Mengenal Khasiat Matoa, Buah Manis Nan Legit dari Papua

By Siska Dwyta - Monday, April 01, 2019

Dok. Pribadi

Sudah lama tak makan buah manis nan legit yang satu ini. Bersyukur, beberapa waktu lalu saat mama dan papa hendak datang ke Makassar, di Serui mulai masuk musim matoa. Jadilah mereka datang dengan membawa oleh-oleh buah khas Papua. Yeay, akhirnya kerinduan mencicipi buah favorit saya ini tercapai juga.

Bagi kamu yang tinggal di daerah Indonesia bagian Timur, khususnya Papua pasti sudah familiar dengan matoa. Sementara kamu yang belum pernah ke Papua, mungkin masih asing dengan buah ini. Atau mungkin kamu sudah kenal tapi belum pernah mencicipinya?

Matoa (Pometia Pinnata) merupakan salah satu jenis tanaman buah yang paling banyak tumbuh di daerah Timur Indonesia sehingga disebut buah khas Papua. Namun mungkin juga kamu bisa temukan matoa di luar Papua. Pasalnya saya sendiri pernah menemukan pohon matoa di belakang rumah mertua kakak saya pun mencicipi buahnya.

FYI, rumah mertua kakak saya bukan di Papua melainkan di Gowa. Yah, saya sempat heran saat itu, ternyata ada juga pohon matoa yang tumbuh di daerah Sulsel. Pernah pula mendapati beberapa akun media sosial yang menawarkan matoa secara online untuk daerah Makassar dan sekitarnya. Harga yang ditawarkan perkilonya relatif mahal. Tapi wajar sih, matoa kan termasuk buah unik dan langka.


Buah Unik dan Langka


gambar : boombastis.com
Uniknya karena matoa memiliki tekstur seperti kelengkeng, aromanya harum mirip durian (tapi nggak sampai bikin kamu yang tidak suka cium aroma durian eneg kok) dan isinya serupa buah rambutan. Rasanya sendiri kalau menurut saya seperti paduan antara kelengkeng, durian, dan rambutan. Manis menggigit dan legit banget.

Sayangnya buah yang rasanya enak tenan ini termasuk langka. Nah, karena kelangkaannya itulah sehingga matoa dibrandol dengan harga selangit. Eh maksud saya, harganya lumayan mahal. Maklum, matoa tidak tumbuh di sembarang tempat.

Dilansir dari situs boombastis.com, buah matoa hanya bisa berkembang dengan baik di daerah dengan kondisi tanah yang kering, tidak tergenang, dan punya lapisan tanah yang tebal. Sedangkan iklim yang dibutuhkan pohon Matoa adalah bercurah hujan tinggi.

Selain tidak bisa tumbuh di sembarang tempat, buah matoa termasuk langka karena pohonnya hanya berbuah sekali dalam setahun. Yakni pada bulan Juli - Oktober, dan baru berbuah sekira tiga atau empat bulan kemudian. Ditambah lagi, pohon buah matoa tergolong tinggi besar dengan tinggi rata-rata sekitar 18 meter dan diameter maksimum 100 cm. Bisa dibayangkan, untuk memanennya saja butuh perjuangan?

Khas dan Berkhasiat

Jika kamu melihat buah matoa, kamu bakal terpesona dengan wujudnya yang berbentuk bulat kecil seukuran telur puyuh dengan warna hijau dan kemerah-merahan. Jika dibuka kulitnya sepintas seperti buah kalengkeng. Isi buahnya sendiri menurut saya mirip rambutan, berwarna putih bening. Nah, jika dicicipi kamu akan takjub dengan rasanya yang nano-nano. Rasanya khas, antara paduan tekstur buah kalengkeng, rasa rambutan, dan aroma durian. Namun banyak yang mengangganggap rasa matoa lebih mirip durian. Manis dan legit. Sampai ada ungkapan seperti ini; jika durian disajikan dalam bentuk kalengkeng, itulah matoa.

Oya, di Papua terdapat dua jenis matoa, yaitu matoa kelapa dan matoa papeda. Tekstur matoa kelapa kenyal dan padat seperti rambutan. Sedangkan matoa papeda bertekstur lengket dan lembek pada dagingnya. Keduanya sama-sama enak namun jenis matoa yang paling banyak digemari adalah matoa kelapa. Saya juga paling suka dengan jenis matoa kelapa.

