Review Buku : 101 Dosa Penulis Pemula by Isa Alamsyah

by - Wednesday, January 15, 2020

 Bismillaahirrahmaanirrahiim

"Ada dua cara belajar kepenulisan. Cara pertama adalah memberi tahu bagaimana menulis yang baik dengan berbagai teori. Metode ini lazim dilakukan di sekolah dan lembaga pendidikan. Cara kedua adalah belajar dari kesalahan sendiri atau orang lain sehingga terhindar dari kesalahan yang sama. Metode diterapkan secara alamiah dalam kehidupan.  Dari jatuh, seorang anak belajar berdiri, berjalan, dan berlari. Dari gagal, kita belajar untuk sukses. Dari masalah, kita belajar mencari solusi. Dari mengetahui dosa-dosa dalam menulis, kita mengerti bagaimana menulis dengan benar dan menarik."

Awal tahun 2018 lalu saya sempat ikut Kelas Jadi Buku (KJB) batch 3 yang diadakan Komunitas Menulis Online (KMO). Saya pikir, setelah lulus dari kelas tersebut saya bisa menelurkan minimal satu buku. Nyatanya sampai awal tahun 2020 ini, jangankan satu buku solo, satu buku antologi yang di dalamnya tercantum nama saya saja, nihil, ckck. 

Sementara teman-teman seangkatan saya, mungkin buku hasil karyanya sudah banyak bertebaran dimana-mana. Duh, pencapaian saya payah sekali. Entah kemana perginya mimpi saya yang ingin jadi penulis? Katanya mau jadi penulis buku best seller, tapi buktinya mana? Manaaa?

Kalau bahas mimpi rasanya saya malu banget. Mengingat minimnya usaha saya untuk menggapai mimpi sebagai seorang penulis. Bukan berarti selama dua tahun terakhir ini saya nggak menulis sama sekali. Tulisan saya ada kok. Banyak. Tapi saya publish-nya di blog bukan di buku.

Padahal mimpi yang saya maksud adalah menjadi penulis buku bukan penulis blog aka blogger. Kenapa jadinya sekarang saya malah merasa lebih nyaman menulis di blog ya? Saking nyamannya saya sampai lupa dan nyaris tidak peduli lagi dengan impian yang telah lama saya peluk itu. 

Syukur, menyelesaikan buku 101 Dosa Penulis Pemula ini membangunkan kembali ingatan saya akan mimpi yang tak kunjung nyata itu? Akankah di tahun 2020 ini ada secuil harapan mewujudkannya menjadi nyata? Entahlah, kita lihat saja nanti, hehe.

Ok, back to the topic, sebelum mengulas buku 101 Dosa  Penulis Pemula sengaja saya singgung KJB yang saya ikuti dua tahun lalu. Kalau kamu juga merupakan alumni kelas tersebut, pasti tahu dong apa hubungannya  dengan  topik postingan saya kali ini.

Yup, salah satu pemateri KJB batch 3 adalah Isa Alamsyah, penulis buku yang hendak saya review ini. Karena ikut kelas yang diisi oleh beliau, saya bisa dapat buku best seller ini secara free. Eh sebenarnya nggak benar-benar gratis juga, ada uang yang saya keluarkan untuk bisa ikut KJB.

Tapi biayanya nggak seberapa sih, hanya dengan  ber-investastasi 99K, saya sudah bisa menikmati buku 101 Dosa Penulis plus ilmu kepenulisan langsung dari penulisnya, murah kan?

Trus kenapa review bukunya baru sekarang? Ya, karena bukunya juga baru saya khatamkan kemarin. Ups! Jangan tanya kenapa buku yang sudah ada di tangan saya dari 2018 itu baru saya tuntaskan awal tahun 2020 ini. Kebiasaan jelek  nih, setiap ada buku baru nggak langsung dibaca tapi, ckckc.

Review Buku 101 Dosa Penulis Pemula

Review buku, 101 dosa penulis pemula

Judul : 101 Dosa Penulis Pemula
Penulis : Isa Alamsyah
Penerbit : Asma Nadia Publishing House (ANPH)
Tahun : Juni 2014
Tebal : 336 hal
ISBN : 978-602-9055-24-5 101 

101 Dosa Penulis Pemula karya Isa Alamsyah ini merupakan buku yang memuat 101 daftar dosa kepenulisan yang paling sering dilanggar penulis pemula, bahkan penulis profesional. Daftar dosa tersebut dibuat berdasarkan pengamatan pak Isa atas ribuan tulisan yang berasal dari peserta lomba, workshop kepenulisan, peserta privat/coaching buku, postingan Komunitas Bisa Menulis (KBM) dan juga karya tulis yang sudah beredar di masyarakat.

Tentu, buku setebal 361 halaman ini kaya akan ilmu kepenulisan, bayangkan pengamatan dari ribuan tulisan lho - sekalipun disajikan tanpa banyak teori. Seperti kutipan di awal yang merupakan blurb dari buku ini.

Pastinya kita yang berminat dengan dunia menulis sudah sering belajar kepenulisan dengan cara pertama, melalui berbagai teori. Namun pernahkah kita berpikiran belajar kepenulisan dengan cara kedua, belajar dari kesalahan-kesalahan menulis?

