Review Buku Agar Suami Tak Mendua

By Siska Dwyta - Wednesday, May 01, 2019


Bismillaahirrahmaanirrahiim

Umur pernikahan saya dan suami baru genap dua tahun pertengahan April kemarin. Masih seumur jagung memang namun pembicaraan tentang poligami bukan hal yang baru bagi kami. Bahkan si Kecil masih dalam perut saja, suami sudah suka nyinggung-nyinggung masalah poligami.

Nah, kalau suami sudah mulai nyinggung masalah sunnah Rasul yang satu ini saya selalu pura-pura ngambek. Tapi tetap membiarkan dia sesuka hati membahasnya. Selalu juga saya tanggapi. Kenapa? Ya, karena suami kelihatan excited dan bahagia sekali kalau topik pembicaraan kami sudah mengarah ke masalah ini. Tidak tega saja saya merusak kebahagiaannya, haha. Lagipula saya menganggap pembicaraan tentang poligami diantara kami hanya sekadar guyonan, tidak benar-benar serius.

Namun bagaimana jika obrolan yang dijadikan candaan ini menjelma nyata dalam rumah tangga kami? Duh, jangan tanya. Saya tidak ingin membayangkannya tapi kalau memimpikannya pernah. Eh maksud saya bukan memimpikan ingin dimadu ya tapi beberapa malam yang lalu saya memang sempat bermimpi bertemu dengan wanita lain di dalam rumah kami dan mendengar wanita itu memanggil suami saya dengan panggilan zaujii (baca : suamiku, panggilan sayang saya ke suami). Demi mendengar panggilan itu, hati saya seolah mendidih dan dada saya terasa sesak sekali. Sesaknya masih terasa bahkan setelah saya terbangun.

Bagi saya itu termasuk mimpi buruk. Ah, tapi kenapa juga saya keceplosan menceritakannya. Suami malah terkekeh saat mendengar saya cerita tentang mimpi itu. Trus tiba-tiba dia meledek, jangan-jangan gara-gara baca buku Agar Suami Tak Mendua lagi sampai kamu mimpi kayak gitu? Oh iya benar, saya baru ingat malam itu sebelum tidur saya menyempatkan diri membuka kembali buku ASTM yang sudah saya beli dari akhir Maret lalu, namun belum sempat saya baca semuanya. Tidak nyangka bakal sampai terbawa mimpi. Padahal buku ini tidak membahas soal poligami lho tapi lebih kepada bagaimana seharusnya peran seorang istri dalam rumah tangga.

Well, gara-gara cerita mimpi itu suami sampai kepo mengintip buku yang dia belikan untuk saya ini. Padahal tadinya saya tidak minta dibelikan, karena niatnya memang saya pengen beli ASTM pake uang sendiri jadi saya cuma minta suami untuk menemani saja ke Gramedia Mall Panakukang Makassar tapi ujung-ujungnya dibayarnya pake duit dia juga, hehe.

Malah suami juga yang optimis dan yakin buku yang saya incar ini masih ada, dia sampai ikut turun tangan juga ketika saya nyaris putus asa setelah keliling berkali-kali dari satu rak ke rak yang lain dan tetap tidak ketemu dengan buku Agar Suami Tak Mendua di rak mana pun. Di komputer pencarian pun tidak ketemu lokasinya, ditambah lagi dengan komentar petugas pertama yang asal bilang bahwa stok buku Agar Suami Tak Mendua sudah habis saat membantu saya mencari di komputer padahal jelas-jelas di situ tertulis stok bukunya masih ada 35.

Informasi buku ASTM di Komputer Gramedia
Untung saja setelah disemangati suami untuk tetap mencari keberadaan ASTM, saya bertemu dengan petugas lain yang bersedia membantu mencari. Berbeda dengan petugas pertama yang langsung bilang bukunya sudah habis, petugas kedua ini langsung menanggapi dengan mengecek cover buku yang dimaksud terlebih dahulu. Baru kemudian membantu saya mencari buku tersebut di rak-rak yg sudah saya kelilingi sebelumnya.


