Dengan Niat yang Ikhlas, #AyoHijrah Mengelola Keuangan Bersama Bank Muamalat Indonesia

by - Friday, May 03, 2019

Gambar : pexels.com

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Istilah hijrah tentu tidak asing lagi di telinga kita. Bahkan proses ini telah menjadi bagian dari perjalanan hidup kita. Ya, setiap orang pasti ingin berubah ke arah yang lebih baik. Nah, proses menuju ke arah yang lebih baik inilah yang disebut hijrah. Makna hijrah di sini memang bukan sebatas perpindahan dari satu tempat ke tempat yang lain. Lebih dari itu, hijrah adalah berpindah dari kondisi yang semula buruk ke kondisi yang baik atau dari keadaan yang sudah baik, menjadi lebih baik lagi.

Namun ada kalanya, kita menemukan orang-orang yang sudah berhijrah kembali terperosok ke kondisi semula, bahkan boleh jadi lebih buruk. Tidak dimungkiri, kondisi seperti ini pun pernah saya alami. Makanya ketika dapat kabar ada teman yang memutuskan buka kerudung padahal tadinya sudah berhijrah menutup aurat,  saya tidak begitu heran pun tidak ingin ikut-ikutan men-judge. Kenapa? Karena saya pernah berada dalam kondisi serupa, meski tidak sampai lepas kerudung.

Jika mengenang kembali proses hijrah yang telah saya lalui selama ini, saya memang sempat terseok-seok menggapai hidayah Allah. Betapa tidak? Ketika Allah telah menuntun saya untuk berhijrah dengan penampilan yang sesuai syariat, saya justru memilih berpaling dari-Nya. Jeans yang telah lama pensiun saya kenakan lagi, kaos kaki yang senantiasa menemani langkah ini saya singkirkan. Pun dengan kerudung panjang menutupi dada yang selalu menutupi kepalaku, semakin hari semakin pendek hingga melilit leher.

Itu baru hijrah terkait penampilan. Belum ditambah dengan proses hijrah yang lain. Selain menutup aurat, saya juga pernah berkomitmen untuk tidak menjalin hubungan dengan lelaki ajnabi mana pun. Saya tahu bahwa pacaran tidak ada dalam Islam dan paham benar bahwa satu-satunya cinta yang halal hanya ada dalam pernikahan. Namun kenyataannya apa? Meski tidak menjalin hubungan pacaran, saya masih kerap melakukan komunikasi intens dengan lawan jenis berkedok teman atau kakak-adik. Lantas apa bedanya hubungan tersebut dengan pacaran? astaghfirullaah.

Bersyukur Allah masih sudi merengkuh hamba-Nya ini, menggamit hati saya kembali ke jalan-Nya. Perlahan namun pasti saya mulai hijrah, kembali mengulurkan jilbab ke seluruh tubuh, saya tinggalkan pergaulan yang melalaikan dari-Nya, bahkan saya hempaskan semua harapan pada makhluk-Nya dan lihatlah apa yang terjadi setelahnya?

Maa syaa Allah, apa yang saya tinggalkan karena-Nya, Allah ganti dengan yang lebih baik. Ketika saya meninggalkan pergaulan yang melalaikan, Allah lalu menggantinya dengan mengirim saya ke dalam lingkaran ukhuwah yang begitu indah. Dia pertemukan saya dengan saudari-saudari shalihah yang saling menguatkan langkah di jalan-Nya. Dia dekatkan saya dengan orang-orang yang ketika bersama mereka begitu menambah keimanan.

Bahkan ketika akhirnya saya memutuskan harapan pada makhluk-Nya, Dia hadirkan sosok lelaki yang berani menjemput saya dengan cara yang terhormat. Tanpa rayuan gombal maupun janji-janji palsu, langsung menyatakan niat baik ingin taaruf dengan saya lewat perantara. Alhamdilillaah proses taaruf kami berjalan lancar hingga berlanjut ke tahap selanjutnya, khitbah dan menyempurnakan separuh dien. Semua proses tersebut hanya kami lalui dalam jangka waktu tiga bulan.

Nah, banyak yang beranggapan menjalankan syariat Allah itu susah, ribet, nggak mudah. Padahal bila dijalankan, syariat Allah itu tidak seribet yang dibayangkan. Istiqomahnya saja sih yang susah. Malahan lebih simple, praktis dan dapat pula berkahnya.  Menjemput jodoh, misalkan.

