Jangan Asal Pesan! Ini Perbedaan Nasi Kapau dan Nasi Padang yang Sering Dikira Sama
Salah satu kuliner khas Sumatera Barat yang popularitasnya sudah mendunia adalah nasi Padang. Rasanya gurih, kaya bumbu, dan mudah ditemukan di berbagai kota, membuatnya jadi favorit banyak orang.
Namun, di balik ketenaran nasi Padang, ada pula sajian Minang lain yang tak kalah legendaris, yakni nasi Kapau.
Sekilas keduanya terlihat mirip, sama-sama menyajikan nasi pera dengan lauk berlimpah rempah. Tapi eits jangan salah, meskipun berasal dari latar budaya yang serupa, nasi Kapau dan nasi padang memiliki ciri khas masing-masing.
Nasi Kapau adalah kuliner khas dari Nagari Kapau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang menu khas, cara penyajian dan cara memesannya berbeda dengan Nasi Padang.
Untuk lebih jelasnya yuk kita bahasa perbedaannya satu per satu. Namun sebelum itu mari kita cari tahu dulu asal usul Nasi Kapau.
Asal Usul Munculnya Nasi Kapau
Gambar : instagram.com/arie.mr
Menelusuri jejak sejarahnya, nasi Kapau dipercaya muncul sekitar abad ke-19. Walau tak ada catatan pasti tentang tahun kemunculannya, kisah di balik lahirnya kuliner ini cukup menginspirasi.
Kehadirannya merupakan wujud ketangguhan para perempuan di Nagari Kapau yang berjuang mencari nafkah saat para suami merantau ke luar kampung.
Awalnya, para perempuan tersebut hanya berjualan di Pasar Bawah, Bukittinggi. Namun, cita rasa nasi Kapau yang kaya rempah membuatnya cepat merebut hati banyak orang.
Dalam waktu singkat, hidangan ini menjadi salah satu kuliner paling diminati di Sumatera Barat dan bahkan menginspirasi lahirnya menu-menu khas Minang lainnya. Yup, termasuk nasi Padang.
Tak heran bila masyarakat Minang kerap menyebut nasi Kapau sebagai racikan orisinal yang autentik, lahir lebih dulu sebelum popularitas nasi Padang menanjak.
Kini, warung nasi Kapau tak lagi terbatas di Bukittinggi. Kelezatannya sudah merambah berbagai kota besar di Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, hingga Tangerang, membawa cita rasa Tanah Minang ke lidah para pecinta kuliner di perantauan.
Nah, meskipun sama-sama lahir dari tradisi kuliner Minang, nasi Kapau dan nasi Padang sebenarnya punya perbedaan yang cukup menonjol.
Mirip tapi Tak Sama, Ini Beda Nasi Kapau dan Nasi Padang
Gambar instagram.com/rmdutaminang
Dua nama besar dalam kuliner Minang yang sering disamakan adalah nasi Kapau dan nasi Padang. Keduanya sama-sama terkenal akan racikan rempah yang kaya, tapi ternyata punya keunikan masing-masing. Yuk, kita lihat apa saja perbedaan keduanya!
Asal Daerah
Seperti yang sudah disinggung di atas, Nasi Kapau berasal dari Tanah Minang tepatnya di Nagari Kapau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.Nah, di Nagari Kapau keaslian adalah harga mati. Ada aturan tak tertulis, penjual nasi Kapau harus berasal dari kampung Kapau sendiri, bukan dari luar.
Itu sebabnya jumlah rumah makan Kapau jauh lebih sedikit ketimbang rumah makan Padang. Tapi
Nagari Kapau sendiri terdiri dari 12 kampung, antara lain Ladang Laweh, Koto Panalo, Parak Maru, Pandan Banyak, Dangkek Paninjauan, Induriang, Koto Panjang, Cingkariang, Koto Panjang Hilir, Korong Tabik, Padang Cantiang, dan Koto Panjang Mudiak.