Namun hasilnya sama saja. Berulang kali keliling, buku yang dicari tak kunjung jua kami temukan di rak. Saya hampir lagi pasrah di sini. Syukur Mbaknya tetap semangat mencari. Dia pergi ke tempat lain dan tak lama kembali dengan wajah cerah. Senyum saya pun ikut mengembang melihat buku berwarna putih manis nan elegan yang ada dalam genggamannya.


sebelum bayar ke kasir,  ASTM sengaja saya letakkan di rak buku trus jepret deh

Review Buku Agar Suami Tak Mendua


Judul : Agar Suami Tak Mendua
Penulis : Muyassaroh
Penerbit : Elex Media Komputindo
Halaman : 389 hlm
Cetakan : Tahun 2019
ISBN : 978-602–04-837-0
978-602-04-8838-7 (digital)
Genre : Motivasi Islami
Harga : Rp 110.000,- (luar pulau Jawa)

Baiklah, dari judulnya saja tampak jelas bahwa Agar Suami Tak Mendua merupakan buku yang ditujukan khusus untuk para istri, yah meski kesannya lebih kepada istri-istri yang tidak ingin diduakan. Pantesan ya petugasnya sempat keheranan saat saya menyebutkan judul buku yang hendak dicari. Apalagi si suami juga ikut menemani saya mencari buku yang seolah menyinggung dirinya itu. Entah apa yang ada dalam pikiran si petugas melihat ada seorang istri yang ditemani suaminya mencari buku Agar Suami Tak Mendua? hehe

Eh tapi buku bergenre motivasi islami ini bukan hanya untuk para istri kok. Bagi kamu, para suami juga boleh banget baca buku yang bertema rumah tangga ini atau jika tidak tertarik membacanya paling tidak cukup beli bukunya lalu hadiahkan untuk sang Istri. Pastikan istri kamu tuntas membaca buku ini dan lihatlah apa yang akan terjadi dalam rumah tanggamu?


sinopsis buku ASTM
Saya bersyukur bisa menjadi salah satu istri yang dibelikan suami buku Agar Suami Tak Mendua ini, dengan begitu saya berharap semoga suami tak pernah menduakan saya, hihi. Yap! Siapa sih perempuan yang ingin diduakan,  perempuan mana yang rela dipoligami? Atau siapakah perempuan yang siap dimadu? Saya rasa jika ditanya seperti itu, sejujurnya dan dari lubuk hati yang paling dalam tidak ada perempuan yang ingin diduakan dan sudi berbagi suami dengan perempuan lain.

Ah, bahkan istri Rasulullah sekelas Aisyah saja pernah dilanda rasa cemburu yang hebat pada istri pertama Nabi. Lihatlah betapa cemburunya Aisyah ketika Nabi kerap menyebut-nyebut nama Khadijah dimana pun ia berada padahal Khadijah telah tiada.

“Bukankah Khadijah itu hanya perempuan tua yang kedua sudut mulutnya berwarna merah, dan Allah telah memberimu ganti yang lebih baik?”

Ketika mendengar kalimat itu dari Aisyah, wajah Rasul langsung memerah sebab menahan rasa marah.

“Tidak. Demi Allah, aku tidak diberi ganti yang lebih baik daripada Khadijah. Ia beriman kepadaku ketika semua orang ingkar. Ia membenarkanku ketika semua orang mendustakan. Ia melimpahkan hartanya kepadaku ketika semua orang menyembunyikan tangan, dan darinya Allah memberiku keturunan ketika aku tidak mendapatkannya dari istriku yang lain” (hlm. 27)

Itu adalah salah satu penggalan kisah yang tertuang dalam buku karya Mbak Muyas ini. Salah satu kisah favorit saya karena yah saya akui saya ingin suami menjadikan istrinya seperti Khadijah. Karena seperti yang kita ketahui, Rasulullaah baru menikahi perempuan lain setelah Khadijah wafat. Bahkan setelah wafat pun posisi Khadijah di hati Rasulullaah tidak tergantikan oleh istri-istrinya yang lain.

Meski demikian setiap istri Nabi yang lain juga memiliki kemuliaannya masing-masing. Sebut saja Aisyah yang menjadi istimewa karena kecerdasannya. Saking cerdasnya, Aisyah sampai hapal lebih dari dua ribu dua ratus hadis.

