Perempuan Haruskah Pintar Masak?

By Siska Dwyta - Sunday, September 22, 2019


Bismilaahirrahmaanirrahiim

Perempuan Haruskah Pintar Masak? Sepertinya ini sudah menjadi kriteria umum bagi para lelaki ketika hendak mencari pasangan hidup. Harus pintar masak. Padahal kan tidak semua perempuan pintar masak, kayak saya contohnya, hehe. Bahkan perempuan yang mengaku tidak bisa memasak juga banyak lho.

Syukurnya saat menjalani ta'aruf dengan lelaki yang kini telah dua tahun lebih hidup seatap dengan saya, si lelaki tersebut sama sekali tidak mengajukan syarat kriteria calon pasangannya harus yang pintar masak. Coba kalau syaratnya seperti itu mungkin saja ta'aruf kami tidak sampai berlabuh di pelaminan. Etapi kalau yang namanya jodoh biar nggak sesuai dengan kriteria sekali pun tetap bakal bersatu, ye kan?

Suami saya memang termasuk tipe lelaki yang nggak peduli istrinya mau pintar masak atau tidak, yang penting mau belajar, itu intinya menurut dia. Lagipula mana ada orang pintar kalau nggak belajar sama sekali. Toh, seorang koki atau chef pun pastinya melalui proses belajar lebih dulu sebelum benar-benar ahli dalam memasak.

Benar juga yang dikatakan suami, saya termasuk perempuan yang tidak pintar masak itu juga karena jarang belajar, jarang di dapur, jarang berkutat dengan bahan-bahan masakan. Sebelum menikah, paling saya bisanya cuma masak mie instan, sayur bening, tumis kangkung dan goreng telur. Itu doang. Goreng ikan juga sudah bisa sih tapi hasil gorengannya kalau bukan kurang matang ya terlalu matang alias gosong😅

Bahkan masak nasi tanpa rice cooker pun saya nggak bisa. Asal tahu saja, saya baru bisa masak nasi di kompor itu setelah menikah. Suami yang ajarin. Itu juga awal-awal masih lebih bagus nasi yang dimasak suami ketimbang saya yang masak, haha. 

Yup, saya akui sebelum menikah saya memang tidak pintar masak, setelah menikah pun masih demikian tapi setidaknya ada peningkatanlah. Yang tadinya hanya bisa masak nasi di rice cooker, sekarang sudah bisa masak nasi di kompor. Yang sebelumnya tidak pernah mengolah masakan berbahan ayam maupun daging sekarang sudah bisa dong. Sekarang, saya juga sudah bisa bedakan bumbu-bumbu dapur seperti kunyit, jahe dan lengkuas lho😅

Siapa Bilang Perempuan Harus Pintar Masak?


Alangkah ruginya bila ada lelaki yang menolak wanita hanya karena tidak pintar masak. Apalagi bila si wanita tersebut adalah wanita yang baik, paham agama dan juga cerdas lagi berhati lembut. Kenapa? As you know, karakter seseorang itu susah dibentuk bahkan ada karakter yang memang tidak bisa diubah. Lha, kalau kekurangannya hanya karena tidak pintar masak, gampang! 

Urusan masak itu berkaitan dengan skill. Jadi kalau si wanita ini tidak pintar masak ya diajarin dong. Kalau perlu, setelah menikah si istri ini diikutkan ke kelas khusus atau tempat kursus memasak, biar skill masaknya bisa berkembang. Tapi kan, ketika lelaki hendak menikah carinya ya pendamping hidup bukan chef. Kalau tujuannya buat cari chef ya sudah nikah saja sama chef, hehe. 

Lagipula perempuan yang tidak pintar masak bukan berarti tidak bisa masak sama sekali. Bisa kok cuma kurang ahli saja kayak chef-chef atau koki-koki yang sering nongol di TV itu. Tapi tidak menutup kemungkinan juga perempuan yang tadinya tidak pintar masak ini bisa jago masak setelah rajin berlatih. 

Contohnya nggak usah jauh-jauh deh. Lihat saja saya, yang sebelum menikah hanya bisa masak menu itu-itu doang. Sekalinya setelah menikah, saya akhirnya bisa menyajikan berbagai macam menu untuk suami tercinta. Ya, memang menu masakan yang saya buat nggak mewah-mewah amat kayak di restoran tapi setidaknya  bisa memuaskan lidah suami. 

Untung juga suami saya tipe lelaki yang nggak banyak protes. Mau masakan saya enak atau tidak tetap dilahapnya sampai habis. Malah sering banget nih kejadian, saya eneg dengan masakan sendiri karena rasanya yang memang nggak enak. Eh tapi sama suami, masakan saya yang rasanya nggak enak itu tetap dimakannya, nggak protes pula. Gimana hati nggak makin klepek-klepek sama si doi coba, hehe.

Jadi siapa bilang perempuan harus pintar masak? Nggak musti pintar kok, yang penting bisa dan mau belajar. Makanya saya heran kalau dengar ada perempuan yang mengaku nggak bisa masak. Nggak bisa atau malas saja nih?

