Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tentang Jurus Resep Sehat Rasulullah dan Ulas Buku Resep Sehat JSR

 

Untuk apa sehat kalau tidak taat

Kalimat penutup dr. Zaidul Akbar saat acara grand launching Resep Buku Sehat JSR yang saya ikuti tanggal 6 Maret kemarin masih saja terngiang di benak saya.

Kalimat yang kesannya menyindir itu memiliki makna yang dalam. Setidaknya dapat menyentil hati-hati kita yang mungkin selama ini masih jarang mensyukuri nikmat sehat yang Allah berikan.

Kalau versi dr. Zaidul Akbar, salah satu tanda bersyukur itu ketika kita mampu menjaga tubuh tetap sehat untuk taat. Sebab menurut beliau kesehatan yang Allah berikan seharusnya menjadi wasilah atau sarana agar kita dapat menjadi hamba yang lebih taat. Itu makna sehat  yang diyakini dokter yang akrab dipanggil UZA ini.

Alhamdulillaah saya bersyukur sekali bisa mengenal dr. Zaidul Akbar dengan konsep JSR-nya. Terlebih lagi setelah memiliki buku terbaru beliau yang berisi 200 resep seputar JSR.

Sekilas tentang JSR


Saya pertama kali mengenal istilah JSR Ramadan tahun lalu. Saat itu banyak teman-teman saya dari kalangan blogger yang menulis postingan tentang JSR dan menyebut-nyebut nama dr. Zaidul Akbar. 

Belakangan baru saya ketahui, rupanya JSR adalah singkatan dari Jurus Sehat Rasulullah. Sebuah tren atau gaya hidup yang dipopulerkan oleh ustad lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Dipenogoro ini.

JSR yang dimaksud sebenarnya adalah thibbun nabawi yakni pengobatan ala nabi. Sebuah metode yang menjadikan agama sebagai tuntutan dalam kesehatan dan kehidupan.

Penerapan JSR ini tidak sulit dan tidak mahal. Siapa saja sebenarnya bisa menjalani gaya hidup sehat ala Rasulullah asalkan punya komitmen dan tekad yang kuat  dengan tujuan itu tadi, untuk meningkatkan ketaatan kita kepada Allah.

Berikut ini beberapa prinsip JSR ;

Halal dan Thayyib

Prinsip pertama dari JSR adalah makanan yang kita konsumsi tidak hanya halal, tetapi juga harus thayyib. Makanan yang halal itu belum tentu baik untuk tubuh kita lho.

Contohnya saja mie instan atau makanan kemasan lainnya yang mengandung bahan pengawet, pewarna buatan dan lain sebagainya. Berbagai jenis makanan yang masuk kategori fast food itu memang halal tetapi memiliki efek yang buruk.

Nah, thayyib yang dimaksud di sini adalah makanan halal yang tidak berdampak buruk bagi tubuh kita, termasuk ketika kita mengonsumi makanan secara berlebihan. Itu juga tidak baik. 

Menggunakan bahan-bahan alami yang ada di sekitar

Mengapa konsep JSR dianggap mudah dan murah, karena ini dia. Kita nggak perlu mengeluarkan banyak uang untuk membeli bahan makanan yang mewah karena sejatinya makanan yang sehat itu ada di sekitar kita.

Bahkan selalu tersedia di dapur rumah kita, seperti jahe, kunyit, lengkuas, serei, dan berbagai jenis rimpang lainnya. Termasuk biji-bijian, sayur-sayuran dan buah-buahan.

Semua bahan makanan alami yang lebih suka dr. Zaidul Akbar sebut sebagai produk ciptaan Allah itu memiliki khasiat yang luar biasa. Allah tidak mungkin menciptakan semua itu dengan sia-sia. Tinggal bagaimana kita mau mengubah pola pikir. 

UZA sempat menyinggung hal ini di acara launching buku kemarin dengan mengutip pernyataan Hippocrates "Let your food be your medicine, and your medicine be your food". 

Jadikan makananmu sebagai obat dan jadikan obatmu menjadi makananmu. Artinya apa?  Kita benar-benar harus memperhatikan pola makan kita.

Jangan makan hanya untuk sekadar memuaskan hawa nafsu dengan mengonsumsi makanan yang enak-enak saja, tetapi yang utama pikirkan kesehatan tubuh kita. 

