Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

9 Jenis Lemak Tambahan MPASI dan Manfaatnya untuk Bayi

Lemak tambahan mpasi bayi dan manfaatnya

Waktu baru belajar persiapan MPASI bayi saya sempat bingung dengan istilah EVOO, ELOO, EVCO, UB, dsb. Jujur saja, istilah-istilah tersebut asing di penglihatan saya. Bukan di pendengaran ya, soalnya saya belajar persiapan MPASI kemarin sebatas dari artikel atau bahan bacaan saja bukan dari cerita ibuk-ibuk di sekeliling saya.

Lagian kalau saya tanya istilah-istilah tersebut ke mereka mungkin reaksinya juga kurang lebih sama dengan saya. 

Sama-sama bingung, apaan tuh? Apalagi kalau tanyanya ke neneknya, pasti pertanyaan saya bakal ditanggapi dengan kening yang berkerut.

Yap! ibuk-ibuk zaman mama saya mana tahu istilah yang disingkat atau diakronim kayak gitu. Mana singkat/akronimnya dari bahasa Inggris pula.

Lain hal kalau saya bertanya ke para ibu milenial yang tiap hari rajin update MPASI buah hatinya di Instagram. 

Namun saya juga ogah nanya ke mereka, nanti dikiranya saya kudet lagi *eh emang saya kudet sih, hehe. Jadilah saya cari tahu sendiri apa yang dimaksud dengan EVOO, ELOO, EVCO, UB, dsb dan baru ngeh ternyata berbagai istilah yang sempat bikin saya bingung itu merupakan berbagai jenis lemak tambahan untuk MPASI bayi.

Mungkin mom yang baru belajar mempersiapkan MPASI untuk si Kecil juga mengalami kondisi bingung seperti saya dan memiliki banyak pertanyaan. 

Apa yang dimaksud dengan lemak tambahan MPASI? Apa pentingnya memberikan lemak tambahan untuk bayi? Apa-apa saja jenis lemak tambahan atau seperti apa merk margarin untuk bayi?

Kenapa MPASI perlu tambahan lemak, kenapa nggak cukup dengan menu 4 bintang saja? Atau apakah lemak tambahan MPASI ini wajib diberikan setiap menyajikan MPASI si Kecil? Baiklah, kita bahas satu per satu, yuk!

Mengenal Berbagai Jenis Lemak Tambahan MPASI Bayi

Berbagai jenis Lemak tambahan untuk mpasi bayi
Credit

Selain memenuhi nutrisi si Kecil dengan menu 4 bintang yang terdiri dari karbohidrat, protein hewani, protein nabati dan vitamin orang tua juga disarankan memberi lemak tambahan pada MPASI si kecil.

Lemak ini terbagi menjadi dua yaitu lemak hewani yang bisa didapatkan dari daging, minyak ikan dan kuning telur. Sedangkan untuk lemak nabati terdapat pada mentega, minyak sawi dan kelapa. 

Selain kedua jenis lemak tersebut, kita juga bisa memberikan lemak tambahan lainnya untuk memperkaya lemak pada MPASI si kecil.

Nah, istilah-istilah keren yang digunakan dalam berbagai jenis lemak tambahan inilah yang sempat bikin new mom kayak saya kebingungan. Apalagi saya memang nggak pinter bahasa inggris. Ups! 

Eh tapi sekarang saya sudah familiar dengan berbagai merk margarin dan minyak kelapa untuk MPASI. 

Berikut beberapa lemak tambahan MPASI yang perlu diketahui :

1. Unsalted Butter (UB)

Mungkin saat membaca resep-resep MPASI mom menemukan kata UB dan bingung apa itu UB? Jadi UB ini singkatan dari Unsalted Butter

Ada berbagai jenis butter yang dijual di pasaran, ada yang salted (mengandung garam) dan ada pula yang unsalted (tanpa kandungan garam). Nah, merk mentega untuk bayi adalah yang tanpa garam  yang dikenal dengan nama Unsalted Butter (UB).

Sebaiknya memang anak-anak di bawah usia satu tahun tidak diberikan makanan yang mengandung garam. Itulah sebabnya tambahan jenis UB ini sangat tepat ditambahkan ke MPASI si Kecil yang baru berusia nol tahun.

Beberapa merk UB yang dijual di pasaran antara lain elle & vire, anchor. UB bisa digunakan sebagai pengganti minyak untuk menggoreng atau menumis bahan MPASI si kecil.

Namun perlu diperhatikan agar kandungan lemaknya tetap terjaga baik saat menggoreng maupun menumis jangan terlalu panas, cukup dilumerkan saja. 