Ya kan, perempuan yang mengaku dirinya nggak bisa masak berarti memang nggak pernah atau nggak mau belajar, malas berkutat di dapur makanya nggak bisa. Percaya deh, nggak ada perempuan yang nggak bisa masak hanya bila semuanya mau belajar. Jadi kalau ada perempuan yang mengaku nggak bisa masak, patut dipertanyakan nih, nggak bisanya karena apa?

Nggak Harus Pintar, Yang Penting Bisa Masak 


Perempuan memang lekat dengan urusan dapur. Bukan karena urusan yang satu ini merupakan  kodrat perempuan. Toh memang kewajiban setiap perempuan yang sudah menikah untuk melayani suaminya, kan?

Tugas seorang istri bukan sekadar melayani urusan di bawah perut saja lho, melainkan semua keperluan suami termasuk urusan perutnya. That's why perempuan dituntut harus bisa masak. Nggak harus pintar, yang penting modalnya bisa masak saja dulu. 

Urusan pintar masak mah belakangan. Bisa dilatih asal ada kemauan. Masalahnya kalau belajar saja ogah-ogahan, gimana bisa masak. Ya nggak papa sih kalau kamu jodohnya sama lelaki tajir. Urusan masak dan pekerjaan rumah tangga lainnya bisa diserahkan ke ART. Atau kalau suami kamu sanggup, kalian bisa makan tiap hari di luar atu menggunakan jasa catering. Tapi kalau kamu jodohnya sama lelaki yang gajinya pas-pasan, yang doyannya makan masakan rumahan, nggak suka makanan luar, maka bisa masak merupakan suatu keharusan.

Masalahnya, setajir-tajirnya pasangan kita pasti ada pula keinginannya mencicipi masakan sang istri tercinta. Jadi mau nggak mau, perempuan memang harus bisa masak. Jangan bilang nggak bisa. Kalau nggak bisa masak ya belajar dong. Apalagi belajar masak itu sebenarnya mudah banget lho. Lebih mudah malah dibanding belajar dandan. Serius deh. Kalau nggak percaya, nih saya kasih tipsnya.

Tips Mudah Belajar Masak untuk Kamu yang Mengaku Tidak Bisa Masak


Seperti yang sudah saya singgung di atas, sebelum menikah saya bukan perempuan yang pintar masak. Pintar masak yang saya maksud di sini jago dalam mengolah berbagai menu masakan. Yah, meski setelah menikah saya masih marasa belum pintar masak but least kemampuan masak saya sekarang ada peningkatan.

Well, kita sepakat ya perempuan yang pintar masak bukan berarti nggak bisa masak sama sekali. Bisa, cuma nggak terlalu jago. Beda hal dengan yang pintar masak, pastinya perempuan seperti ini jago mengolah beragam macam menu atau boleh dibilang keahliannya dalam memasak menyerupai chef atau koki.

Of course, kemampuan masak kita sebagai seorang istri nggak mesti menyamai master chef, ingat, yang penting kita bisa masak. Pastinya suami juga bakal senang dan mengapresiasi usaha si istri yang mau masak dan menghidangkan makanan untuknya dengan tangan sendiri even si istri baru belajar masak setelah menikah.

So, buat kamu yang mengaku tidak bisa masak, percaya deh memasak itu mudah kok asal kamu mau belajar pasti bisa. Kalau nggak percaya silakan praktikkan tips berikut ini : 

Rajin Berkutat di Dapur


Untuk bisa masak tentunya kamu harus belajar dong. Rajinlah berkutat di dapur, jangan malas. Ala bisa karena biasa, itu pepatah yang bisa kamu  pegang saat belajar masak. Tidak masalah bila di awal belajar masakanmu rasanya aneh, hambar, kelebihan garam maupun sering gosong.

Saya juga pernah mengalami hal seperti itu kok. Tapi akhirnya bisa juga masak makanan yang rasanya pas di lidah. Jadi jangan takut gagal ya. Jangan hanya baru satu dua kali masak, hasilnya gagal langsung nyerah. Justru kamu bisa belajar dan berlatih dari kegagalan itu. 

Yakin deh, semakin sering kamu di dapur, bereksperimen dengan bahan-bahan  plus bumbu-bumbu yang ada di sana maka kemampuan masakmu juga akan semakin bertambah.

Jangan Malas ke Pasar


Selain rajin berkutat di dapur, untuk melatih kemampuan masakmu kamu juga harus rajin ke pasar ya. Minimal rutin sekali atau dua kali dalam sepekanlah. Ini penting, bukan sebatas untuk mengetahui harga bahan-bahan baku di pasaran saja.

Setidaknya dengan terjun langsung ke pasar kamu bisa dengan mudah mengenali bahan-bahan atau bumbu-bumbu yang biasa digunakan dalam memasak. Jadi tidak ada lagi istilahnya kamu nggak bisa membedakan mana jahe, kunyit dan lengkuas,hehe. Selain itu, dengan belanja ke pasar, kamu bisa dengan bebas belanja bahan-bahan yang kamu inginkan. Itu juga bisa mempengaruhi mood masak lho.

