Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Agar Persalinan Lancar Walau Malas Olahraga

Ingin bersalin lancar tapi tidak suka olahraga. Kalau begitu kamu perlu intip tips agar persalinan lancar untuk bumil yang malas olahraga berikut ini.

Tips agar persalinan lancar walau malas olahraga
Selain memiliki mata minus tinggi dengan retina mata yang kata dokter sudah mengalami penipisan, hal lain yang sempat menjadi kekhawatiran saya ketika hari perkiraan lahir semakin dekat adalah kurangnya persiapan fisik. 

Iya, kalau boleh jujur saya ini bukan perempuan yang suka olahraga. Saya bahkan tidak suka dengan yang namanya olahraga sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.

Saya nggak tahu kenapa hanya saya satu-satunya siswa di kelas yang tidak senang ketika masuk pelajaran olahraga. Padahal semua teman saya selalu menyambut dengan girang.

Bagi mereka pelajaran olahraga adalah rekreasi yang menyenangkan setelah menghabiskan banyak waktu dengan kegiatan yang menguras otak di dalam kelas. Namun tidak bagi saya. 

Saya tidak bisa menganggap aktivitas yang menguras fisik itu sebagai hiburan dan dapat saya nikmati.

Meski demikian saya tetap membutuhkan olahraga untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Keinginan untuk menjalankan gaya hidup sehat juga tidak mungkin saya capai tanpa melakukan olahraga dengan rutin.

Apalagi ketika hamil, saya harus mempersiapkan banyak hal, bukan sebatas knowledge, materi dan mental tetapi juga fisik yang kuat. Masalahnya bagaimana saya bisa memiliki fisik yang kuat kalau malas berolahraga?

Mengapa ibu hamil perlu olahraga?

Sebelumnya saya sempat mengira ibu hamil tidak boleh berolahraga. Ya kan kata orang-orang ibu hamil dilarang kerja berat, berarti termasuk olahraga dong?

Sampai-sampai pernah terlintas di benak saya, hamil itu enak ya, bakal dimanja super ekstra sama suami, mau makan apa saja pasti dipenuhi dan kerjaannya paling cuma rebahan.

Itu yang tergambar di pikiran saya dulu but kenyataannya? Oh my God. Sungguh di luar dugaan. Tidak seenak yang saya bayangkan rupanya. 

Tidak enak makan, tidak enak minum susu, tidak enak muntah, tidak enak tidur, tidak enak kepanasan, tidak enak badan pegal-pegal dan bla bla. Pokoknya banyak lah tidak enaknya😅

Eh tapi semua yang tidak enak itu saya nikmati kok. Alhamdulillaah, masih dikasih kepercayaan sama Allah untuk mengandung. Itu adalah nikmat yang sangat besar jadi apapun keluhan selama hamil harus disyukuri.

Nah, mungkin masih banyak juga ya ibu-ibu di luar sana yang sepemikiran dengan saya. Menganggap hamil artinya harus istirahat 24 jam, tidak boleh banyak gerak termasuk olahraga. 

Namun kalau kamu membaca artikel-artikel kesehatan atau bertanya langsung ke dokter kandungan, justru ibu hamil dianjurkan untuk rutin berolahraga lho. Kenapa?

Ya karena olahraga memiliki sejumlah manfaat untuk ibu hamil. Apa saja manfaatnya? Simak yuk!

Mengurangi risiko komplikasi kehamilan

Setiap ibu hamil memiliki risiko komplikasi kehamilan baik itu diabetes maupun preeklamsia. 

Penyebabnya karena pada saat mengandung kadar gula darah dalam tubuh cenderung tinggi sehingga ibu hamil rentan terserang diabetes.

Selain itu ibu hamil juga berisiko mengalami peningkatan tekanan darah yang ditandai dengan adanya protein dalam urine. 

Namun risiko komplikasi tersebut dapat dihindari dengan rutin berolahraga karena aktivitas yang membuat tubuh mengeluarkan keringat ini dapat mengontrol kadar gula dalam darah dan menjaga tekanan darah tetap normal.

