Review Buku : 101 Dosa Penulis Pemula by Isa Alamsyah

by - Wednesday, January 15, 2020

 Bismillaahirrahmaanirrahiim

"Ada dua cara belajar kepenulisan. Cara pertama adalah memberi tahu bagaimana menulis yang baik dengan berbagai teori. Metode ini lazim dilakukan di sekolah dan lembaga pendidikan. Cara kedua adalah belajar dari kesalahan sendiri atau orang lain sehingga terhindar dari kesalahan yang sama. Metode diterapkan secara alamiah dalam kehidupan.  Dari jatuh, seorang anak belajar berdiri, berjalan, dan berlari. Dari gagal, kita belajar untuk sukses. Dari masalah, kita belajar mencari solusi. Dari mengetahui dosa-dosa dalam menulis, kita mengerti bagaimana menulis dengan benar dan menarik."

Awal tahun 2018 lalu saya sempat ikut Kelas Jadi Buku (KJB) batch 3 yang diadakan Komunitas Menulis Online (KMO). Saya pikir, setelah lulus dari kelas tersebut saya bisa menelurkan minimal satu buku. Nyatanya sampai awal tahun 2020 ini, jangankan satu buku solo, satu buku antologi yang di dalamnya tercantum nama saya saja, nihil, ckck. 

Sementara teman-teman seangkatan saya, mungkin buku hasil karyanya sudah banyak bertebaran dimana-mana. Duh, pencapaian saya payah sekali. Entah kemana perginya mimpi saya yang ingin jadi penulis? Katanya mau jadi penulis buku best seller, tapi buktinya mana? Manaaa?

Kalau bahas mimpi rasanya saya malu banget. Mengingat minimnya usaha saya untuk menggapai mimpi sebagai seorang penulis. Bukan berarti selama dua tahun terakhir ini saya nggak menulis sama sekali. Tulisan saya ada kok. Banyak. Tapi saya publish-nya di blog bukan di buku.

Padahal mimpi yang saya maksud adalah menjadi penulis buku bukan penulis blog aka blogger. Kenapa jadinya sekarang saya malah merasa lebih nyaman menulis di blog ya? Saking nyamannya saya sampai lupa dan nyaris tidak peduli lagi dengan impian yang telah lama saya peluk itu. 

Syukur, menyelesaikan buku 101 Dosa Penulis Pemula ini membangunkan kembali ingatan saya akan mimpi yang tak kunjung nyata itu? Akankah di tahun 2020 ini ada secuil harapan mewujudkannya menjadi nyata? Entahlah, kita lihat saja nanti, hehe.

Ok, back to the topic, sebelum mengulas buku 101 Dosa  Penulis Pemula sengaja saya singgung KJB yang saya ikuti dua tahun lalu. Kalau kamu juga merupakan alumni kelas tersebut, pasti tahu dong apa hubungannya  dengan  topik postingan saya kali ini.

Yup, salah satu pemateri KJB batch 3 adalah Isa Alamsyah, penulis buku yang hendak saya review ini. Karena ikut kelas yang diisi oleh beliau, saya bisa dapat buku best seller ini secara free. Eh sebenarnya nggak benar-benar gratis juga, ada uang yang saya keluarkan untuk bisa ikut KJB.

Tapi biayanya nggak seberapa sih, hanya dengan  ber-investastasi 99K, saya sudah bisa menikmati buku 101 Dosa Penulis plus ilmu kepenulisan langsung dari penulisnya, murah kan?

Trus kenapa review bukunya baru sekarang? Ya, karena bukunya juga baru saya khatamkan kemarin. Ups! Jangan tanya kenapa buku yang sudah ada di tangan saya dari 2018 itu baru saya tuntaskan awal tahun 2020 ini. Kebiasaan jelek  nih, setiap ada buku baru nggak langsung dibaca ckckc.