Oh ya penjelasan mengenai bahan-bahan alami beserta khasiatnya bisa ditemukan di buku terbarunya ini.

Sehat untuk ibadah dan taat

Dalam bukunya ini, dr. Zaidul Akbar mengutip Sabda Rasulullah shallallaahu 'alaihi wassalam yang berbunyi : 

Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu yakni nikmat sehat dan waktu luang.

Ya, kesehatan adalah salah satu nikmat terbesar yang jarang sekali kita syukuri. Bahkan mungkin baru kita sadari luar biasanya nikmat sehat ketika tubuh dilanda penyakit.

Saat kita sakit pastinya kita akan kesulitan menjalankan ketaatan kepada Allah. Oleh sebab itu UZA menyinggung hal ini dalam bukunya, bahwa sudah seharusnya kita wajib menjaga kesehatan sebagai bentuk pertanggung jawaban kita terhadap Allah azza wa jalla selaku Pemberi amanah sehat (hal.3)

Pola hidup sehat sendiri sangat berkaitan erat dengan makanan yang kita konsumsi. Maka ini yang beliau tekankan, tujuan kita makan bukan untuk kenyang, tetapi untuk sehat. Karena hanya dalam keadaan sehat kita bisa memaksimalkan ketaatan kepada Allah dan bisa lebih leluasa beribadah.

Mengulas Buku Resep Sehat JSR


Sesuai judulnya, Buku Resep Sehat JSR adalah buku berisi kumpulan resep menyehatkan yang ditulis dan disusun langsung oleh dr. Zaidul Akbar.

Penggagas konsep JSR yang berasal dari Jambi ini adalah seorang dokter yang sudah sepuluh tahun lebih mendalami thibbun nabawi atau pengobatan berbasis syariat Islam.

Sebelum menuliskan buku ini, beliau sudah terlebih dahulu meluncurkan buku pertamanya yang berjudul Jurus Sehat Rasulullah. Lewat buku tersebut kita bisa memahami betapa pentingnya pengobatan yang sejalan dengan perintah Allah dan sunnah Rasul-Nya

Nah, di buku ini kita akan menemukan ratusan Resep Sehat JSR yang merupakan hasil dari riset yang UZA lakukan selama bertahun-tahun terhadap bahan-bahan yang berasal dari alam seperti jahe, kunyit, temulawak, lengkuas dan lain sebagainya. 

Dokter Zaidul Akbar sudah membuktikan bahwa bahan-bahan herbal yang ada di sekitar kita memiliki segudang khasiat, diantaranya menyehatkan dan dapat menyembuhkan penyakit.

Namun dalam pengantar bukunya, dr. Zaidul Akbar menyampaikan kepada pembaca bahwa 200 resep tersebut hanya ikhtiar kecil dari pengalaman dan setitik ilmu yang ia peroleh.  

Tidak ada jaminan kesembuhan apa pun dari ratusan resep yang beliau bagikan di buku ini. Resep-resep tersebut bisa jadi bermanfaat untuk satu orang, tetapi tidak berpengaruh bagi yang lainnya.

Spesifikasi Buku

Judul : Resep Sehat JSR
200 Resep Menyehatkan dr. Zaidul Akbar
Penulis : dr. Zaidul Akbar
Jenis cover : Hardcover
Ukuran cover : 14x21,1 cm
Bahan cover : Art Paper 150 gram
Ukuran isi : 13,5 x 20,5 cm
Jumlah halaman : xii + 524
Bahan isi : HVS 70 gram
ISBN : 978-623-95687-1-9
Penerbit : PT Sygma Media Inovasi
Cetakan pertama : Januari 2021
Harga : Rp. 249.000,-

Kemasan Buku


Saya merasa bersyukur dan bahagia sekali ketika buku Resep Sehat JSR akhirnya sampai di tangan saya. Meski baru diluncurkan, buku terbitan Sygma Media Inovasi ini ternyata sudah dicetak dari bulan Januari 2021.

Pertama kali bertemu dengan buku ini saya langsung takjub dengan sampul hard cover-nya yang menggunakan bahan art paper full colour sehingga sangat menarik secara visual. 

Seperti yang teman-teman lihat, cover depannya menampilkan gambar bahan-bahan alami yang full colour.