Atau bisa juga membubuhi mentega bayi ini ke dalam MPASI yang panas atau dingin dan akan lumer dengan sendirinya. 

Nah, kalau tidak ada UB, mom masih bisa kok memberikan butter salted atau mentega pada MPASI si Kecil, tapi pastikan pemberiannya hanya sekali atau dua kali saja ya dalam sepekan  jangan terlalu sering, apalagi bagi anak yang masih di bawah usia 1 tahun.

2. Extra Virgin Olive Oil (EVOO)

Selanjutnya ada EVOO, yang merupakan akronim dari Extra Virgin Olive Oil. Kalau kamu masih bingung yang mana nih LT yang dimaksud dengan EVOO, sini saya bisikin, hehe. 

Sederhananya EVOO ini sama dengan minyak zaitun. Kalau saya sebut minyak zaitun pasti mom tahu dong. Tapi eitss, jangan asal pilih minyak zaitun ya, 

Pilihlah minyak zaitun atau yang biasa disebut dengan Olive Oil jenis EVOO. Kenapa? karena EVOO memiki kualitas nutrisi paling tinggi bahkan kandungan nutrisinya mirip dengan ASI.

Adapun cara menggunakan EVOO ini gampang saja, yakni sebagai dressing pada makanan. Jadi ketika MPASI bayi sudah siap mom tinggal menuangkan EVOO secukupnya. 

Secukupnya itu ya sekira 1/2 atau 1 sdt kemudian aduk rata lalu sajikan pada si kecil. Berbagai merek EVOO dipasaran: Filipo, Berio, Bertollio, Colavita, Casa di Oliva, dan Borges.

3. Extra Light Olive Oil (ELOO)

ELOO atau Extra Light Oil ini juga termasuk minyak zaitun. Bedanya, Jika EVOO digunakan langsung sebagai dressing pada makanan, jenis ELOO karena lebih light sehingga selain bisa dicampurkan pada makanan yang sudah siap saji bisa juga dipakai untuk menumis atau menggoreng bahan MPASI.

Berbagai merk minyak zaitun untuk bayi yang bisa mom temukan di pasaran antara lain Filipo, Berio, Bertollio, Colavita, dan Borges.

4. Extra Virgin Coconut Oil (EVCO)

Selanjutnya ada Extra Virgin Coconut Oil (EVCO) yang tidak lain merupakan minyak sawit atau minyak kelapa. EVCO ini bisa disajikan langsung pada MPASI bayi yang telah siap.

5. Virgin Coconut Oil (VCO)

Nah, kalau Virgin Coconut Oil atau VCO ini merupakan minyak kelapa buatan sendiri. Contohnya jelas banget ya, santan. 

Namun ingat santan yang diberikan sebaiknya mom memberikan si kecil santan alami bukan santan olahan pabrik yang sudah dikemas dan di jual di toko-toko.

Lagipula cara membuat VCO atau santan sendiri gampang kok. Cukup dengan menambahkan air hangat pada kelapa parut. Saring untuk mendapatkan santan yang kental.

Dengan menggunakan air matang, santannya tidak perlu dipanasi lagi. Langsung tuangkan secukupnya saja ke dalam mangkuk atau piring MPASI bayi.

6. Keju

Lemak tambahan selanjutnya adalah keju. Yup, keju juga bisa diberikan pada si kecil tapi dianjirkan setelah usianya menginjak delapan bulan dulu.

Yang perlu diperhatikan saat ingin menambahkan lemak keju pada MPASI, porsinya cukup sedikit saja kemudia perhatikan bagaimana reaksi si Kecil, mencret atau tidak. 

Kalau tidak pemberian keju ini bisa dilanjutkan, sebaliknya jika setelah diberi keju si kecil jadi mencret maka sebaiknya LT jenis ini dihentikan.

Satu lagi, pastikan mom beri keju yang rendah garam. Adapun keju rendah garam yang bisa kita temukan di pasaran seperti Babybell, Bellcube, Laughing Cow, Diamon, dan Prochiz.

7. Minyak Canola

Mom juga bisa menambahkan minyak canola untuk MPASI. Minyak canola adalah minyak nabati yang terbuat dari biji tanaman Canola.

Keunggulan minyak ini adalah adalah memiliki kandungan omega-3 yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis minyak lainnya seperti minyak zaitun, minyak biji bunga matahari dan minyak jagung. Canola oil juga memiliki lemak jenuh yang lebih rendah. 

Bagaimana cara menggunakan minyak canola untuk mpasi bayi? Kalau anjuran dari alodokter, sebaiknya tidak dipanaskan dalam suhu tinggi. Jadi mom bisa langsung menuangkan minyak canola ke makanan si kecil.

