Mencegah Virus Corona dengan Tepat, Tidak Perlu Borong Masker

by - Wednesday, March 04, 2020

cegah virus corona, perlukah pake masker?
(gambar : suara.com)
Bismillaahirrahmaanirrahiim

Memasuki tahun 2020 Indonesia dihebohkan dengan virus corona. Eh bukan Indonesia saja sih, negara-negara lain juga, tapi saat itu saya masih belum tertarik mencari tahu lebih jauh terkait virus yang belakangan dinamai Corona Virus Disease, 2019 atau COVID-19.

Saya justru baru tertarik ingin membahas virus corona di awal bulan Maret ini karena challenge menulis dari Komunitas 1 Minggu 1 cerita (1M1C) mengangkat tema "Boros". Lha apa hubungannya boros dan virus corona?

Of course, seperti yang ditayangkan di berita, sejak presiden Jokowi mengumumkan dua orang WNI positif terinfeksi corona, orang-orang pada takut dan panik, sampai kalap borong masker. Menurut saya tindakan mereka yang borong masker itu termasuk pemborosan lho. Ya iyalah orang sehat ngapain beli masker banyak-banyak. 

Gara-gara banyak yang borong masker, alhasil kain yang biasa digunakan menutup hidung dan mulut itu jadi langka sekarang. Belum lagi ada sebagian oknum yang sengaja memanfaatkan situasi, borong masker dengan tujuan bukan untuk jaga-jaga tapi sengaja ditimbun lalu dijual dengan harga selangit. Benar-benar keterlaluan ya?

Sekilas Tentang Virus Corona 

Coronavirus jenis baru itu dinamai COVID-19 (gambar : tirto.id)
Dari berbagai sumber yang saya baca, COVID-19 atau lebih dikenal dengan virus corona adalah jenis baru dari corona virus yang belum pernah terindentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus ini pertama kali muncul ketika WHO China Country Office melaporkan adanya kasus pneumonia yang tidak diketahui etiloginya di kota Wuhan provinsi Hubei, China pada tanggal 31 Desember 2019. 

Kasus tersebut terus berkembang hingga akhirnya diidentifikasi pneumonia yang tidak diketahui etiloginya ini sebagai jenis baru coronavirus (novel corona virus, 2019 n-Cov, sekarang dinamai COVID-19). 

Corona Virus (CoV) sendiri merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan berbagai penyakit mulai dari gejala ringan sampai gejala berat dan mematikan. Sebelumnya ada dua jenis corona virus yang menimbulkan penyakit dengan tingkat kematian cukup tinggi yakni SARS dan MERS.

Dilansir dari situs suara.com, SARS atau Severe Acute Respiratory Syndrome muncul pertama kali di selatan China pada 2002 menghasilkan 8.098 kasus dengan jumlah kematian 774 orang atau sekitar 9,6 persen. Sementara untuk MERS atau Middle East Respiratory Syndrome muncul di Arab Saudi pada 2012 lalu dan menghasilkan 2.494 kasus dengan kematian 858 orang per November 2019 atau tingkat kematian 34, 4 persen.

Lalu bagaimana dengan COVID-19?

Masih dari situs suara.com, sejak muncul pada Desember 2019, hingga Rabu (4/3/2020) sudah ada 92.880 orang yang terinfeksi di seluruh dunia. Angka kematian akibat virus mematikan tersebut mencapai 3.168 jiwa.

Yup, COVID-19 memang telah menelan ribuan jiwa namun jika dibandingkan dengan SARS dan MERS tingkat kematiannya masih jauh lebih rendah, hanya sebesar 2-3%. Meski demikian penyebaran COVID-19 terbilang sangat cepat. 

Bayangkan, SARS butuh 8 bulan untuk menginfeksi sebanyak 8000 orang. MERS sendiri membutuhkan waktu bertahun-tahun lamanya untuk dapat menginfeksi 2000 orang. Sedangkan COVID-19 hanya butuh waktu delapan pekan untuk menginfeksi lebih dari 75.000 orang.

