Cara Gampang Ganti Faskes 1, Tidak Perlu Ke Kantor BPJS

By Siska Dwyta - Sunday, January 27, 2019


Beberapa waktu lalu saya mengikuti survey di insta story IG @urbanmama tentang biaya melahirkan. Tadinya pengen ikutan isi survey juga tapi nggak jadi ding, cukup nyimak saja. Hasil surveynya sangat mencengangkan. Pasalnya ada yang melahirkan dengan mengeluarkan biaya sangat fantastis, sampai puluhan juta bo', yang tabungannya terkuras lebih dari 100 juta untuk biaya persalinan pun ada. Tapi ada juga kok yang melahirkan tanpa mengeluarkan biaya persalinan sepersen pun alias grastis (meski tidak benar-benar gratis sih, hehe)

Nah, yang gratis itu sudah pasti menggunakan asuransi kesehatan seperti BPJS. Waktu periksa kehamilan dan menjalani proses melahirkan Bunay kemarin saya juga memanfaatkan asuransi kesehatan tersebut. Ya, selain karena biaya persalinan yang mahal, sayang juga, setiap bulan gaji suami dipotong untuk bayar iuran BPJS, masa' tidak dimanfaatkan. Apalagi tunjangan kesehatan (reimbursment) di kantor perusaahan suami sudah dihilangkan. 

Oh ya, saya mulai memanfaatkan BPJS ini saat rembuirse dari perusahaan suami tidak berlaku lagi, hehe. Cuma aturan BPJS sekarang lebih ketat yah. Seingat saya waktu masih zaman ASKES dulu nggak ada tuh istilah faskes 1. Mau berobat jalan di Puskesmas atau Rumah Sakit sekali pun tetap dilayani. Lha sekarang?

Kalau mau berobat jalan secara gratis peserta BPJS harus ke faskes tingkat 1 yang tertera pada kartunya. Jika berobatnya ke Klinik/Puskesmas lain yang notabene tidak sesuai dengan faskes yang terdaftar, dijamin tidak akan dilayani. Eh, dilayani sih tapi cuma diberi kesempatan tiga kali.

Malah ada lho Puskesmas yang langsung menolak mentah-mentah, tidak memberi kesempatan sama sekali, sekali pun saya mau ambil jalur umum. Saran petugasnya sih, harus pindah faskes ke Puskesmas tersebut dulu baru bisa dilayani.

Mungkin ada yang masih asing dengan istilah faskes 1. Saya waktu baru pertama kali punya kartu BPJS juga nggak ngeh. Apaan tuh faskes 1? Tadinya saya pikir faskes tingkat 1 ini sama dengan kelas 1 lho, ternyata keliru ding.

Apa itu Faskes 1?

Faskes 1 atau Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) merupakan tempat pertama yang harus kamu (peserta BPJS) datangi ketika ingin berobat.  Faskes 1 ini meliputi Puskesmas, Klinik atau Dokter pribadi yang sudah bekerjasama dengan pihak BPJS. Begitupula jika kamu ingin berobat jalan di rumah sakit maka kamu harus ke faskes 1 terlebih dahulu untuk meminta surat rujukan/pengantar.

Rempong ya? Banget. Terutama bagi saya dan suami yang hidupnya masih nomaden. Makanya saya sempat galau juga dengan masalah faskes ini. Pasalnya, faskes tingkat 1 yang tertera di kartu BPJS saya tidak sesuai dengan permintaan. Suami minta faskes tingkat 1 istrinya ini ditempatkan di Puskesmas dekat kontrakan kami di Barru, eh pihak CSR perusahaan yang mengurus BPJS karyawan dan keluarga malah menempatkan faskes saya mengikuti faskes tingkat 1 suami yakni di Klinik Perusahaan tempatnya bekerja. Untung peserta BPJS diberi kesempatan untuk bisa pindah faskes.

Kenapa Ingin Pindah Faskes?

Umumnya, faskes 1 dipilih oleh peserta BPJS saat mengajukan pendaftaran BPJS pertama kalinya. Disarankan peserta BPJS memilih lokasi faskes yang jaraknya dekat dari lokasi rumah atau sesuai dengan domisilinya. Namun ada beberapa alasan yang membuat peserta BPJS akhirnya memutuskan untuk pindah faskes tingkat 1, diantaranyanya yaitu;

  • Hidup masih berpindah-pindah (nomaden) sehingga mau tidak mau peserta BPJS juga harus pindah faskes jika ingin tetap mendapatkan pelayanan berobat jalan gratis di domisilinya yang baru
  • Tidak mendapatkan pelayanan yang baik di faskes yang dipilih
  • Faskes yang dipilih ternyata tidak sesuai dengan harapan karena fasilitas yang tersedia tidak memadai, dsb
Nah, kalau pengalaman saya waktu ingin pindah faskes kemarin, seperti yang sudah saya singgung di atas; karena ada kesalahan, tempat faskes 1 yang dipilih lain, yang dicetak juga lain😞

FYI, saya termasuk peserta BPJS Pegawai swasta/pekerja penerima upah (mengikuti BPJS kepala rumah tangga) sehingga yang bertugas mengurus pendaftaran BPJS-ku waktu itu adalah pihak CSR Perusahaan tempat suami bekerja. Beda dengan jenis BPJS Mandiri yang bisa mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS sendiri. Namun, meski tidak terjadi kesalahan cetak pun saya tetap akan pindah faskes juga sih karena masih hidup nomaden, hehe. Syukurnya, pengurusan pindah faskes sekarang mah gampang, tidak perlu repot-repot ke kantor BPJS. Cukup pindah faskes-nya di rumah saja.