Review buku, 101 dosa penulis pemula

Judul : 101 Dosa Penulis Pemula
Penulis : Isa Alamsyah
Penerbit : Asma Nadia Publishing House (ANPH)
Tahun : Juni 2014
Tebal : 318 hal
ISBN : 978-602-9055-24-5 101 

101 Dosa Penulis Pemula karya Isa Alamsyah ini merupakan buku yang memuat 101 daftar dosa kepenulisan yang paling sering dilanggar penulis pemula, bahkan penulis profesional. Daftar dosa tersebut dibuat berdasarkan pengamatan pak Isa atas ribuan tulisan yang berasal dari peserta lomba, workshop kepenulisan, peserta privat/coaching buku, postingan Komunitas Bisa Menulis (KBM) dan juga karya tulis yang sudah beredar di masyarakat.

Tentu, buku setebal 318 halaman ini kaya akan ilmu kepenulisan, bayangkan pengamatan dari ribuan tulisan lho - sekalipun disajikan tanpa banyak teori. Seperti kutipan di awal yang merupakan blurb dari buku ini.

Pastinya kita yang berminat dengan dunia menulis sudah sering belajar kepenulisan dengan cara pertama, melalui berbagai teori. Namun pernahkah kita berpikiran belajar kepenulisan dengan cara kedua, belajar dari kesalahan-kesalahan menulis?

Well, ide buku yang benar-benar menarik dan boleh dibilang unik. Ya, jarang-jarang kan ada buku yang mengajari teknik kepenulisan dengan menunjukkan kesalahan-kesalahan yang ada pada hasil karya penulis. Biasanya, hanya pada saat mengikuti workshop kepenulisan saja tulisan yang dibuat peserta dikoreksi dan ditunjukkan letak kesalahannya oleh pemateri.

Jadi sepertinya tidak berlebihan jika saya mengibaratkan, saat membaca buku 101 Dosa Penulis Pemula saya seolah sedang mengikuti workshop kepenulisan. Apalagi buku ini - seperti yang tertera pada cover, memang mengupas inti sari dari workshop menulis Asma Nadia.

Selain mengupas inti sari dari workshop penulis tersohor yang karyanya sudah sering diangkat ke layar lebar, Isa Alamsyah juga mengangkat beberapa karya dari anggota KBM sebagai contoh. Dengan contoh-contoh tersebut jelas buku ini menjadi riil, bukan teori semata.

Ngomong-ngomong soal KBM, beberapa waktu lalu ada postingan yang mendadak viral ketika dikirim ke grup FB komunitas yang anggotanya sudah mencapai puluhan ribu ini.  Kalau kamu sudah bergabung di grup KBM, pasti tahu dong postingan apa yang saya maksud.

Layangan putus, haha iya tapi saya nggak bakal bahas postingan yang viralnya sudah berlalu itu. Yang jelas kalau bicara tentang KBM, nggak bakal lepas dari sosok Isa Alamsyah, beliau-lah yang merupakan pendiri sekaligus pengasuh dari Komunitas Bisa Menulis.

Tak heran kalau contoh-contoh kesalahan yang biasa dilakukan penulis pemula, beliau ambil dari postingan hasil karya anggota KBM. Sedangkan contoh-contoh "kebenaran", maksud saya yang patut ditiru kebanyakan beliau ambil dari film-film luar negeri.

Tentang  Buku 101 Dosa Penulis Pemula

Buku 101 Dosa Penulis Pemula terdiri dari 12 bagian, dibagi berdasarkan komponen-komponen yang biasanya ada dalam karya fiksi. Meski dalam buku ini, Isa Alamsyah lebih menyoroti "dosa-dosa" dalam karya fiksi penulis pemula, namun cocok juga jadi bahan bacaan buat kamu yang lebih doyan menulis karya non fiksi.

Intinya, mempelajari ilmu kepenulisan dari buku best seller karya suami dari Asma Nadia ini bisa bikin kamu tahu cara menulis yang baik dan bener. Kerennya lagi, buku ini secara blak-blakan menunjukkan dosa-dosa yang biasa kamu (baca ; penulis pemula) lakukan. 