Menemukan posisi tidur yang nyaman 

Salah satu keluhan yang sering dialami ibu hamil adalah sulit tidur. Dengan perut yang semakin membuncit ibu hamil memang akan kesulitan menemukan posisi tidur yang nyaman. 

Dan meski yang dianjurkan untuk ibu hamil adalah tidur dengan posisi miring kiri namun belum tentu posisi tersebut dapat memberi kenyamanan.

Untuk mengatasi hal tersebut, rajin berolaraga menjadi salah satu solusinya. Pasalnya dengan berolahraga, bumil tidak perlu lagi bersusah-payah mencari posisi yang nyaman. Kondisi tubuh yang kelelahan setelah berolahraga dapat membuat bumil tertidur lebih cepat, lebih lelap bahkan lebih lama.

Meningkatkan suasana hati

Meski kehamilan merupakan momen yang membahagiakan namun tak dimungkiri perempuan lebih rentan mengalami stres atau kecemasan pada saat hamil. 

Nah, kalau bumil stres, janin yang ia kandung juga bisa ikutan stres. Hal tersebut tentu dapat mengganggu kesehatan kandungan.

Itulah sebabnya ibu hamil dianjurkan rutin berolahraga lantaran aktivitas fisik ini dapat merangsang tubuh untuk menghasilkan hormon endorfin. 

Hormon inilah yang berfungsi membuat pikiran tenang, mengurangi stres dan kecemasan serta dapat membantu meningkatkan suasana hati.

Mempermudah proses persalinan

Setiap ibu hamil pasti menginginkan proses persalinannya berjalan lancar dan cepat. Namun untuk mewujudkan hal tersebut tentu ibu hamil harus memiliki stamina yang kuat.

Menurut penelitian, olahraga saat hamil dapat mempermudah dan mempersingkat waktu persalinan lantaran aktivitas tersebut membuat otot panggul dan jalan lahir bumil menjadi lebih kuat, sistem peredaran darah pun menjadi semakin lancar. 

Bumil juga akan memiliki stamina yang lebih tinggi untuk mengejan dan mendorong janin keluar dari rahim.

Mengurangi risiko melahirkan secara sesar

Melahirkan secara pervaginam membutuhkan banyak persiapan termasuk fisik. Jika kondisi fisik lemah maka kemungkinan besar proses persalinan ibu akan berujung di meja operasi.

Untuk mengantisipasi terjadinya hal tersebut bumil disarankan rutin melakukan aktivitas seperti  olahraga yang dapat membantu menghindarkan ibu dari risiko melahirkan secara sesar.

Oh ya selain bermanfaat untuk ibu hamil, olahraga juga baik untuk janin lho. Beberapa riset menunjukkan bahwa ibu hamil yang rutin olahraga dapat melahirkan bayi yang cerdas. Maa syaa Allaah.

Wah ternyata bagus sekali ya manfaat olahraga untuk ibu hamil. Namun bagaimana dengan ibu hamil yang tidak suka olahraga? Apakah bila tidak rutin berolahraga selama hamil proses persalinannya menjadi tidak lancar?

Well, seperti yang saya singgung di awal, saya sudah dua kali menjalani kehamilan dengan persiapan fisik yang masih kurang.

Saya anggap kurang karena memang tidak rutin melakukan olahraga selama hamil. Saya juga tidak pernah ikut kelas senam kehamilan maupun kelas yoga. 

Namun alhamdulillaah, saya merasa sangat bersyukur, qadarullaah proses persalinan saya berjalan lancar sekalipun jarang olahraga. 

Bahkan di kehamilan anak kedua saya nyaris tidak melakukan olahraga sama sekali walau sekadar jalan kaki rutin setiap pagi tapi pas due date-nya maa syaa Allaah benar-benar tidak terasa karena sampai di RS sudah pembukaan 9 dan kurang lebih sejam si adek lahir.

Lho kok bisa tidak rutin olahraga tapi lancar persalinannya? Nah, ini yang pengen saya sharing. Kalau kamu termasuk tipe bumil yang sama seperti saya tidak suka atau malas olahraga, kamu bisa terapkan tips berikut ini.

Tips Agar persalinan lancar walau bumil malas olahraga

Olahraga penting bagi bumil karena memiliki sejumlah manfaat yang salah satunya dapat membantu melancarkan proses persalinan. 