Di bagian tengahnya ada judul buku dan nama penulis buku yang dicetak dengan huruf timbul. Selain itu ada keterangan tambahan terkait judul, nama fotografer dan kutipan hadis yang bunyinya sesuai dengan tema buku ini.

Sedangkan pada sampul belakang tertera judul buku dan sinopsis yang cukup panjang. Kemudian ada juga logo dan nama penerbit, lengkap dengan informasi alamat, email, dan website. Sementara di bagian bawahnya tertera nomor ISB.

Terdapat pula pita pembatas yang memudahkan kita menandai bacaan atau resep yang ingin kita racik. 

Isi Buku


Tidak hanya kemasannya yang memukau. Ketika membuka buku ini saya merasa seperti membuka sebuah majalah. Pasalnya kertas yang digunakan tidak seperti buku pada umumnya. 

Buku berukuran A5 ini semakin menarik karena sepanjang membaca buku ini kita akan menemukan foto-foto ala food photography yang ciamik.

Rupanya semua foto yang ada dalam buku Resep JSR bukan fotokopian, melainkan hasil jepretan sang fotografer bernama Ismailiah Shara.

Buku yang tebalnya lebih dari 524 halaman ini sendiri terdiri atas 3 Bab, di luar pengantar penulis, daftar isi, daftar pustaka dan keterangan tentang penulis. 

Pada bab pertama kita akan menemukan bahasan tentang KITA DAN PENYAKIT, dimana dalam bab ini UAZ mengajak pembaca untuk mengetahui perbedaan antara sakit dan penyakit. 

Beliau juga memberitahukan cara agar penyakit tidak mendekat, yakni dengan menjalankan Tiga Sehat. Apa itu? Nah, Tiga Sehat yang dimaksud UZA di sini adalah hati yang sehat, raga yang sehat dan makanan yang sehat.

Kalau teman-teman penasaran dan bertanya-tanya mengapa yang namanya konsep JSR hanya menggunakan obat alami, bukan obat kimia atau kalian ingin tahu khasiat dari berbagai bahan alami, mulai dari bumbu dapur, buah-buahan, sayur mayur, kacang-kacangan hingga tumbuhan biasa yang luar biasa, jawabannya bisa ditemukan di bab kedua yang berjudul PENYAKIT DARI ALLAH, OBATNYA PUN DARI ALLAH.

Kalian juga dapat membaca penjelasan terkait air zamzam yang merupakan air terbaik di muka bumi, sebelum melangkah ke vab berikutnya.

Nah, di bab ke-3 inilah kita bisa mengintip 200 RESEP JSR DAN CARA MERACIKNYA. BAB ini pun terbagi atas beberapa subbab berdasarkan kategori penyakit, diantaranya  :
  • Infeksi dan alergi  (14 resep)
  • Sistem pencernaan  (12 resep)
  • Sistem Reproduksi  (6 resep)
  • Sistem Endokrin  (5 resep)
  • Sistem Saraf  (5 resep)
  • Sistem Pernapasan (5 Resep)
  • Sistem Rangka dan Otot  (4 resep)
  • Sistem Jantung dan Pembuluh Darah (3 resep)
  • Sistem Kekebalan Tubuh (2 resep)
  • Sistem Ekskresi dan Urinaria (2 resep)
  • Darah dan Gangguan darah (10 resep)
  • Lain-lain (10 resep)
Teman-teman yang mencoba hitung angka-angka di atas mungkin akan heran dan bertanya, kok jumlahnya semua cuma ada 70, katanya ada 200 resep?

Saya memang tidak sampai menghitung semua resep yang ada di buku ini untuk mencocokkan apakah benar di dalamnya terdapat 200 atau tidak, hehe. 

Namun yang perlu teman-teman ketahui, untuk satu resep yang ada di buku ini juga masih ada turunannya. Contoh nih, salah satu resep untuk  mengatasi penyakit yang berkaitan dengan Infeksi dan Alergi adalah resep amandel.

Kalau kita buka halamannya ternyata resep amandel ini masih terbagi lagi menjadi resep pertama dan resep kedua. Ada yang bahkan sampai lima resep untuk satu resep penyakit. Kemudian saya perhatikan juga memang rata-rata setiap resep itu bercabang. 

Praktik Resep Sehat JSR

Meracik minuman atau makanan dengan mengintip bahan dan car pembuatannya di buku resep tentu berbeda dengan melihat resep yang ada di youtube atau media sosial lainnya.

