Pentingnya Lemak Tambahan untuk MPASI Si Kecil

By Siska Dwyta - Sunday, March 10, 2019


Bismillaahirrahmaanirrahiim

Waktu baru belajar persiapan  MPASI untuk si Kecil saya sempat bingung dengan  istilah EVOO, ELOO, EVCO, UB, dsb. Jujur saja,  istilah-istilah tersebut asing di penglihatan saya. Bukan di pendengaran ya,  soalnya saya belajar persiapan MPASI kemarin sebatas dari artikel atau bahan bacaan saja bukan dari cerita ibuk-ibuk di sekeliling saya.

Lagian kalau saya tanya istilah-istilah itu ke mereka mungkin reaksinya juga kurang lebih sama dengan saya. Sama-sama bingung, apaan tuh? Apalagi kalau tanyanya ke neneknya, pasti pertanyaan saya bakal ditanggapi dengan kening yang berkerut, hehe. Yap! ibuk-ibuk zaman mama saya mana tahu istilah yang disingkat atau diakronim kayak gitu. Mana singkat/akronimnya dari bahasa inggris pula.

Lain hal kalau saya bertanya ke ibuk-ibuk millineal yang tiap hari rajin update MPASI buah hatinya di Instagram. Tapi saya juga ogah nanya ke mereka, nanti dikiranya saya kudet lagi *eh emang saya kudet sih, hehe. Jadilah saya cari tahu sendiri apa yang dimaksud dengan EVOO, ELOO, EVCO, UB, dsb dan baru ngeh ternyata berbagai istilah yang sempat bikin saya bingung itu merupakan jenis-jenis lemak tambahan atau biasa disingkat LT.

Mungkin kamu yang baru belajar mempersiapkan MPASI untuk si Kecil juga mengalami kondisi bingung seperti saya dan memiliki banyak pertanyaan. Apa sih lemak tambah itu? Apa-apa saja jenis lemak tambahan atau  apa manfaatnya si Kecil mendapatkan lemak tambahan? Kenapa MPASI perlu tambahan lemak, kenapa nggak cukup dengan menu 4 bintang saja? Atau apakah lemak tambahan ini wajib diberikan setiap menyajikan MPASI si Kecil? Baiklah, kita bahas satu per satu, yuk!

Mengenal Lemak Tambahan dan Jenis-Jenisnya


credit

Selain memenuhi nutrisi si Kecil dengan menu 4 bintang yang terdiri dari karbohidrat, protein hewani, protein nabati dan vitamin orang tua juga disarankan memberi tambahan lemak pada MPASI si Kecil. Lemak ini terbagi menjadi dua yaitu lemak hewani bisa didapatkan dari daging, minyak ikan dan kuning telur. Sedangkan untuk lemak nabati terdapat pada mentega, minyak sawi dan kelapa. Selain kedua jenis lemak tersebut, kita juga bisa memberikan lemak tambahan lainnya untuk memperkaya lemak pada MPASI si kecil.

Nah, istilah-istilah keren yang digunakan dalam berbagai jenis lemak tambahan inilah yang sempat bikin new mom kayak saya kebingungan. Apalagi saya memang nggak pinter bahasa inggris. Ups! Eh tapi sekarang saya sudah familiar dengan jenis-jenis LT tersebut. Berikut jenis-jenis lemak tambahan yang saya maksud :

1. Unsalted Butter (UB)
Mungkin saat membaca resep-resep MPASI kamu menemukan kata UB dan bingung apa itu UB. Jadi UB ini singkatan dari Unsalted Butter. Ada berbagai jenis butter yang dijual di pasaran, ada yang salted (mengandung garam) dan ada pula yang unsalted (tanpa kandungan garam)

Namun sebaiknya anak-anak di bawah usia satu tahun tidak diberikan makanan yang mengandung garam sehingga lemak tambahan jenis UB ini sangat tepat ditambahkan ke MPASI si Kecil yang baru berusia nol tahun.

