Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Mengelola THR Biar Tidak Cepat Boncos

THR sudah di depan mata. Yuk, simak ulasan mengenai tips mengelola THR biar tidak boncos berikut ini.

Tips mengelola THR biar tidak boncos

Salah satu hal yang paling dinanti para pekerja baik PNS, karyawan BUMN maupun swasta adalah cairnya Tunjangan Hari Raya atau yang lebih kita kenal dengan sebutan THR.

Umumnya uang THR dibagikan seminggu sebelum lebaran atau bisa lebih cepat. Dari berita yang saya baca THR tahun ini khusus untuk PNS, TNI, Polri akan disalurkan mulai dari H-10 hingga H-5 lebaran. Wah, artinya THR sudah di depan mata dong.

Kalau untuk karyawan swasta tergantung dari perusahaan tempat bekerja. Tapi biasanya juga bakal cair beberapa hari sebelum lebaran.

Duh, sudah nggak sabar nunggu THR suami cair, hehe.

Well, kalau THR-nya cair mau dipakai buat apa hayoo?

Seketika langsung terlintas di pikiran saya barang-barang yang pengen saya beli, terutama buat keperluan lebaran. Ya pokoknya kalau mengikuti hawa nafsu banyaklah barang yang pengen saya borong. 

Mulai dari baju lebaran, mukena baru, sarung baru, sendal baru hingga bahan-bahan untuk hidangan lebaran nanti.

Of course, sekali belanja untuk keperluan baju lebaran sekeluarga saja pastinya sudah cukup menguras uang THR, belum ditambah dengan keperluan lain.

Belum lagi kalau belanja di marketplace di hari-hari menjelang lebaran ini pastinya ada banyak diskon. Apalagi pas di tanggal dan bulan yang sama. Godaannya besar banget.
Kalau nggak kuat tahan jempol, bisa-bisa kita kalap berbelanja online dan ujung-ujungnya uang THR yang baru kita terima ludes tanpa sisa.

Uang THR memang perlu digunakan untuk keperluan lebaran, tetapi tidak mesti dihabiskan saat itu juga, kan? 

Nah, agar bonus tunjangan hari raya tidak sekadar numpang lewat, yuk kita bahas tips mengatur uang THR agar tidak boncos.

Tips Mengatur Uang THR 

Sebenarnya ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan uang THR agar tidak ludes begitu saja. Karena pada dasarnya mengatur THR sama seperti halnya mengelola gaji bulanan. Hanya momen dan skala prioritasnya saja yang berbeda.

THR hanya diterima pekerja sekali setahun, yakni menjelang hari raya atau lebaran. Itu pun tidak semua pekerja mendapat THR jadi bersyukurlah kita yang menerima bonus gaji sebelum lebaran. Oleh sebab itu kita perlu memanfaatkannya sebaik mungkin.

Berikut beberapa cara mengelola THR agar tidak boncos :

Prioritaskan Membayar Zakat dan sedekah

Selain puasa, ibadah lainnya yang wajib kita kerjakan di bulan ramadan tepatnya sebelum hari raya Idul Fitri adalah membayar zakat fitrah.

Pastikan kita sudah mengalokasikan dana sesuai dengan besaran zakat yang harus dikeluarkan.

Jika harta yang kita simpan lebih dari satu tahun dan telah mencapai nisabnya maka kita juga wajib membayar zakat maal. 

Agar THR yang kita peroleh semakin berkah maka kita juga perlu mengalokasikannya untuk sedekah. Nabi menganjurkan untuk memperbanyak bersedekah di bulan Ramadan karena pahalanya yang berlipat ganda. Jadi jangan sia-siakan momen penuh berkah ini.

Sisihkan untuk tabungan, investasi dan dana darurat

Nah, ini poin pentingnya kalau ingin THR tidak habis hanya untuk konsumtif saja, melainkan juga bisa menghasilkan dana produktif yang bisa berkembang nantinya.

Jangan tunggu sisa THR baru dialokasikan untuk tabungan, investasi maupun dana darurat. Sebaiknya dari awal memang kita sudah harus komitmen untuk menyisihkan sekitar 20-30% sesuai dengan kondisi keuangan kita.
 
Dengan adanya alokasi untuk masa depan ini tentunya uang THR kita nggak bakal ludes sia-sia. Kita jadi punya tambahan simpanan untuk tabungan renovasi rumah, dan berbagai kebutuhan lainnya di masa mendatang.