Coba bandingkan proses menjemput jodoh dengan cara pacaran dan taaruf. Pacaran selain tujuannya kurang jelas, waktunya hingga ke pernikahan biasa berlangsung lama (sampai bertahun-tahun dan itu pun belum tentu jodoh), dampak negatifnya juga banyak. Melakukan zina, hamil di luar nikah, aborsi, dll. Termasuk kasus bullyng yang baru-baru viral beberapa waktu lalu juga dipicu gara-gara hubungan yang satu ini).

Sedangkan taaruf tujuannya jelas, waktunya dibatasi, tidak sampai berlarut-larut. Selain itu prosesnya juga dibantu dengan perantara agar menghindari fitnah. Dampak negatif dari proses ini juga nggak ada lho, justru yang kita dapatkan adalah keberkahan.

Seperti halnya perkara menjemput jodoh, menjalankan perintah Allah dengan mengenakan jilbab sesuai syariat tentu lebih menjaga muslimah dari pandangan nakal lelaki asing. Dengan jilbabnya kehormatan muslimah juga akan terlindungi, selain itu manfaat jilbab terbukti sangat baik untuk kesehatan.

Ayo Hijrah dengan Niat Ikhlas Karena Allah


Belajar dari pengalaman hijrah yang telah saya lewati, menjaga hati agar tetap istiqomah dan berpegang teguh pada syariat Allah memang bukanlah perkara yang mudah. Semua orang mengakui bahwa istiqomah itu memang susah. Namun susah bukan berarti tidak bisa diusahakan. Setidaknya agar tetap bisa istiqomah dalam hijrah, hal pertama dan paling utama yang harus kita lakukan adalah berniat dengan benar dan senantiasa meluruskan niat.

gambar : rumahwakaf.org
Banyak orang yang akhirnya gagal hijrah (baca : kembali dalam kondisi yang buruk) karena tidak diawali dengan niat yang benar atau kalau pun niatnya sudah benar di awal bisa jadi melenceng di pertengahan. Niat yang benar yang saya maksud di sini adalah niat ikhlas hanya karena Allah taala.

Ya, niat kita ketika berhijrah memang harus ikhlas karena Allah. Jika tidak demikian maka kita hanya mendapatkan apa-apa sesuai dengan yang kita niatkan. Bahkan meski telah berhijrah kita tetap harus meluruskan niat karena yang namanya hati sering berbolak-balik dan mudah berubah niatnya. Makanya tidak heran ya kalau ada orang yang setelah berhijrah kembali lagi ke masa jahiliyah karena tidak mampu mempertahankan niat ikhlas Apalagi kalau yang dari awal niat hijrahnya memang cuma ikut-ikutan atau terpaksa, bukan karena Allah.

So, ayo hijrah dengan mengawali niat ikhlas karena Allah. Niat ini memang perkara kecil tapi sangat bermakna. Bahkan amalan seseorang sebanyak atau sebesar apa pun bisa hangus hanya gara-gara niat. Sebaliknya, amalan sekecil apa pun pasti akan diterima dan mendapat ganjaran yang besar selagi niatnya ikhlas karena Allah.

#AyoHijrah bersama Bank Muamalat Indonesia


sunber gambar :sharianews.com

Berbicara tentang hijrah, akhir-akhir ini kamu mungkin sudah sering dengar adanya gerakan Ayo Hijrah. Ya, gerakan Ayo Hijrah yang telah launching dari tanggal 8 Oktober 2018 lalu merupakan kampanye dari Bank Muamalat Indonesia dan secara khusus mengajak kita untuk berhijrah dalam hal pelayanan perbankan.

Sesuai dengan arti dari hijrah yang bermakna untuk “lebih baik” maka #AyoHijrah adalah gerakan yang mengajak kita untuk bersama-sama selalu meningkatkan di ke arah yang lebih baik dalam segala hal. Islam bukan hanya agama yang mengatur hubungan kita dengan Sang Pencipta, melainkan juga merupakan jalan hidup (way of life) sehingga gerakan ini pun mengajak kita untuk menjalani hidup sesuai tuntunan Islam yang lebih baik.

Bagaimana cara menjalani hidup sesuai tuntunan Islam yang lebih baik? Jawabannya tentu dengan masuk Islam secara keseluruhan (kaffah).  Artinya ya dalam berhijrah pun harus kita lakukan secara kaffah, tidak boleh setengah-setengah.

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah: 208).

Nah, Bank Muamalat Indonesia sebagai bank pertama murni syariah di Indonesia mencoba memperluas fungsinya, dari yang sebatas hanya penyedia layanan perbankan syariah, kini lewat gerakan #AyoHijrah telah menjadi agen penggerak semangat umat untuk terus-menerus meningkatkan diri ke arah ajaran Islam yang baik, sempurna dan menyeluruh (kaffah). Jadi tidak hanya berhijrah secara ibadah, tapi juga dalam hal mengelola keuangan.