Biasanya saya sering ngomel-ngomel nih ke suami kalau dia sendiri yang ke pasar trus belanjanya nggak sesuai dengan yang saya pesankan. Kalau saya pribadi, mending saya yang langsung ke pasar deh daripada nitip-nitip belanjaan segala. Karena kalau belanjanya nggak sesuai keinginan, saya juga jadi ogah-ogahan masak😅

Jangan Malu Bertanya


Malu bertanya sesat di jalan. Ini juga pepatah yang bisa kamu gunakan saat baru belajar masak. Tidak perlu malu meski kamu baru belajar masaknya setelah menikah. Toh, tidak ada kata terlambat kan bagi orang yang mau belajar. Lagipula perempuan yang baru belajar masak setelah menyandang status sebagai seorang istri ada banyak kok, bukan kamu saja. 

Pengalaman saya sendiri, setelah menikah baru rajin banget bertanya resep ini itu ke mama via telpon atau WA. Yup, kalau kamu tetap malu bertanya pada perempuan lain, bertanya saja pada perempuan terdekatmu. Kalau bertanya soal masakan sama ibu sendiri pastinya kamu nggak akan malu kan? 

Mama saya malah antusias banget kalau saya sering bertanya resep masakan. Mungkin beliau merasa bersyukur kali ya karena putri keduanya ini akhirnya mau belajar masak even belajarnya setelah besar. Jadi nyesel juga sih kenapa coba nggak dari dulu, waktu masih tinggal seatap saya berguru langsung pada beliau. Giliran sudah nggak tinggal bareng saja baru belajar, ckckc 

Manfaatkan Teknologi


Selain bertanya resep masakan pada mama atau membaca berbagai macam buku resep, kamu juga bisa manfaatkan teknologi zaman sekarang. Nah, ini enaknya hidup di zaman now, teknologi semakin canggih, mau apapun itu bisa kita dapatkan dengan mudah, praktis pula.

Pengen belajar masak secara otodidak tanpa bertanya ke siapa-siapa, termasuk orang tua. Gampang, tinggal manfaatkan teknologi. Hanya dengan modal gadget dan kuota internet sebenarnya kamu sudah bisa belajar masak sendiri lho.

Malah kalau mau dibandingkan dengan zaman dulu, belajar masak di zaman serba canggih seperti sekarang ini jauh lebih mudah. Kamu bisa cari resep masakan lewat google atau kalau mau lebih simplenya lagi install aplikasi cookpad. Atau kalau mau langsung saja buka youtube, belajar masak di sana tentu lebih jelas karena selain mendapat resep kita bisa langsung melihat cara pembuatannya.

Pedelah dengan Masakanmu


Benar nggak perkiraan saya ini, banyak perempuan yang sebenarnya sudah bisa masak tapi nggak pede dengan masakannya sendiri sehingga ketika ditanya bisa masak atau nggak, jawabnya nggak. Padahal sebenarnya dia bisa kok hanya nggak pede dengan masakannya. 

Jadi ingat waktu awal-awal tinggal di rumah mertua, saya kalau masuk dapur paling cuma bantu-bantu doang. Bantu kupas bawang, petik sayur, dll. Nggak berani nyalain kompor bukan karena takut tapi karena nggak pede, hehe.

Kalau pun akhirnya saya yang masak pasti bakal heboh, sampai minta pendapat suami berkali-kali ke suami. Gimana masakan saya? Rasanya pas nggak? Enak nggak? Apanya yang kurang? Duh, gimana nanti kalau orang rumah nggak suka. Saking nggak pedenya saya dengan masakan sendiri, haha.

Kalau sudah begitu, suami cuma ketawa lihat ekpresi istrinya yang terlalu berlebihan.  Keep calm honey, orang di rumah sini nggak ada yang suka protes makanan kok. Oke, saya beruntung memang punya mertua dan saudara-saudara ipar yang baik hati, yang nggak pernah protes dengan masakan saya, apapun rasanya  tetap dilahap tapi coba sebaliknya? Hehe.

Intinya, selama kita pede dengan masakan sendiri, apapun respon atau omongan orang tentang masakan kita biarkan saja, nggak usah diambil hati.  So, belajar dari pengalaman, memang nggak cukup bila kita hanya punya skill masak, pede dengan masakan sendiri itu juga penting.

Itulah beberapa tips mudah belajar masak yang bisa kamu terapkan. Masak itu sebenarnya mudah dan menyenangkan lho. Tinggal kitanya saja nih mau belajar atau nggak? Percayalah, kita nggak akan pernah bisa memasak kalau nggak belajar. Skill masak kita juga nggak akan meningkat kalau kita malas berlatih. So, ayuk terus belajar dan berlatih masak. Setidaknya agar kita bisa mempersembahkan masakan terbaik untuk suami dan anak-anak kita tercinta.

Salam,

@siskdwyta

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

Note :

Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.