That's why, karena penyebarannya yang sangat cepat membuat masyarakat di seluruh dunia terkhusus Indonesia - yang ketika tahu negaranya telah dimasuki wabah berbahaya ini menjadi begitu panik hingga tanpa pikir panjang membeli banyak kebutuhan pokok rumah tangga. Tak ketinggalan, masker pun ikut diborong. Padahal pake master berlapis-lapis atau yang mahal sekalipun seperti masker N-95 tidak menjamin kita terbebas dari virus corona.

Pake Masker Masih Bisa Tertular Virus Corona?

Gambar : tribunnews.com
Sampai di penghujung bulan Februari kemarin orang-orang khususnya warganet mungkin masih bertanya-tanya kenapa virus yang telah menyebar ke berbagai penjuru dunia ini belum masuk ke Indonesia? Ada yang menjawab, bisa jadi corona sudah masuk ke Indonesia hanya belum terdeteksi namun lebih banyak lagi yang menjawab asal-asalan bahkan terkesan menjadikannya sebagai bahan lelucon.
Katanya, warga Indonesia tidak bisa terpapar virus corona karena tubuhnya diselimuti antibodi berlapis dan dari sononya memang sudah kebal terhadap berbagai macam virus. Mau itu flu singapura kek, virus SARS maupun MERS, apalagi cuma virus corona

Eh giliran corona akhirnya masuk ke Indonesia baru deh semua pada panik dan ketakutan. Sampai melakukan aksi borong berbagai kebutuhan pokok rumah tangga. Minyak, garam, gula, beras, mie, sabun, dll semua diborong. Tak ketinggalan masker pun ikut diborong padahal bukan petugas medis dan tidak dalam keadaan sakit.

Yap, kebanyakan orang masih beranggapan masker dapat mencegah terjadinya penularan COVID-19. Benar sih tapi itu bukan satu-satunya cara pencegahan dan kurang tepat jika digunakan oleh orang sehat. Lagipula sekalipun sudah pake masker virus corona masih mungkin menyerang.

Kok orang yang sudah pake masker masih bisa tertular virus corona? Nah, untuk menjawab pertanyaan ini tentu kita harus memahami dulu cara virus corona menyebar.

Kalau ada yang bilang virus corona menyebar lewat udara, tatapan mata, sentuhan atau benda-benda mati jangan percaya ya karena semua itu hoaks. Yang benar virus corona menyebar lewat CAIRAN atau percikan dahak. Jadi kalau ada orang yang positif terkena virus ini lalu ia bersin atau batuk trus cairannya langsung mengenai mata, hidung atau mulut orang sehat maka corona akan menular ke orang tersebut. 

Atau bisa juga virus corona menular secara tidak langsung. Contoh nih, orang yang positif terinfeksi virus corona bersin trus percikan air liurnya jatuh mengenai benda-benda di sekitar seperti meja, kursi atau ponsel kemudian kita nggak sengaja menyentuh benda yang telah tersentuh cairan tersebut dan karena tidak tahu pula kita langsung pegang-pegang wajah entah karena gatal atau sudah kebiasaan, hal yang kayak gini bisa bikin kita tertular virus corona, sekalipun sudah pake masker. Kok bisa gitu?

Iya, meski sudah pake masker tapi kalau masih sering pegang-pegang wajah atau kucek-kucek mata sama saja, kan? Malah dengan pake masker sebenarnya bikin kita jadi lebih sering pegang-pegang wajah lho, entah karena hidung gatal atau sekadar memperbaiki masker yang miring.

Itulah sebabnya orang sakit atau yang sedang dalam keadaan batuk/pilek sangat dianjurkan mengenakan masker agar percikannya tidak meyebar kemana-mana. Jadi bukan orang sehat yang wajib pakai masker.

Untuk orang sehat mah sebaiknya sering-sering cuci tangan saja dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer. Tentu cara tersebut jauh lebih efektif  menghindarkan orang sehat dari COVID 19 ketimbang menggunakan masker. 

Mencegah Virus Corona dengan Tepat

Infografis : katadata.co.id
Sejauh ini virus corona telah menyebar luas ke berbagai negara dan telah memakan ribuan korban. Tak heran jika dunia Internasional menjadi panik menghadapi virus yang awal kemunculannya berasal dari hewan ini.