Buah Matoa untuk Kesehatan


gambar : pixabay.com

Rasa matoa memang sangat enak dan menggiurkan. Di
luar rasanya yang enak, buah unik ini juga memiliki segudang manfaat. Khasiatnya sangat banyak termasuk untuk kecantikan. Nah, kalau kamu tahu apa-apa saja khasiat buah matoa, pasti kamu bakal tertarik ingin menikmatinya. Dilansir dari situs hallosehat.com, berikut beberapa khasiat yang ada pada buah matoa;

Kaya Vitamin C dan E

Kandungan gizi yang terdapat pada buah matoa cukup tinggi. Buah ini kaya akan vitamin C dan E yang mumpuni untuk menangkal radikal bebas dalam tubuh. Selain itu, vitamin C juga berguna mempertahankan daya tahan tubuh sedangkan vitamin E dapat membantu memelihara kesehatan. Dalam buah yang bertekstur kenyal ini terkandung pula mineral seperti kalsium dan kalium.

Menangkal Penyakit Kronis

Buah matoa juga dapat menangkal penyakit kronis seperti penyakit jantung, stroke dan diabetes. Mungkin kanu bertanya-tanya mengapa buah ini bisa membantu mencegah serangan penyakit kronis?

Menurut Hallo Sehat, buah matoa kaya akan zat tanin yang merupakan antioksidan. Antioksidan adalah penangkal utama radikal bebas dalam tubuh. Perlu kamu ketahui, adanya radikal bebas ini yang menyebabkan banyak sel-sel rusak hingga muncullah penyakit kronis, bahkan kanker.

Meskipun begitu, khasiat buah yang satu ini masih harus diteliti lebih lanjut. Pasalnya para ahli kesehatan belum mengetahui seberapa banyak zat tanim yang harus dikonsumsi agar radikal bebas tidak terjadi dalam tubuh.

Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Khasiat lainnya, mampu mengendalikan tekanan darah tinggi.  Bukan hanya daging buahnya saja lho, ekstrak biji dan daunnya juga terbukti bisa bantu menurunkan darah tinggi.

Ekstrak buah matoa mengandung zat yang bersifat diuresis, yaitu meningkatkan jumlah cairan yang dikeluarkan dari dalam tubuh. Ketika cairan di dalam tubuh terlalu banyak, tekanan darah akan otomatis meningkat. Jadi, jika kadar cairan kembali normal bisa membuat tekanan darah turun.

Bahkan sebuah penelitian dari Bandung menyebutkan bahwa pada dosis 100 miligram per kilogram berat badan, ekstrak matoa ini dapat membuang air dan garam melalui urin sehingga tekanan darah seseorang bisa turun. Jadi buat kamu yang punya penyakit tekanan darah tinggi, bagus banget untuk konsumsi buah khas dari Papua ini.

Melawan Kuman Penyakit.

Khasiat yang tak kalah manjur adalah melawan kuman penyakit masuk ke dalam tumbuh. Penelitian yang dilakukan di Bogor, Jawa Barat, membuktikan bahwa buah matoa berhasil menghambat perkembangan bakteri penyebab infeksi saluran napas dan saluran kemih.

Bahkan, para ahli mengungkapkan, bukan tidak mungkin suatu saat nanti matoa menjadi sumber bahan alami untuk pembuatan antibiotik. Nah, jika kamu ingin terhidar dari serangan virus, atau penyakit infeksi maka buah matoa ini cocok banget untuk dikonsumsi.


Buah Matoa untuk Kecantikan

Gambar : orami.com
Selain punya banyak manfaat untuk kesehatan, Matoa juga bisa jadi teman terbaik kamu yang ingin cantik dari dalam lho. Karena fungsi buah ini hampir sama dengan produk-produk kecantikan. Diantaranya dapat mencegah penuaan dini dan menyamarkan garis halus seperti keriput.

Apalagi bagi kamu yang punya masalah wajah berjerawat. Matoa bisa jadi solusi tepat yang dapat membantu wajah kamu jadi bersih dan merona alami. Kok bisa? Ya, seperti yang sudah saya sebutkan di atas. Buah matoa kaya akan vitamin C dan E, dimana fungsi kedua vitamin tersebut selain untuk sehatan juga sangat baik untuk kecantikan atau perawatan kulit. Dan satu lagi, rutin mengkonsumsi matoa juga akan menjaga kulitmu dari paparan sinar matahari langsung yang bisa merusak kulit.

