Rahasia Melahirkan dengan Santuy dan Tanpa Rasa Sakit

by - Friday, November 01, 2019


Bismillaahirrahmaanirrahiim

Rahasia Melahirkan dengan Santuy dan Tanpa Rasa Sakit. Selama ini, setidaknya sebelum menjalani masa kehamilan dan merasakan sendiri bagaimana proses persalinan, yang selalu tertanam di benak saya melahirkan itu sakit. That's why, saya sempat dilanda takut hamil karena tidak siap menghadapi proses yang menyakitkan itu.

Saking takutnya, saya sampai tidak bisa tidur tenang di malam di mana kakak saya tengah berjuang menghadapi proses persalinan pertamanya. Membayangkan saja saya sudah keburu ngeri duluan. Tahu tidak apa yang terlintas di pikiran saya kala itu? Seolah melahirkan adalah sebuah proses yang hendak mengantarkan kakak saya menuju gerbang kematiannya.

Iya juga sih, ketika ibu hamil memasuki fase persalinan ketika itu pula ia sedang berjuang antara hidup dan mati. Ah, tapi kenapa pula saya harus mencemaskan hal-hal seperti itu. Kenapa saya yang begitu takut sementara kakak saya yang tengah berjuang. Seharusnya yang saya lakukan adalah berdoa untuk keselamatan dia dan bayinya, bukan malah berpikir yang aneh-aneh.

Baiklah, saya akhirnya baru bisa tenang dan bernapas lega ketika mendapat kabar kakak berhasil menempuh fase persalinannya dengan lancar dan melahirkan seorang bayi laki-laki mungil nan cakep.

Siapa Bilang Melahirkan itu Sakit?


gambar : islampos.com

Tak dimungkiri, melahirkan memang identik dengan rasa sakit. Dari cerita-cerita yang sering kita dengar. Dari penuturan para ibu berpengalaman. Dari kisah-kisah fiksi yang pernah kita baca. Pun dari tayangan-tayangan sinetron maupun film yang kita tonton. Melahirkan selalu digambarkan sebagai peristiwa yang menyakitkan. Padahal proses melahirkan sebenarnya tidak sakit
lho.

Yup, siapa bilang melahirkan itu sakit? Bidan Yessie owner dari Bidan Kita saja bisa melahirkan tanpa rasa sakit. Bahkan semua wanita juga bisa melahirkan tanpa rasa sakit. Buktinya, sudah banyak ilmuwan dan para peneliti yang menyaksikan sendiri ibu-ibu di India, Cina, Jepang, Afrika, Amerika Selatan dan juga Indonesia mampu menjalani proses melahirkan dengan terbebas dari rasa sakit. 

Coba tengok, jaman nenek moyang kita atau di daerah pedalaman sana, orang-orang sama sekali tidak berpikir tentang hal-hal yang menyeramkan dan menakutkan. Mereka tidak gelisah, takut maupun panik ketika hendak melahirkan, karena bagi mereka melahirkan adalah bagian dari kehidupan.

Bagi mereka kehamilan dan melahirkan adalah fenomena alam biasa, yakni peristiwa yang sangat alami sama seperti ketika mereka makan atau hendak buang hajat. Peristiwa tersebut bahkan tidak menghentikan mereka dari beraktivitas sehari-hari sebelum maupun sesudahnya.

Mereka yang hidup di lingkungan pedalaman, jauh dari teknologi canggih maupun RS. Namun uniknya, ketika merasakan sinyal dari tubuh mereka cukup memanggil dukun atau menyiapkan tempat lalu melahirkan dan keesokkan harinya sudah bisa bekerja seperti biasa. Semudah itu proses melahirkan yang mereka jalani.

Lalu bagaimana dengan kita yang hidup di lingkungan teknologi serba canggih dan dikelilingi banyak RS modern?

Nyatanya lingkungan yang dekat dengan RS dan teknologi canggih ini tidak lantas membuat kita bisa menjalani proses persalinan dengan lancar. Yang ada malah dimana-mana terdapat RS dengan pelayanan penuh intervensi medis. Pelayanan yang justru membuat proses melahirkan menjadi lebih menegangkan dan terasa jauh menyakitkan. Apalagi jika mendapat intervensi medis seperti harus diinduksi (karena pembukaan yang tak maju-maju) atau terpaksa harus menjalani persalinan di meja operasi, dan lain sebagainya.

Belum ditambah dengan sikap kita saat akan menghadapi proses persalinan. Belum menjalani saja sudah keburu takut duluan. Karena pikiran kita yang selalu menganggap melahirkan itu sakit. Bahkan mungkin sudah tertanam di bawah alam sadar kita sedari kecil bahwa melahirkan adalah proses yang menyakitkan. 