Well, ide buku yang benar-benar menarik dan boleh dibilang unik. Ya, jarang-jarang kan ada buku yang mengajari teknik kepenulisan dengan menunjukkan kesalahan-kesalahan yang ada pada hasil karya penulis. Biasanya, hanya pada saat mengikuti workshop kepenulisan saja, tulisan yang dibuat peserta dikoreksi dan ditunjukkan letak kesalahannya oleh pemateri.

Jadi sepertinya tidak berlebihan jika saya mengibaratkan, seolah sedang mengikuti workshop kepenulisan yang dibawakan oleh Isa Alamsyah saat membaca buku 101 Dosa Penulis Pemula. Apalagi buku ini - seperti yang tertera pada cover, mengupas inti sari workshop menulis Asma Nadia.

Selain mengupas inti sari dari workshop penulis tersohor yang karyanya sudah sering diangkat ke layar lebar, Isa Alamsyah juga mengangkat beberapa karya dari anggota KBM sebagai contoh. Dengan contoh-contoh tersebut jelas buku ini menjadi riil, bukan teori semata.

Ngomong-ngomong soal KBM, beberapa waktu lalu ada postingan yang mendadak viral ketika dikirim ke grup FB komunitas yang anggotanya sudah mencapai puluhan ribu ini.  Kalau kamu sudah bergabung di grup KBM, pasti tahu dong postingan apa yang saya maksud.

Layangan putus, haha iya tapi saya nggak bakal bahas postingan yang viralnya sudah berlalu itu. Yang jelas kalau bicara tentang KBM, nggak bakal lepas dari sosok Isa Alamsyah, beliau-lah yang merupakan pendiri sekaligus pengasuh dari Komunitas Bisa Menulis.

Tak heran kalau contoh-contoh kesalahan yang biasa dilakukan penulis pemula, beliau ambil dari postingan hasil karya anggota KBM. Sedangkan contoh-contoh "kebenaran", maksud saya yang patut ditiru kebanyakan beliau ambil dari film-film luar negeri.

Tentang 101 Dosa Penulis Pemula

Buku 101 Dosa Penulis Pemula terdiri dari 12 bagian, dibagi berdasarkan komponen-komponen yang biasanya ada dalam karya fiksi. Meski dalam buku ini, Isa Alamsyah lebih menyoroti "dosa-dosa" dalam karya fiksi penulis pemula, namun cocok juga jadi bahan bacaan buat kamu yang lebih doyan menulis karya non fiksi. Intinya, mempelajari ilmu kepenulisan dari buku best seller karya suami dari Asma Nadia ini bisa bikin kamu tahu cara menulis yang baik dan bener. Kerennya, lagi buku ini secara blak-blakan menunjukkan dosa-dosa yang biasa kamu (baca ; penulis pemula) lakukan. 

Untuk lebih jelasnya, mari kita intip dosa-dosa apa saja yang ada dalam buku 101 Dosa Penulis Pemula;

  • Lima Dosa Utama: Pengulangan Kata atau Gaya yang Sama;
  • Lima Dosa Akibat Kalimat Tidak Efektif atau Tidak Selektif;
  • Empat Dosa dalam Ide;
  • Delapan Dosa dalam Judul;
  • Delapan Dosa dalam Opening;
  • Sembilan Dosa dalam Konflik
  • Sembilan Dosa dalam Ending;
  • Tiga Dosa dalam Detail;
  • Lima Dosa dalam Narasi atau Deskripsi;
  • Sebelas Dosa dalam Karakter;
  • Lima Dosa dalam Diksi dan Kosa Kata;
  • Tiga Dosa dalam Setting;
  • Sembilan Dosa dalam Dialog;
  • Empat Dosa dalam POV (Point of View);
  • Empat Dosa dalam Alur dan Plot;
  • Empat Dosa dalam Pesan; dan
  • Lima Dosa Terkait Mental dan Sikap Penulis
Jika dihitung, keseluruhan dosa di atas ada 101, sesuai dengan judul bukunya. Sebenarnya masih banyak dosa lain yang sering dilanggar penulis pemula, tapi menurut penulisnya, terhindar dari 101 ini saja, sudah cukup membuka kemungkinan kita untuk masuk dalam surganya para penulis.


You May Also Like

3 comments

  1. untuk di gramed apa masih ada nih? karna thn terbit 2014 hehe

    ReplyDelete
  2. Saya kalah nulis ya nulis aja dulu nda perhatikan mi eyd dan ejaan huhuhufff harusnya saya baca ulang dulu di? Hehehe karena biasanya beda nulis untuk personal dan nulis untuk gaya artikel dan buku, padahal smua harus benar eyd nya ya kam

    ReplyDelete
  3. MEnarik sekali bukunya
    belajar dari kesalahan, bukan hanya dari teori saja.

    sampai hari inipun saya masih memendam harapan bisa menerbitkan buku sendiri setelah beberapa buku antologi bersama penulis lainnya.
    naskahnya masih dikumpulkan, paling ya isinya cerita tentang Papua setelah tinggal di sana selama dua tahun lebih.

    mudah-mudahan mimpi itu bisa tercapai

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

Note :

Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.