Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Yuk Ketahui Vitamin untuk Ibu Hamil di Trimester Ketiga

Apa saja vitamin untuk ibu hamil yang perlu dikonsumsi ketika kandungan memasuki trimester ketiga? Pertanyaan tersebut tentu akan terlintas di benak seorang ibu terutama yang baru merasakan kehamilan pertama kali.

Vitamin untuk ibu hamil di trimester ketiga

Sejak awal kehamilan ibu harus menjaga asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Pasalnya setiap makanan yang ibu konsumsi itupula yang diserap oleh janin.

Kurangnya asupan nutrisi selama kehamilan dapat menyebabkan berbagai macam risiko seperti bayi lahir dengan berat badan kurang (BBLR), tumbuh kembang anak terhambat bahkan bisa saja mengalami cacat bawaan lahir. 

Oleh sebab itu untuk menghindari hal buruk tersebut terjadi menjaga asupan nutrisi dan vitamin untuk ibu hamil sangatlah penting, terutama ketika kehamilan berada di trimester akhir.

Vitamin untuk Ibu Hamil di Trimester Ketiga

Sebenarnya menjaga asupan nutrisi dan vitamin sudah harus dilakukan sejak awal kehamilan. Namun tentu saja ibu harus lebih memperhatikan makanan yang ibu konsumsi pada trimester ketiga.

Pasalnya di usia kehamilan yang menginjak trimester ketiga janin berkembang dengan pesat, organ-organ tubuhnya pun mulai terbentuk dan berfungsi dengan baik. Bukan hanya itu di penghujung trimester kehamilan juga berat badan si jabang bayi bisa naik dengan cepat.

Maka dengan pesatnya perkembangan janin di trimester ini jelas ibu harus benar-benar mengontrol makanan yang ibu konsumsi.

Jangan sampai karena terlalu disibukkan dengan berbagai persiapan melahirkan seperti membeli perlengkapan si bayi, mencari tempat bersalin yang tepat dan lain sebagainya ibu malah mengabaikan masalah vitamin.

Lantas kira-kira vitamin apa sajakah yang bagus untuk ibu konsumsi di trimester ketiga. Yuk kita bahas!

Vitamin A

Salah satu vitamin yang wajib dikonsumsi saat usia kehamilan sudah masuk trimester ketiga adalah Vitamin A. Vitamin ini dibutuhkan untuk membantu proses perkembangan jantung, paru-paru, ginjal, mata, dan tulang janin. 

Bahkan setelah melahirkan pun vitamin A tetap diperlukan karena dapat membantu, menurunkan risiko terjadinya infeksi, memperkuat daya tahan tubuh, memperbaiki jaringan tubuh dan menjaga kesehatan penglihatan.

Kebutuhan ibu hamil terhadap vitamin A biasanya meningkat di trimester ini akibat bertambahnya volume darah dan pesatnya perkembangan janin.

Kekurangan vitamin A pada ibu hamil khususnya di trimester ketiga bisa berdampak buruk bagi kesehatan ibu dan janin seperti mengalami gangguan penglihatan dan  penurunan sistem imun.

Bahkan dalam kasus yang parah walau jarang terjadi namun kekurangan vitamin A juga dapat menyebabkan ibu berisiko mengalami keguguran, kebutaan dan juga rentan anemia zat besi lantaran ibu hamil yang kekurangan vitamin A cenderung memiliki kadar zat besi rendah.

Nah, agar tidak kekurangan asupan vitamin A, ibu dapat mengonsumsi berbagai makanan seperti  bayam, kangkung wortel, labu, brokoli, mangga serta berbagai jenis sayur dan buah berwarna hijau dan orange. Sedangkan dari jenis protein hewani bisa ibu dapatkan vitamin A dari ikan salmon, ikan tuna, hati sapi dan hati ayam.

Vitamin A juga dapat ibu peroleh dari produk olahan susu dan sereal yang sudah difortifikasi vitamin A, seperti susu sapi murni, susu tanpa lemak, susu dengan lemak serta sereal gandum.

Khusus untuk hati sapi dan ayam ini ibu dianjurkan hanya mengonsumsinya sedikit saja ya, jangan berlebihan karena bisa menyebabkan kelebihan vitamin A (hypervitaminosis A) yang justru berdampak buruk bagi janin.

Itu sebabnya ibu hamil tidak disarankan sembarang mengonsumsi suplemen vitamin A dan cukup mendapatkannya lansung dari berbagai makanan yang merupakan sumber vitamin A.

Vitamin B6

Berikutnya ibu membutuhkan vitamin B6 yang memiliki peranan tidak kalah penting dalam menjaga kesehatan dan menghindarkan ibu dari risiko mengalami komplikasi kehamilan.