Ketika COVID-19 telah menjangkiti manusia ia akan menyebar dengan cepat ke manusia lainnya. Nah, orang yang positif terjangkit virus ini umumnya akan mengalami gejala seperti demam, sesak nafas, flu, batuk-batuk hingga gangguan pernafasan ringan hingga berat. Pada tahap yang lebih parah COVID 19 akan menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal bahkan kematian.

Yah meskipun yang positif terinfeksi COVID-19 masih bisa sembuh namun tentunya tidak ada orang yang ingin terjangkit virus membahayakan ini, kan? Apalagi sampai saat ini belum ditemukan vaksinnya.

Pemerintah Indonesia sendiri sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah penularan virus corona, termasuk dengan menginformasikan kepada masyarakat agar tidak perlu panik berlebihan sampai memborong masker.


Seperti penjelasan kemenkes yang tertera pada gambar di atas, masker itu hanya diperlukan oleh orang yang mengalami sakit flu/batuk atau sedang dalam pemulihan dari sakit.

Untuk orang sehat sendiri, daripada buang-buang uang beli banyak masker padahal itu tidak efektif mencegahnya dari virus corona mending menerapkan 10 langkah tepat dari Kemenkes untuk mengindari penularan COVID 19 berikut ini  :

  1. Makan makanan bergizi
  2. Rajin olahraga dan istirahat
  3. Sering cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir
  4. Gunakan masker bila batuk atau tutup mulut dengan lengan atas bagian dalam
  5. Tidak merokok
  6. Minum air putih 8 gelas/hari
  7. Makan makanan yang dimasak sempurna
  8. Jangan makan daging dari hewan yang berpotensi menularkan
  9. Jaga kebersihan lingkungan
  10. Bila demam dan sesak nafas segera ke fasilitas kesehatan.

Atau kamu bisa juga ikuti beberapa tindakan pencegahan COVID-19 berikut ini :

Jangan menyentuh wajah (wajah siapapun) sebelum cuci tangan dengan sabun atau anti septik.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, virus corona menyebar lewat percikan dahak atau air liur yang mengenai wajah baik itu mulut, mata, atau hidung secara langsung maupun tidak. Itu sebabnya kita dianjurkan untuk jangan sering-sering kucek mata, pegang-pegang hidung maupun mulut karena bisa jadi tangan kita sudah menyentuh cairan yang berasal dari orang yang terinfeksi corona. Kalaupun ingin menyentuh wajah baik itu wajah sendiri, wajah pasangan atau anak-anak, pastikan dulu tangan kita dalam keadaan bersih dalam artian sudah dicuci dengan air dan sabun atau antiseptik.

Buang masker jika dirasa sudah tidak bersih atau jangan gunakan masker lebih dari sehari

Poin ini sebenarnya khusus buat orang sakit batuk/pilek yang memang sangat dianjurkan untuk menggunakan masker, tapi berhubung banyak orang sehat juga yang pake masker karena terlalu panik bakal tertular virus corona jadi setidaknya mereka juga perlu tahu cara menggunakan masker yang benar.

Bukan berarti karena masker sekarang lagi langka dan harganya meroket kita jadi sok ngirit, pakenya sampai berhari-hari padahal sudah banyak tumpukan stok masker di rumah. Bukannya sakit itu justru mengundang penyakit lho, pasalnya bakteri bisa berkembang di bagian dalam masker yang terlalu lama digunakan sedangkan virus corona bisa menempel di bagian luar masker. Makanya, meski sudah pake masker, kalau nggak sengaja sentuh bagian luarnya tetap harus cuci tangan dengan sabun.

Jangan berbagi makanan, alat makan, gelas dan handuk sekalipun dengan keluarga sendiri

Jangan berbagi yang dimaksud di sini adalah makan bareng di piring yang sama atau minum dari gelas yang sama sebelum dicuci bersih. Untuk handuk pun setiap anggota keluarga harus punya masing-masing. Tujuannya jelas untuk mencegah penularan corona karena kita nggak tahu siapa-siapa saja yang sudah terinfeksi virus ini.