Namun buat bumil yang tidak doyan olahraga, don't worry, kamu bisa tetap melalui proses persalinan dengan lancar walau tidak rutin melakukan kegiatan olahraga.

Bagaimana caranya? Simak tips berikut ini.

Rajin bergerak

Selama masa kehamilan saya memang malas olahraga tapi saya tetap aktif bergerak, mulai dari trimester awal hingga akhir. Jadi sebenarnya tidak terlalu masalah kalau ibu hamil malas olahraga yang penting jangan malas bergerak.

Gerak yang saya maksud di sini adalah melakukan berbagai kegiatan. Seperti kegiatan saya sebagai ibu rumah tangga mengurus suami, memasak, mencuci, menjemur, menyapu, dan lain sebagainya. 

Ya siapa bilang ibu hamil tidak boleh bekerja? Justru minim aktivitas yang dapat berpengaruh buruk terhadap kehamilan ya.

Apalagi kalau kondisi kehamilan kamu baik-baik saja alias tidak ada sikon yang mengharuskan kamu untuk bedrest total.

Jadi kalau kamu sedang menjalani kehamilan dan kandunganmu kuat upayakan untuk aktif bergerak setiap hari ya.

Jangan terlalu manja dan jangan jadi manusia rebahan ketika tengah berbadan dua. Namun jangan pula terlalu berlebihan dalam beraktivitas.

Oya waktu hamil anak kedua saya memang nyaris tidak pernah olahraga, tapi hampir setiap hari selama sembilan bulan lamanya saya selalu mencuci baju secara manual. Selain itu hari-hari kerjaan saya menyapu dan mengepel.

Hasilnya janin yang saya kandung terasa lebih cepat turun ke panggul. Saya sampai skip olahraga jalan kaki setiap pagi selama kurang lebih 30 menit seperti yang rutin saya lakukan di trimester tiga saat hami anak pertama karena waktu itu merasa 'perut' sudah di bawah banget.

Dan ternyata benar, bikin speechless karena pas dicek langsung pembukaan 9, lalu tidak lama kemudian brojol. Enaknya melahirkan secepat itu, hehe. 

Tetap lakukan olahraga minimal jalan kaki 

Meski malas berolahraga, kamu tetap perlu memaksa diri untuk melakukan aktivitas tersebut. Apalagi setelah mengetahui manfaat olahraga untuk ibu hamil.

Salah satu jenis olahraga yang ringan dan memiliki sejuta manfaat untuk ibu hamil adalah jalan kaki. Coba deh googling dengan keyword manfaat jalan kaki untuk ibu hamil ada buanyaak sekali.

Saya sendiri waktu hamil pertama kali rutin melakukan olahraga ini setiap pagi selama kurang lebih 30 menit semenjak masuk usia kehamilan 9 bulan. 

Alhamdulillaah manfaatnya terasa sekali. Saat memasuki fase persalinan nggak ada hambatan. Masuk RS sekitar jam 3 dini hari, melahirkan jam setengah 9 pagi. Pembukaan lancar dari 2, 4, 8 trus loncat ke 10. Nggak diinduksi, nggak diinfus juga, cuma ada sedikit jahitan😅

Lakukan olahraga bareng pasangan

Jujur saja saya memang ogah-ogahan olahraga tapi kalau ada yang temani pasti semangat. Apalagi olahraganya bareng suami, pasti asyik.

Sayangnya waktu hamil saya dan suami kebanyakan LDM. Dia bisa temani paling cuma sesekali, pas weekend saja. 

Jadi untuk membuang rasa malas, bumil bisa mengajak suami untuk olahraga bareng. Atau kalau suami peka, dia yang akan inistiatif ngajak istrinya yang sementara hamil tapi malas olahraga untuk banyak bergerak baik itu sekadar jalan pagi, jogging atau melakukan senam ringan di rumah.

Ikut kelas ibu hamil

Sebenarnya semasa hamil anak pertama dan anak kedua, saya pengen banget bisa ikut kelas seperti kelas yoga prenatal atau kelas senam kehamilan maupun kelas hypnobirthing.