Jangan lupa bayar hutang

Satu lagi kewajiban yang tidak boleh kita lewatkan yakni membayar hutang. Sisihkan sekian persen dari dana THR kita untuk membayar cicilan seperti cicilan rumah, cicilan kendaraan maupun cicilab properti.

Tanpa hutang, hidup kita pastinya akan terasa lebih tenang dan tentram karena tidak ada tanggungan. Bebas dari hutang juga bisa membuat kita lebih fokus dalam memenuhi berbagai kebutuhan penting lainnya.

Oleh sebab itu selalu usahakan untuk segera membayar cicilan jika kita punya dana berlebih agar hutang kita bisa cepat lunas.

Penuhi Kebutuhan Lebaran

Selebihnya baru deh kamu bisa gunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan lebaran seperti beli baju baru, beli bahan untuk kue dan hidangan di hari raya, mengisi amplop untuk dibagi-bagikan ke keponakan dan lain sebagainya. 

Namun ingat, sesuaikan juga dengan kondisi keuangan kita ya. Kalau misalkan budget untuk kebutuhan lebaran ternyata tidak banyak ya kita nggak usah memaksakan diri untuk beli macam-macam.

Tidak dimungkiri pengeluaran menjelang lebaran biasa membengkak. Selama ramadan pun pasti pengeluaran kita lebih besar, kan?

Padahal kita sedang menjalani lebih besar tapi kenapa banyak uang yang keluar. Bukankah seharusnya kita bisa lebih hemat. 

Nah, itu dia masalahnya, karena kita sering mengikuti tradisi lebaran di Indonesia seperti berburu takjil setiap hari, beli baju baru untuk lebaran, termasuk menyediakan berbagai jenis kue dan hidangan di hari raya yang sudah pasti membutuhkan banyak pengeluaran.

Padahal kita tidak harus selalu beli takjil untuk berbuka, lebaran pun tidak mesti mengenakan baju baru. Pakai baju lama saja tak mengapa asal rapi dan tidak lusuh.

Kita juga nggak perlu malu jika di hari lebaran hanya menyediakan sedikit jenis kue dan makanan. Sebab yang terpenting adalah kita bisa menjamu tamu dengan baik walau dengan hidangan yang alakadarnya.

Intinya kembali lagi lihat kondisi keuangan kita. Jangan karena tuntutan lebaran harus begini dan begitu kita jadi boros sehingga budget yang sudah kita siapkan tidak cukup untuk belanja kebutuhan lebaran lalu kita khilaf dan mengambil pos-pos keuangan yang sudah kita sisihkan di awal tadi.

Jangan sampai hal tersebut terjadi ya. Ingat skala prioritas kita dan tetap komitmen dengan anggaran yang sudah kita alokasikan.

Tahan Godaan Belanja Online

Last but not least, hal yang tidak kalah penting dan harus mampu kita lawan bukan hanya menahan hawa nafsu tapi kita juga kudu banget menahan godaan terbesar yang datangnya dari e-commerce.

Ya, saat menjelang lebaran ini pasti banyak promo-promo yang diberikan oleh berbagai marketplace. Kalau tidak tahan godaannya ya bisa saja THR kita langsung ludes dalam sekejap.

Bukan berarti kita nggak boleh belanja online sama sekali. Boleh kok tapi pastikan sesuai dengan budget. Jangan gara-gara banyak diskon yang menggiurkan kita jadi kalap berbelanja.

Itulah lima tips untuk mengatur THR agar tidak  boncos. Oh ya sebelum mengakhiri postingan mungkin saya perlu terangkan sedikit mengenai istilah boncos.

Buat yang belum tahu, boncos adalah kata gaul yang juga merupakan lawan kata dari cuan, artinya apes atau tidak menghasilkan apa-apa. Kalau sudah tahu artinya berarti sudah paham kan maksud dari judul postingan ini. 

Biar THR kita sekadar numpang lewat atau langsung habis dalam sekejap. Begitu lho maksudnya.

Oke, semoga kita bisa bijak mengelola THR dan tetap semangat menjalankan ibadah puasa.

Salam,  

Posting Komentar untuk "Tips Mengelola THR Biar Tidak Cepat Boncos"

Berlangganan via Email