamaannya yang dimaksud dalam Islam adalah berbuat baik hanya kepada karib kerabat saja bukan secara umum. Satu lagi yang perlu diingat, kegiatan silaurahim ini bukan sebatas mengunjungi, tapi  bisa juga dengan memberi hadiah, memberi salam, berkasih sayang dll

Berarti keutamaan-keutamaan silaturahim seperti dilancarkan rezeki, dipermudah urusan, dipanjangkan umur, dsb tidak didapatkan ketika kita bersilaturahmi atau mengunjungi teman maupun saudara yang tidak memiliki hubungan nasab dengan kita ya? (tanggapan mbak Dewi)

Iya. Jawab kak Avry. Tapi jangan berkecil hati, lanjut beliau Islam pun menganjurkan kita untuk saling mengunjungi. Silaturahmi atau saling mengunjungi sesama saudara seakidah ini pun memiliki keutamaan-keutamaannya sendiri seperti yang tertuang dalam hadis-hadis berikut ini

“Sungguh Aku mencintai orang yang saling mencintai karena-Ku. Sungguh Aku pun mencintai orang yang saling berkunjung karena-Ku” (Hadis Qudsi)

“Sesungguhnya seseorang ada yang ingin mengunjungi saudaranya di kota lain. Allah lalu mengutus malaikat untuknya di jalan yang akan ia lalui. Malaikat itu pun berjumpa dengannya seraya bertanya, ‘Ke mana engkau akan pergi? Ia menjawab, ‘Aku ingin mengunjungi saudaraku di kota ini?’ Malaikat itu bertanya kembali, ‘Apakah ada suatu nikmat yang terkumpul untukmu karena sebab dia?’ Ia menjawab, ‘Tidak. Aku hanya mencintai dia karena Allah ‘azza wa jalla.’ Malaikat itu berkata, ‘Sesungguhnya aku adalah utusan Allah untukmu. Allah sungguh mencintaimu karena kecintaan engkau padanya’.” (HR. Muslim )

Lalu bagaimana bagi yang memutuskan tali silaturahim namun hanya secara sepihak? Misalnya si kakak memutuskan silaturahim pada adiknya karena suatu sebab. Sang adik berusaha meminta maaf namun hubungannya tidak juga membaik. Si kakak keukeh untuk memutuskan segala hubungan yang berkaitan dengan sang adik. Sang adik tetap berusaha tidak ingin memutuskan tali silaturahim, namun sang kakak sdh merasa ikatan itu sudah putus. (ukh Dian)

Nah, sebelum menjawab pertanyaan di atas kak Avry terlebih dahulu memaparkan dalil yang berkaitan dengan memutuskan silaturahim

Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan (persaudaraan). [HR. al-Bukhari dan Muslim)

Sesungguhnya (kata) rahmi diambil dari (nama Allâh) ar-Rahman. Allâh berkataa, “Barangsiapa menyambungmu (rahmi/kerabat), Aku akan menyambungnya; dan barangsiapa memutuskanmu, Aku akan memutuskannya”. (HR. al-Bukhari)

Tidak ada satu dosa yang lebih pantas untuk disegerakan hukuman bagi pelakunya di dunia bersamaan dengan hukuman yang Allâh siapkan baginya di akhirat daripada baghyu (kezhaliman dan berbuat buruk kepada orang lain) dan memutuskan kerabat. [HR. Bukhari]

Lanjut beliau, harus dibedakan antara memutuskan tali silaturahim dengan menjaga jarak untuk kemaslahatan. Jika dalam kondisi seperti itu, maka azamkan dalam hati kita, bahwa kita tidak pernah berniat untuk memutuskan silaturrahim. Untuk pelaksanaannya mungkin kita tidak bisa berkunjung ke rumah sang kakak seperti dahulu namun berbuat baik terhadapnya bisa tetap dilakukan.

Misal  jika berpapasan di jalan kita tetap menegur, kalau pun dicuekin janganlah kita ikut-ikutan acuh. Kemudian terus bertanya dan mencari tahu kabar si kakak. Jika memang tidak memungkinkan secara langsung, bisa cari tahu dari kerabat lain yang lebih dekat dan tidak memiliki masalah dengan si kakak. Bisa pula dengan membantu masalah ekonominya tanpa dia ketahui dengan bantuan kerabat. Jangan lupa untuk senantiasa mendoakannya. In syaa Allah dengan begitu kita tidak termasuk golongan yang memutus tali silaturahim.