Vitamin B6 memiliki sejumlah manfaat bagi ibu hamil diantaranya membantu perkembangan organ tubuh dan tumbuh kembang janin, menunjang perkembangan otak dan saraf, mencegah preeklempsia, mencegah bayi lahir dengan berat rendah serta menjaga kadar gula darah.

Banyak sekali manfaatnya ya, bahkan vitamin ini sudah dianjurkan untuk dikonsumsi ibu hamil sejak trimester pertama lho karena dapat membantu meredakan mual dan muntah.

Sumber makanan yang kaya vitamin B6 ini bisa ibu dapatkan dari jenis sayuran dan buah-buahan seperti pisang, semangka alpukat, bayam, kentang dan bawang. Ikan, daging dan hati sapi juga kaya vitamin B6.

Selain itu bisa menemukan vitamin B6 dari biji-bijan dan kacang-kacangan seperti biji bunga matahari, wijen, kacang tanah dan kacang mete.

Berbeda dengan vitamin A yang cukup diperoleh dari bervariasi makanan,  dokter biasanya akan memberikan suplemen vitamin B6 untuk ibu hamil yang mengalami mual parah atau sulit mendapatkan asupan vitamin ini dari makanan.

Vitamin D

Vitamin D termasuk nutrisi penting yang dibutuhkan oleh ibu hamil karena manfaatnya yang tidak sedikit. Seperti yang kita ketahui , vitamin D dapat diproduksi tubuh secara alami ketika terpapar sinar matahari atau dengan berjemur di pagi hari.

Ibu juga bisa mendapatkannya dari telur, hati sapi, susu, keju dan juga sereal yang sudah diperkaya vitamin D. 

Untuk kondisi tertentu vitamin ini juga dapat dipenuhi dengan minum suplemen vitamin D tetapi pastikan ibu sudah konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya ya.

Mendukung pertumbuhan tulang dan gigi, mengurangi risiko preeklempsia, mencegah bayi lahir dengan berat badan rendah serta mengurangi diabetes gestasional (kondisi dimana kadar gula darah di dalam tubuh meningkat terlalu tinggi) adalah sejumlah manfaat vitamin D untuk ibu hamil.

Karena khasiatnya yang sangat penting untuk kesehatan ibu dan janin pastikan ibu memenuhi asupan vitamin D selama hamil, minimal 600 IU perhari sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan.

Asam Folat

Ibu tentu tidak asing lagi dengan asam folat karena sejak awal kehamilan sudah dianjurkan untuk memenuhi asupan ini. Asam folat memang memiliki peran yang sangat vital untuk ibu hamil pada trimester pertama agar terhindar dari risiko janin mengalami kelainan atau cacat tabung saraf.

Meski demikian asam folat tetap dibutuhkan di trimester ketiga. Bahkan kebutuhan asupan nutrisi ini sejak masuk trimester dua sampai akhir trimester ketiga lebih besar daripada di trimester awal lho yaitu sekitar 600 mcg perhari.

Selain mencegah cacat tabung saraf, dengan memenuhi asupan asam folat ibu juga akan terhindar  dari risiko mengalami komplikasi kehamilan, seperti preeklampsia yang dapat menyebabkan kematian, anemia dan keguguran.

Asam folat bisa ibu dapatkan dari brokoli, bayam, alpukat, papaya, jeruk, kentang dan kacang-kacangan, telur dan sapi serta sereal dan susu yang sudah difortifikasi.

Kalsium

Semua orang membutuhkan asupan kalsium yang cukup. Namun pada ibu hamil kalsium juga masuk dalam asupan yang harus menjadi prioritas karena manfaatnya yang besar untuk kesehatan ibu dan janin yang dikandung.

Seperti yang diketahui, kalsium sangat berperan dalam pertumbuhan tulang dan gigi janin. Selain itu kalsium juga dapat membantu perkembangan jantung, saraf dan otot janin dengan baik. 

Kekurangan asupan kalsium bisa menimbulkan berbagai komplikasi kehamilan seperti perkembangan janin terhambat, bayi lahir dengan berat badan rendah serta ibu berisiko mengalami hipertensi dan preeklempsia.

Ibu hamil yang  kekurangan vitamin D juga rentan mengalami osteoporosis di kemudian hari. 

Hal tersebut terjadi karena bila ibu kekurangan kalsium saat mengandung maka kebutuhan kalsium untuk janin diambil dari tulang ibu.  Untuk itu pastikan ibu jangan sampai kekurangan asupan kalsium ya. Adapun banyaknya asupan kalsium yang harus ibu penuhi adalah 1000 mg per hari. 

Untuk itu ibu harus rajin mengonsumsi susu yang merupakan sumber kalsium terbaik. Namun jika ibu alergi susu atau intoleransi laktosa bisa mendapatkannya langsung dari berbagai makanan tinggi kalsium seperti brokoli, pokcoy, udang, biji wijen, kacang almond dan buncis.