Kecanggihan teknologi zaman sekarang memang sangat memudahkan kita menemukan berbagai macam informasi, termasuk resep masakan. Namun tentu melihat resep di buku fisik seperti ini punya kesan dan kekhasan tersendiri.

Maka dengan hadirnya buku Resep Sehat JSR ini sungguh sangat memudahkan saya dalam meracik minuman dan makanan yang sehat untuk saya dan keluarga. 


Nah, ini salah satu resep favorit saya. Cara meraciknya mudah banget. Bahan yang dibutuhkan juga cuma kunyit, jahe, serei, jeruk nipis dan air panas.

Ramuan ini suka saya minum karena saya punya masalah keputihan dan kadang sering nyeri ketika mau datang haid. Namun rupanya satu resep ini juga memiliki khasiat yang berlimpah lho. 

Kalau teman-teman punya masalah terkait reproduksi, misal sering telat haid, atau darah yang keluar berlebih termasuk bila ingin menjalankan program hamil bisa ikhtiar dengan ini. 

Menariknya lagi rasa dari ramuan ini nggak eneg sama sekali, malah enak dan segar. Teman-teman bisa mengonsumsinya malam sebelum tidur karena khasiat dari ramuan ini dapat membersih rahim dan bagian dalam tubuh kita. 

Masih ingat kan penjelasan UZA saat mempraktikkan resep ini di acara grand launching awal Maret kemarin? :D

Sebenarnya masih banyak lagi resep lainnya yang sangat menarik, tetapi saya tidak mungkin mengulas semuanya satu per satu di sini, hehe. Atau kalau masih penasaran  teman-teman bisa nonton ulasan mengenai buku ini yang sudah saya posting juga di Channel Youtube saya.


So far, buat kalian yang ingin juga memperoleh manfaat dari buku ini bisa langsung saja pesan buku ini di Mitra Syaamil Quran terdekat dengan wilayah kalian atau bisa juga pesan online di marketplace.

Salam Sehat JSR

6 komentar untuk "Tentang Jurus Resep Sehat Rasulullah dan Ulas Buku Resep Sehat JSR"

  1. Sebuah pendekatan menarik sehat itu ibadah. Dan bener 3 sehat, raga yang sehat dan makanan yang sehat.Kita tinggal mempraktekkan

    BalasHapus
  2. Selama ini aku tidak terlalu memperhatikan pola hidup sehat. Pengin nih memulai menjalankan Tiga Sehat: hati yang sehat, raga yang sehat dan makanan yang sehat. Btw aku seringnya minum kunir asem, mau bikin juga ah minuman dari kunir, sereh dan jeruk nipis.

    BalasHapus
  3. Sebenarnya menjaga kesehatan dengan konsumsi rempah alami sudah turun temurun diwariskan eyang eyang kita. Hanya saja, semakin modern, kadang udah nggak ngikutin kebiasaan kebiasaan eyang eyang kita jaman dahulu. Bersyukur dengan adanya buku ini bisa membuat kita kembali pada kebiasaan kebiasaan baik mengkonsumsi pangan alami sebagai pencegahan penyakit dan menjaga kesehatan tubuh

    BalasHapus
  4. "Let your food be your medicine, and your medicine be your food".
    Jadikan makananmu sebagai obat dan jadikan obatmu menjadi makananmu.
    Sepakaatt bgt dengan quote ini.
    Apalagi jaman now, kita diserbu dengan aneka makanan yg enak di lidah tapi bikin badan (dan dompet!) acakadut yak

    BalasHapus
  5. Aku kebanyakan hibernasi, jadi baru tahu tentang JSR, Jurus Sehat Rasullah.
    Bahkan ada bukunya yang diproduksi secara premium ya.

    Aku juga tertarik ih dengan resep jahe, kunyit, serai, jeruk nipis ini.
    Boleh juga nih dieksekusi.

    Sebelumnya aku sering beli minuman hangat jahe, serai dan gula merah.
    Jahenya dibakar dulu biar wanginya lebih greget & meminimalkan rasa pahit.
    Begitu menurut literasi yang aku baca

    BalasHapus
  6. Eh kok sama ya yg difoto pas halaman itu kita. Hehehe.
    Resep untuk nyeri haid ini memang penting ya bagi perempuan

    BalasHapus

Berlangganan via Email