5 Cara Mudah Menyusun Laporan Keuangan Perusahaan

by - 09:15


Laporan keuangan perusahaan
Pixbay

Bisnis yang dijalankan oleh para pelaku usaha tentu tidak lepas dari kegiatan membuat laporan keuangan perusahaan. Laporan ini tidak bisa dianggap sepele karena merupakan dokumen penting perusahaan yang dijadikan sebagai salah satu patokan untuk melihat bagaimana kondisi perusahaan selama periode tertentu.

Untuk membangun bisnis yang sehat pun diperlukan catatan keuangan yang detail dan jelas. Selain itu keberadaan laporan keuangan ini juga dapat berperan sebagai alat untuk mengevaluasi bisnis, mengambil keputusan, mendatangkan investor, hingga menentukan pajak.

Menyusun Laporan Keuangan Perusahaan

Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menyusun laporan keuangan perusahaan

Mengumpulkan dan mencatat informasi pada jurnal

Jurnal yang digunakan dalam dunia akutansi dikenal sebagai dokumen yang berisi setiap catatan transaksi bisnis. Transaksi bisnis sendiri ada banyak jenisnya, seperti transaksi pembelian bahan baku, transaksi penukaran barang hingga transaksi sewa menyewa.

Nah, hal pertama yang perlu kamu lakukan ketika hendak membuat laporan adalah mengumpulkan semua bukti transaksi bisnis tersebut baik dalam bentuk kuitansi maupun fraktur. Setelah semua bukti terkumpul baru kemudian catat seluruh transaksi yang ada pada jurnal. 

Catatan keuangan pada jurnal inilah yang nantinya akan jadi penghubung antara transaksi dengan buku besar dan siklus akutansi lainnya.

Pindahkan isi jurnal ke Buku Besar

Dilansir dari Wikipedia Buku Besar adalah buku utama pencatatan transaksi keuangan yang mengkonsolidasikan masukan dari semua jurnal akuntansi dan merupakan penggolongan rekening sejenis. Buku ini dapat memberikan informasi saldo ataupun nilai transaksi untuk setiap kode perkiraan dalam suatu periode akuntansi tertentu.

Sederhananya, buku besar merupakan ringkasan semua data transaksi yang dicatat pada jurnal. Jadi tugas kamu di sini tinggal memindahkan transaksi yang sudah didokumentasikan di jurnal sesuai akun-akun yang ada pada Buku Besar.

Membuat Neraca Saldo

Langkah selanjutnya adalah membuat neraca saldo untuk mengetahui keseimbangan antara jumlah debit dan kredit pada akun-akun yang ada di Buku Besar.

Untuk itu setelah menyusun Buku Besar kamu harus mengelompokkan terlebih dahulu nomor rekening di Buku Besar ke dalam kategori aktiva atau pasiva.

Membuat Neraca Jalur

Tidak cukup hanya dengan neraca saldo, kamu juga perlu membuat neraca jalur untuk mempermudah proses penyusunan keuangan. Selain itu neraca jalur juga dapat berfungsi sebagai alat untuk mengecek kesalahan yang mungkin terjadi ketika kamu melakukan penyesuaian jika ada transaksi yang terlewatka.

Menyusun Laporan Keuangan dengan Software Akuntansi

Setelah melakukan langkah-langkah di atas, waktunya untuk membuat laporan keuangan yang terdiri dari laporan neraca, laporan laba rugi, hingga laporan perubahan modal. 

Nah, agar lebih mudah dan praktis kamu bisa memanfaatkan software akutansi. Ada banyak software akuntasi yang beredar di pasaran. Tentunya software tersebut akan sangat membantu kamu yang masih merasa kesulitan menyusun laporan keuangan.

Plusnya lagi software akuntansi dapat meminimalisasi risiko kehilangan, kebakaran, dan kerusakan laporan. Selain itu, pemakaian software ini juga dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja sehingga kamu tidak harus membuat laporan keuangan di kantor. Apalagi sekarang lagi Work from Home ya.

Itulah 5 cara mudah menyusun laporan keuangan yang dapat kamu praktikkan. Atau kalau masih belum jelas dan kamunya masih bingung gimana sih bentuk laporan keuangan perusahaan itu. kamu bisa lihat contohnya dari laporan keuangan mayora.

Salam,

You May Also Like

1 komentar

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

Note :

Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.

Sponsor