Untuk lebih jelasnya, mari kita intip dosa-dosa apa saja yang ada dalam buku 101 Dosa Penulis Pemula;

  • Lima Dosa Utama: Pengulangan Kata atau Gaya yang Sama;
  • Lima Dosa Akibat Kalimat Tidak Efektif atau Tidak Selektif;
  • Empat Dosa dalam Ide;
  • Delapan Dosa dalam Judul;
  • Delapan Dosa dalam Opening;
  • Sembilan Dosa dalam Konflik
  • Sembilan Dosa dalam Ending;
  • Tiga Dosa dalam Detail;
  • Lima Dosa dalam Narasi atau Deskripsi;
  • Sebelas Dosa dalam Karakter;
  • Lima Dosa dalam Diksi dan Kosa Kata;
  • Tiga Dosa dalam Setting;
  • Sembilan Dosa dalam Dialog;
  • Empat Dosa dalam POV (Point of View);
  • Empat Dosa dalam Alur dan Plot;
  • Empat Dosa dalam Pesan; dan
  • Lima Dosa Terkait Mental dan Sikap Penulis
Jika dihitung, keseluruhan dosa di atas ada 101, sesuai dengan judul bukunya. Sebenarnya masih banyak dosa lain yang sering dilanggar penulis pemula, tapi menurut penulisnya, terhindar dari 101 ini saja sudah cukup membuka kemungkinan kita untuk masuk dalam surganya para penulis.

Adapun kata "dosa" yang digunakan dalam buku ini hanyalah makna kiasan. Arti sebenarnya yang dimaksud penulis adalah kesalahan. Kesannya tampak berlebihan ya, tapi justru itulah yang membuat Isa Alamsyah lebih memilih menggunakan kata "dosa" ketimbang "kesalahan" pada judul bukunya ini. Dan memang judul 101 Dosa Penulis Pemula jauh lebih menarik daripada 101 Kesalahan Penulis Pemula, kan?

Nah, salah satu dosa yang kerap dilakukan penulis pemula adalah membuat judul yang sama sekali tidak menarik. Padahal judul merupakan daya tarik utama yang membuat seseorang ingin membaca sebuah tulisan. Bahkan tidak sedikit orang yang memutuskan membeli buku hanya karena tertarik dengan judulnya. So, pastikan ketika ingin membuat judul jangan asal-asalan, harus bisa menarik perhatian pembaca. Itu yang ditekankan oleh Isa Alamsyah dalam pembahasan dosa terkait judul.

Tantangan buat penulis adalah mencari cara untuk menemukan judul menarik di satu sisi tetapi juga menulis dengan isi yang menarik sehingga karya menjadi menakjubkan. (hal. 64)

Lewat pembahasan ini saya jadi dapat gambaran seperti apa judul yang menarik itu. Kalau menurut Isa Alamsyah, judul yang menarik adalah yang bisa membuat penasaran, harus bisa menggoda pembaca, tidak terlalu panjang tidak juga terlalu pendek, harus menggambarkan isi namun tidak membocorkan. Termasuk jika penulis bisa dengan cerdas memilih diksi, kata atau kalimat yang tidak lazim maupun mengundang provokatif untuk judul yang ia buat.

Selain membuat judul tidak menarik ada juga yang sengaja membuat judul menarik tapi isinya menipu. Well, mungkin kamu pernah menemukan judul  tulisan yang membahana tapi setelah dibaca isinya jauh dari judul bahkan tidak nyambung. Maksud hati ingin membuat judul yang waaaw agar menarik perhatian banyak orang tapi kalau isinya menipu, bukannya suka yang ada mereka malah kecewa dengan tulisanmu.

Dosa lain yang dikupas di buku ini adalah terkait kebiasaan penulis pemula yang sering mengulangi kata maupun gaya yang sama, khususnya dalam penggunaan POV. Ada lima dosa utama pada pembahasan pengulangan kata, salah satunya adalah pada serangan aku (menggunakan terlalu banyak kata 'aku' pada kalimat pendek)

Menurut Isa Alamsyah, serangan aku adalah kesalahan paling banyak dan nyaris dilakukan semua penulis pemula yang menggunakan POV aku dalam tulisannya. Bahkan penulis profesional pun tidak jarang masih melakukan kesalahan serupa.

