Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips mengatur keuangan blogger

Agar punya keuangan sehat dari hasil ngeblog kamu bisa intip tips mengatur keuangan blogger berikut ini.

Tips mengatur keuangan blogger

Kamar Kenangan ini sudah beralih menggunakan top domain level sejak awal November 2017 lalu namun baru dimonetisasi kurang lebih setahun setelahnya. 

Ya baru sekira dua tahun saya mendapatkan penghasilan dari blog. Itu pun di tahun pertama income yang masuk nggak seberapa namun lumayan bisa menambah jumlah saldo di rekening hingga akhirnya saya bisa beli smartphone dengan harga di atas tiga jutaan. 

Nggak cuma itu sih, uangnya juga sudah kepake beli berbagai keperluan. Termasuk saya nggak pusing lagi dengan urusan perpanjang domain pertahun dan kuota internet setiap bulan karena gaji yang saya dapat dari ngeblog bisa meng-cover semua itu, lebih malah. 

Apalagi pendapatan saya di tahun 2020 kemarin  sudah jauh lebih meningkat. Maa syaa Allah nggak nyangka banget. 
 
You know-lah 2020 itu tahun yang sulit. Banyak orang yang kehilangan pekerjaannya. Suami juga kena dampak, meski nggak sampai di-PHK tapi ada sekitar tiga bulan dia kehilangan 30% dari gaji pokoknya efek pandemi. 

Bersyukur penghasilan saya sebagai blogger tetap lancar sehingga bisa  membantu ekonomi keluarga di masa sulit seperti itu. 

Sayangnya saya tidak pernah mencatat secara detail uang yang saya dapat dari ngeblog dikeluarkan untuk keperluan apa saja. Saya merasa cukup menyimpannya di kepala. 

Begitupula dengan pemasukan. Yang penting ada konfirmasi pembayaran dan feenya masuk ke rekening ya sudah. 

Alhasil kalau ditanya berapa penghasilan yang saya dapatkan di tahun 2019 atau sepanjang 2020, saya tidak bisa menjawab dengan pasti. 

Saya tahu pendapatan saya sebagai blogger meningkat dari postingan berbayar yang jumlahnya di tahun 2020 jauh lebih banyak dibanding tahun 2019, tetapi saya tidak tahu berapa persis nominalnya.

Yah kecuali kalau saya mau meluangkan waktu menelusuri semua jejak konfirmasi pembayaran yang masuk ke rekening maupun dompet digital lewat email atau WA dan merekapnya. Rencananya memang begitu tapi rempong juga ya😅

Itulah sebabnya di 2021 ini saya bertekad akan mengatur keuangan dari hasil ngeblog dengan baik. Saya tidak ingin lagi bersikap masa bodoh. Berapa pun penghasilan yang masuk atau keluar akan saya catat serinci mungkin agar saya tahu jelas berapa pendapatan saya sebagai blogger setiap tahunnya. 

Mengapa penting mengatur keuangan blogger?

Blogger termasuk jenis pekerjaan freelance yang penghasilannya bervariasi dan tidak menentu seperti PNS atau karyawan. 

Meski demikian penghasilan yang didapatkan seorang blogger nggak bisa dipandang sebelah mata lho

Untuk blogger yang baru satu atau dua tahun memonetisasi blognya seperti saya penghasilan dalam setahun mungkin baru mencapai jutaan-belasan juta tapi kalau blogger suhu atau yang  profesional itu rata-rata pendapatannya per setahun sudah puluhan hingga jutaan rupiah. Waaw banget ya?

Bahkan saya pernah nih ikut webinar "Cara  Menghasilkan Rp 33 Juta dari Blog" yang diselenggarakan Komunitas Blogger Anging Mammiri Makassar. 

Pembicaranya adalah seorang full time blogger si empunya Blog Dollar yang memang pendapatannya dari ngeblog sesuai dengan materi yang ia bawakan. 33 juta sebulan bo' artinya dalam setahun pendapatanya mencapai hampir 400 juta.

