No Bau Tangan, Ini Manfaat Menggendong Bayi

by - Tuesday, March 10, 2020

menggendong si kecil bisa menyebabkan bau tangan?
(gambar : id.theasianparent.com) 
Setelah melahirkan anak pertama saya sering sekali mendapat nasihat dari orang-orang sekitar agar jangan terlalu sering menggendong bayi karena bisa menyebabkan bau tangan yang membuat si bayi tidak mau lepas dari gendongan. 

Yup, mereka bilang terlalu sering menggendong bayi akan membuatnya manja, menjadi lebih rewel dan susah tidur tanpa digendong. Kemana-mana maunya minta digendong sehingga itu akan merepotkan si ibu nantinya. Benarkah demikian? 

Tentu saja saya percaya dengan omongan mereka pada mulanya. Maklum saat itu saya baru menyandang gelar sebagai seorang ibu dan masih minim Ilmu terkait pengasuhan anak. Setelah saya banyak belajar dan membaca berbagai literatur tentang parenting, sering juga ikut kulwap atau seminar untuk new moms barulah saya tahu, ternyata anggapan mereka yang bilang sering menggendong bayi dapat menyebabkan bau tangan itu keliru. 

Keseringan menggendong sama sekali tidak akan membuat bayi menjadi manja dan lebih rewel. Justru sebaliknya kegiatan menggendong anak sejak ia baru lahir ini memiliki banyak manfaat. Bahkan ada penelitian yang menunjukkan bahwa bayi yang sering digendong akan tumbuh jadi orang dewasa yang lebih sehat, lebih ramah, lebih peduli sesama, bebas stres dan jauh dari ancaman depresi. 

Hal ini sesuai dengan riset yang dilakukan oleh Notre Dame Pshychologist terhadap 600 orang dewasa. Dari riset tersebut, sebagaimana yang saya kutip dari situs TheAsiantParent mereka yang lebih sering digendong memiliki mental lebih sehat daripada yang tidak. 

Seperti yang kita ketahui, pada awal kehidupannya bayi memang hanya bisa berkomunikasi dengan menangis. Nah, tumbuh kembang bayi justru akan terhambat jika saat ia menangis atau menjerit lalu kita membiarkannya begitu saja.

Itulah sebabnya para ahli menganjurkan ketika bayi menangis harus segera diambil dan digendong karena dampaknya bisa berpengaruh pada psikologisnya di masa mendatang. Apalagi jika si bayi sering menjerit atau menangis histeris tengah malam lalu tidak segera digendong maka kemungkinan hidupnya tidak akan jauh dari stres saat dewasa. 

Itu baru satu manfaat dari menggendong bayi. Manfaat lainnya apa? Simak yuk!

Memperkuat bonding antara ibu dan bayi

Ikatan yang terjalin antara ibu dan bayi tentu akan semakin kuat dengan adanya aktivitas menggendong ini. Kenapa bisa demikian? Karena menggendong merupakan salah satu bentuk perhatian dan kasih sayang seorang ibu kepada bayinya. Sebaliknya si bayi akan merasa nyaman dan kehangatan dalam gendongan ibunya.

Membantu perkembangan otak dan tubuh yang lebih baik

Sudah banyak penelitian yang menunjukan bahwa orang dewasa yang masa kecilnya sering mendapat curahan kasih sayang lewat gendongan memiliki perkembangan otak lebih baik daripada yang tidak. Selain itu bayi yang sering digendong juga tidak akan mengalami hambatan dalam proses tumbuh kembangnya.

Memberikan rasa bahagia pada bayi

Pada dasarnya kontak fisik atau sentuhan yang didapatkan bayi pada saat digendong akan membuatnya merasa bahagia. Itulah sebabnya ketika bayi menangis lalu digendong maka tangisannya akan segera terhenti.

Mengurangi risiko flat head atau kepala peyang

Bayi yang baru lahir akan menghabiskan lebih banyak waktu dengan tidur, namun terlalu lama tidur dalam posisi telentang justru dapat membuat kepala bayi rentan mengalami flat head atau lebih kita kenal dengan istilah kepala peyang.

Untuk mengatasinya orang tua biasa membeli bantal peyang untuk si kecil, seperti yang juga saya lakukan, hehe. Padahal tanpa perlu membeli bantal peyang pun orang tua sebenarnya bisa mengatasi risiko tersebut dengan sering menggendong bayi dalam posisi tegak sebab menggendong dalam posisi tersebut bisa membantu menghilangkan tekanan pada kepala lunak bayi. Jadi, pertumbuhan kepala bayi akan lebih optimal.