Itulah masalahnya. Bagaimana kita bisa menghadapi proses persalinan dengan tenang, nyaman dan menyenangkan bila pikiran sudah terlanjur diracuni dengan hal-hal negatif?

Gentle Birth, Rahasia Melahirkan dengan Santuy dan Tanpa Rasa Sakit


gambar : alodokter.com

Siapa sih yang tidak ingin melahirkan dengan tenang, nyaman dan menyenangkan? Apalagi jika proses tersebut bisa dijalani dengan santuy, bebas dari rasa sakit dan minim trauma. Lha memangnya ada ya melahirkan dengan cara seperti itu? Ada dong. 

Metode melahirkan pada umumnya memang lekat dengan rasa sakit, namun tahukah kamu sekarang sudah ada metode yang dapat membantu persalinan bumil dengan tenang dan nyaman. Tentunya metode ini juga mampu mengubah suasana tegang pada saat prosesi persalinan menjadi lebih rileks dan menyenangkan.

Nah, mungkin kamu sudah pernah mendengar istilah gentle birth. Metode persalinan yang satu ini memang tidak asing lagi, terutama di kalangan ibu-ibu milenial. Meski tidak menutup kemungkinan masih banyak juga perempuan di luar sana yang belum familiar dengan metode gentle birth.

Saya sendiri baru mengenal metode gentle birth tahun lalu saat masih mengandung Zhafran. Itu pun tahunya rada telat, si jabang bayi mau brojol eh saya baru mempelajarinya. Tapi saya benar-benar bersyukur bisa mengenal gentle birth sebelum melahirkan. You know why? Karena baru memahami metode persalinan ini saja saya sudah merasa sangat terbantu.

Setidaknya saya tidak lagi takut menghadapi persalinan. Image saya terkait melahirkan juga bukan lagi tentang rasa sakit. Saya bahkan menganggap melahirkan adalah proses teramat indah yang sungguh saya nanti-nantikan. Sebab tidak lama lagi saya akan segera bertemu dengan sang buah hati tercinta. Saya hanya butuh sedikit berjuang, kan?

Yah, saya tahu melahirkan tidaklah mudah. Tapi coba ubah persepsi kita, coba berpikir bahwa melahirkan sama sekali tidak sakit. Bukankah apa yang kita pikir, itu yang terekam di alam bawah sadar kita dan itu pula yang akan kita rasakan. Semakin takut kita menghadapi persalinan, semakin kuat pula rasa sakit yang akan mendera. 

Percaya deh, justru rasa takut itulah yang membuat proses persalinan menjadi lebih menyakitkan.  Ketakutan akan membuat hormon stres meningkat, efeknya jelas bisa menghambat persalinan kita. Sebaliknya, melahirkan dengan pikiran tenang dan positif justru dapat memudahkan kita saat melahirkan. Proses melahirkan pun akan berjalan dengan lancar dan nyaman.

Nah, metode gentle birth hadir membantu kita untuk menjalani proses melahirkan dengan tenang, nyaman dan santun. Melalui metode ini, sebisa mungkin si ibu diusahakan melahirkan secara alami dan merasakan proses persalinan sebagai sesuatu yang sakral. Bukan malah seperti sebuah tindakan medis yang menakutkan hingga menimbulkan trauma. Bahkan dengan menerapkan metode gentle birth, proses persalinan bisa jadi momen yang menyenangkan lho.

Eniwei, waktu pertama kali tahu ada metode persalinan yang dapat membantu ibu hamil melahirkan dengan nyaman, saya langsung excited mempelajarinya. Tapi belajarnya baru otodidak doang, belum berguru langsung sama ahlinya. Tentu, akan lebih mudah memahami metode ini jika berguru langsung sama ahlinya. Sayangnya saya belum ada kesempatan bertemu dengan ahli gentle birth. 

Oya, salah satu ahli gentle birth di Indonesia adalah bidan Yesie Aprillia, S.Si, T, M.Kes. Jika kamu pernah baca postingan saya terkait kehamilan, pasti kamu nggak asing lagi dengan nama beliau. Saya memang sudah beberapa kali menyinggung nama beliau di Kamar Kenangan ini.

Atau kalau kamu sudah follow akun IG @bidankita, kamu tentu sudah mengenalnya. Seorang pegiat gentle birth, pelatih Prenatal Yoga sekaligus ahli hypnobirthing yang sama sekali tidak pelit berbagi ilmu. Banyak hal terkait gentle birth yang beliau bagikan gratisss di semua akun media sosialnya, baik itu di IG, Youtube, Web, dll.