Beberapa merk UB yang dijual di pasaran antara lain elle & vire, anchor. UB bisa digunakan sebagai pengganti minyak untuk menggoreng atau menumis bahan MPASI si kecil. Namun perlu diperhatikan agar kandungan lemaknya tetap terjaga baik saat menggoreng maupun menumis jangan terlalu panas, cukup dilumerkan saja. Atau bisa juga membubuhi UB ke dalam MPASI yang panas atau dingin dan akan lumer dengan sendirinya.
FYI, kalau tidak ada UB, kamu masih bisa kok memberikan butter salted atau mentega pada MPASI si Kecil tapi pastikan pemberiannya hanya sekali atau dua kali saja ya dalam sepekan, jangan terlalu sering, apalagi bagi anak yang masih di bawah usia 1 tahun.

2. Extra Virgin Olive Oil (EVOO)

Selanjutnya ada EVOO, yang merupakan akronim dari extra virgin olive oil. Kalau kamu masih bingung yang mana nih LT yang dimaksud dengan EVOO, sini saya bisikin, hehe. Sederhananya EVOO ini sama dengan minyak zaitun.

Kalau saya sebut minyak zaitun pasti kamu tahu dong. Tapi eitss, jangan asal pilih minyak zaitun ya, sebaiknya memang kamu pilih minyak zaitun  atau yang biasa disebut dengan olive oil jenis EVOO. Kenapa? karena EVOO memiki kualitas nutrisi paling tinggi bahkan kandungan nutrisinya mirip dengan ASI.

Adapun cara menggunakan EVOO ini gampang saja, yakni sebagai dressing pada makanan. Jadi ketika MPASI si kecil sudah siap kita tinggal menuangkan EVOO secukupnya. Secukupnya itu ya sekira 1/2 atau 1 sdt kemudian aduk rata lalu sajikan pada si kecil. Berbagai merek EVOO dipasaran: Filipo, Berio, Bertollio, Colavita, Casa di Oliva, dan Borges.

3. Extra Light Olive Oil (ELOO)
ELOO atau Extra Light Oil ini juga termasuk minyak zaitun. Bedanya, Jika EVOO digunakan langsung sebagai dressing pada makanan, jenis ELOO karena lebih light sehingga selain bisa dicampurkan pada makanan yang sudah siap saji bisa juga dipakai untuk menumis atau menggoreng bahan MPASI

Berbagai merek ELOO yang bisa kamu temukan di pasaran antara lain Filipo, Berio, Bertollio, Colavita, dan Borges.

4. Extra Virgin Coconut Oil (EVCO)
Selanjutnya ada Extra Virgin Coconut Oil atau EVCO yang tidak lain merupakan minyak sawit atau minyak kelapa. EVCO ini bisa disajikan langsung pada MPASI bayi yang telah siap.

5. Virgin Coconut Oil (VCO)
Nah, kalau Virgin Coconut Oil atau ini VCO ini merupakan minyak kelapa buatan sendiri. Contohnya jelas banget ya, santan. Tapi ingat santan yang diberikan sebaiknya santan alami bukan santan olahan pabrik yang sudah dikemas dan di jual di toko-toko. Tahu kan maksud saya. Jadi sebaiknya kita buat santan sendiri dengan menambahkan air hangat pada kelapa parut. Jadi santannya tidak perlu dipanasi ya, langsung tuangkan secukupnya saja ke dalam mangkuk atau piring MPASI bayi.

6. Keju
Lemak tambahan selanjutnya adalah keju. Yup, keju juga bisa diberikan pada si kecil tapi sebaiknya setelah usianya menginjak delapan bulan dulu ya. Yang perlu diperhatikan saat ingin menambahkan lemak keju pada MPASI, porsinya cukup sedikit saja lalu perhatikan bagaimana reaksi si Kecil, mencret atau tidak. Kalau tidak pemberian keju ini bisa dilanjutkan, sebaliknya jika setelah diberi keju si kecil jadi mencret maka sebaiknya LT jenis ini dihentikan.

Satu lagi, pastikan kita beri keju yang rendah garam. Adapun keju rendah garam yang bisa kita temukan di pasaran seperti Babybell, Bellcube, Laughing Cow, Diamon, dan Prochiz.