Duh, siapa bilang pekerjaan sebagai blogger nggak bisa bikin kita jadi kaya. But of course, untuk mendapatkan penghasilan sebanyak itu nggak mudah. Butuh effort lebih.

Namun bukan itu yang menjadi tujuan utama saya ngeblog. Makanya saya nggak berminat menjadi full time blogger. Cukup blogger saya jadikan sebagai pekerjaan sampingan.

Nah, di sini masalahnya. Meski cuma pekerjaan sampingan bukan berarti saya nggak perlu mengatur keuangan yang saya dapatkan dari blog. Justru mengatur keuangan blogger penting sekali. Apalagi kalau pendapatannya sudah tinggi.

Ya siapa tahu ke depannya, Kamar Kenangan ini juga berhasil meraih pendapatan hingga puluhan juta atau tembus angka 21 juta seperti yang menjadi harapan saya tahun ini. (Aamiin😄)

Tetapi apalah gunanya punya pendapatan banyak kalau si bloggernya tidak tahu cara mengelola keuangan dengan bijak. Ya kan kalau nggak diatur dengan baik bisa-bisa uangnya habis begitu saja.

So ini dia beberapa alasan mengapa penting mengatur keuangan blogger  ;

Agar mudah melakukan evaluasi keuangan

Seperti yang saya singgung di atas, pekerjaan sebagai blogger tidak sama seperti PNS atau karyawan yang sudah dijamin dengan gaji tetap setiap bulan.

Sedangkan penghasilan blogger tidak menentu dan sangat bervariasi. Sewaktu-waktu bisa ketiban rejeki namun kadang pula sepi job. 

Nah karena 'gaji' yang tidak menentu dan bervariasi itulah sehingga blogger sebaiknya mencari tahu berapa rata-rata penghasilannya dalam setahun sehingga memudahkanya ketika hendak melakukan evaluasi keuangan. 

Dengan begitu bisa dilihat perkembangan setiap tahun, meningkat atau nggak? Sekaligus hasilnya juga jadi acuan untuk mengatur strategi agar setiap tahunnya penghasilan dari blog terus bertambah bukan malah menurun.

Ini pentingnya mengatur keuangan. Tapi kalau catatan keuangan saja nggak ada, bagaimana  mau dievaluasi?

Agar keuangan lebih terkontrol

Blogger yang mengatur keuangan akan punya catatan cash low lengkap. Bukan cuma pemasukan dan pengeluaran, uangnya mau digunakan untuk kebutuhan apa saja sudah dipos-poskan. 

Misal pos keuangan untuk kebutuhan blog seperti perpanjang domain dan biaya kuota internet, pos untuk tabungan maupun investasi serta pos untuk dana darurat.

Nah kalau semua sudah disiapkan budget-nya seperti itu kan jelas ya keuangan jadi lebih terkontrol karena sudah direncanakan dari awal. 

Melatih diri disiplin

Dengan mengatur keuangan sebenarnya kita juga sedang melatih diri untuk disiplin lho. Terutama dalam hal membelanjakan uang.

Kita akan belajar komitmen mengelola keuangan sesuai dengan budget yang sudah diperhitungkan dari awal. Hal ini juga dapat meminimalisir risiko. 

Paling tidak kita paham dengan risikonya lah, kalau kita salah membelanjakan uang pos-pos pengeluaran yang sudah kita atur akan berantakan, efeknya cash flow bisa nggak seimbang.

Jadi yah mau tidak mau kita harus belajar dan melatih diri untuk mengeluarkan uang sesuai dengan apa yang sudah direncanakan.

Mencegah bocor halus

Jujur saja saya merasa belum bisa menikmati sepenuhnya uang dari hasil ngeblog karena sudah dua kali pula saya mendapati isi tabungan menipis di akhir tahun

Padahal di awal tahun sudah punya target tahun ini harus mencapai saving sekian juta tapi kenyataannya duh tabungan saya selama setahun dari ngeblog kok cuma segini.