Meski tidak semua ilmu yang Bidan Yesie bagikan secara gratiss tapi lumayanlah. Hanya dengan rajin pantengin akun medsosnya saja bisa menambah wawasan kita tentang gentle birth lho. Jujurly, saya belajar gentle birth secara otodidak juga dari hasil stalking akun medsos bidan kita, terutama akun instagramnya. Plus dari membaca buku beliau yang berjudul #BebasTakut Hamil dan Melahirkan.

Dari buku tersebut saya juga akhirnya tahu bahwa gentle birth bukan sebatas metode yang memudahkan seorang ibu menjalani proses persalinan, melainkan juga merupakan filosofi persalinan yang mengutamakan ketenangan, kelembutan dan pemanfaatan semua unsur alami dalam tubuh manusia.

Gentle birth memandang proses melahirkan sebagai proses terindah dan penuh cinta kasih sehingga sudah selayaknya dilakukan dengan nyaman. Sosok yang mendampingi dan menolong pun harus memberikan kebebasan pada  ibu untuk memilih cara bersalinnya, selama ibu dan bayi nyaman.

Adapun prinsip-prinsip holistik yang ada pada metode Gentle Birth, antara lain;

  • Melahirkan dipandang sebagai momen yang harus "dirayakan" dengan penuh rasa hormat, damai dan sakral oleh semua yang terlibat di dalamnya.
  • Adanya peran serta keluarga, terutama suami untuk memberikan dukungan mental dan spiritual.
  • Rasa mulas dan menjelang melahirkan dipandangan sebagai mekanisme alamiah tubuh untuk membantu melahirkan bayi
  • Kelahiran tidak harus di rumah. Gentle birth tetap bisa diberlakukan pada ibu yang menjalani operasi caesar atau menjalani prosedur medis lainnya, selama prinsip-prinsipnya terpenuhi.
  • Napas, kondisi serta mental ibu adalah penentu utama kelancaran proses melahirkan.

Itulah sedikit penjelasan tentang gentle birth, selebihnya kamu bisa cari tahu sendiri ya. Intinya gentle birth adalah metode persalinan yang diusahakan terjadi sealami mungkin. Gentle Birth sendiri mengusung konsep persalinan yang tenang, nyaman, santun serta minim trauma. Dengan konsep tersebut tentunya persalinan tidak lagi menjadi momok, bukan? Jadi kalau kamu ingin melahirkan dengan santuy dan tanpa rasa sakit, metode gentle birth inilah rahasianya.

Tips Melahirkan Santuy dan Tanpa Rasa Sakit dengan Metode Gentle Birth


gambar : lifestyle.okezone.com

Setelah mengetahui konsep
gentle birth, mungkin ada di antara kamu yang bertanya-tanya, apa benar ketika menerapkan metode gentle birth kita  tidak akan merasakan sakitnya melahirkan?

Jawabannya tentu saja tidak. Rasa sakit pada saat proses persalinan sebenarnya merupakan hal yang sangat lumrah. Namun setidaknya dengan metode gentle birth kita dapat meminimalisir bahkan me-managenya. Apalagi jika diri kita mampu mengontrol pikiran dan menyadari napas selama kontraksi berlangsung, pastinya sakit yang mendera itu bisa kita lewati dengan mudah. Kita bahkan bisa melahirkan dengan santuy tanpa mengalami ketegangan sama sekali.

Nah, kalau kamu tertarik dengan metode gentle birth, ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan. Etapi tips ini bukan dari saya ya, melainkan dari apa yang sudah saya pelajari di akun Bidan Kita. Kalau saya mah belum berani ngasih tips karena persalinan pertama saya sendiri masih jauh dari konsep gentle birth yang sebenarnya, masih ada drama teriak-teriaknya meski nggak sampai main drama cakar-cakar suami sih, hehe.

So, berikut beberapa tips melahirkan santuy dan tanpa rasa sakit dengan metode gentle birth ;

Berdayakan Diri


Ini poin utama yang harus kamu lakukan ketika ingin menjalani proses melahirkan dengan metode gentle birth. Wajib berdayakan diri. Memberdayakan diri ini sudah harus dimulai dari awal kehamilan. Malah lebih bagus lagi jika kamu mulai memberdayakan diri sebelum hamil.

Beidewei, waktu persalinan anak pertama, saya gagal menerapkan metode gentle birth karena selain tidak didukung oleh tim persalinan yang pro gentle birth, saya juga telat memberdayakan diri. Tapi setidaknya saya merasa sudah sangat terbantu bisa mengenal gentle birth sebelum menjalani proses tersebut.