7. Minyak goreng
Minyak goreng, seperti minyak canola dan minyak jagung yang ada di pasaran juga bisa diberikan pada si Kecil sebagai lemak tambahan lho. Karena baik minyak canola maupun minyak jagung  sama-sama mengandung sumber asam lemak esensial, yaitu asam lemak omega 3 dan asam lemak omega 6 yang tentunya bermanfaat untuk kesehatan.
Bahkan kita juga bisa menambahkan minyak sayur biasa seperti Bimoli, Sunco, Filma, dsb sebagai lemak tambahan. Tapi ingat ya, minyak sayur yang digunakan untuk MPASI adalah minyak baru (bukan bekas) dan hanya 1x pemakaian. Setelah mengenal beberapa lemak tambahan dan jenis-jenisnya tersebut mungkin muncul lagi pertanyaan lain di benak kamu, jenis lemak tambahan mana yang sebaiknya digunakan? Apakah semua merek LT harus dicoba? atau bisa jadi kamu kebingungan ingin memberikan si Kecil jenis LT dengan merek tertentu tapi merek tersebut sulit kamu dapatkan.
Tak perlu bingung dan tak perlu dipaksakan. Pada dasarnya MPASI apalagi kalau kamu mengikuti panduan MPASI WHO tidaklah sulit malah simple sekali. Bayi bisa makan apa saja yang ada di meja makan keluarga atau dalam bahasa lain, kita bisa membuat MPASI dari bahan-bahan makanan yang ada di dapur. Jadi kalau lemak tambahannya yang ada di dapur cuma minyak goreng atau santan ya pakai saja yang ada, tidak perlu cari yang tidak ada. Simple, kan? Saya sendiri dua bulan ini baru menggunakan lemak tambahan berupa minyak goreng, santan dan EVOO untuk MPASI Bunay. Jenis lainnya belum pernah saya coba karena memang sulit didapat di daerah tempat tinggal saya, jadi yang ada di rumah baru ketiga jenis itu. Memang sih sebaiknya divariasikan MPASI si Kecil dengan berbagai jenis LT, tapi kalau nggak ada ya nggak masalah.


Manfaat Lemak Tambahan untuk MPASI


Menurut panduan MPASI WHO, lemak tambahan sudah dapat diberikan pada bayi mulai usia 6 bulan. Nah, tentunya karena lemak tambahan ini memiliki peran yang tak kalah penting dengan peran menu 4 bintang (karbo, prona, prohe dan sayur/buah) makanya dianjurkan juga untuk diberikan pada MPASI si Kecil.

Setidaknya ada lima manfaat lemak tambahan untuk MPASI yang perlu kamu ketahui ;
  1. Menambah nilai kalori makanan (beda ya nilai kalori makanan tanpa lemak dengan kalori makanan yang ditambahkan lemak baik dari lemak hewani maupun nabati)
  2. Membantu boost BB (tentunya kamu sudah tahu dong makanan yang mengandung lemak atau ditambkahkan nilai kalorinya dapat membantu kenaikan BB si Kecil)
  3. Sebagai pelarut vitamin A, D, E dan K (nah, ini salah satu fungsi lemak dapat melarutkan vitamin-vitamin yang sulit larut seperti vitamin ADEK)
  4. Penambah rasa gurih alami makanan (sama seperti kita, si Kecil walau masih bayi juga suka dengan makanan yang gurih-gurih, apalagi kalau giginya sudah tumbuh banyak)
  5. Membantu melancarkan pencernaan/ mengatasi sembelit ( lemak juga bisa membantu mengatasi masalah sembelit yang dialami bayi lho)
Nah, dari kelima manfaat di atas menurut kamu lemak tambahan ini penting atau nggak? Kalau saya sih, iyes, penting banget meski nggak wajib juga. Apalagi LT ini bisa jadi boost BB si Kecil.

Pentingnya Lemak Tambahan untuk MPASI

Jadi saya punya pengalaman nih, waktu sebulan pertama Bunay mulai MPASI saya sempet kegeeran BBnya bakal naik drastis. Eh tapi kok setelah ditimbang pake timbangan ayunan manual BB Bunay malah tetap atau sama dengan bulan sebelumnya tapi sama petugas posyandunya sengaja dikasih naik dikit karena saat ditimbang Bunay banyak geraknya sampai nangis pula. Alhasil timbangannya jadi nggak akurat dong.

