Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 Tips Memilih Rumah Kontrakan

Mencari hunian sementara juga butuh pertimbangan lho. Simak yuk tips memilih rumah kontrakan yang tepat berikut ini.

Tips nemilih rumah kontrakan untuk ditinggali bersama keluarga

Memiliki rumah sendiri adalah impian semua orang, terutama bagi yang sudah berkeluarga.

Namun mewujudkan impian ini tentu bukan hal yang mudah mengingat biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli sebuah rumah tidak sedikit.

Tabungan juga mungkin sudah terkuras untuk biaya pernikahan. Itulah sebabnya banyak pengantin baru yang memutuskan tinggal di kontrakan.

Memilih rumah kontrakan merupakan alternatif yang tepat jika kamu belum mampu beli rumah sendiri.

Daripada numpang tinggal di pondok mertua indah. Tentu tinggal di rumah sendiri akan terasa jauh lebih nyaman even masih ngontrak, ya kan?

Setelah menikah dan sempat beberapa bulan tinggal di rumah orang tua saya dan suami juga akhirnya memutuskan untuk mengontrak rumah.

Alasannya bukan karena tidak betah tinggal di rumah orang tua/mertua. Sebelum ijab qabul kami memang sudah berkomitmen akan hidup mandiri.


Rumah kontrakan menjadi solusi bagi kami yang ingin tinggal mandiri namun belum memiliki tabungan yang cukup untuk membeli sebuah rumah.

Nah, karena sudah punya pengalaman tinggal di kontrakan saya ingin berbagi tips buat kamu yang saat ini sedang mencari hunian sementara untuk ditinggali.

Tips memilih rumah kontrakan

Memilih rumah kontrakan tidak bisa asal-asalan. Ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum mencari rumah sewa yang tepat.

Mulai dari lokasi, harga hingga jangka waktu mengontrak semua itu patut kamu pertimbangkan baik-baik.

Salah memilih bisa bikin kamu menyesal lho selama masa kontrak. So, jangan biarkan itu terjadi. 

Berikut ini beberapa tips memilih rumah kontrakan yang bisa kamu terapkan. Simak yuk!

1. Pilih lokasi rumah yang dekat dengan tempat kerja

Sebelum memutuskan mencari kontrakan kamu dan pasangan sudah harus lebih dulu mendiskusikan mengenai lokasi rumah yang ingin dikontrak.

Tentu kamu akan mencari rumah kontrakan yang dekat dengan tempat kerja bukan?

Hal ini penting jadi pertimbangan utama sebab memilih kontrakan yang dekat dengan tempat kerja tidak hanya menghemat waktu melainkan juga biaya.

Ya kamu tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi yang besar jika memilih tinggal di lokasi kontrakan yang dekat dengan tempat kerja.

Misal kamu kerja di Depok maka akan lebih baik jika kamu mencari kontrakan sekitar Depok.

Dengan begitu kamu bisa lebih hemat dan lumayan uang lebihnya bisa kamu sisihkan untuk ditabung atau belanja kebutuhan yang lain.

2. Pilih juga rumah yang dekat dengan fasilitas umum

Tidak hanya tempat kerja, kamu juga perlu mempertimbangkan kontrakan yang dekat dengan berbagai fasilitas umum seperti pasar atau pusat perbelanjaan, rumah sakit maupun tempat ibadah.

Dengan lokasi rumah yang strategis tentu akan memudahkan kamu menjangkau tempat-tempat umum tersebut.

Terlebih jika kamu adalah seorang muslim dimana kamu memiliki kewajiban untuk menjalankan shalat lima waktu di mesjid.

Jadi pastikan lokasi rumah kamu dekat dengan masjid. Kalau perlu carilah kontrakan yang jaraknya ke mesjid bisa  dijangkau dengan beberapa langkah saja.

3. Cari rumah dengan harga kontrak atau sewa terjangkau

Setelah menemukan lokasi yang tepat, hal penting lainnya yang perlu kamu pertimbangkan adalah harga. Carilah rumah kontrakan dengan harga yang terjangkau.

Pilihlah rumah dengan harga yang paling cocok dengan kondisi keuangan kamu.

Jangan memaksakan diri mengambil rumah kontrakan yang besar dan fasilitas lengkap jika budget yang kamu punya pas-pasan.

Ingat, masih banyak kebutuhan lainnya yang juga butuh biaya. Lagipula kamu hanya tinggal sementara waktu.

Jadi dalam memilih rumah kontrakan, sesuaikan saja harganya dengan kemampuan dan kebutuhan kamu.

4. Lakukan survei lamgsung ke lokasi rumah kontrakan

Kalau kamu sudah ketemu lokasi yang cocok dan harga kontrakan yang pas segera kontak pemilik rumah dan lakukan survei langsung secara menyeluruh.

Cek fasilitas yang ada di sana. Periksa jumlah kamar yang tersedia, kamar mandi, dapur dan ruangan lainnya. Apakah sudah sesuai dengan kebutuhan kamu?