Knowledge is Power


Kalau kamu sering stalking akun @bidankita, pastinya kamu nggak asing dengan kalimat yang satu ini. Yes, knowledge is power, betapa pengetahuan memiliki peranan yang sangat penting dalam persalinan, terutama bila kamu ingin melahirkan dengan metode gentle birth.

Well, saya juga sudah merasakan kekuatan dari knowledge. Jika tanpa knowledge bisa saja persalinan pertama saya akan berujung di meja operasi karena kondisi mata minus saya yang KATANYA tidak bisa melahirkan secara normal. Itu masih katanya ya, tapi buktinya apa? saya akhirnya bisa melahirkan secara pervaginam meski dengan kondisi mata saya yang sudah minus tinggi. 

Tanpa knowledge, memang kita mudah terpengaruh dengan kata orang-orang. Percaya begitu saja dengan mitos terkait persalinan yang beredar luas di masyarakat. Parahnya lagi, kita juga akan mudah merasakan takut, cemas bin khawatir, dsb karena tidak tahu apa-apa.  

Tidak tahu apa yang akan disiapkan, tidak tahu proses persalinan itu seperti apa, tidak tahu apa yang harus dilakukan bila sesuatu yang tidak diharapkan terjadi saat akan melahirkan, dll. Karena ketidaktahuan itu pula kita jadi pasrah begitu saja saat provider memutuskan mengambil tindakan terkait persalinan kita.

Padahal sejatinya melahirkan adalah tentang diri kita, suami dan bayi yang akan kita lahirkan, bukan tentang orang lain. Kita yang berhak mengambil keputusan terkait persalinan seperti apa yang kita inginkan. Provider, nakes atau tim persalinan dalam hal ini hanya berperan sebagai fasilitator yang membantu persalinan kita.

Masalahnya, kalau kita sendiri tidak tahu apa-apa, bagaimana bisa mengambil keputusan yang terbaik untuk persalinan yang bakal kita hadapi? 

Siapkan Fisik


Kata Bidan Yesie, melahirkan itu ibarat lari marathon. Tentu tidak ada atlet profesional apalagi pelari marathon yang ikut lomba tanpa pemanasan dan persiapan fisik terlebih dahulu. Kalau memang ada pastinya di tengah perlombaan dia bisa mengalami kram kaki atau perut.

Begitu pula dengan melahirkan. Ibu hamil juga butuh yang namanya pemanasan atau persiapan fisik sebelum melahirkan. Persiapan fisik ini meliputi olahraga seperti senam hamil, prenatal yoga dan jangan lupa, menjaga asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Usahakan yang kita makan selama hamil hanyalah makan-makanan yang sehat dan bergizi, karena pada saat hamil asupan makanannya bukan cuma masuk ke tubuh kita saja tapi lari juga ke janin yang kita kandung.

Siapkan Mental


Selain persiapan fisik, persiapan mental juga sangatlah penting. Bahkan menurut bidan Yesie kunci suksesnya gentle birth ada pada persiapan mental ini. Dengan kondisi mental yang baik tentu kita tidak akan kesulitan menerapkan metode gentle birth. 

Apalagi bila kita sudah menguasai relaksasi dengan hypnobirthing dan rajin memberi afirmasi positif ke bayi kita, dijamin kita bisa melahirkan dengan nyaman. Rasa takut melahirkan pun serta merta hilang, berganti dengan rasa nyaman dan bahagia sebab kita akan segera bertemu dengan bayi yang telah kita kandung selama sembilan bulan lamanya.

Relax Mind


Hadapilah persalinan dengan santuy. Nah, ini yang saya maksud, jika melahirkan dengan metode gentle birth otomatis kita dituntut harus relaks. Buang jauh-jauh rasa takut. Tanamkan sugesti positif dalam diri dan jangan lupa untuk tetap fokus serta selalu menyadari pernapasan.

Menyadari dan menguasai napas juga merupakan salah satu kunci keberhasilan menjalani gentle birth lho. Yup, kata bidan Yesie, menguasai napas adalah koentji. Ketika menguasai napas, kita bisa menguasai pikiran. Ketika menguasai pikiran semua sensasi dalam tubuh pun akan mampu kita kuasai, termasuk rasa sakit yang mendera. 

Yah, kita bisa meminimalisir atau mengontrol rasa sakit bila sedari awal mampu menguasai napas. Sebab hanya dengan menguasai napaslah kita bisa menguasai pikiran. Ketika pikiran relax, damai, dan tenang, otot-otot kita juga akan relax. Tentu, hal ini akan mempermudah persalinan kita nantinya jadi jangan lupa untuk sering-sering latihan pernapasan juga ya.