Itulah beberapa manfaat dari menggendong bayi. Tapi tentunya aktivitas menggendong ini tidak akan lancar tanpa adanya alat gendongan, iya nggak? Jujur saja, saya juga nggak bakal kuat menggendong lama-lama bayi saya yang setiap bulan beratnya terus bertambah. Pegelnya itu lho, bukan main.

Jadi adanya alat gendong ini sangat membantu sekali. Apalagi sekarang sudah banyak alat gendongan bayi modern dengan berbagai jenis, tinggal kamunya saja mau pilih yang mana. Kalau saya mah lebih suka gendongan  yang tipe SSC, pakainya praktis dan kelihatan keren pula.

Saya masih ingat, gendongan jenis SSC yang saya punya belinya di blibli waktu bulan Desember 2018 lalu pas si kecil umur empat bulan, karena memang gendongan yang modelnya mirip ransel ini lebih cocok digunakan untuk bayi yang lehernya sudah bisa tegak sendiri. Eh atau kalau kamu tertarik ingin tahu jenis gendongan lainnya bisa langsung saja intip di blibli.com. Oke, sekian sharing saya kali ini. Semoga bermanfaat. 

You May Also Like

11 comments

  1. Bau tangan ya istilahnya, baru tau aku loh... Hehe, emang pernah juga denger agar anak jangan sering di gendong, ternyata keliru toh hehe
    Tq infonya

    ReplyDelete
  2. Banyak juga ya manfaat menggendong bayi.

    Saya dulu jarang menggendong anak-anak ketika bayi karena ndak kuat menggendong jadi saya letakkan di stroller dan saya dorong ke mana-mana dalam rumah. Jadi dia lihat saya melakukan apa-apa.

    Kepalanya, alhamdulillah bagus semua tanpa bantal khusus pun. Hanya ketika ngASI, selalu berganti kanan-kiri.

    Sekarang ada komunitas menggendong bayi ya?

    ReplyDelete
  3. Anak pertama saya kepalanya jadi rata gara-gara waktu kecil endut dan nggak mau balik-balik :D, tidur telentang saja :D

    Btw saya suka sih gendong bayi, tapi yang masih kecil, kalau udah gede mah bisa keram tangan, kecuali pakai gendongan yang pas :D

    ReplyDelete
  4. Karena saya yang mengasuh anak sendiri dengan suami tanpa di bantu orang lain jadi saya nggak sering2 menggendong anak, kata orang biar nggak kebiasaan ntar malah nggak mau di turunin. Kalau tidur saya lebih memilih ngelonin, jadi ntar bisa di tinggal ngerjain tugas lainnya.

    ReplyDelete
  5. Bau tangan memang mitos. Kalo masih ada emak milenial yg percaya mitos ini, entah lah mau bilang apa. Hehehe. Bayi itu kalo gak lapar haus, BAB, ya minta digendong.

    ReplyDelete
  6. Banyak banget manfaatnya ya?
    Saya tuh termasuk korbannya
    Karena takut anak bau tangan
    3 anak pertama bedanya cuma setahun
    Gimana kalo sampai ketiganya minta gendong 😁😁😁
    Sekarang, sesudah baca tulisan Mbak Siska, saya menyesal hikse

    ReplyDelete
  7. Bayiku saya gendong pake wrap lungsuran dari kakaknya, sejauh ini aman dan menyenangkan. Pengen juga punya yang SSC, lagi ngintip2 reviewnya orang mana brand yang recomended

    ReplyDelete
  8. Daku pernah dengar juga gitu, makanya sering diingatkan sama kakak kalau nanti nikah lalu punya anak jangan keseringan digendong nanti bau tangan. Ternyata ada manfaatnya dari menggendong ya kak

    ReplyDelete
  9. Iyaa banget. Dari dulu DSAnya anakku bilang, ga ada yang namanya bau tangan. Anak tuh pengen disayang hihihi. Jadi gpp digendong-gendong banyak pas bayi.

    ReplyDelete
  10. Karena saya membesarkan dua anak jauh dari mertua/orang tua dan keluarga besar jadi syukurnya waktu itu ga banyak komentar tentang gendong menggendong ini. Dan karena saya asuh mereka sendiri jadi ya sering gendongnya. Dan ternyata manfaatnya banyak ya.
    Juga gendongan sekarang bikin iri saya, nyaman dan makin keren. Andai waktu anak-anak bayi sudah ada ya haha

    ReplyDelete
  11. Bener ya sekarang gendongan bayi bermacam2 dah gitu bahannya juga semakin nyaman jd gak bikin pegel gendong terlalu lama

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

Note :

Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.