Itulah beberapa khasiat buah manis nan legit dari Papua ini. Rasa yang enak dan khasiat yang banyak membuat banyak orang baik di Papua maupun dari luar mengincar matoa. Sayangnya karena buah ini langka dan harganya relatif mahal sehingga tak mungkin bisa dikonsumsi tiap hari. Mengkonsumsi matoa secara berlebihan juga tidak baik karena buah ini mengandung glukosa jenuh yang dapat membuat "mabuk". Namun tak ada salahnya kamu mencoba buah ini walau hanya sekali saja karena rasanya khas dan khasiatnya yang luar biasa. Oke, sekian sharing saya kali ini. Semoga bermanfaat :)

Salam,
@siskadwyta

Referensi :
https://www.boombastis.com/matoa-buah-khas-papua/117557https://www.boombastis.com/matoa-buah-khas-papua/117557
https://hellosehat.com/hidup-sehat/nutrisi/manfaat-buah-matoa/amp/

  • Share:

You Might Also Like

48 comments

  1. Wuih ternyata buah matoa ini dong punya khasiat banyak e?

    Satu tahun lebih di Papua, sa tra pernah dapat. Nda tahu di Jayapura dapat di mana e? Sa penasaran jadi

    ReplyDelete
  2. Banyak juga manfaatnya kak apalagi itu untuk kesehatan, tapi harus di konsumsi dalam jumlah yang sewajar dan dalam kurun waktu tertentu kali ya kak baru terasa khasiatnya.

    Kalau ada bagi2 kak, biar saya juga bisa cicipi.

    ReplyDelete
  3. Dari fotonya, penampakan matoa ini kayak familiar tapi baru tahu kalau itu khas papua dan banyak manfaatnya. Untuk saat ini ada mi olahan buah matoa kak?

    ReplyDelete
  4. Wah matoa yah, sy punya pohonnya nih dirumah. Sering diminta sama tetangga dan kluarga juga, katanya sih buat menangkal berbagai penyakit

    ReplyDelete
  5. Pas liat gambarnya memang sepintas kok kayak rambutan ya, tetapi setelah baca penjelasannya ternyata buah matoa namanya

    ReplyDelete
  6. Wah ada kandungan vit.E nya,enak nih kinsumsi buah matoa bisa bikin kulit jadi sehat he he he. Btw sampai saat ini saya belum pernah lihat dan makan buah matoa,jadi penasaran sama rasanya. Kalau di supermarket ada nggak ya ?

    ReplyDelete
  7. Saya suka banget makan buah Matoa. Beberapa kali dapat kiriman dari Papua dan terakhir beli dari pohon yang dibudidayakan di sini, (sininya itu maksudku entah di Makassar atau Gowa)

    ReplyDelete
  8. Pengeeen coba! kelengkeng, durian, dan rambutan itu buah favoritku. Fix harus masuk ke item pencarian kalau ada rejeki ke Papua

    ReplyDelete
  9. Fix! Nda cocok dengan saya. Soalnya saya tidak suka makan durian dan lengkeng. Dari baunya saja tidak enak apalagi rasanya. 20 tahun hidup gak pernah sama sekali makan durian. Tapi kalo lengkeng pernah sekali, itu pertama dan terakhir kalinya.

    ReplyDelete
  10. ternyata banyak sekali manfaatnya ya kak.. sayang sekali saya malah tak suka buah ini :(

    ReplyDelete
  11. Matoa ini di kampusku kok nggak begitu ngetren ya kayak buah naga. Sampe ada alumni almamaterku yang sering diminta sharing tentang bisnis perkebunan pribadi punya dia karena sukses besar nanam buah naga. Itu saat buah naga belum begitu familiar di masyarakat. Nah, kupikir matoa ini juga mudah-mudahan ke depannya makin banyak yang membudidayakan dan jadi bisnis besar. Ada pengusaha Indonesia asli anak negeri yang sukses besar juga karena matoa. Semoga. Aamiin.

    ReplyDelete
  12. Baru kali baca tentang buah Matoa
    ... dan baru tahu juga kalau langka dan hanya berbuah sekali setahun

    Memang yang langka itu, mahal ya
    Mengikuti hukum supply dan demand

    ReplyDelete
  13. Aku pernah punya tanaman Matoa waktu tinggal di rumah yang lama. Menanamnya ada munkin sekitar 4 tahun, eh belum berbuah juga. Giliran rumah laku dijual, malah pas berbunga. Belum rejekinya menikmati buah matoa dari kebun sendiri, hihiii

    ReplyDelete
  14. Saya udah pernah coba buah ini. Rasanya memang enak. Sayangnya agak susah ditemui. Mungkin karena Papua jauh dari pulau Jawa

    ReplyDelete
  15. Aku belum pernah coba buah ini mba karena memang jarang kan di Jakarta ya? Khasiat buahnya ternyata banyak juga ya.

