Plus Minus Beli Rumah Bekas, Wajib Tahu Nih!

Memiliki hunian pribadi merupakan impian semua orang. Namun untuk memenuhi kebutuhan primer yang satu ini tentu tidak mudah mengingat semakin ke sini harga rumah kian melambung tinggi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Acara Securitization Summit 2022 di Jakarta mengemukakan bahwa masyarakat akan semakin sulit memiliki rumah di tengah tren kenaikan suku bunga acuan.

Dilansir dari situs CNBC Indonesia, suku bunga acuan di beberapa negara mulai mengalami kenaikan, sejalan dengan meningkatnya inflasi, yang pada akhirnya akan berdampak terhadap tingginya suku bunga di sektor perumahan.

Ditambah lagi dampak pandemi COVID-19 telah membuat sejumlah bank mulai memperketat persyaratan kredit. Lantas benarkan generasi muda akan semakin sulit membeli rumah?

Memang benar pendapat Sri Mulyani, harga rumah tiap tahun semakin naik namun beliau tidak memperhitungkan rumah second yang justru dijual lebih murah di pasaran.

Jadi sebenarnya kamu tidak perlu khawatir, walaupun sulit, mewujudkan impian untuk memiliki hunian bukanlah hal yang mustahil. Pasalnya jika tidak sanggup memiliki rumah baru, kamu masih bisa mempertimbangkan untuk membeli rumah bekas.

Plus Minus Membeli Rumah Bekas Ketimbang Rumah Baru

Plus Minus Beli Rumah Bekas

Membeli rumah bekas kerap menjadi alternatif bagi orang-orang yang sudah tidak sabar ingin segera memiliki hunian sendiri.

Sebenarnya tidak ada salahnya juga sih membeli rumah bekas. Toh selain kekurangan, ada pula kelebihan rumah bekas dibanding membeli rumah baru atau membangun rumah, terutama jika dilihat dari segi harga.

Namun sebelum mengambil keputusan membeli rumah bekas, sebaiknya kamu pertimbangkan dulu untung ruginya berikut ini :

Keuntungan beli rumah bekas

Keuntungan beli rumah bekas

Apa saja kelebihan rumah bekas dibanding rumah baru? Yuk kita intip!

Harga relatif lebih murah

Tidak dimungkiri masalah biaya seringkali menjadi kendala terbesar bagi orang-orang yang ingin segera memiliki rumah. Padahal budget mereka sebenarnya sudah ada hanya saja nominalnya tidak cukup untuk memiliki rumah baru.

Itulah sebabnya mereka yang terkendala urusan budget akhirnya lebih memilih beli rumah bekas karena harganya yang miring. 

Apalagi jika si pemilik properti dalam keadaan terdesak membutuhkan uang saat itu. Pasti rumahnya akan dijual murah agar cepat laku.

Seperti pengalaman orang tua saya yang beberapa waktu lalu beruntung bisa dapat rumah bekas dengan harga yang jauh lebih murah dari harga pasar.

Padahal sebenarnya rumah tersebut masih bisa dijual dengan harga lebih tinggi karena belum lama dihuni namun karena si pemilik sangat terdesak membutuhkan uang sehingga rumah tersebut dijual dengan harga rendah.

Harga masih dapat dinegosiasi

Selain mendapatkan rumah dengan harga yang relatif lebih murah, kamu juga masih bisa melakukan negosiasi lho. Terlebih jika kamu membeli rumah bekas langsung dari tangan pertama tanpa menggunakan jasa developer.

Tentunya harga rumah bekas bisa berubah menjadi lebih murah lagi setelah kamu negosiasikan dengan si pemilik.

Misalnya terkait kondisi rumah bekas yang ternyata ada beberapa kerusakan. Untuk itu kamu harus benar-benar teliti saat mengecek kondisi rumah.

Nantinya kekurangan pada bangunan tersebut bisa kamu jadikan sebagai alasan untuk meminta si pemilik mengurangi harga rumah.

Berada di lokasi strategis

Siapa sih yang nggak ingin tinggal di lokasi yang mudah diakses? Sayangnya zaman sekarang sangat sulit menemukan rumah di lokasi strategis, apalagi di perkotaan yang kini semakin padat dengan bangunan-bangunan.

Namun ini juga yang menjadi keunggulan rumah bekas. Beda halnya dengan rumah baru yang kebanyakan dibangun di pinggiran kota, rata-rata lokasi rumah bekas berada di kawasan yang strategis.