Perhatikan kalimat berikut ;

Ketika aku pulang ke rumahku, aku buka pintu dan aku melihat ibuku sedang memasak.

Pada kalimat tersebut terdapat 5 kali pengulangan kata aku padahal seharusnya bisa dipangkas menjadi 2 atau 3 kali saja.

Ketika aku pulang ke rumah, kubuka pintu dan terlihat ibu sedang memasak.   (2  kata aku)

Atau

Ketika pulang ke rumah, kubuka pintu dan terlihat ibu sedang masak.  (1 kata aku)

Kesalahan serupa berlaku pula pada serangan saya, serangan anda maupun serangan nama.

Hayoo siapa yang sering melakukan dosa kepenulisan yang satu ini? hehe *nunjuk diri sendiri.

Nah, tips dari Isa Alamsyah agar penulis pemula bisa insaf dari serangan kata yang sama adalah dengan membuang sebanyak mungkin kata berulang yang tidak diperlukan.

Selanjutnya mari kita lihat dosa penulis pemula pada pembahasan terkait kalimat tidak efektif atau tidak selektif.

Perhatikan kalimat berikut ini ;
Saya melihat banyak ikan-ikan di kolam (❌)
Saya melihat banyak ikan di kolam (✔)
Saya melihat ikan-ikan di kolam (✔)

Contoh dengan keterangan (❌) di atas termasuk kalimat tidak efektif karena menjamakkan yang sudah jamak. Kata "banyak" itu maknanya sudah ganda sehingga cukup diikuti dengan kata "anak" saja, atau jika ingin menggunakan kata "anak-anak" tidak perlu menambah kata "banyak" di depannya.

Tidak hanya itu, penulis pemula juga biasa menyusun kalimat tidak efektif dengan menjelaskan yang sudah jelas, mengulang keterangan yang sudah diterangkan, berlebihan memberi tekanan, tidak selektif, efektif, dan bertele-tele.

Dosa-dosa yang dibahas dalam tema lainnya terutama pada bagian ide dan opening juga sangat menarik tapi tentunya saya tidak mengulas semuanya di sini. Akan lebih baik jika kamu bisa membacanya sendiri.

Saya kutipkan saja ya beberapa ungkapan menarik di buku ini :

Selalu ada lebih dari satu cara untuk mengungkap hal sama. Penulis hebat mampu menemukan cara terbaik dalam mengungkap sebuah gagasan, cerita, kisah. Selalu ada lebih dari satu kata untuk mengungkap hal yang sama. Penulis hebat mampu memilih kata yang paling kuat, unik dan berbeda dalam setiap tulisannya. (hal 196) 
"Menulis untuk menyebarkan kebaikan"
(Asma Nadia)

Cerita yang baik adalah yang mempunyai pesan atau gagasan di dalamnya bukan sekadar hiburan atau selingan semata. Tapi selain pesan, yang penting diperhatikan penulis adalah , bagaimana pesan itu bisa tersampaikan dengan cara sebaik mungkin. Tidak dipaksakan, tidak menggurui dan tepat sasaran.


Untuk sukses di dunia kepenulisan, menguasai teknik menulis dan teknik kepenulisan saja tidak cukup. Dibutuhkan juga mental dan sikap yang bisa mendukung kita sampai ke puncak  (hal. 298)

Overall, buku ini bagus sekali. Boleh dibilang isinya "daging" semua. Apalagi dikemas dengan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti. Dijamin membacanya tidak akan membosankan. Yang ada malah bersemangat karena kamu bisa sekaligus belajar teknik kepenulisan yang baik.