Apalagi saya menjalani LDM dengan suami sehingga dia nggak bisa rutin menemani istrinya berolahraga. Makanya poin ini bisa jadi alternatif. Sayangnya saya tidak dapat informasi mengenai kelas ibu hamil di daerah tempat tinggal saya. 

At least dengan ikut kelas ibu hamil kita bisa melawan rasa malas berolahraga dan lebih maksimal mempersiapkan fisik bahkan mental, karena langsung dibimbing sama fasilitatornya. 

Konsumsi makanan bergizi seimbang

Persiapan fisik tidak cukup dengan berolahraga saja. Bumil juga harus menjaga asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh. Poin ini penting banget, karena apa yang dikomsumsi bumil itu pula yang diserap janin di dalam kandungan.

Nah, saya karena sadar nggak bisa maksimal di olahraga sehingga persiapan fisik yang saya lakukan memang cenderung ke makanan. Suami yang tahu istrinya nggak suka olahraga juga ketat sekali memperhatikan kebutuhan nutrisi istrinya yang tengah berbadan dua.

In syaa Allah dengan benar-benar memperhatikan gizi makanan yang dikonsumsi akan menghindarkan bumil dari masalah kehamilan. Qadarullaah, dua kali menjalani kehamilan saya nggak menemukan masalah seperti posisi bayi sungsang, terdapat lilitan tali pusar atau plasenta menutupi jalan lahir. Anak-anak juga lahir tidak ada yang BBLR.

So, pastikan makanan yang bumil konsumsi bergizi seimbang. Kalau perlu konsumsi susu ibu hamil dan suplemen kehamilan. 

Selalu berpikir positif

Tips berikutnya yang tidak kalah penting adalah bumil harus bahagia, tidak boleh stres apalagi sampai depresi. Suasana hati maupun pikiran bumil akan sangat mempengaruhi perkembangan janin.

Itu sebabnya ibu hamil dituntut harus selalu berpikiran positif. Pikiran yang positif akan menghadirkan suasana hati yang baik. Pastinya bumil juga nggak bakal stres atau mudah cemas bila mood terjaga dengan baik.

Dengan membiasakan diri untuk selalu berpikiran positif, akan mudah pula bagi bumil memberikan affirmasi positif  ke si jabang bayi. 

Affirmasi positif sendiri diketahui memiliki banyak manfaat, diantaranya janin dalam kandungan dapat merespon sesuai dengan apa yang bumil affirmasikan.

Berdoa lalu tawakal

6 tips di atas adalah bagian dari ikhtiar atau usaha yang bisa bumil lakukan untuk mewujudkan proses persalinan yang lancar.

Jika bumil sudah melakukan segenap ikhtiar selanjutnya mintalah pada Tuhan agar diberi kekuatan dan dilancarkan prosesnya. Sebab tentunya proses kelahiran ini tidak lepas dari tangan Tuhan.

Terakhir, jangan lupa tawakal. Ingat manusia hanya bisa berusaha dan memohon namun Tuhan yang menentukan jalannya. 

Itulah sebabnya setelah ikhtiar dan berdoa bumil tetap harus berserah diri agar tidak kecewa dengan hasil yang didapatkan. Entah hasilnya itu akhirnya bersalin secara normal atau melalui persalinan di meja operasi.

Penutup

Lancar atau tidaknya persalinan dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya yang juga perlu diperhatikan adalah persiapan fisik. 

Seperti yang sudah diterangkan di atas, ada banyak manfaat yang bisa bumil dapatkan dengan berolahraga secara rutin. Nah, kalau bumil malas atau tidak suka olahraga bisa coba terapkan langkah-langkah di atas.

Demikian beberapa tips agar persalinan lancar walau bumil malas olahraga. Iya, sekalipun malas olahraga proses persalinan tetap bisa berjalan dengan lancar asal kamunya mau ikhtiar, berdoa dan jangan lupa tawakal. 

Sekian sharing saya kali ini, semoga bermanfaat.

Salam hangat,


Posting Komentar untuk "Tips Agar Persalinan Lancar Walau Malas Olahraga"

Berlangganan via Email