Itu artinya dengan memilih rumah bekas kamu memiliki peluang besar untuk tinggal di hunian yang dekat dengan tempat publik. 

Surat-surat lengkap

Termasuk hal yang cukup ribet saat membeli rumah adalah proses mengurus surat-suratnya. 
Namun keribetan tersebut tentu tidak akan kamu rasakan saat membeli rumah bekas karena surat-suratnya sudah lengkap.

Si pemilik rumah pastinya sudah mengantongi surat-surat tersebut. Mulai dari sertifikat hingga Izin Mendirikan Bangunan (IMB), sehingga kamu tidak perlu repot-repot lagi mengurus.

Kalau pun ada yang harus kamu urus, paling hanya yang berkaitan dengan proses jual beli itu sendiri dan pengalihan pemilik.

Kendati demikian kamu tetap perlu teliti dan berhati-hati ya. Pastikan kamu sudah mengecek terlebih dahulu kelengkapan surat-surat tersebut demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti penipuan.

Itu dia beberapa kelebihan membeli rumah bekas. Selain harganya yang relatif murah, rumah bekas juga memiliki keuntungan lainnya yang sangat patut kamu pertimbangkan.

Kerugian beli rumah bekas

Kerugian beli rumah bekas

Membeli rumah lama pun tidak lepas dari berbagai kekurangan. Sekarang kita lihat yuk kerugian membeli rumah bekas. Kira-kira apa saja?

Desain rumah ketinggalan zaman

Kebanyakan rumah bekas merupakan bangunan tua dengan desain yang kuno. Itu karena bentuk rumah bekas mengikuti tren desain yang ada pada saat dibangun. Jauh berbeda dengan tren desain rumah modern.

Sebenarnya, jika menyukai rumah tipe klasik kamu tidak akan masalah dengan poin ini. Namun jika tertarik dengan rumah bergaya modern, desain rumah bekas yang ketinggalan zaman ini jelas merupakan kekurangan.

Minusnya lagi kamu tidak bisa mengubah bentuk rumah tersebut kecuali dengan melakukan renovasi besar-besaran yang jelas membutuhkan biaya tidak sedikit.

Butuh perawatan ekstra dan renovasi

Namanya juga rumah bekas, apalagi sudah berumur. Kualitasnya tentu tidak sama dengan rumah baru. Kamu mungkin akan menemukan rumah second dengan cat yang memudar, dinding yang mulai rapuh, kusen yang sudah keropos atau beberapa kerusakan di sana sini.

Kondisi rumah bekas yang tidak sempurna ini membutuhkan perawatan ekstra maupun renovasi. Itu artinya kamu juga harus menyiapkan anggaran untuk biaya perawatan dan perbaikan rumah.

Harus hati-hati dan teliti dalam memilih rumah

Tidak seperti membeli rumah baru, kamu dituntut harus ekstra hati-hati dan teliti jika ingin membeli hunian bekas. Pasalnya di luar sana ada banyak kasus penipuan berkedok jual beli rumah bekas. Jika tidak hati-hati kamu bisa saja tertipu.

Selain itu kamu juga harus mempelajari riwayat rumah dengan cermat. Perhatikan sedetail mungkin kondisi rumah, termasuk melihat bagian mana saja yang butuh renovasi dan perawatan ekstra.

Jangan sampai dana yang kamu keluarkan untuk beli hunian bekas plus renovasi dan perawatannya menyamai atau bahkan lebih besar dibanding beli rumah baru. 

Karena itu sebelum memutuskan membeli hunian bekas sebaiknya kamu kalkulasikan terlebih dahulu kerusakan pada rumah yang butuh renovasi sekaligus perkiraan biaya lain yang diperlukan sehingga kamu dapat mengetahui keuntungan dari membeli hunian tersebut.

Itu dia plus minus beli rumah bekas yang bisa jadi bahan pertimbangan buat kamu. Jadi bagaimana? Membeli rumah second cukup menguntungkan, bukan?

Hitung Simulasi Kredit dengan Mortgage Calculator

Sebenarnya beli rumah bekas itu untung-untungan lho. Untung kalau dapat rumah bekas yang kondisinya masih bagus alis minim kerusakan dan pemiliknya dalam keadaan terdesak membutuhkan uang. 

Dijamin si pemilik tersebut pasti akan menjual rumahnya di bawah harga pasar. Namun rata-rata hunian second memang dibrandol dengan harga yang lebih murah dibanding rumah baru.

Eh tapi walau harganya lebih murah, tabungan masih belum cukup nih, gimana dong? 