Ya gimana saya mau punya tabungan banyak atau memenuhi target kalau sedari awal saya tidak memiliki catatan perencanaan keuangan yang lengkap sehingga pengeluaran saya menjadi tidak terkontrol.

Dan salah satu penyebabnya kerena bocor halus ini. Mungkin kamu sudah sering dengar istilah ini ya. Bocor halus adalah pengeluaran kecil-kecilan yang sengaja tidak dicatat karena kita anggap remeh. 

Ya kan uang yang dikeluarkan nggak seberapa. Padahal nih, ketika dikumpulkan semua ternyata jumlahnya tidak sedikit.

Nah saya tahun lalu masih sering kayak gini, pakai uang ngeblog untuk jajan atau ngemil. Memang sih yang dikeluarin cuma duit Rp5.000-Rp10.000. Tapi uang kecil segitu kalau ditabung kan lumayan ya. 

Apalagi kalau uang jajan tersebut dialokasikan untuk investasi tentunya bisa memberi imbal yang lebih baik, kan? 

Ini pentingnya mengatur keuangan. Setidaknya dengan perencanaan keuangan yang baik tidak akan ada pengeluaran-pengeluaran yang terbuang percuma. Kita jadi lebih menghargai uang dan mampu menggunakannya dengan bijak

Duh, kenapa saya telat menyadari hal ini. But it's ok, nggak ada kata terlambat selagi masih ada kesempatan. 

So buat teman-teman yang juga belum sempat membuat perencanaan pendapatan dari  blog yuk mulai tahun 2021 ini kita mulai mengatur keuangan blogger kita sebaik mungkin.

Bagaimana caranya? Simak tips mengatur keuangan blogger berikut ini.

Tips mengatur keuangan blogger

Sebenarnya saya bukan orang yang ahli mengatur keuangan tapi untuk hitung-hitungan boleh lah, kan basic saya memang dari jurusan pendidikan matematika😄

Eh tapi untuk bisa mengatur keuangan nggak cukup dengan modal pintar matematika saja sebab yang terpenting adalah komitmen dan kedisiplinan *eaa

Seperti yang saya katakan di atas, baru tahun ini saya akan mengatur keuangan yang saya dapatkan dari hasil ngeblog sehingga tips yang saya bagikan ini baru berdasarkan teori finansial yang sudah saya pelajari dan in syaa Allaah akan saya praktikkan.

Langsung saja yuk, ini dia tipsnya :)

Buat rencana keuangan

Ketika mengatur keuangan blogger yang kita lakukan bukan sebatas mencatat pemasukan dan pengeluaran tetapi kita juga harus punya rencana keuangan yang baik.

Kira-kira penghasilan dari blog tersebut ingin kita alokasikan untuk apa saja, atau apa yang menjadi tujuan utama kita mengumpulkan uang dari blog, semua itu harus jelas.

Mengenai keuangan dari blog ini, setiap blogger tentunya punya tujuan masing-masing. Ada yang ingin penghasilan sebagai blogger dipakai buat membiayai traveling, untuk masa depan anak, persiapan dana haji atau umrah dan lain-lain.

Nah, dengan membuat perencanaan keuangan kita bisa lebih tahu bagaimana membagi alokasi pengeluaran agar lebih terarah sehingga tujuan finansial pun dapat tercapai.

Salah satu tujuan yang sekaligus menjadi harapan saya adalah ingin berangkat ke baitullaah dengan uang dari hasil ngeblog. Saya optimis dengan rencana dan pengaturan keuangan yang baik, tujuan tersebut bukan sekadar angan-angan.

Buat cash flow seimbang

Pada dasarnya mengelola keuangan blogger sama seperti mengelola keuangan rumah tangga sehingga penting banget nih punya cash flow seimbang.

Jadi nggak cuma rutin mencatat pemasukan dan pengeluaran, agar arus kas seimbang kita harus membagi pendapatan dengan mengalokasikannya ke pos-pos keuangan. 