Hijrah terkait keuangan inilah yang sering dari luput dari perhatian kita. Terbukti banyak yang sudah hijrah secara penampilan, pergaulan, sikap maupun ibadahnya lainnya namun ternyata masih terlibat dalam urusan riba.

Padahal perkara riba ini termasuk perkara yang diharamkan dalam keadaan apapun dan dalam bentuk apapun. Diharamkan atas pemberi piutang dan juga atas orang yang berhutang darinya dengan memberikan bunga, baik yang berhutang itu adalah orang miskin maupun orang kaya. Oleh seban keharamannya sehingga masing-masing dari keduanya yang terlibat riba menanggung dosa, bahkan keduanya dilaknati (dikutuk). Dan setiap orang yang ikut membantu keduanya, dari penulisnya, saksinya juga dilaknati. Naudzubillaah, ngeRIBAnget, kan?

Dalil tentang haramnya Riba ini bisa kita temukan dalam QS Al-Baqarah 275-276

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabb-nya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. Allah memusnahkan riba dan melipat-gandakan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang senantiasa berbuat kekafiran / ingkar, dan selalu berbuat dosa”

Atau dalam hadis berikut ini;

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknati pemakan riba (rentenir), orang yang memberikan / membayar riba (nasabah), penulisnya (sekretarisnya), dan juga dua orang saksinya. Dan beliau juga bersabda, ‘Mereka itu sama dalam hal dosanya’.” (HR. Muslim).

Oleh sebab itu melalui gerakan #AyoHijrah ini Bank Muamalat mengajak masyarakat untuk berhijrah dalam hal layanan perbankan (pengelolaan keuangan) dengan memanfaatkan layanan perbankan Syariah untuk hidup yang lebih berkah dan pastinya jauh dari Riba.

Mengenal Lebih Dekat Bank Muanalat Indonesia dengan Gerakan #AyoHijrah


Secara umum gerakan #AyoHijrah dikemas dalam kegiatan-kegiatan yang mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan diri dalam berbagai bidang, khususnya mulai hijrah menggunakan layanan bank syariah yang bisa buat hidup lebih tenang dan berkah. Berikut beberapa kegiatan seputar gerakan #AyoHijrah.
Sejalan dengan #AyoHijrah ini, produk Bank Muamalat juga berubah nama lho. Tujuan perubahan nama pada berbagai produk Bank Muamalat adalah memberikan layanan yang lebih berkah untuk nasabah dan masyarakat.


Itulah perubahan nama-nama produk dari Bank yang bercita-cita menjadi pusat dari Ekosistem Ekonomi Syariah dan turut membangun industri halal di Indonesia dengan memanfaatkan perkembangan teknologi ini.

Cara Kerja Bank Muamalat Indonesia


Seperti yang kita ketahui bersama, dalam dunia perbankan terdapat dua jenis Bank yakni Bank Konvensional dan Bank Syariah. Kedua jenis bank ini tentu memiliki sistem yang berbeda, salah satunya perbedaan dalam hal sistem pembagian keuntungan dengan nasabah. Pada Bank Konvensional sitem ini dikenal dengan Bunga sedangkan pada Bank Syariah dikenal dengan Bagi Hasil. Nah, sebagai Bank Syariah tentunya cara kerja Bank Muamalat menganut sistem Bagi Hasil.


Untuk lebih jelasnya mengenai perbedaan sistem bungan dan bagi hasil, kamu bisa simak gambar di atas. Jelas sekali perbedaannya, kan?

Sementara kita paham benar sistem bunga ini termasuk Riba. Kita pun sudah paham bahwa segala hal yang berkaitan dengan Riba hukumnya HARAM dabnganjarannya adalah DOSA Nah, pertanyaannya sekarang kalau sudah ada Bank yang menganut sistem sesuai syariat Islam kenapa kita masih bertahan dengan Bank yang sistemnya ngeRIBAnget? So, Ayo Berani Lebih Baik dengan Hijrah ke Bank Syariah seperti Muamalat.

Mengapa Hijrahnya harus ke Bank Muamalat?
  • Bank Muamalat adalah bank pertama murni syariah di Indonesia yang berdirik sejak tahun 1992
  • Bank Muamalat tidak menginduk dari bank lain, sehingga terjaga kemurnian syariah nya.
  • Pengelolaan dan di Bank Muamalat didasarkan pada prinsip-prinsip ekonomi syariah yang dikawal dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah
  • Bank Muamalat memiliki produk dan layanan keuangan lengkap yang ditunjang dengan berbagai fasilitas seperti Mobile Banking, Internet Banking Muamalat daj jaringan ATM dan Kantor Cabang hingga ke luar negeri
Demikian sedikit penjelasan mengenai gerakan Ayo Hijrah yang dikampanyekan oleh Bank Muamalat Indonesia. Untuk info lebih detail kamu bisa langsung cek ke di sini ya.