    ReplyDelete
  16. Ternyata khasiatnya banyak juga ya buah matoa ini. Sudah lama banget enggak makan buah ini. Sudah lupa rasanya gimana.

    ReplyDelete
  17. Penasaran mbak, aku sudah pernah dengar matoa tapi belum pernah nyicipin. Di jawa pasti susah banget ya carinya.

    ReplyDelete
  18. Banyak banget ya khasiat buah Matoa ini, tapi sepertinya saya belum pernah sama sekali liat langsung.
    Emang adanya di Papua aja ya? :D

    ReplyDelete
  19. banyak banget manfaat buah Matoa. Kalau vitamin C dan E berarti baik untuk menjaga daya tahan tubuh plus menutrisi kulit.

    ReplyDelete
  20. Sekilas buahnya mirip dengan leci ya, putih kaya gitu. AKu pernah sekali nyicipin buahnya, rasanya manis banget tapi aku kurang suka yang terlalu manis. Ternyata manfaat buah matoa ini banyak juga ya, sayangnya buahnya agak susah didapatkan.

    ReplyDelete
  21. Aku nyobain matoa pas lagi kuliah pas praktek lapang. Diambilin buah matoa langsung dari.pohonnya. pas pertama kali liat agak2 gimana gitu, eh kok ternyata enak ya. Dan ternyata banyak manfaatnya ya

    ReplyDelete
  22. Aku to mba. Baru sekali loh makan buah matoa. Hehe. Waktu itu aja beli karena mbaku yang ngidam

    ReplyDelete
  23. Waaah jadi pengen coba Matoa nih, rasanya pernah lihat ada yg jual di Jakarta. Tapi lupa dimana.

    ReplyDelete
  24. Penasaran nih kayak apa rasa matoa, gabungan kelengkeng-durian-rambutan? Hmm... ngga bisa bayangin deh ;) Ternyata kandungan glukosa jenuhnya harus diwaspadai juga ya, nda boleh terlalu banyak konsumsinya.

    ReplyDelete
  25. Pertama kali tau Matoa pas di Jakarta, merupakan salah satu nama jalan yang ada lapangan golf dan kolam renang baguuuus yang kabarnya milik Pak Soeharto. Waktu berlalu lama, laaah malah baru tau kalau Matoa itu nama buah, hahahaha. Di Jakarta masih lumayan banyak ini Mba. Dan ternyata menyimpan banyak khasiat ya.

    ReplyDelete
  26. Aku liatnya kok kemecer ya mba hahahha. Ngeces pengen banget belum pernah mam ini. Kalo di Jawa ada Matoa nggak ya. Tar tanya-tanya dulu ah

    ReplyDelete
  27. Ini salah satu buah kesukaan Papa ku lho tapi sayang ya jarang di temukan di sekitar rumah ku padahal banyak sekali manfaat dari buah ini.

    ReplyDelete
  28. Aku pernah cicipi waktu ke Papua mba.. memang enak dan dengar kalau khasiatnya juga luar biasaa ya mba..

    ReplyDelete
  29. Dulu Babe rahimahullah pernah ditugaskan di Papua.
    Dan kami alhamdulillah pernah mencoba Buah Matoa.
    Hanya bawa sedikit dan dibagi-bagi ke kerabat, agar smua bisa ikut mencoba buah langka ini.

    Kalau ditanam di tanah Jawa, gak bisa tumbuh kah?

    ReplyDelete
  30. Saya belum pernah makan buah Matoa. Jadi pengen coba soalnya sering baca review tentang buah ini yang katanya enak.

    ReplyDelete
  31. Pernah dengar tapi baru lihat penampakannya..rasanya jg blm tau krn blm pernah nyoba..

    ReplyDelete
  32. Belum pernah mencicipi buah matoa, sesekali order melalui online bisa kali ya supaya rasa penasaran ini terbayarkan. hehe
    Manfaatnya banyak ya, bagus nih buat skincare antiaging.