Support System


Last but not least, perhatikan support system kita. Meski sudah berencana melahirkan dengan metode gentle birth namun ternyata orang-orang di sekeliling kita, baik keluarga terutama suami kurang mendukung ya sama doang. Akan sia-sia saja yang kita rencanakan. Jadi setidaknya sedari awal kita memang sudah sounding ke mereka terkait persalinan yang kita inginkan nanti.

Beri sedikit gambaran ke mereka terkait metode gentle birth. Tidak perlu dengan bahasa yang rumit, cukup jelaskan inti dari gentle birth adalah melahirkan dengan tenang, nyaman, dan tanpa drama. Atau kalau perlu tunjukkan ke mereka referensi terkait gentle birth. Semoga dengan begitu mereka bisa mendukung.

Dukungan dari tim medis juga penting sih. Sayangnya cari tim medis yang pro gentle birth di kota tempat tinggal saya sepertinya masih sulit. Selain  pemberdayaan yang minim, saya pun terhalang melahirkan dengan metode gentle birth karena tidak menemukan tim medis yang pro. Kalau pro kan pastinya saya nggak disuruh melahirkan dengan posisi satu gaya saja melainkan bebas memilih posisi melahirkan apapun senyaman yang saya rasakan, hehe.

But no problem, jika memang tidak menemukan tim medis yang pro gentle birth, pastikan saja tim medis yang kamu pilih pro normal, pro IMD dan pro ASI. Pastikan juga RS atau tempat bersalin yang kamu pilih pro room ini.

Demikian beberapa tips terkait gentle birth yang bisa kamu terapkan. Tipsnya memang kelihatan mudah, praktiknya yang susah, hehe. Tapi kalau kamu sudah mulai mempersiapkan diri dari sekarang tentu bisa melahirkan dengan gentle birth bukan lagi sekadar angan semata.

Harapan saya pun demikian. Semoga pada persalinan kedua nantinya saya bisa menerapkan metode ini. Walau mungkin tidak sepenuhnya karena lagi-lagi pemberdayaan diri saya masih sangat kurang tapi minimal saya harus bisa menguasai napas biar tidak ada lagi drama teriak-teriak, hehe.

Referensi :
Buku #BebasTakut Hamil dan Melahirkan
http://www.bidankita.com/rahasia-melahirkan-tanpa-rasa-sakit/

Salam,

You May Also Like

68 comments

  1. Semoga di persalinan kedua ini bisa lebih nyaman dan santuy, ya. Lancar dan sehat semuanya

    ReplyDelete
  2. Gentle birth bikin persalinan makin enjoy dan santuuuuy.
    semoga semuanya lancaaarr dan penuh keberkahan ya Mbaaaa
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak persalinan jadi lebih gampang dan santuy dengan metode yang satu ini. Aamiin terima kasih doanya Mbak.

      Delete
  3. Wah, sangat berfaedah. Saya mau program anak kedua. Masih teringat proses persalinan anak pertama yang lumayan lama dan bikin trauma. Wajib baca bukunya nih saya buat persiapan .

    ReplyDelete
  4. Terima kasih tipsnya. Cocoklah buat calon Ibu kaya aku. Orang sekitarku tuh kalau cerita melahirkan selalu bilang sakit, malah ada yang sampai trauma. Makanya sih kudu waras dan belajar biar tetap hepi menjalani persalinan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih Mbak. Justru kalau di pikiran udah tertanam sakit duluan jalaninya bakal sangat sakit. Tapi kalau kita jalani persalinan dengan pikiran yang santuy pasti sakit yang dirasakan juga nggak bakal parah.

      Delete
  5. Ketika hamil anak pertama, saya juga terus diingatkan sama tante untuk bersikap tenang. Kalaupun masih tetap sakit, jangan sampai drama berlebihan yang akhirnya semakin menyulitkan proses melahirkan.

    Makanya, saat itu saya tetap berusaha berpikir tenang. Meskipun akhirnya memang melahirkannya melalui SC. Gak jadi dengan cara normal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waktu melahirkan anak pertama, saya bertekad gak mau kasih tau mamah. Sebetulnya mamah saya baik, tetapi suka panikan. Jadi saya gak mau ribet. Eh, tetep aja begitu waktunya melahirkan, saya minta suami nelpon mamah hahaha

      Delete
    2. Iya nih Mbak seharusnya gitu ya kudu tenang, jangan panik karena kondisi itu yang bisa bikin persalinan kita jadi sulit.