8. Margarin

Selain mentega, mom juga bisa menambahkan margarin untuk MPASI. Sekilas margarin tampak sama dengan mentega atau butter. Bedanya butter diolah dari susu sedangkan margarin terbuat dari minyak tumbuhan seperti minyak sayur, minyak kelapa, dan minyak kelapa sawit. 

Oleh sebab itu margarin juga mengandung lemak tak jenuh yang baik bagi kesehatan. Hanya saja kandungannya tidak sebanyak pada mentega yang mengandung lemak hewani. Oh ya pemberian margarin secukupnya saja ya mom, jangan berlebihan.

9. Minyak Kelapa Sawit

Nah, kalau jenis minyak yang satu ini pasti selalu ada di rumah, kan? Ya, minyak goreng yang banyak dijual di pasaran juga bisa digunakan untuk MPASI si kecil.

Namun berbeda dengan minyak untuk lemak tambahan MPASI seperti minyak zaitun dan canola oil, minyak goreng ini mengandung lebih banyak lemak jenuh dibanding tak jenuh.

Oleh sebab itu, agar lebih aman mom bisa memberikan merk minyak sayur seperti Bimoli, Sunco atau Filma secukupnya sebagai sumber lemak untuk MPASI bayi. Pastikan juga minyak goreng yang digunakan untuk MPASI adalah minyak baru (bukan bekas) dan hanya 1x pemakaian.

Itulah beberapa jenis lemak tambahan MPASI bayi yang perlu mom ketahui. Setelah mengenal beberapa jenis lemak tambahan, mungkin timbul lagi pertanyaan lain di benak mom, jenis lemak tambahan mana yang sebaiknya digunakan?

Apakah semua merek LT harus dicoba? atau mungkin mom sendiri kebingungan ingin memberikan si Kecil jenis LT dengan merek tertentu tapi merek tersebut sulit kamu dapatkan.

Nah, mom tidak perlu bingung dan tak perlu dipaksakan. Pada dasarnya MPASI apalagi kalau mengikuti panduan MPASI WHO tidaklah sulit malah simple sekali. 

Bayi bisa makan apa saja yang ada di meja makan keluarga. Dalam artian mom bisa membuat MPASI dari bahan-bahan makanan yang tersedia di dapur. 

Jadi kalau lemak tambahannya yang ada di dapur cuma minyak goreng atau santan ya pakai saja yang ada, tidak perlu cari yang tidak ada. Simple, kan? 

Saya sendiri dua bulan ini baru menggunakan lemak tambahan berupa minyak goreng, santan dan EVOO untuk MPASI Zhaf. 

Jenis lainnya belum pernah saya coba karena memang sulit didapat di daerah tempat tinggal saya, yang ada di rumah baru ketiga jenis itu. 

Memang sih sebaiknya divariasikan MPASI si Kecil dengan berbagai jenis LT, tapi kalau nggak ada ya nggak masalah.

Manfaat Lemak Tambahan untuk MPASI Bayi

Menurut panduan MPASI WHO, lemak tambahan sudah dapat diberikan pada bayi mulai usia 6 bulan. 

Tentunya karena lemak tambahan ini memiliki peran yang tak kalah penting dengan peran menu 4 bintang (karbo, prona, prohe dan sayur/buah) sehingga dianjurkan juga untuk diberikan pada MPASI si Kecil.

Setidaknya ada lima manfaat lemak tambahan untuk MPASI yang perlu mom ketahui ;
  1. Menambah nilai kalori makanan (beda ya nilai kalori makanan tanpa lemak dengan kalori makanan yang ditambahkan lemak baik dari lemak hewani maupun nabati)
  2. Membantu boost BB (tentunya kamu sudah tahu dong makanan yang mengandung lemak atau ditambkahkan nilai kalorinya dapat membantu kenaikan BB si Kecil)
  3. Sebagai pelarut vitamin A, D, E dan K (nah, ini salah satu fungsi lemak dapat melarutkan vitamin-vitamin yang sulit larut seperti vitamin ADEK)
  4. Penambah rasa gurih alami makanan (sama seperti kita, si Kecil walau masih bayi juga suka dengan makanan yang gurih-gurih, apalagi kalau giginya sudah tumbuh banyak)
  5. Membantu melancarkan pencernaan/ mengatasi sembelit ( lemak juga bisa membantu mengatasi masalah sembelit yang dialami bayi lho)
Nah, dari kelima manfaat di atas menurut kamu lemak tambahan ini penting atau nggak? Kalau saya sih, iyes, penting banget meski nggak wajib juga. Terlebih lemak tambahan MPASI bisa jadi boost BB si Kecil.