Tapi ya saya nggak nyangka aja kok BBnya bisa naik segitu doang padahal selama sebulan MPASI Bunay makannya lahap, jarang sisain makanannya, nenennya juga kuat. Trus apa yang salah coba? Nah, kata bidannya wajar anak bayi yang baru makan BBnya naik sedikit karena mungkin kesalahan dari orang tuanya saat membuatkan makanan. Beda dengan nutrisi yang bayi dapatkan langsung dari ASI karena belum terkontiminasi dengan virus-virus dari luar.

Sebenarnya saya mau protes sih dengan alasan tersebut, lebih tepatnya merasa tersinggung. Seolah MPASI homemade yang saya buatkan tidak berkhasiat sama sekali menaikkan BB si Kecil. Eh tapi kalau dipikir-pikir ada benarnya juga kata bidan tersebutm Mungkin kesalahan itu ada pada saya. Saja jadi bisa koreksi diri dong dan mengevaluasi kembali menu makanan yang saya berikan pada Bunay.

Nah, boleh jadi penyebab BB Bunay stagnan seperti itu karena kurang lemak tambahan. Setidaknya setelah membaca berbagai referensi terkait MPASI saya jadi tahu kalau lemak tambahan memiliki peranan yang cukup penting terutama dalam menaikkan BB si Kecil. Dan ini saya sudah praktikkan. Alhmdulillaah, lumayanlah kenaikkan BBnya di bulan kedua MPASI.

So, kalau kamu juga menemukan kondisi bayimu seperti Bunay, sudah makan lahap, nenen juga kuat tapi saat ditimbang BBnya tetap atau naik sedikit kamu bisa siasati dengan memberikan lemak tambahan secukupnya atau bahkan boleh double LT asal jangan juga terlalu berlebihan ya.

Lemak tambahan juga diyakini dapat membantu mengatasi sembelit si Kecil. Selain itu jika si Kecil mulai susah makan atau GTM boleh banget nih dicoba juga dengan memberikan makanan-makanan yang berlemak. Tapi ingat pemberian lemak tambahan ini hanya pada menu utama saja ya. Untuk selingan seperti buah-buahan tidak perlu lemak tambahan.

Sekian cuap-cuap saya tentang lemak tambahan. Semoga bermanfaat.

Salam,
@siskadwyta

Referensi : mamibuy.co.id








  • Share:

You Might Also Like

6 comments

  1. buat anak kecil, lemak tambahan itu penting
    bagi orang dewasa, lemak tambahan justru mau disingkirkan
    hahaha

    ReplyDelete
  2. Saya kurang paham sih bagaimana manfaat dari lemak secara mwdis, tapi memang yang saya ketahui ada lemk jahat dan ada lemak baih. Lemak jahat menimbulkan penyakit, dan lemak baik menatabilkan tubuh. Seperti itu ya? Hehe

    ReplyDelete
  3. saya pun asing dengan istilah2 di atas, dari sekian banyak singakatan ternyata ada minyak zaitu dan VCO hehe... ternyata memberikan asupan yg baik buat anak kecil itu susah-susah gampang.

    ReplyDelete
  4. Saya pun bingung dengan segala updatean emak-emak millenial. Soalnya udah beda banget dengan pengalaman saya terakhir punya baby tahun 2004 lalu, trus tiba-tiba punya lagi di tahun 2014, hihi..

    ReplyDelete
  5. Saya belajar memberi ASI dan MPASIMsejak hamil sulung (lahir 2001). Waktu itu blm ada istilah² tsb di atas. Jangankan mamanya Siska, Saya saja ndak tahu hehehe.

    Bungsu saya sekarang 9 tahin, sudah lama lepas ASI. Saya makin takjub dengan ilmu parenting jaman now. Apalagi dengan mamah muda yg rajin belajar spt Siska. Semoga lancar MPASI Bunay ya

    ReplyDelete
  6. penting banget untuk tahu ini soal menu Mpasi. perkembangan anak dimulai dari sini soalnya.

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

Note :

Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.