      Delete
    3. Kehadiran mama memang paling dibutuhkan ya di momen melahirkan

      Delete
  6. Saya mau juga kalau melahirkan nya dengan santuy dan menyenangkan. Secara alamiahnya perempuan melahirkan itu sudah sunatullah ya ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pastinya impian semua perempuan nih mbak bisa melahirkan dengan santuy dan menyenangkan

      Delete
  7. Dengan mengetahui dengan baik dan jelas tentang cara melahirkan tanpa rasa sakit, bisa membuat ibu yang akan melahirkan bisa lebih tenang menghadapi persalinan ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak makanya saya suka banget dengan konsep gentle birth ini

      Delete
  8. wah ini ilmu buat saya kalau nanti hamil, aminnn

    semoga lancar juga, saya ngebayangin sedikit ngeri,, haduhhh,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah kalau postingan ini bisa bermanfaat.

      Delete
  9. Semoga lancar saat lahiran kedua nya ya mbak memang mind set awal harus bener-bener positif sekarang memang rasa takut dulu yang dibesarkan dan malah terwujud akhirnya si rasa takut itu. Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin terimakasih doanya Mbak. Benar Mbak, mindsetnya harus positif dulu.

      Delete
  10. Wah asyik dong ya ada metode ini..dulu aku lima2 nya sakit lah.hahaha...tp cuman sekejap udah itu ganti.seneng deh hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Barakallahu mbak melahirkan 5 anak dengan kuat dan tangguh. Sehat selalu ya. Jadi pingin cepet nikah

      Delete
    2. @Mbak Ida, wah pengalaman melahirkannya udah 5 kali yam Pastinya rasa sakit itu terbayar setelah si kecil lahir ya

      @Mbak Fenni , semoga disegerakan jodohnya ^^

      Delete
  11. Pengalama pertama saat melahirkan anak pertama banyak hal yang bisa saya pelajari, mbak. Yang paling penting siapkan mental, selalu perkatakan hal yang positif seperti "nikmat, enak, tidak sakit", dan menyimpan tenaga dengan tidak berteriak2 :)
    Hal penting lainnya adalah ada mama dan suami yang mendukung dan selalu ada di samping :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget nih persiapan mental itu penting banget, pikiran juga harus selalu positif dan kudu ada supprt system dari orang terdekat terutama suami.

      Delete
  12. Menyiapkan mental buat persalinan itu penting banget, buang-buang pikiran kalau akan mengalami rasa sakit ya. Aku belum pernah gentle birth mbak. Semoga lancar ya persalinannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih doanya Mbak. Persalinan saya juga belum sepenuhnya gentle birth but dengan tahu ilmunya saja sudah sangat membantu lho. Setidaknya saya tidak lagi merasakan takut menghadapi persalinan.

      Delete
  13. Pernah dengar tentang gentle birth dan katanya memang melahirkan tanpa sakit ya, tapi saya nggak sempat mempelajarinya sih, apalagi agak trauma juga setelah dua kali sesar, mungkin bisa dipelajari, moga lancar ya kelahiran anak keduanya, mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Metode ini juga bisa diterapkan bagi ibu yang menjalani persalinan sesar. Intinya sih bisa melahirkan secara relaks tanpa rasa takut. Btw makasih doanya Mbak.

      Delete
  14. Sempat saya mengira sama dengan hypno birth. Bukan ya ternyata.

    Ada yang melahirkan tanpa rasa sakit sama sekali, bahkan ada yang sampai orgasme, saya pernah baca kisahnya. Tapi mereka bukan pakai gentle birth.

    Merasa sakit tapi bisa diminimalisir itu bagus juga ... yang mau lahiran bagusnya pelajari gentle birth ini.

    ReplyDelete
  15. MashaAllah.. baca tulisan ini jadi kangen melahirkan hehe.. Alhamdulillah saya sudah melahirkan sebanyak 2 kali dan Alhamdulillah melalui persalinan normal, karena memang sudah niat dan senantiasa berdoa agar bisa dimudahkan dalam proses mengandung dan melahirkan, dan Alhamdulillah bisa dengan santuy dan tanpa rasa sakit dengan niat tulus melahirkan normal

    ReplyDelete
  16. Wah coba tau gini dari duku ya hehe aku melahirkan sakit semua kak anak pertama lahiran normal dan kedua Sesar hehe sama-sama sakit minta ampun.

    ReplyDelete
  17. Oooo...intinya tentang pengendalian dari dalam diri sendiri ya gentle birth itu. Kayaknya kalau blas enggak sakit ya ga mungkin juga ya. Hanya saja meminimalisir kengerian dari rasa sakit itu dari dalam diri sendiri.