Setidaknya lewat buku ini saya jadi tahu dosa-dosa apa saja yang telah saya perbuat dalam dunia kepenulisan.  Bahkan tidak hanya "mengingatkan", buku ini juga "menunjukkan" cara agar kita bisa terbebas dari dosa-dosa tersebut. Isa Alamysah melengkapi buku yang membahas 101 kesalahan penulis pemula ini dengan berbagai contoh sekaligus tips yang bisa langsung kita praktikkan.

Fyi, setelah baca buku karya suami Asma Nadia  ini saya jadi lebih berhati-hati dalam menulis lho. Yah, meski buku 101 Dosa Penulis Pemula lebih menyoroti tulisan fiksi, tapi ada beberapa pembahasan yang bisa saya terapkan ketika membuat artikel atau tulisan non fiksi. 

So far,  dengan segala kelebihannya buku bersampul hitam yang menampilkan foto penulisnya ini cucok banget deh jadi bacaan wajib buat kamu yang ingin belajar teknik menulis yang baik. Bahkan bukan ditujukan untuk penulis pemula saja, para penulis profesional pun pastinya tidak luput dari kesalahan, kan?  Jadi buku ini bisa menjadi masukan buat mereka.

Yup, tidak ada penulis yang sempurna, begitupula dengan hasil karyanya. Buku yang ditulis oleh Isa Alamsyah ini juga tidak luput dari kekurangan kok. Saya sempat menemukan beberapa typo saat membacanya, sudah saya tandai juga tapi pas saya cari lagi eh tandanya hilang. Tapi typonya nggak terlalu mengganggu dan bisa dimaklumi, toh penulisnya sendiri mengakui buku setebal 318 halaman ini diselesaikan hanya dalam waktu sepekan dan harus diterbitkan tanpa menunggu sempurna.

Satu saja sih yang cukup mengganjal buat saya, di pengantar tentang Komunitas Bisa Menulis, Isa Alamsyah menjelaskan bahwa banyak karya anggota KBM yang dia jadikan contoh di buku ini, hanya saja karena beberapa pertimbangan, namanya beliau samarkan. 

Tapi di sepanjang membaca buku 101 Dosa Penulis Pemula ini, saya tidak menemukan nama yang disamarkan itu eh atau nama seperti Mila Firdaus Yusuf (lihat hal. 90) atau  Endang Suswati Haryono (lihat hal. 91) itu nama samaran ya?

Selebihnya saya no comment. Buku yang recommended banget, nggak heran bisa masuk kategori best seller dan yang lebih penting lagi ini bukan sekadar buku panduan melainkan juga motivasi yang bisa membakar semangat kamu untuk menulis.

Maka sebagai penutup, saya ingin mengutip pesan Isa Alamsyah sebelum mengakhiri buku ini  ;

Tugas utama setelah membaca buku ini adalah menemukan motivasi yang kuat kenapa kamu harus menulis. 

Saya sendiri menulis karena percaya dari menulis kita bisa mengubah dunia. Menulis juga menjadi tabungan di akhirat nanti. Selain itu dari tulis menulis kita bisa menghasilkan uang dan mendapatkan penghidupan yang layak serta memiliki kebebasan waktu. Pendeknya menulis adalah pekerjaan yang memberi banyak hal di dunia dan akhirat. Motivasi ini membuat saya kuat begadang nyaris tiap malam. Selain itu saya menikmati kegiatan menulis. Produktivitas akan menjadi lebih kuat jika kita mencintai dunia kepenulisan dan menjadikan kepenulisan sesuatu yang harus dilakukan, sebagai salah satu cara berjuang.

Temukan satu alasan kuat dan kamu akan meluncur ke papan atas bersama penulis hebat. Satu alasan kuat cukup untuk membuatmu terus menulis insya Allah sampai menutup mata.

Saya tunggu karyamu di puncak kejayaan sebagai penulis. Bismillaah! Ya?