Jika ada satu anggota keluarga yang tertular, pastinya orang-orang terdekat atau keluarga adalah kelompok yang paling besar kemungkinan tertular COVID 19. Contohnya nggak usah jauh-jauh deh, dua orang pertama  di Indonesia yang positif terinfeksi corona adalah ibu dan anak. Makanya setiap anggota keluarga harus ekstra waspada.

Selalu cuci tangan baik sebelum atau setelah makan maupun setelah dari 

Last but not least, ingat untuk selalu atau sesering mungkin cuci tangan dengan benar saat sebelum maupun setelah makan atau ketika pulang dari tempat umum. Sudah tahu kan cara mencuci tangan dengan benar?


Caranya kamu cukup mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik di kran air yang mengalir selama 20 detik. Bagian yang harus dicuci adalah belakang tangan, sela-sela jari serta di bawah kuku. Rutin mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir inilah yang paling efektif mencegah penularan COVID-19. Jadi bukan dengan sering-sering pake masker ya. Apalagi kalau kamunya sehat, nggak usah deh sampai ikut-ikutan borong masker karena itu sama saja dengan pemborosan.

Oke, sekian dulu sharing saya kali ini, semoga bermanfaat. Jangan lupa tetap jaga kesehatan, jaga kebersihan dan berdoa semoga wabah virus corona segera berlalu. 

Salam,

You May Also Like

9 komentar

  1. Gara-gara virus ini saya jadi parno sendiri. Kemarin sempat demam selama hampir seminggu dan udah langsung ketakutan. Tapi berusaha tetap berpikir waras dan memerhatikan lagi ciri-ciri yang ditunjukkan. Alhamdulillah sekarang udah sembuh dan berkativitas normal kembali. Intinya jangan panik ya mba. Biasanya kalo panik itu yg susah.

    ReplyDelete
  2. Beberapa dokter juga mengeluhkan masalah masker ini kak, kasihan tenaga medis kekurangan masker padahal mereka yang harus disuport masker karena bisa jadi di rumah sakit langsung menangani orang yang sakit. Nah kalau orang sehat nggak perlu masker yang penting jaga ksehatan

    ReplyDelete
  3. Sebel banget sama panic buter. Akhirnya mereka membuat harga kebutuhan pokok melambung mba.. sedih jadinya, ekonomi berpengaruh akibat kepanikan..

    Padahal yang harus pake masker ya orang sakit.

    Kitanya disuruh rajin cuci tangan sama tidak pegang wajah sebelum Cici tangan.

    ReplyDelete
  4. Iya nih, sesuai anjuran pemerintah kan masker cuma utk yang sakit
    Atau mereka yang berpotensi terikat
    Lha kaya saya hidup di kampung, selow aja 😀😀😀

    ReplyDelete
  5. Masyarakat kerap dilanda kepanikan kalau ada isu virus2 semacam ini.
    Padahal, boleh jadi, selama ini menerapkan pola hidup yg mengundang penyakit2 ganas lainnya, kayak kanker, diabetes, dll. tapi malah santaaaiiii

    ReplyDelete
  6. Nah, itu yang salah kaprah.
    Kitanya sih ke mana-mana pakai masker, tapi tangan pegang apa aja sembarang tempat. Terus lupa nggak cuci tangan dulu lalu pegang2 wajah anak, teman, keluarga, duh, jangan sampai deh.
    Harus mengedukasi diri sendiri pokoknya biar lebih tau. Contohnya ya baca artikel ini.
    Makasih mbak.

    ReplyDelete
  7. Ku kemarin juga sempet mau borong masker, keburu habis di supermarket. Untungnya abis itu baca mengenai urgensi masker. Yaa tapi sebenarnua, tanpa corona pun, orang yang alergi debu spt saya memang butuh banget masker. sayangnya krn peristiwa kaya skrg, akses masker jadi sulit. Sedih, sih..

    ReplyDelete
  8. Wah iya nih kalau yg sehat sebetulnya ga perly pke masker. Yg sakit pilek, batuk flu lah yg hrs pke biar ga menyebarkan virus flu nya ya..

    ReplyDelete
  9. Aku salah satu yang nggak borong masker. Hehee ..Tetap menjaga kebersihan badan dan makanan ya kak biar tetap sehat jauh dari penyakit. Aamiinn

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

Note :

Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.