Cek juga kondisi rumah. Apakah ada genteng yang bocor, bagaimana dengan air dan instalasi listriknya. Semua itu harus kamu periksa dengan teliti.

Kalau perlu lakukanlah survei ke beberapa rumah incaran kamu lalu catat kelebihan dan kekurangan masing-masing sebagai bahan pertimbangan.

5. Pertimbangakan perabotan rumah tangga

Ketika memulai tinggal di rumah sendiri meski masih ngontrak kamu tetap butuh perabotan rumah tangga seperti kasur, lemari, peralatan dapur dan lain sebagainya.

Nah, ada rumah kontrakan yang tersedia lengkap dengan perabotnya, ada juga yang rumah yang kosongan.

Kalau tidak ingin rempong pindah ke kontrakan dengan bawa banyak barang kamu bisa memilih rumah yang disewa dengan perabotnya.

Namun sesuaikan juga dengan kondisi keuangan kamu ya karena harga rumah dengan perabotan lengkap jelas lebih mahal dibading rumah kosongan.

Jika kamu memilih rumah sewa kosong, kamu bisa menyicil beli perabot namu saran saya tidak perlu banyak-banyak.

Belilah perabotan secukupnya saja sesuai kebutuhan agar nantinya kamu tidak ribet ketika akan pindah rumah.

6. Pilih rumah dengan lingkungan yang aman dan nyaman

Selain mengecek kondisi rumah, fasilitas serta perabotnya kamu juga wajib memperhatikan lingkungan sekitarnya. Pilihlah rumah dengan lingkungan yang bersih.

Tentunya kamu akan merasa tidak nyaman bukan tinggal di lingkungan yang kotor seperti dekat dengan selokan atau tempat pembuangan sampah umum maupun sisa-sisa pembuangan limbah polusi.

Tinggal di lingkungan kotor hanya akan membuat kamu dan keluarga mudah terserang penyakit.

Oleh sebab itu kamu harus mencari rumah kontrakan yang berada di lingkungan bersih. Hal ini tidak boleh kamu abaikan karena menyangkut masalah kesehatan.

Tidak cukup lingkungan bersih, kamu juga butuh kontrakan yang berada di daerah aman.

Aman di sini maksudnya aman dari maling, kerusuhan dan lain-lain ya. Lagipula Percuma juga kamu tinggal di kontrakan yang bagus, lingkungan bersih, harga sewa terjangkau, tetapi banyak pencurinya?

Jika sampai rumah kamu kecurian, kamu juga yang akan rugi. Apalagi jika ternyata kontrakan yang kamu pilih adalah lokasi rawan konflik.

Duh, pastinya kamu akan rugi banget karena keamanan dan kenyamanan kamu  tinggal di rumah tersebut  terganggu.

Jadi sebelum memutuskan untuk mengontrak pastikan baik-baik rumah tersebut benar-benar berada di lingkungan yang bersih dan daerah yang aman.

Untuk membantumu mengetahui hal ini kamu bisa bertanya ke pemilih rumah, tetangga sekitar atau mendatangi langsung ketua RT.

7. Jangan sewa dalam jangka waktu terlalu lama

Tips memilih rumah kontrakan selanjutnya mengenai jangka waktu mengontrak. Umumnya ada dua sistem bayar kontrakan yakni bulanan dan tahunan. 

Biaya kontrak tahunan biasanya lebih murah dari biaya sewa bulanan, namum pembayarannya memang cukup berat di awal.

Sebenarnya tidak masalah kalau kamu ingin sewa dalam jangka waktu lama, terlebih kamu juga ada budget untuk bayar kontrakan langsung selama setahun.

Akan tetapi jika kamu dan keluarga masih hidup nomaden alias belum menetap di suatu tempat maka akan lebih baik jika memilih sistem bayar bulanan saja.

Setidaknya dengan sewa bulanan kamu bisa mengantisipasi hal-hal yang terjadi di luar rencana. 

Seperti kamu sudah tinggal di kontrakan Depok lalu tiba-tiba atasan kamu memindahkan kamu ke cabang perusahaan di luar Jawa.

Tentunya kamu akan rugi bila sudah membayar kontrak setahun di sana lalu beberapa bulan kemudian terpaksa harus pindah karena dimutasi kerja ke daerah lain.

Itulah beberapa tips memilih rumah kontrakan yang bisa kamu pertimbangkan dengan baik. Semoga dapat membantu kamu memilih hunian sementara yang tepat.

Salam,

1 komentar untuk "7 Tips Memilih Rumah Kontrakan"

  1. Kadang problem tips 7 ini tidak hanya berwanti-wanti pindah kerja. Tapi sering juga timbul masalah ketidak nyamanan. Misalnya dekat rumah ada arena judi sabung ayam, yang sebelumnya tidak kita ketahui. He he. Selamat sore Mbak Siska.

    BalasHapus

Berlangganan via Email