Salam,

You May Also Like

29 comments

  1. untuk di gramed apa masih ada nih? karna thn terbit 2014 hehe

    ReplyDelete
  2. Saya kalah nulis ya nulis aja dulu nda perhatikan mi eyd dan ejaan huhuhufff harusnya saya baca ulang dulu di? Hehehe karena biasanya beda nulis untuk personal dan nulis untuk gaya artikel dan buku, padahal smua harus benar eyd nya ya kam

    ReplyDelete
  3. MEnarik sekali bukunya
    belajar dari kesalahan, bukan hanya dari teori saja.

    sampai hari inipun saya masih memendam harapan bisa menerbitkan buku sendiri setelah beberapa buku antologi bersama penulis lainnya.
    naskahnya masih dikumpulkan, paling ya isinya cerita tentang Papua setelah tinggal di sana selama dua tahun lebih.

    mudah-mudahan mimpi itu bisa tercapai

    ReplyDelete
  4. Aduh, ternyata penulis pemula banyak jg dosanya ampe 101, saya mau belajar nulis juga kak, moga terhindar dari dosa yang banyak ini.

    ReplyDelete
  5. Iya, kata 'dosa' di judul buku ini memang lebih menarik dibandingkan kata 'kesalahan' ya. Dan judul buku yang menarik ini yang membuat pembaca jadi penasaran dengan isinya. Aku pribadi paling susah kalau diminta membuat judul tulisan yang menarik. Misal aja judul tulisan di blogku, aku merasa biasa aja, kurang menarik haha.

    ReplyDelete
  6. Haduh, baru mulai sudah banyak dosanya. Harus dipelajari dengan telaten supaya dosanya nggak tambah numpuk. Semoga setelah dosanya terampuni semua bisa jadi penulis terkenal.

    ReplyDelete
  7. Sebagai blogger, kemampuan menulis adalah basic yang sebaiknya dikuasai oleh kita. Buku ini bagus sekali. Untuk alur, dalam menulis blog pun kita butuh alur. Saya jadi penasara, pada bagian alur apa saja yang dijelaskan oleh Pak Isa, ya.

    ReplyDelete
  8. Boleh takut bava ga, mbak?

    Saya kalo baca nanti nemu 101 dosa di situ. Hahaha...

    Kok jadi mirip orang sakit tapi ga mau ke dokter. Takut ketahuan sakit apa.

    ReplyDelete
  9. Mba menarik banget bukunya ini, jadi pengen baca deh secara aku juga masih pemula dalam menulis hehehe...btw KBM sekarang emang banyak tulisan tema layangan putus wkwkk...

    ReplyDelete
  10. Semakin banyak teori, penulis pemula semakin pusing. Hehehe... Apalagi dikaitkan dengan "dosa" wah makin enggan saja.

    Banting tulang jadi penulis dengan usaha sendiri, babak belur tapi terus nulis lagi dan lagi mungkin itu yang bakal jadi cikal bakal penulis tangguh.



    Jaman sekarang sebenarnya mau bikin
    Buku sangat mudah. Apalagi buat seorang blogger yg punya arsip tulisan. Tinggal kumpulkan dan hubungi teman di penerbitan. Udah

    ReplyDelete
  11. Semakin banyak teori, penulis pemula semakin pusing. Hehehe... Apalagi dikaitkan dengan "dosa" wah makin enggan saja.

    Banting tulang jadi penulis dengan usaha sendiri, babak belur tapi terus nulis lagi dan lagi mungkin itu yang bakal jadi cikal bakal penulis tangguh.



    Jaman sekarang sebenarnya mau bikin
    Buku sangat mudah. Apalagi buat seorang blogger yg punya arsip tulisan. Tinggal kumpulkan dan hubungi teman di penerbitan. Udah

    ReplyDelete
  12. Wah harus beli nih bukunya, biar makin makjleb aku paham sama dosaku sebagai penulis pemula hahaha. Oia disana dikasih tips atau penjelasan gimana caranya biar gak ngulangin dosa kita gak ya?