"Dialah pujaan hati Rasulullaah, yang di tangannyalah Rasulullaah wafat. Aisyah putri Abu Bakar, wanita suci dengan wajahnya yang ayu memancar bagai purnama di gelap gulita. Ia tak hanya cantik, namun juga mempunyai kecerdasan yang tinggi. Menjadikan dirinya begitu istimewa di hati Rasulullaah" (hlm. 323)

Maa syaa Allaah, selain dua kisah di atas, masih banyak lagi kisah seputar rumah tangga Rasulullaah yang tertuang dalam buku Agar Suami Tak Mendua, dikemas dengan bahasa yang ringan dan menarik. Tentunya, dari kisah-kisah tersebut sarat akan makna dan pelajaran yang bisa kita dijadikan cermin dalam mengarungi bahterah rumah tangga. Bukankah sebaik-baik kisah rumah tangga yang patut kita teladani adalah kisah rumah tangga Rasulullah? Kita dapat belajar membangun rumah tangga laksana surga baitii jannatii dari membaca buku ini..

Ya, buku Agar Suami Tak Mendua sama sekali tak menentang syariat Allah atau sunnah Rasul yang membolehkan lelaki menikah satu, dua hingga empat kali. Malah ada salah satu kisah dalam buku ini yang bisa menghentak kesadaran kita. Bahwa meskipun Allah menakdirkan suami kita menikah lagi, kita tetap harus sepenuh hati menjalankan tugas sebagai seorang istri.


"Layananilah suami dengan sepenuh hati supaya kita tak kecewa ketika harapan kita tak sesuai dengan kenyataan, ketika apa yang sudah kita berikan tidak berbalik baik kepada kita" (hlm 303)

Tidak hanya itu, bahkan kita bisa memetik banyak pelajaran dari kisah-kisah inspiratif di buku Agar Suami Tak Mendua yang meski ditulis dengan gaya fiksi namun begitu dekat dengan kisah-kisah rumah tangga yang terjadi dalam kehidupan nyata. Bahkan tak sedikit saya menemukan kisah yang seolah mewakili apa yang pernah saya alami dalam menjalani biduk rumah tangga.

Di sepanjang membaca buku ini, tidak jarang pula saya merasa tersentak bahkan seperti tertampar mengingat kelakuan saya semenjak menyandang status istri ternyata masih jauh dari kata shalihah. Masih banyak hak-hak suami yang belum saya penuhi. Masih banyak kewajiban saya sebagai seorang istri yang belum saya jalankan sepenuhnya. Masih sering pula saya khilaf mengajak suami berdebat akan suatu hal yang tidak penting, padahal sejatinya yang suami inginkan dari sosok seorang istri bukanlah kawan debat melainkan kawan diskusi. Astaghfirullaah.

Lewat buku Agar Suami Tak Mendua, Mbak Muyas benar-benar mengajak kita untuk memahami kembali peran kita sebagai seorang istri. Ya, peran istri dalam rumah tangga memang tidak hanya sekadar memasak, mengurus rumah dan anak-anak tetapi lebih dari itu. Bisa menjadi tempat curhat, patner, sahabat bahkan kekasih. Mbak Muyas lewat bukunya mengingatkan kita bahwa cinta dalam rumah tangga sungguh tidak mengenal usia. Iya, cinta tidak pernah menua, kan? Jadi meski umur pernikahan kita sudah beranjak senja, hubungan cinta dengan suami harus tetap dijaga selayaknya kekasih atau kalau bisa mesranya tetap sama seperti masa-masa pengantin baru *eaa.

sekilas penampakan isi buku ASTM

Dengan bahasa yang ringan, mengalir dan tak menggurui buku ini asyik banget untuk dibaca. Benar-benar tidak membosankan, karena Mbak Muyas juga menyertakan banyak quotes indah penuh makna di setiap sub bab. Bahkan setelah disuguhkan kisah inspiratif, kita juga akan menemukan berbagai macam dalil baik yang sumbernya dari Al-Qur'an maupun Hadis yang begitu menyentuh.

Jadi dalam setiap sub topik pembahasannya itu kita semacam dihadapkan dalam sebuah masalah rumah tangga (ilustrasinya diambil dari kisah rumah tangga Rasul maupun kisah inspiratif yang disajikan dengan gaya fiktif) lalu untuk menemukan solusinya, Mbak Muyas mengajak kita untuk men-tadabburi ayat-ayat dalam Al-Qur'an maupun hadis Rasul yang berkenaan dengan masalah tersebut. Bahwa semua masalah pelik dalam rumah tangga pasti ada jalan keluarnya dan sungguh kita bisa temukan jawaban dari masalah sebesar apapun itu dengan kembali pada Allah dan Rasul-Nya. Pada hukum-hukum yang telah ditetapkan-Nya.