#AyoHijrah Berani Lebih Baik dengan Menjadi Nasabah Bank Muamalat Indonesia


Tabungan Muamalat suami

Sebenarnya ini bukan pengalaman saya sih, lebih tepatnya pengalaman suami. Namun berhubungan uang suami adalah uang istri, begitupun dengan tabungan suami termasuk tabungan istri, jadi boleh dong saya mengaku sebagai nasabah Bank Muamalat juga, hehe.

Jadi saya baru mengenal Bank Muamalat ini setelah menikah dan hijrah ikut suami ke Sulawesi Selatan. Maklum, di Kepulauan Yapen, Papua yang merupakan tempat tinggal saya sebelum menikah belum ada sama sekali Bank Syariah seperti Muamalat jadi meski sudah paham sistem bunga termasuk Riba tapi mau nggak mau kami yang tinggal di sana terpaksa membuka tabungan di Bank Konvensional. Padahal niat saya untuk hijrah ke Bank Syariah sudah lama sih tapi terhalang karena kondisi tersebut.

Bersyukur saya bertemu dengan jodoh yang telah lebih dulu hijrah menggunakan tabungan Muamalat. Jadi untuk menghindari riba saya dan suami sudah menggunakan bank Muamalat sebagai tempat kami menabung, bagaimana denganmu? Tentunya bila ingin hidup kita lebih tenang dan berkah, menjadi bagian dari Bank Muamalat bisa jadi pilihat yang tepat.


Referensi :
https://konsultasisyariah.com/2207-riba-haram.html
https://www.bankmuamalat.co.id/seputar-ayo-hijrah

https://www.bankmuamalat.co.id/artikel/perbedaan-bunga-dan-bagi-hasil-11

You May Also Like

31 comments

  1. Alhamdulillah ya mba sudah melakukan berhijrah menjadi lebih baik mba. Aku jadi terpacu untuk membuka tabungan di Bank Muamalat euy mba

    ReplyDelete
  2. Multifungsi ini, bisa sekalian setor dan juga ikutan lomba.. Wahhh saya jadi pingin ikutan jugakk

    ReplyDelete
  3. Iya bener. Setelah hijrah kita harus istiqamah karena kondisi hati yg berbolak balik bisa bikin kita kembali mundur ke belakang lagi atau malah meninggalkan syariat

    ReplyDelete
  4. Saya juga termasuk user yang mau hijrah ke bank bank syariah. Karena saya sendiri juga berinveatasi di manajemen investasi syariah di reksadana. Hehe. Muamalat salah satu bank syariah yang menjadi pelopor aplikatif syariah di bank bank Indonesia.

    ReplyDelete
  5. Menarik cerita hijrahnya., dari hijrah tempat ke hijrah cara berpakaian, seterusnya hijrah ke Bank Muamalat.. Semu orang punya masa lalu..kalau bisa berhujrah dari masa lalu yg kelam, itu satu hidayah yang harus disyukuri..

    ReplyDelete
  6. Alhamdulillah semoga hijrahnya Istiqomah ya mba.. BM juga salah 1 bank kami, ya..masih salah 1 krn msh harus menggunakan bbrp yg lain untuk transaksi. Semoga akupun bisa hijrah sepenuhnya dg Istiqomah .. aamiin..

    ReplyDelete
  7. betul banget mbak, orang hijrah itu pasti banyak banget godaannya, dari keluarga, teman, dll. Mudah2an kita selalu dikuatkan dan diistiqomahkan dalam berhijrah, aminnn

    ReplyDelete
  8. Assalamualaikum. Tulisannya bagus, detail dan lengkap. Terimakasih, saya sudah di ingatkan bahwa hijrah itu tidak serta merta hidayah dari Allah, tapi kita sendiri harus berusaha keras. Salam Sukses Selalu .

    ReplyDelete
  9. Hijrah sambil terus belajr bagaimana memaknai hijrah yang sebenarnya ya mba, aku juga msih terus belajar tentang hijrah

    ReplyDelete
  10. Semoga kita bisa istiqomah dengan proses hijrah kita yah mbak, karena menjalanin proses kan memang butuh waktu.