Jadi berusaha tetap menjalin silaturahim itu tetap wajib diikhtiarkan namun butuh proses dan kesabaran seperti yang termaktub dalam QS Ar-Ra’d ayat 21-22

وَالَّذِينَ يَصِلُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُونَ سُوءَ الْحِسَابِ

dan orang-orang yang menghubungkan apa yang diperintahkan Allah agar dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk

وَالَّذِينَ صَبَرُوا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ

Dan orang yang sabar karena mengharap keridhaan Tuhannya, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang itulah yang men-dapat tempat kesudahan (yang baik)

Pesan Penutup : Jangan Keliru Memaknai Silaturahim

Sebagai penutup kak Avry mengingatkan agar kita jangan sampai keliru memaknai silaturahim. Sebab dalam masyarakat, kata "silaturahim" sudah sering dijadikan istilah untuk membenarkan kegiatan-kegiatan yang tidak sesuai dengan maknanya. Menurut beliau kalau hanya sekedar perbedaan makna dalam bahasa Indonesia, maka tidak menjadi masalah karena silaturahmi / ziyaroh pun memiliki keutamaan sendiri akan tetapi kalau kesalahpahamannya menyangkut perbedaan makna dalam agama maka ini yang patut dikoreksi karena memunculkan kesalahan-kesalahan lain, diantaranya :

Menggunakan dalil-dalil tentang silaturahim pada perbuatan yang bukan silaturahim


Misalnya menggunakan dalil-dalil tentang silaturahim untuk mengajak orang mendatangi acara reuni sekolah, acara kumpul-kumpul rekan kerja, dan semisalnya. Lalu meyakini bahwa acara-acara ini memiliki keutamaan memanjangkan usia, meluaskan rezeki, menjadi sebab masuk surga, yang merupakan keutamaan-keutamaan silaturahim. Tentu ini tidak tepat. Adapun kumpul-kumpul dalam konsep acara yang dikemas sedemikian rupa dan bisa mengingatkan kita kepada Allah atau bahkan dosana ada majelis ilmunya, maka ada keutamaan lain dalam hal tersebut.

Menggunakan dalih silaturahim untuk perbuatan yang tidak ada tuntunannya dalam agama


Misalnya menggunakan dalih silaturahmi untuk mengajak orang mendatangi acara karokean, merayakan ulang tahun seseorang, acara kumpul-kumpul bersama teman yang campur-baur antara lelaki dan wanita, dan sebagainya.

Menggunakan dalih silaturahim sehingga enggan meninggalkan keburukan


Misalnya enggan meninggalkan teman-teman yang buruk yang sering mengajak kepada maksiat dan hal-hal tidak bermanfaat dengan dalih tidak mau memutuskan tali silaturahim. Enggan berhenti berpacaran dengan dalil bahwa “putus” dengan pacar itu berarti memutus tali silaturahim. Enggan menolak ajakan teman untuk nongkrong tanpa manfaat dan berfoya-foya karena dalih takut memutus tali silaturahim.

Nah, sampai di sini pastinya kamu juga sudah paham dan bisa membedakan makna silaturahim dan silaturahmi. Jadi jelas ya, keduanya memiliki makna yang berbeda sehingga tidak bisa disamakan. Dan yang paling penting semoga setelah mengetahui makna silaturahim, hubungan kita dengan keluarga, karib kerabat dan siapapun yang memiliki nasab dengan kita bisa semakin dipererat. Adapun hubungan silaturahmi sesama saudara seiman tetap harus dirajut karena keutamaannya pun tak kalah mulia. Akan tetapi jangan jadikan makna silaturahim dan silaturahmin ini sebagai dalih untuk hal-hal yang tidak diajarkan dalam dien kita ya. Sekian sharing saya tentang materi KatRik kali ini. Semoga bermanfaat.

Salam,
@siskadwyta



  • Share:

You Might Also Like

29 comments

  1. Saya baru sadar bedanya secara filosofis. Memang ada beberapa kata di Indonesia yng diserap dari kosakata luar, tapi pling tidak maknanya sama ataukah hampir sama hhehe.

    ReplyDelete
  2. saya pernah dengar kalau kata 'silaturrahmi' ini dipopulerkan oleh anggota salah satu organisasi kepemudaan yang melekatkan akronim nama organisasi mereka pada kata tersebut. wallahualam.

    ReplyDelete
  3. Wah bahasannya menarik dan berfaedah banget. Saya setuju dengan kalimat " Jangan sampai keliru memaknai silaturahmi...". Silaturahmi memang baik tapi perlu juga diperhatikan adab dan dan aturannya. Jangan sampai belai2in silaturahmi sama teman lama yang bukan muhrim tanpa pendampingan suami atau hal2 semacam itu yaa.TFS

    ReplyDelete
  4. silaturahmi dan silaturahim sama2 mengajarkan kebaikan, mempererat hubungan persaudaraan dengan teman, keluarga, mencairkan suasana, dan mengusir sepi :)

    ReplyDelete
  5. Saya baru tau ada perbedaannya, karena selama ini menurut saya itu sama saja dan tergantung siapa yang bilang. Sekarang sudah tau bedanya jadi pengen share ke teman-teman terdekat biar kita gak salah.

    ReplyDelete
  6. Oalah ternyata berbeda yah maknanya haha, selama ini saya beranggapan bahwa silaturahmi dan sipaturahim sama sama aja maknanya.

    Terimakasih penjelasannya kak :)

    ReplyDelete
  7. ternyata berdasarkan terminologi katanya berbeda, tp karena sdh terlanjur disepakati dan umum digunakan oleh masyarakat Indonesia kata silaturrahmi dan silaturahim menjadi kesepakatan umum hehe...