Sebagai alternatif ibu juga bisa memilih susu yang dihasilkan dari kacang-kacangan seperti susu almond dan susu keledai. Selain itu ibu dapat mengonsumsi berbagai produk instan yang sudah diperkaya dengan kalsium seperti sereal, roti dan oatmeal untuk memenuhi asupan ini.

Tentunya ibu juga bisa mengonsumsi suplemen yang mengandung kalsium. Namun untuk dosisnya sesuaikan dengan anjuran dokter ya. Jangan sampai asupan kalsium yang ibu konsumsi berlebihan karena efeknya justru tidak baik bagi kesehatan.

Zat Besi

Kebutuhan ibu terhadap zat besi saat hamil tentu lebih banyak atau bahkan bisa lebih dari dua kali lipat dibanding sebelum hamil. Hal tersebut dikarenakan tubuh menggunakan zat besi ibu untuk membentuk sel darah merah pada janin.

Itu sebabnya ibu perlu juga memprioritaskan asupan zat besi. Pasalnya jika kekurangan zat besi ibu hamil akan rentan mengalami anemia yang berujung pada meningkatnya risiko kematian.

Tidak hanya itu, ibu yang mengalami defisiensi zat besi berisiko mengalami keguguran dan melahirkan bayi prematur atau bayi dengan berat lahir rendah.

Sebaliknya jika asupan zat besi terpenuhi maka Ibu akan terhindar dari anemia sehingga terhindar pula dari risiko mengalami keguguran serta melahirkan bayi prematur dan BBLR. 

Zat besi juga berperan dalam membantu menjaga daya tahan tubuh ibu hamil serta mendukung proses tumbuh kembang janin. Maka agar dapat memenuhi asupan ini pastikan ibu mengonsumsi makanan yang kaya zat besi. 

Dokter sendiri biasanya menganjurkan ibu hamil mengonsumsi zat besi paling tidak 27 mg dan tidak lebih dari 45 mg per hari. Ibu bisa mendapatkan kebutuhan zat besi dari mengonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, hingga daging dan ikan. 

Oh ya terdapat dua jenis zat besi yaitu  zat besi heme yang dapat diserap oleh tubuh dengan lebih mudah. Jenis zat besi ini bersumber dari hewani. Sedangkan jenis satunya lagi berasal dari sumber nabati yaitu zat besi nonheme.

Nah, untuk membantu tubuh ibu dalam menyerap zat besi nonheme lebih optimal jangan lupa untuk penuhi kebutuhan  vitamin C juga.

Suplemen zat besi juga dapat menjadi pilihan ibu untuk memenuhi asupan zat besi harian. Namun pada beberapa ibu hamil, suplemen zat besi dapat menyebabkan mual, muntah, konstipasi atau diare. Oleh karenanya sebelum minum suplemen zat besi sebaiknya ibu konsultasikan dulu dengan dokter kandungan ya.

Itu dia beberapa jenis vitamin untuk ibu hamil yang wajib ibu penuhi di trimester ketiga. Untuk mengoptimalkan nutrisi kehamilan menjelang hari persalinan yang semakin dekat ibu juga dapat mengonsumsi suplemen Herba ASIMOR.

Suplemen yang mudah dan praktis dikonsumsi ini mengandung ekstrak herbal katuk (Sauropus androgynus) & torbangun (Coleus amboinicus Lour) 300 mg, dan fraksi ikan gabus (Channa striata) 30 mg. 

Dari kandungannya jelas ibu bisa tebak dong khasiat dari Herba ASIMOR apa saja? Yap dengan mengonsumsi Herba ASIMOR berarti ibu sudah melakukan hal yang tepat untuk persiapan #KawalAwal pemberian ASI untuk si kecil.

Penutup

Nah, sekarang sudah tahu kan asupan vitamin apa saja yang wajib ibu penuhi selama menjalani kehamilan khususnya di trimester ketiga.

Pastikan ibu dapat memenuhi kebutuhan akan asupan Vitamin A, Vitamin B6, Vitamin C, Vitamin , asam folat, kalsium dan zat besi baik dengan mengonsumsi makanan yang  bergizi maupun minum suplemen yang direkomendasikan oleh dokter kandungan.

Selain asupan vitamin untuk ibu hamil tersebut ibu juga bisa mulai mengonsumsi suplemen seperti Herba Asimor dari trimester ketiga agar lebih siap memasuki masa menyusui paska melahirkan nanti.

Yuk tetap jaga kesehatan dan semoga informasi yang saya bagikan di sini bermanfaat dan menginspirasi ibu untuk lebih semangat dalam menjalani kehamilan dengan sehat.

Salam hangat,


Posting Komentar untuk " Yuk Ketahui Vitamin untuk Ibu Hamil di Trimester Ketiga"

Berlangganan via Email