    Dari dulu kepengen buka rekening nih di bank Muamalat tapi belum kesampaian terus nih. Pengen ah :))

    ReplyDelete
  11. waah ada pembiayaan rumah super ringan dan fix, pas banget buat adekiparku yang masih cari bank buat pembiayaan rumahnya, besok aku coba saranin dia ke Muamalat deh :)

    ReplyDelete
  12. Huhuhuuu...pada bagus2 tampilan postingannya, para pinter2, hiks... Tp alhamdulillah ikutan.

    ReplyDelete
  13. Jadi tertarik juga pengen buka tabungan di bank muamalat nih, soalnya selama ini masih menggunakan bank konvensional. Semoga suatu saat saya pun bisa hijrah sepenuhnya dan bisa istiqomah setelah berhijrah, amiiin

    ReplyDelete
  14. Selamat melaksanakan Hijrah mbak. Kalau Bank Muamalat memang menjadi Bank pelopor syariah terbaik di Indonesia, semoga memberikan manfaat yang baik buat masyarakat.

    ReplyDelete
  15. Aku juga pengen ninggalin riba karena memang ngeribanget. Huhu. Semoga kita bisa totalisa, ya, Mbak.

    ReplyDelete
  16. Huhu, kepengen berhijrah tabungan ke syariah sejak lama belom terwujud juga. Biar yang konvensional untuk pintu masuk aja. Dan segera dipindahkan ke yang syariah. Biar tenang. Semoga bisa segera :(

    ReplyDelete
  17. Semoga aku pun bisa hijrah seperti Mba ya. Pengennya hijrah trus bisa istiqomah gitu. Amiiin ya Rabb :)

    ReplyDelete
  18. Aku juga pakai bank Muamalat mbak. Kartu shar-enya bisa untuk debit dibanyak gerai dan luar negeri juga

    ReplyDelete
  19. Semoga hijrahnya mendapat keberkahan dari Allah dan semua ibadah kita diterima.
    Aamiin~
    Aku yakin siih...bahwa hijrah itu terus menerus tanpa henti hingga hayat kembali lagi pada pemiliknya.

    Barakallahu fiik~

    ReplyDelete
  20. Semoga kita mendapat kemudahan selalu untuk mengelola uang dalam jalan yang lebih baik ya Mbaaak.... Semangaaat!

    ReplyDelete
  21. Semoga kita semakin istiqomah dlm berhijrah ya Mba,, meski bnyaj berliku :)

    ReplyDelete
  22. aku juga udah lama hijrah ke bank muammalat sejak baru menikah langsung buka rekening muammalat awalnya hanya untuk setoran haji tapi akhirnya jadi nasabah biasa

    ReplyDelete
  23. Menarik cerita hijrahnya mbak...
    Oh ternyata Muamalat juga ada pembiayaan buat rumah ya? Selama ini soalnya aku tak tau, aku pakai bank syariah jg tapi bukan ini.
    Kalau muamalat yg aku manfatin tabungan hajinya, hehe, moga2 bisa kekumpul :D

    ReplyDelete
  24. Bank Muamalat ini memang pioneer di bidang perbankan syariah. Dulu kalau ditanya, bank mana yang paling syari ya Bank Muamalat ini. Alhamdulillah, bisa bantu kaum muslim untuk menghindar dari jerat riba ya.

    ReplyDelete
  25. Banyak juga produk Bank Muamalat, yaa. Semoga makin banyak yang hijrah untuk lebih baik, Mbak. Btw, kalau uang isteri bukan uang suami tapi ya, Mbak. Hahaha.

    ReplyDelete
  26. wah, jadi pengen banget ambil slaah satu produk dari muamalat ini, mungkin tabungan haji bagus keknya

    ReplyDelete
  27. Luar biasa Bank Muamalat, bisa bertahan sekian lama ya. Sekarang eksis mengajak berhijrah

    ReplyDelete
  28. Ya ampun, program muamalat bagus2 banget. aku belum coba maumalat, tp kayanya harus deh. bersih dr riba, uang aman dan nyaman disana.

    ReplyDelete
  29. Semoga dengan hijrah jadi lebih baik yah Kak. Meski ngga pake Muamalat, tapi udah sering denger dimana2.

    ReplyDelete
  30. Alhamdulillah, sekarang para umat muslim bisa lebih tenang lagi dalam urusan perbankan sejak ada Bank Muamalat ini ya

    ReplyDelete
  31. Yang namanya hijrah menuju kebaikan pasti selalu ada godaannya, semoga istiqomah ya, Teh. Hijrah dalam hal apapun. BM ini bank andalan d.kampusku kuliah..

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

Note :

Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.