ads

Cara Ampuh Mencegah Ruam Popok pada Bayi

By Siska Dwyta - Friday, September 13, 2019


Bismillaahirrahmaanirrahiim

Cara Ampuh Mencegah Ruam Popok pada Bayi. Ruam popok merupakan peradangan di area kulit bayi yang tertutupi popok. Sebagian besar bayi yang sering menggunakan popok sehari-hari rentan terkena ruam. Pada kondisi ini bayi dapat merasakan gatal bahkan hingga lecet dan luka sehingga menyebabkan ia merasa tidak nyaman.

Pada umumnya ruam popok dapat ditandai dengan kulit yang lecet, mengalami peradangan bagian kulit yang tertutup oleh popok, timbul rasa gatal dan terlihat warna kemerahan. Bagian tubuh bayi yang sering kali mengalami ruam popok yaitu bagian bokong, kelamin yang lembab, lipatan paha dan bagian tubuh yang lain.

Ruam popok terjadi dikarenakan kondisi kulit bayi yang masih terlalu lembut dan sensitif sering bersentuhan dengan urin dan tinja selama penggunaan popok sehingga terjadi gesekan dan mengakibatkan ruam. Ruam popok juga dapat terjadi akibat popok yang terlalu ketat, terlalu lama menggunakan popok, infeksi bakteri atau karena penyakit kulit.

Ruam ini umumnya tidak berbahaya namun tentu saja efeknya tidak baik untuk kulit bayi. Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, bayi juga dapat menjadi cenderung rewel. Bahkan pada kasus tertentu, ada ruam popok yang perlu penanganan medis.

Nah, untuk menghindari ruam popok supaya tidak dialami bayi, Bunda dapat mengikuti beberapa cara berikut :

Jaga Kebersihan Bayi dengan Baik

Kebersihan yang dimaksud yaitu setelah bayi buang air besar atau air kecil. Sebaiknya Bunda benar-benar membersihkan area kulit bayi yang tertutupi popok dengan baik. Hal ini dapat menghindarkan bayi dari bakteri dan kuman setelah buang air.

Untuk membersihkan bagian bokong dan kelaminnya, Bunda dapat mengelap dengan menggunakan tisu basah kemudian membilasnya menggunakan air hangat dengan sapu tangan.

Lebih Sering Mengganti Popok

Penggunaan popok harus diperhatikan dengan baik, terutama bila popok sudah penuh. Jangan biarkan bayi menggunakan popok yang sudah penuh dengan urine apalagi tinja karena itu dapat memicu timbulnya ruam.

Jika dirasa popok sudah penuh Bunda dapat mengganti dengan popok yang baru. Namun perlu diingat, sebelum mengganti popok yang baru, Bunda harus membersihkan alat kelamin dan bokong bayi terlebih dahulu.

Jangan Selalu Menggunakan Popok

Sebaiknya bayi menggunakan popok yang sesuai dengan ukurannya. Jangan biarkan bayi menggunakan popok yang terlalu ketat. Jangan pula biarkan bayi selalu memakai popok, karena kulit bayi pun memerlukan sirkulasi udara yang baik agar bisa “bernapas”. Makin sering kulit bayi terbebas dari popok dan kena udara, risiko ruam popok juga makin berkurang.

Gunakan Diapers Cream

Diaper cream bayi dapat digunakan untuk mencegah terjadinya ruam popok pada bayi. Ketika Bunda ingin menggunakan diapers cream Bunda harus memastikan bahwa diapers cream yang Bunda pilih sesuai dengan kebutuhan bayi.


gambar : druwo.com

Sebagai rekomendasi Bunda dapat menggunakan diapers cream Sleek Baby yang aman digunakan untuk kulit bayi yang masih lembut dan sensitif.

Gunakan Sabun Anti Iritasi

Selain menggunakan diapers cream, Bunda juga dapat mencegah terjadinya ruam popok bayi dengan menggunakan sabun bayi anti iritasi. Karena kulit bayi masih lembut dan sensitif jadi pastikan Bunda pilih sabun anti iritasi yang bahannya aman dan sesuai dengan kulit bayi.

Itulah beberapa cara ampuh mencegah kulit bayi dari ruam popok. Tentunya kita tidak ingin bayi kita mengalami ruam popok, kan? Yuk Bunda segera cegah ruam ini dengan selalu jaga kesehatan dan kebersihan si kecil ya.

Salam,

@siskadwyta

  • Share:

You Might Also Like

1 comments

  1. Yap setuju banget sama tips di atas. Alhamdulillah anak saya jarang banget iritasi pakai popok karena sering diganti dan kalau kulitnya telihat kering langsung oles baby cream ^^

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

Note :

Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.