Nasi Padang sendiri berasal dari Padang, Ibukota Sumatera Barat namun untuk membuka usaha ini tidak dikhususkan untuk orang Padang saja. Siapa saja dari suku Minang bisa menjalankan Rumah Makan Padang.
Menu Khas
Perbedaan selanjutnya bisa dilihat dari menu khas yang disajikan. Contohnya seperti gulai nangka di warung nasi Kapau, kuahnya cenderung kuning dan tidak terlalu kental, berbeda dengan gulai nangka ala nasi Padang yang biasanya lebih pekat dan berwarna kemerahan.Pilihan menu lauknya di rumah makan nasi Kapau pun cukup unik. Beberapa yang wajib dicoba antara lain:
Gambar : instagram.com/saribundosolo
- Gulai tambusu, usus sapi berisi campuran tahu dan telur yang gurih.
- Rendang ayam dan rendang daka-daka yaitu rendang berbahan ubi jalar.
- Gulai ikan mas bertelur, cita rasa laut yang berpadu rempah.
- Dendeng kering balado, daging tipis renyah dengan sambal merah pedas.
Gambar : instagram.com/saribundosoloSementara itu, rumah makan nasi Padang punya deretan menu populer yang sudah akrab di lidah banyak orang, seperti :
- Ayam pop, ayam rebus yang lembut lalu digoreng sebentar.
- Ayam bakar dan ayam goreng lado mudo (cabai hijau).
- Gulai kepala kakap, kaya kuah santan dan rempah.
- Rendang daging sapi gulai tunjang (kikil sapi)
Sementara nasi Padang tetap unggul dalam menu yang sudah mendunia seperti rendang dan ayam pop.
Keduanya sama-sama kaya rempah, tetapi masing-masing menyimpan karakter rasa yang unik bagi para pecinta kuliner Minang.
Cara Penyajian
Di warung nasi Kapau, aneka lauk ditata dalam panci-panci besar yang ditumpuk tinggi, hingga terlihat seperti gunungan hidangan.Pembeli bisa langsung melihat pilihan menu dan menunjuk lauk yang diinginkan.
Berbeda dengan itu, rumah makan nasi Padang menata menu lauknya lebih rapi dan teratur di piring-piring kecil.
Ketika kita duduk, pelayan biasanya langsung membawa aneka piring kecil berisi lauk tersebut ke meja meskipun kita belum tentu memesan semuanya.
Kita cukup mengambil lauk yang disukai, lalu hanya membayar apa yang kita santap.
Cara ini membuat pengalaman makan nasi Padang terasa khas dan praktis, sementara nasi Kapau memberi sensasi memilih langsung seperti prasmanan.
Cara Pemesanan
Terakhir, kita juga bisa melihat perbedaannya dari cara pembeli memesan makanan khas Minang ini.Di rumah makan nasi Padang ada dua konsep umum:
- Pesan langsung, pembeli memilih lauk di etalase dan pramusaji menyiapkannya di piring.
- Hidang, berbagai lauk disajikan langsung di meja, dan pembeli hanya membayar yang disantap.
Penjual akan mengambil lauk menggunakan sendok bertangkai panjang khas Kapau sebelum menyajikannya.
Perbedaan cara pemesanan inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi kedua kuliner khas Minang tersebut.
Nasi Padang menawarkan dua konsep yang sama-sama praktis, pesan langsung dan hidang. Sementara nasi Kapau menghadirkan sensasi memilih lauk sendiri layaknya prasmanan tradisional dengan sentuhan khas sendok panjang yang ikonik.
Gimana? Sampai di sini sudah tahu kan bedanya Nasi Kapau dan Nasi Padang. Nah, kalau mau makan Nasi Padang gampang, karena rumah makannya ada dimana-mana.
Tapi kalau Nasi Kepau, kudu cari kemana ya? Masa harus terbang ke Bukit Tinggi? Tenang, saya ada kabar baik nih, khususnya buat warga Tangerang.