    ReplyDelete
  8. Wah saya juga sampai saat ini kadang susah bedain antara silaturahmi dan silaturahim🤣

    ReplyDelete
  9. Berbeda di Dua kata terakhir ternyata juga memberi arti kata yang berbeda ya.
    Selama ini saya biasa pake kata silaturahmi untuk berkunjung kekrumah teman. Sayaa baru Tau perbedaan kata keduanya, terima kasih infonyaa kak Siska.

    ReplyDelete
  10. Kalau saya pikir, perbedaannya tak terlalu eksplisit. Mari sama sama kita aplikasikan silaturahim/silaturahmi ini dalam kehidupan kita sehari hari. karena siapa yang banyak bersosial, dia yang menuai banyak rezeki. Kira kira begitu

    ReplyDelete
  11. masyaAllah dapat lagi ilmu tambahan
    sebelumnya juga sudah sering dengar bedanya
    dan penggunaannya di masyarakat kita
    blog ini bisa jadi tambahan atau pelengkapnya
    makasih kak

    ReplyDelete
  12. Saya sudah tau perbedaan silaturahmi dan silaturahim sejak ikut pengajian. Silaturahim tidak semua bisa kita lekatkan pada sembarangan orang karena silaturahim ini menyangkut hubungan darah . Rahim = darah , sila = hubungan .. ustad khalid | allahu a'lam

    ReplyDelete
  13. Terima kasih kak, jelas dan padat, pahamma sekarang bedanya silaturahim dan silaturahmi :) dulu saya kira hanya beda penyebutan dengan makna yang sama.

    ReplyDelete
  14. Makasih mba penjelasannya, dulu kata yang benar silaturahim pengganti silaturahmi, ternyata berbeda ya

    ReplyDelete
  15. terima kasih pnjelasan mndalam atas dua kata trsebut mb ^^ semangat terus berbagi mll tulisan y mb. salam kenal

    ReplyDelete
  16. Waah alhamdulillah aku jadi tau perbedaanya, thanks for sharing mbak :)

    ReplyDelete
  17. Wah terima kasih Bunda atas pengetahuan barunya, karena saya baru tahu kalau ternyata berbeda maknanya. Semoga kita selalu dimampukan untuk silahturahmi dalam kebaikan ya Bun aamiin ☺❤

    ReplyDelete
  18. Seringnya mendengar dan mengucakan silaturahmi. Istilah menjadi biasa Karena dibiasakan. Membaca ini jadi nambah pengetahuan baru. Makasih sharingnya, Mbak

    ReplyDelete
  19. Makasih sharingnya, Mbak. Nambah pengetahuan baru. Seringnya mengucakan dan mendengar kata silaturahmi.

    ReplyDelete
  20. Masyaallah jadi semakin paham nih dengan penjelasannya, emang masih ada yang salah paham ya makna silahturahmi dan silaturahim. karena jelas sih sebenarnya berbeda. tulisannya bermanfaat banget mba untuk wawasan saya nih, makasih banyak.

    ReplyDelete
  21. Wah kalau gak baca ini saya bisa salah kaprah terus. Saya kira silaturahim ialah jaga tali persaudaraan dengan mengunjungi kerabat, tak hanya saudara. Kirain lidah orang Indonesia yg kepeleset loh. Jadi pengen join WAgnya biar bisa tambah ilmu

    ReplyDelete
  22. wah terimkasaih, mbak. Saya jadi tahu di mana perbedaannya antara silaturahim dan silaturahmi. Saya seringnya pakai silaturahim. Ulasan lainnya juga bermanfaat banget.

    ReplyDelete
  23. Persis kayak khutbah sholat IED di tempat ku beberapa waktu yg lalu mbak :))

    ReplyDelete
  24. Baru tahu detail lho Mbak perbedaan kata ini. Meski keduanya berarti baik tapi tetap beda ya konteksnya.
    Terimakasih sudah berbagi ya Mbak :)

    ReplyDelete
  25. Wah,terima kasih banyak pencerahannya. Masih suka salah memaknai dua kata tersebut karena sebagian besar menganggapnya sama :D

    ReplyDelete
  26. Alhamdulillah mba, terima kasih atas sharingnya jadi paham ternyata silaturahim dan silaturahmi berbeda makna.

    ReplyDelete
  27. Silaturahim pun nggak boleh digunakan sembarang an ya Sis.. Jadi tertarik ikut kulwapnya Sis.. Boleh kasih linknya kah biar mamak satu ini bisa punya ilmu dikit dikit hehe

    ReplyDelete
  28. Betul mbak, pernaha baca tentang perbedaan ini. Tapi mungkin di zaman now banyak yg tidak bisa membedakan dlm praktiknya ya. Semua acara kumpul2 dimaknai baik, termasuk salah satunya reuni & bertemu mantan. Ehh :)
    Penjelasannya sangat bermanfaat, terima kasih.

    ReplyDelete
  29. Makasih pencerahannya mbak.
    Jadi takut sama Alloh Swt, jika karena satu sebab, kita jadi memutus silaturahmi.

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

Note :

Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.