    ReplyDelete
  18. andai aja waktu melahirkan anak pertama aku udah kenal gentle birth pasti aku nggak akan trauma huhuhu. pas melahirkan anak pertama aku ngerasain sakit yang luar biasa, eh terus nggak lama melahirkan aku hamil lagi, panik banget karena merasa nggak sanggup melahirkan lagi. tapi ternyata persalinan kedua lancar. ahh, kalau begini jadi kepikiran mau punya anak lagi deh hehe

    ReplyDelete
  19. Lega kalau mendengar cerita-cerita melahirkan yang santuy macam begini Mba
    Aku jadi terpacu agar tidak takut hahaha. Harus perbanyak perbekalan ya mba buat melahirkan
    makasih banyak tips2nya ya Mba Sis

    ReplyDelete
  20. Aku kemarin juga nyobain gentle birth ini, tapi karena dah panik duluan jadi lupa semua teorinya. bye deh.. syukurnya Alhamdulillah masih bisa menjalani proses persalinan normal.

    ReplyDelete
  21. Support system saat melahikan itu memang dibutuhkan banget, secara yaahh melahirkan itu memang pertarungan nyawa bookk ya. Bumil juga harus rileks, kalau banyak fikiran otomatis bakalan mempengaruhi kesehatannya juga. Bisa darah tinggi dan komplikasi lainnya.

    ReplyDelete
  22. Nah mestinya sejak dulu cerita-cerita melahirkan seperti ini nih yang banyak dibicarakan ya, bukan cerita macam-macam yang bikin merinding. Metode gentle birth ini juga bagus nih kalau disosialisasikan ke masyarakat luas biar dokma yang katanya melahirkan sakit itu tak ada lagi.

    ReplyDelete
  23. Keren pisan tipsnya, mana lengkap lagi. Btw Salah satu support systemnya adalah suami siaga ya mbak?

    ReplyDelete
  24. Aku juga dapet cerita dari adik perempuanku gimana ia berjuang diruang persalinan
    Memang menjadi ibu itu tidaklah mudah ya mba
    Semoga ibu-ibu lainnya yang sedang menghadapi persalinan selalu sehat beserta baby nya, Amin

    ReplyDelete
  25. sebaiknya operasi caesar lebih baik melahirkan secara normal, kita lebih memahani cara mengeluarkan kepala anak dengan tenaga, dan disinilah perjuangan seorang ibu dalam melahirkan anak

    ReplyDelete
  26. Alhamdulillah mba semuanya berjalan lancar dan sehat. Smoga kisah mba ini menjadi cerita yang jadi bahan acuan untuk dipelajari sebelum melahirkan ya mba. Suport system itu emang penting banget

    ReplyDelete
  27. persiapan persalinan emang penting banget, seneng deh bumil jaman now terpapar banyak informasi ya terkait kehamilan, persalinan

    ReplyDelete
  28. Aku Juga awalnya mempersiapkan mba tapi herannya pas sampai rusng persalinan stress duuuh 24jam mba,, alhamdulillah normal

    ReplyDelete
  29. Semoga dilancarkan persalinannya ya mb. Jadi pengen juga... Aih sayangnya udah usia rawan 41. Heu heu

    ReplyDelete
  30. kalau baca artikel bidankita selalu bikin adem ya, tenang.. apa lagi kalau udah denger suara Bidan Yessi kasoh afirmasi positif ke kita.. gentle birth ini selain santuy, bikin minim trauma juga buat ibu dan bayi..

    ReplyDelete
  31. Ilmu baru nih. Terima kasih sharingnya mbak. Aku keep. Siapa tau ada yang butuh tinggal aku share. Apalagi buat daku yang belum menikah dan melahirkan. Perlu banyak baca-baca informasi mengenai metode kelahiran satu ini :)


    Semoga lancar inggih mbak persaliannya. Disehatkan mbaknya serta debay-nya :D

    ReplyDelete
  32. Jadi inget 11 tahun lalu nih ketika melahirkan, ilmu masih kurang tentang bersalin jadi ya gitu pas mau lahiran sakitnya ruarrr biasa, tapi hilang pas lihat bayi mungil. Semoga lancar selalu dan sehat - sehat yah.

    ReplyDelete
  33. Kalau kata kakakku, apapun proses melahirkan, rasa sakit itu tidak akan terasa saat melihat anak yang dilahirkan keluar dengan selamat dan mendengar tangisan pertamanya

    ReplyDelete
  34. Wah, bermanfaat sekali ulasannya. Jadi ingin meluncur ke IG nya bidan kita nih. Penasaran... hehehehe

    ReplyDelete
  35. Kalau saya anak pertama itu melahirkan tanpa rasa sakit, malah nggak nyadar bayinya udah keluar. Nah, yang kedua ini melahirkan dengan rasa sakit sampai nungggu hampir 12 jam hehehe.. tapi, yang terpenting sih dua-duanya sehat dan selamat :)