Tapi kalau Nasi Kepau, kudu cari kemana ya? Masa harus terbang ke Bukit Tinggi? Tenang, saya ada kabar baik nih, khususnya buat warga Tangerang.
Nikmati Nasi Kapau Salero Denai dari Summarecon Tangerang
Gambar : Local Guide Gusfi Rinaldiyanto
Yup. Kabar baiknya buat kamu warga Tangerang dan sekitarnya, tak perlu jauh-jauh ke Bukittinggi untuk merasakan kelezatan khas Nagari Kapau. Cukup datang ke RM Salero Denai yang berlokasi di dalam kawasan Summarecon Tangerang
Kamu sudah bisa mencicipi cita rasa Minang yang autentik tanpa harus meninggalkan kota. Di sana, beragam menu nasi Kapau disajikan dengan racikan rempah pilihan dan bumbu khas Minang yang kaya rasa.
Setiap suapan menghadirkan pengalaman kuliner yang otentik,benar-benar memanjakan lidah dan membuat rindu untuk kembali.
Keistimewaan kawasan Summarecon Tangerang tak berhenti pada sajian kulinernya. Lingkungan hunian ini juga dilengkapi berbagai fasilitas yang membuatnya nyaman sekaligus menarik untuk dikunjungi, di antaranya:
Lokasi strategis, hanya sekitar 200 meter (2 menit) dari Akses Tol Bitung, Tol Jakarta–Tangerang, memudahkan mobilitas harian, terutama bagi yang kerap bepergian ke Jakarta.
Memiliki enam danau besar yang menjadi tempat favorit untuk jogging, piknik, atau sekadar bersantai menikmati suasana.
Yup. Kabar baiknya buat kamu warga Tangerang dan sekitarnya, tak perlu jauh-jauh ke Bukittinggi untuk merasakan kelezatan khas Nagari Kapau. Cukup datang ke RM Salero Denai yang berlokasi di dalam kawasan Summarecon Tangerang
Kamu sudah bisa mencicipi cita rasa Minang yang autentik tanpa harus meninggalkan kota. Di sana, beragam menu nasi Kapau disajikan dengan racikan rempah pilihan dan bumbu khas Minang yang kaya rasa.
Setiap suapan menghadirkan pengalaman kuliner yang otentik,benar-benar memanjakan lidah dan membuat rindu untuk kembali.
Keistimewaan kawasan Summarecon Tangerang tak berhenti pada sajian kulinernya. Lingkungan hunian ini juga dilengkapi berbagai fasilitas yang membuatnya nyaman sekaligus menarik untuk dikunjungi, di antaranya:
Lokasi strategis, hanya sekitar 200 meter (2 menit) dari Akses Tol Bitung, Tol Jakarta–Tangerang, memudahkan mobilitas harian, terutama bagi yang kerap bepergian ke Jakarta.
Memiliki enam danau besar yang menjadi tempat favorit untuk jogging, piknik, atau sekadar bersantai menikmati suasana.
Mengusung konsep walkable township, jadi bisa leluasa berjalan kaki atau bersepeda tanpa harus selalu mengandalkan kendaraan.
Hanya sekitar 15 menit dari Summarecon Serpong, pas banget nih buat kamu yang diya berbelanja atau ingin sekadar menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan.
Jadi, tunggu apa lagi? Nikmati sensasi nasi Kapau asli di RM Salero Denai Summarecon Tangerang, lalu luangkan waktu untuk menjelajahi fasilitas kawasan yang modern dan nyaman ini.
Siapa tahu kunjungan kuliner kamu justru menjadi langkah awal menemukan hunian impian di Summarecon Tangerang!




Posting Komentar untuk "Jangan Asal Pesan! Ini Perbedaan Nasi Kapau dan Nasi Padang yang Sering Dikira Sama "
Posting Komentar
Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)
Note :
Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.