Dalam epilognya Mbak Muyas juga mengingatkan kita bahwa syarat untuk mencapai sakinah adalah komitmen dan cinta. Kita tak akan bahagia hanya karena cinta, dan kita juga tak akan cukup hanya dengan komitmen. Keduanya kita butuhkan demi menjaga kehangatan rumah tangga.

"Komitmen itu penting, tapi cinta juga tak bisa dinomorduakan. Karena itu, banyak orang yang akhirnya mencari kehangatan di luar sebab di dalam rumahnya sudah tidak ada lagi cinta, sudah tak ia temukan lagi rasa nyaman yang justru sangat dibutuhkan. Ia hanya menemukan komitmen yang pada akhirnya berjalan kaku" (hal 384).

Sulit untuk menemukan kekurangan dari buku setebal hampir 400 halaman ini, karena serius saya hampir tidak menemukan typo kecuali di hlm 299, memang di situ sepertinya ada kesalahan tanda baca. Tanda yang ada di depan kata Namun seharusnya titik bukan koma. Selain itu, saya juga agak bingung dengan kalimat "Ukh, Ukh apa kamu tidak tahu kalau kita ini ahlubait yang tidak halal makan sedekah" yang ada pada hlm 275. Kalimat tersebut merupakan sabda Nabi pada cucunya Hasan tapi yah saya bingungnya dengan kalimat Ukh yang dimaksud di sini. Karena setahu saya panggilan Ukh itu untuk saudara perempuan. Lalu mengapa pada kalimat tersebut Rasul memanggil keponakannya dengan sapaan Ukh? Mungkin Mbak Muyas bisa jelaskan biar saya nggak bingung. Eh ini kok saya malah bertanya, hehe.

Selebihnya saya tidak menemukan kekurangan lain dari buku ini. Karena meski buku Agar Suami Tak Mendua terbilang tebal tapi benar-benar ini bacaan berkualitas yang ringan banget. Dijamin kamu nggak bakal bosan membacanya. So, buku Agar Suami Tak Mendua saya rekomendasikan buat kamu yang ingin jadi istri shalihah atau buat kamu (suami) yang ingin memiliki atau mendidik istri jadi shalihah. Juga buat kamu yang masih ikhtiar menjemput jodoh pun kamu yang masih dalam penantian akan hadirnya sang buah hati. Tak terkecuali buat kamu yang baru maupun telah lama mengarungi bahterah rumah tangga.

Salam,
@siskadwyta

  • Share:

You Might Also Like

7 comments

  1. Jadi penasaran sama bukunya.. lihat dari review ini sepertinya recommended bukunya untuk dibaca oleh singlelillah.. Heheh

    ReplyDelete
  2. masyaAllah mba, membaca review dari mba saja sudah membuat saya merasa bersalah. saya sering sekali mengajak suami berdebat untuk hal2 kecil. tidak pernah meminta maaf pula 🤣 , btw sepertinya buku ini wajib saya beli mba. insyaAllah secepatnya

    ReplyDelete
  3. Wih tebalnya bukunya.
    Saya pernah jadi penulis pendamping buku Agar Dicintai Suami Layaknya Sayyida Khadijah.

    Saat itu kekaguman Saya bertambah pada sosok Khadijah - perempuan yang saat diperistri Rasulullah menjadi yang satu-satunya. Bahkan Allah pun menitipkan salam padanya.

    ReplyDelete
  4. Duh.. Dari reviewnya Siska aja saya serasa tertampar. Masih jadi dari gelar Istri Sholehah.

    Pengen cari buku ini juga ah. Semoga aja setelah membacanya, saya bisa jadi istri yang lebih baik. Aamiiin.

    ReplyDelete
  5. Masya Allah, Siska berhasil mereview bukunya mbak Muyas. Artinya berhasil juga menemukannya. Saya beberapa kali ke toko Gramedia khusus mencari buku itu, tapi tidak ditemukan oleh penjaganya.
    Padahal saya ingin sekali membacanya.

    ReplyDelete
  6. Dari judulnya aja udah bikin kepo. Kayaknya saya butuh juga nih buku ini. Dh hampir 2 tahun menikah, alhamdulillah gk pernah ada masalah berarti. Tp kadang sy suka ngerasa takut jangan2 ada kewajiban sy sebagai istri belum tertunaikan dengan baik

    ReplyDelete
  7. Saya penasaran juga baca karya mba Muyass tapiiii entahlah saya kayak belum berani bacanya hihi mungkin buku lain karya beliau dulu, tfs mba salam kenal ya

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)