Misal 30% untuk kebutuhan, 5% untuk infak/sedekah, 30% untuk dana darurat, 15% untuk investasi, 10% untuk tabungan dan 20% untuk gaya hidup. Pembagian ini bisa disesuaikan dengan kepentingan masing-masing blogger.

Berikut ini contoh pos keuangan versi saya

Pos kebutuhan blogger 30% 

Ini meliputi perpanjangan domain, beli kuota internet, beli template premium dan berbagai kebutuhan lain yang menunjang aktivitas saya sebagai blogger.

Oya karena saya menggunakan platform blogger sehingga pengeluaran untuk kebutuhan blog ini memang nggak terlalu banyak. 

Perpanjang domain cuma sekali setahun, biayanya nggak sampai 200K. Beli template premium paling cuma sekali atau dua kali doang. Harganya juga masih terjangkaulah, berkisar 200-300K. 

Nah, pengeluaran yang paling banyak di kuota internet, ini juga tergantung kartu yang digunakan dan hemat-hematnya kita menggunakan kuota.

Pos tabungan (10)%)

Alhamdulillaah meski resign dari pekerjaan Allah masih kasih saya rejeki lewat ngeblog. Sehingga uang yang saya dapatkan dari blog adalah uang pribadi saya bukan uang suami, sebaliknya uang suami adalah uang saya, wkwk.

Makanya saya nggak butuh keluarin duit untuk berbagai macam keperluan rumah tangga dan lain-lain karena semua itu suami yang tanggung jadi saya bebas menabung😊

Nah, uang tabungan ini nantinya yang bakal saya gunakan untuk memenuhi kebutuhan saya di luar keperluan blogging 

Pos investasi (20%)

Selain menabung, saya ingin uang dari hasil ngeblog ini juga diinvestasikan biar bisa saya nikmati hasilnya di masa depan. 

Kalau suami memilih investasi tanah, saya pengennya investasi emas yang in syaa Allaah akan saya mulai tahun ini. Nantinya hasil dari investasi tersebutlah yang ingin saya gunakan untuk penuhi tujuan utama. Bi'idznillaah ya.

Pos dana  darurat (30%)

Ini penting sekali dan sengaja nominal persennya saya samakan dengan pos kebutuhan mengingat pendapatan sebagai blogger bervariasi dan tidak menentu.

Jadi kalau misal terjadi musim pancaroba atau masa sulit saya nggak perlu khawatir karena punya dana darurat yang bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan saya maupun keluarga.

Pos infak/sedekah 

Satu lagi, kita nggak boleh lupa di dalam rejeki yang Allah kasih ke kita lewat blog ada hak orang lain yang membutuhkan. 

Dengan menyisihkan 2,5% dari pendapatan perbulan untuk berinfak atau sedekah in syaa Allaah rejeki kita akan mengalir lancar dan berkah. Percaya deh sama janji Allah.

Oya untuk membantu pencatatan keuangan kita bisa menggunakan Excel atau memanfaatkan aplikasi keuangan yang ada. Mau tulis tangan di buku juga boleh. Terserah, senyamannya kita mau gunakan yang mana. 

Kalau saya selain mencatat di Excel juga bakal memanfaatkan aplikasi keuangan yang sudah saya unduh.

Komitmen dan disiplin

Mengatur keuangan apapun termasuk finansial blogger memang tidak mudah, banyak godaannya. Serius. Apalagi kalau buka marketplace di tanggal 11.11, 12.12, 1.1 dan seterusnya😄

Tapi poin ini kuncinya, kalau ingin keuangan kita sehat, pendapatan blog kita nggak habis begitu saja maka kita harus komitmen dan disiplin dengan rencana keuangan yang sudah kita atur.

Oke, segitu dulu yah tips mengatur keuangan blogger ala siskadwyta. Semoga bermanfaat Kalau ada yang mau ditambahkan silakan sharing di kolom komentar.

Salam,

Posting Komentar untuk "Tips mengatur keuangan blogger"

Berlangganan via Email