    ReplyDelete
  36. Doakan yah mba semoga saya bisa lahiran dengan normal dan lancar, amin ya Allah

    ReplyDelete
  37. Wah metode cocok buat persipan lahiran. Kadang stigma jelek itu selalu saja muncul kalau melahirkan itu sakit, yaudah jangan nikah dulu ehh

    ReplyDelete
  38. Wah coba saya tahu tentang Gentle Birth sebelum.lahiran anak2 saya dlu karna saya adalah tipe orang yang melahirkannya susah banget mba dengan tipe rahim yang msuk kedalam soalnya kata dokter

    ReplyDelete
  39. Wahh info bermanfaat banget kalo nanti lahiran aq ingin terapkan gentle birth supaya ga trauma.

    ReplyDelete
  40. Wah.. penting nih di teruskan ke teman2 yg lagi hamil. Biar mereka tahu klo ternyata ada cara melahirkan yg gk sakit.

    ReplyDelete
  41. Gentle Birth ini lagi hapening ya kak..

    Benernya klo santuy pasti nggak sakit

    Hehe

    Semangat buat para bumil...

    ReplyDelete
  42. Keren ya gentle birth ini, dari 3 anak yang ku lahirkan tanpa rasa sakit adalah anak bungsu, karena lahiran dengan SC hehehe tapi udahannya malah kesel karena mesti bedrest sebulan

    ReplyDelete
  43. Aamiin~
    Semoga diberikan kesempatan untuk mencoba Gentle Birth yaa..
    Aku jadi penasaran juga niih...tapi belum hamil lagi.

    ReplyDelete
  44. Aku jadi ingat pas nadia mulya posting video lahiran dia. Asli deh dia senyum-senyum aja pas proses ngedennya itu. Memang perlu persiapan banget kayaknya biar bisa melahirkan tanpa rasa sakit soalnya aku 2 kali lahiran sakit semua. Heu

    ReplyDelete
  45. Saya dua kali ngelahirin lewat SC namun dua-duanya juga merasakan sakit menjelang lahiran, anak pertama udah bukaan 10 namun anak tidak juga bisa dilahirkan secara normal karena mal posisi kata bidannya, jikalau bayi lainnya kepala yang nongol dilubang lahir. lah anak saya keningnya duluan

    ReplyDelete
  46. Andai tau ini sejak dulu yaa.. Th 2002 ada rasa takut melahirkan akhirnya udh bukaan 8 balik ke bukaan 5, stlh induksi 3x eeh akhirnya caesar. Ya Allah dobel sakitnya.. Makasiy sharingnya mba

    ReplyDelete
  47. Jadi gentle birth, haruslah dimulai dengan kesiapan, baik mental atau fisik ibu. 3 anak q lahirvdengan caesar, tetapi aq tawakkal kepada Allah saat menjalani operasi

    ReplyDelete
  48. Berapa pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan .. makin hari makin banyak muncul teori baru yang tujuannya lebih membantu .. salah satunya gentle birth ini. Hanya pada penge-set-an frame of mind kita sesuatu yang awalnya menakutkan jadi menyenangkan. Thanks ya mbak artikel kerennya

    ReplyDelete
  49. Bagus nih metode Gentle Birth.
    Mungkin saya menerapkannya juga via bimbingan bidan saat melahirkan anak pertama di tahun 2007 dulu. Namanya mungkin bukan Gentle Birth secara detail seperti di atas, sih. Tapi bidan senior yg menangani saya benar-benar bisa memberikan motivasi sehingga saya bisa tenang. Di kelahiran anak kedua yg harus sesar, alhamdulilah saya pun tenang. Dapat dua pengalaman berharga: normal dan sesar sehingga merasakan perjuangan keduanya. Alhamdulillah :)

    Semoga lancar jaya dan dimudahkan Allah pada proses persalinan keduanya nanti ya, Mbak :)

    ReplyDelete
  50. Keren banget deh hihihi.
    Temenku ada yg lahiran satu hembusan nafas aja, sruutt keluar baby haha.
    Pas kehamilan kedua saya udah belajar teorinya tapi praktiknya gak sesantuy itu wkwkwk, tapi lbh baik lha daripada kelahiran anak pertama :D

    ReplyDelete
  51. Informatif banget buat ibu2 muda yang mempersiapkan proses lahiran.
    Dulu saat saya melahirkan brlum ada nih metode gintle birth.
    Moga lancar proses lahirannya ya mbak.

    ReplyDelete
  52. Kakak iparku termasuk paling nyantai pas melahirkan, gak ada takutnya karena udah pengalaman lahiran di bidan, katanya lahiran di bidan lebih enak krena lebih di emmong ihihi

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

Note :

Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.