    ReplyDelete
  33. Wahhh saya baru dengar nih nama buah matoa. Kalo buah dari timur, saya tahunya hanya buah gandaria. Jadi penasaran juga pengen mencicipi buah matoa ini :)

    ReplyDelete
  34. Aku suka buah Matoa ini. Rasanya enak dan unik kulitnya. Sayang di Jogja nggak banyak yg jual buah ini.

    ReplyDelete
  35. Saya baru tau buah ini wkwkwk, mungkin karena langka jadinya gak kenal yes hehe. Pas baca ulasannya disini jadi kepengin. Semoga bisa nyobain deh, cari2 dulu nih hehe. Selain rasanya yg enak matoa jg banyak manfaat ya. Pantesan aja harganya jg mahal

    ReplyDelete
  36. aku prnh beli ga sengaja buah ini di toko buah besar. awalnya aku kira ini buah gandaria. karena miriiiiipp hhahahahaha.. kulitnya kehijauan juga. pas sampe rumah mau dibikin sambel, lah kok daging buahnya beda hahaha. ternyta ini matoa. tp ga nyesel belinya. enak memang :D

    ReplyDelete
  37. Sudah lama byk yg jual di grup perumahan , sy br tahu khasiatnya..g pernh beli wkt itu, nti klo ada yg jual lagi, hrs beli nih. Mksh infonya ba

    ReplyDelete
  38. Bentuknya emang kaya kelemgkeeg ya mba. Aku pengin nyobain deh. Gpp harganya mahal juga, gak tiap hari inih. Hehe

    ReplyDelete
  39. Namanya nggak asing didengar... Tapi belum pernah nyobain. Jadi pengen hehhehe... Apalagi baca manfaatnya yang banyak. Semoga bisa segera mencicipinya

    ReplyDelete
  40. Aku juga hobi banget nih mba makan matoa karena emang enak sih buahnya, tapi emang kualitasnya bener bener banyak ya sayang nyarinya ahak susah

    ReplyDelete
  41. ih, aku belum pernah makan buah matoa ini mbak padahal dl di halaman kampusku di Jogja ada tapi belum sempat merasakannya hiks...hmmm, di supermarket ada gak ya?

    ReplyDelete
  42. Wah aku suka banget buah matoaa. Matoa kelapa apalagi. Beberapa bulan yg lalu juga pernah dibeliin matoa, katanya, tapi beda sama yg pertama kali aku makan bberapa tahun yg lalu. Katanya itu matoa hutan, buahnya dari luar kayak kurma, hitam, dan lengket, terus daging buahnya lebih tipis. Apa itu matoa papeda ya?
    Anyhoo, aku tinggal di Sumbar, yang mana adalah wilayah Barat Indonesia. Mamaku nanam pohon Matoa, udah tinggi sekitar 3-4meter(?), berusia >1 tahun, tapi blm berbuah donggg. Haha. Hanya info.

    ReplyDelete
  43. Enak banget buah matoa. Di sini, sidoarjo, sekilo bisa 40 rb. Saya suka rasanya yang kayak kelengkeng dan rambutan, kalau menurut saya rasanya seunik ini sih. Aromanya wangiii... lebih enaknwanginya daripada durian, malah

    ReplyDelete
  44. Saya tahu buah Matoa ini sejak SD, tapi membaca di majalah Bobo, sih. Hehe...
    Sampai besar, saya belum pernah mencicipi. Nasib, padahal di pekarangan rumah mertua ada pohonnya sejak 5 tahun ini. Sayangnya rumah mertua jauh di Jateng sana. Pas panen pas ga ke sana. So, sampai sekarang masih penasaran jadinya. Apalagi tahu khasiat buahnya sebagus ini :)

    ReplyDelete
  45. Duh, jadi pingin makan buah matoa lagi.. terakhir makan sekitar 4 atau 5 tahun lalu, hasil memetik di rumah kerabat suami di Kaltim... kapan ya, bisa makan buah matoa lagi? Pingiiin 😋

    ReplyDelete
  46. Baru liat buah ini,,hehe.. banyak banget ya manfaatnya,, jadi pengen nyoba

    ReplyDelete
  47. Biah yang penuh kenangan masa kecil hehe... enak rasanya, sering main di kebun matoa dkt rumah teman

    ReplyDelete
  48. Wah ternyata ada di Sulsel juga ya mba. Waktu itu papahku bawa nya dari Papua dan entah kenapa aku kurang begitu suka sama buah matoa ini mba hehe. Walaupun khasiatnya banyak banget ya terutama kandungan vit c nya untuk kecantikan

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

Note :

Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.