    ReplyDelete
  13. Saya harus baca nih karena sebagai blogger masih banyak dosanya dalam menulis 😁😁😁

    ReplyDelete
  14. Saya paling susah ngilangin kesalahan pengulangan kata, alenia satu benar...ntar alenia kedua alenia kedua begitu lagi..trus memberi judul yg unik buat orang penasaran juga tak pandai... Blom bakat ni jadi penulis 😁

    ReplyDelete
  15. Judulnya epic banget sampe bilang "Dosa" bikin orang pengeb baca ya. Salam dari aku penulis yg banyak dosa hahaha

    ReplyDelete
  16. Wah kalau aku pasti dosa besar ini mbak dari list di atas :-D Nulis buat blog aja suka-suka. Tapi bisa belajar lah ya dari postingan2 mbak siska juga

    ReplyDelete
  17. Seneng deh kalo baca baca blog, dapet aja bacaan bergizi apalagi judulnya itu lho "101 dosa penulis pemula" langsung deh baca dengan khusuk, sambil angguk angguk sepanjang paragraf demi paragraf.. nice to share mbak, semoga mimpi mbak yang belum terwujud untuk segera terwujud ya

    ReplyDelete
  18. Wah aku perlu baca bukunya juga nih . Dulu sempat bikin antologi setelah itu ga pernah muncul buku lagi apalagi buku solo

    ReplyDelete
  19. Wah, buku daging semua gitu bisa diselesaikan dalam waktu sepekan? Luar biasa, ya. Menarik sekali ya tema buku ini. Dan memang benar penulis profesional pun aku yakin juga masih melakukan beberapa "dosa" menulis. Hehe.
    Makasih Mbak reviewnya :)

    ReplyDelete
  20. Saya mesti lebih banyak lagi membaca nih, agar isi tulisan yang saya bikin lebih berbobot dan gak asal-asalan. Terimakasih atas nutrisi yang diberikan Kak

    ReplyDelete
  21. Baca 101 dosa begini rasanya jadi kayak ngintip catatannya malaikat atid gitu yah mba hehe. Semoga nanti bisa baca juga

    ReplyDelete
  22. Wah yang nulis suaminya asma nadia? Mantap lah. Iya aku sering tuh kebanyakan kata aku dalam kalimat. Makanya harus self editing terus sehabis menulis

    ReplyDelete
  23. Buku keren ini memang. Yang pengen jadi penulis harus punya buku ini. Btw, aku belum selesai baca hehe. Baru baca sekilas2 aja. Baca reviewnya jadi pengen menyelesaikannya hehe.

    ReplyDelete
  24. saya sendiri merasakan banyak dosa dalam menulis artikel apalagi menulis buku ya hehehe
    tapi semua bisa diatasi dengan terus belajar dan mau mengkoreksi dan dikoreksi
    yang paling penting adalah niat menulisnya dulu

    ReplyDelete
  25. Wow ini bukunya bergizi banget pastinya
    Dan bikin mikir lagi sambil instrospeksi tulisan-tulisan lama
    Beras kayak ditampol gak sih bacanya? hehe
    Aku mau cari ah bukunya juga

    ReplyDelete
  26. Kalau dilihat dari cover malah kaya sejenis buku motivasi ya mba, keren nih udah lengkapnnyampe 101 gitu, gaperlu bolak balik banyak catatan lagi mengenai kepenulisan. Aku juga jadi pengin beli :3

    ReplyDelete
  27. Ya ampun aku penasaran sebanyak berapa dosaku wakakak
    pengen baca mba hahaha kapan2 beli ah bukunya biar tahu kesalahan2

    ReplyDelete
  28. Waktu sekolah aku pun punya cita2 jadi penulis juga. Cuma waktu itu orangtua belum bisa memfasilitasi. Akhirnya sekarang aku nulis di blog aja deh, hehe. Trus lihat temem2 blogger banyak yg punya buku aku jadi kepengen juga.

    Menarik banget buku ini. Selama ini banyaknya yaa tips2 menulis gitu. Baru kali ini ada tips menulis yang didasari dari kesalahan.

    ReplyDelete
  29. Buku wajib baca tahun 2020 ini. Aku juga kalau nulis banyak bgt pengulangan kata. Paling banyak kata aku dan kata dan. Hahahaha

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

Note :

Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.