Penutup

Saya punya pengalaman nih, waktu sebulan pertama Zhaf mulai MPASI saya sempet kegeeran BBnya bakal naik drastis. Eh tapi kok setelah ditimbang pakai timbangan ayunan manual BB-nya malah tetap atau sama dengan bulan sebelumnya tapi sama petugas posyandu sengaja dikasih naik dikit karena saat ditimbang Zhaf banyak geraknya sampai nangis pula. Hasil timbangannya jadi nggak akurat dong.

Tapi ya saya nggak nyangka aja kok BBnya bisa naik segitu doang padahal selama sebulan MPASI Zhaf makannya lahap, jarang sisain makanannya, nenennya juga kuat. 

Trus apa yang salah coba? Nah, kata bidannya wajar anak bayi yang baru makan BBnya naik sedikit karena mungkin kesalahan dari orang tuanya saat membuatkan makanan. 

Beda dengan nutrisi yang bayi dapatkan langsung dari ASI karena belum terkontiminasi dengan virus-virus dari luar.

Sebenarnya saya mau protes sih dengan alasan tersebut, lebih tepatnya merasa tersinggung. 

Seolah MPASI homemade yang saya buatkan tidak berkhasiat sama sekali menaikkan BB si Kecil. 

Eh tapi kalau dipikir-pikir ada benarnya juga kata bidan. Mungkin kesalahan itu ada pada saya. Saja jadi koreksi diri dan mengevaluasi kembali menu makanan yang saya berikan pada si kecil.

Nah, boleh jadi penyebab BB Zhaf stagnan seperti itu karena kurang lemak tambahan. Setidaknya setelah membaca berbagai referensi terkait MPASI saya jadi tahu kalau lemak tambahan memiliki peranan yang cukup penting terutama dalam menaikkan BB si Kecil. 

Dan ini saya sudah praktikkan. Alhmdulillaah, lumayanlah kenaikkan BBnya di bulan kedua MPASI.

So, kalau mom juga menemukan kondisi si kecil seperti anak saya Zhaf, sudah makan lahap, nenen juga kuat tapi saat ditimbang BBnya tetap atau naik sedikit maka mom bisa siasati dengan memberikan lemak tambahan MPASI secukupnya atau bahkan boleh double LT asal jangan juga terlalu berlebihan ya.

Lemak tambahan MPASI juga diyakini dapat membantu mengatasi sembelit si Kecil. Selain itu jika si Kecil mulai susah makan atau GTM boleh banget nih dicoba juga dengan memberikan makanan-makanan yang berlemak. 

Namun ingat pemberian lemak tambahan ini hanya pada menu utama saja ya. Untuk selingan seperti buah-buahan tidak perlu lemak tambahan.

Sekian sharing saya mengenai berbagai jenis lemak tambahan MPASI bayi yang mom perlu ketahui. Semoga bermanfaat.

Salam,
@siskadwyta

Referensi : mamibuy.co.id







6 komentar untuk "9 Jenis Lemak Tambahan MPASI dan Manfaatnya untuk Bayi"

  1. buat anak kecil, lemak tambahan itu penting
    bagi orang dewasa, lemak tambahan justru mau disingkirkan
    hahaha

    BalasHapus
  2. Saya kurang paham sih bagaimana manfaat dari lemak secara mwdis, tapi memang yang saya ketahui ada lemk jahat dan ada lemak baih. Lemak jahat menimbulkan penyakit, dan lemak baik menatabilkan tubuh. Seperti itu ya? Hehe

    BalasHapus
  3. saya pun asing dengan istilah2 di atas, dari sekian banyak singakatan ternyata ada minyak zaitu dan VCO hehe... ternyata memberikan asupan yg baik buat anak kecil itu susah-susah gampang.

    BalasHapus
  4. Saya pun bingung dengan segala updatean emak-emak millenial. Soalnya udah beda banget dengan pengalaman saya terakhir punya baby tahun 2004 lalu, trus tiba-tiba punya lagi di tahun 2014, hihi..

    BalasHapus
  5. Saya belajar memberi ASI dan MPASIMsejak hamil sulung (lahir 2001). Waktu itu blm ada istilah² tsb di atas. Jangankan mamanya Siska, Saya saja ndak tahu hehehe.

    Bungsu saya sekarang 9 tahin, sudah lama lepas ASI. Saya makin takjub dengan ilmu parenting jaman now. Apalagi dengan mamah muda yg rajin belajar spt Siska. Semoga lancar MPASI Bunay ya

    BalasHapus
  6. penting banget untuk tahu ini soal menu Mpasi. perkembangan anak dimulai dari sini soalnya.

    BalasHapus

Berlangganan via Email