Eits tenang. Kalau belum sanggup beli rumah bekas secara tunai, mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah langkah yang bisa kamu pilih.

Namun sebelum mengajukan KPR, pastikan kamu sudah memiliki persiapan yang matang ya, terutama menyangkut finansial. 

Pasalnya, dengan mengikuti program KPR kamu akan terikat angsuran selama beberapa tahun ke depan, lamanya sesuai dengan pilihan tenor yang kamu ambil.

Umumnya, besarnya angsuran rumah yang diperbolehkan bank maksimal 30% dari penghasilan tetap, di luar tagihan lainnya.

Selain itu KPR rumah bekas memiliki aturan kewajiban untuk membayar DP rumah tersebut minimal 5% yang harus kamu bayarkan kepada penjual atau pemilik rumah sebelumnya. Jadi pastikan dana kamu mencukupi untuk mengangsur KPR tersebut.

Nah, untuk memastikannya kamu nggak perlu bingung dan khawatir karena ada Kalkulator Pinjaman yang bisa kamu gunakan untuk menghitung simulasi angsuran.

For your information, kalkulator ini awalnya dibuat untuk pasar Inggris tetapi bisa juga kok digunakan di berbagai wilayah lainnya termasuk Indonesia karena dimana-mana perhitungan terkait angsuran atau KPR hampir sama semua. Hanya nilai mata uang dan harga rumah saja yang membedakan. 

Namun itu bukan masalah, karena tinggal konversi saja kursnya ke rupiah kemudian sesuaikan dengan harga rumah di Indonesia.

Mortgage calculator

Kalkulator hipotek ini juga memiliki fitur keterjangkauan yang dapat kamu akses lewat laman mortgagecalculator.uk/affordability/. Fitur ini dapat membantu menentukan seberapa besar kemampuan finansial kamu untuk membayar angsuran berdasarkan penghasilan.



Cara menggunakannya pun mudah. Cukup masukkan data penghasilan kamu pada kolom yang tersedia. Kamu juga bisa input gaji pasangan jika berencana membayar cicilan bersama.

Setelah itu akan muncul kualifikasi hipotek yang memberikan gambaran mengenai kondisi finansial ketika ingin mengajukan KPR rumah bekas sehingga kamu dapat menentukan langkah pembayaran terbaik. 

Penutup

Banyak hal yang memang perlu dipertimbangkan saat memilih rumah. Termasuk ketika ingin membeli hunian second. Jangan hanya melihat satu sisi saja karena seperti halnya rumah baru, rumah bekas juga punya kelebihan dan kekurangan. Kamu bebas memilih sesuai prefrensi dan kondisi finansialmu. 

Kalau pun belum mampu membeli rumah bekas secara cash, kamu bisa mempertimbangkan untuk mengajukan KPR namun sebelum itu pastikan kamu sudah mengukur kemampuanmu terlebih dahulu ya dengan menggunakan kalkulator simulasi kredit.

Sekian, semoga artikel ini bermanfaat dan selamat berburu rumah impianmu.

1 komentar untuk "Plus Minus Beli Rumah Bekas, Wajib Tahu Nih!"

Comment Author Avatar
Bener mba, kalo beli rumah bekas kebanyakan pasti diancurin lagi, trus renov baru. Makanya pembeli hrs perhitungan biaya demolish nya, karena itu ga mungkin ga butuh biaya 😁. Aku dan suami sempet pengen beli rumah baru, tapi kok ya lokasinya ampuuuun jauh semua, kasian suami pergi pulang ke kantornya jadi jauh, capek di jalan mba.

Akhirnya kami putusin ttp di rumah lama, walo kecil, tapi at least pusat kota, Deket kemana2. Jadi rencana beli ntr dulu deh 😅. Lah ini sempet mau jual rumah yg diwarisin ortu, tapi masih belum laku. Lagi susah juga kan jual rumah ini. Kayaknya ekonomi memang belum balik banget sih, jadi penjualan properti juga masih sepi.

Cuma Krn kami belum butuh juga uangnya, jadi ya ga mau buru2 dengan jual murah. Santai aja jualnya. Soalnya mau dipertahanan juga ada biaya maintenance kan. Kalo ga ditinggalin ya mending jual atau sewa.

Buat pembeli, memang perlu bgt tahu kemampuan dia dalam keuangan, mampu atau ga kalo ambil KPR. Jgn sampe udah ngambil, eh ternyata bunga bank naik, dan kalo pake rate floating, ikutan naik deh cicilan.

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

Note :

Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.