Apa saja Syarat Untuk Pindah Faskes?

Baiklah, sebelum membocorkan cara gampang pindah faskes tanpa perlu ke kantor BPJS, sebaiknya kamu perlu tahu terlebih dahulu syarat untuk pindah faskes. Syaratnya juga gampang bangeet. Cuma satu kok.

Harus jadi peserta faskes tingkat 1 yang tertera di kartu BPJS minimal selama tiga bulan. Jadi, kalau kepesertaanmu di faskes tersebut belum genap tiga bulan, kamu nggak bisa pindah faskes dulu ya.

Jika persyaratan tersebut sudah kamu penuhi, silakan siapkan smartphone yang terhubung dengan internet, kartu BPJS, KTP/KK dan nama ibu (pasti hapal kan). Bagaimana? Sudah siap? 

Begini Cara Gampang Pindah Faskes 1

Nah, cara gampang pindah faskes 1 adalah dengan menggunakan Applikasi Mobile JKN, jadi dengan adanya applikasi ini kamu tidak perlu repot-repot ke kantor BPJS untuk pindah faskes 1. Yuk, langsung saja ikuti langkah-langkah di bawah ini;

1. Donwload Applikasi Mobile JKN


Silakan donwload applikasi Mobile JKN di play store atau App store. Kemudian buka applikasi tersebut jika sudah terinstal di smartphone atau iphone kamu.

2. Pilih Menu Pendaftaran Pengguna Mobile



Setelah dibuka akan muncul tampilan seperti di atas. Kalau kamu belum terdaftar sebagai peserta BPJS kamu juga bisa melakukan pendaftaran lewat applikasi Mobile JKN dengan memilih menu Pendaftaran Peserta Baru. Tapi pendaftaran lewat applikasi ini hanya khusus bagi kamu yang ingin mendaftar sebagai peserta BPJS Mandiri ya. Nah, kalau sudah terdaftar sebagai peserta BPJS silakan klik menu untuk pendaftaran pengguna Mobile.

3. Lakukan Registrasi dengan Mengisi  Data yang Diminta 


Beidewei, saya sempat urung mengisi data di atas karena ada kolom untuk mengisi nama ibu kandung. Pasalnya waktu pertama kali donwload applikasi Mobile JKN, lagi heboh-hebohnya registrasi kartu prabayar. Sampai beredar pula hoax untuk melakukan registrasi kartu hp harus memasukkan nama ibu kandung. Wah, saya dan suami jadi ragu dan curiga dong. Akhirnya kami memutuskan untuk tidak melanjutkan proses registrasi. Aplikasi yang sudah didonwload ini pun saya uninstall.

Beberapa bulan kemudian, saat akan mengurus pindah faskes 1 di kantor BPJS baru saya ingat lagi dengan applikasi ini. Kenapa nggak saya coba saja dulu? Baiklah, saya donwload kembali Applikasi Mobile JKN dan memberanikan diri melakukan registrasi. Hasilnya, setelah melakukan registrasi, saya akhirnya batal ke kantor BPJS😅

Nah, applikasi mobile JKN ini merupakan Applikasi resmi BPJS ya jadi kamu nggak perlu ragu apalagi curiga saat hendak melakukan registrasi (jangan kayak saya dan suami ya🙊)  Jadi, silakan registrasi dengan masukkan data yang diminta sesuai dengan identitas kamu yang sebenarnya. 

4. Login sesuai dengan Nomor Kartu BPJS/Email yang Didaftarkan



Setelah melakukan registrasi, silakan verifikasi pendaftaran terlebih dahulu kemudan login menggunakan nomor kartu BPJS atau email dan password yang sudah kamu daftarkan. Isi pula kode yang tertera pada kolom captcha.

5. Pada Tampilan Utama Mobile JKN Pilih Menu Peserta Kemudian Submenu Ubah Data Peserta

Setelah login akan muncul tampilan utama seperti gambar di atas. Pilih menu Peserta kemudian submenu Ubah Data Peserta.

6. Ubah Faskes dengan Pilihan Menu Faskes 1



Selanjutnya kamu bisa mengganti faskes dengan memilih dan mengubah data pada menu Faskes 1

7. Pilih Provinsi, Kota/Kabupaten dan Fasilitas Kesehatan yang Diinginkan


Setelah memilih menu Faskes 1 akan muncul popup seperti gambar di atas. Silakan pilih Provinsi, Kota/Kabupaten dan Fasilitas Kesehatan sesuai keinginanmu. Pilihan saya waktu pertama kali pindah faskes adalah di Klinik Kimia Farma Pettarani. Tadinya sih saya pengen pilih faskes 1 di Kimia Farma Hertasning tapi ternyata jumlah pesertanya sudah melebihi 5000.


Nah, jika jumlah peserta faskes 1 melebihi 5000 itu berarti sudah full kuota jadi kamu tidak bisa memilih faskes tersebut. Silakan pilih faskes lain yang jumlah pesertanya masih di bawah 5000. Contohnya, kamu bisa lihat gambar di atas. Puskesmas Layang dan Jongaya sudah full kuota sementara untuk kategori dokter umum (dr. Gusti) dan kilinik pratama (Kilinik Yakatekai  Barukang) jumlah psertanya masih di bawah 5000, sehingga kamu bisa pindah faskes dengan memilih salah satunya atau mencari faskes lain. Untuk pencarian faskes yang kamu inginkan, silakan ketik pada kolom Nama Faskes.

Oh ya, fitur ubah faskes 1 ini juga terhubung dengan GPS ya jadi  dapat memudahkan kamu memilih faskes sesuai lokasi terdekat. Tapi abaikan saja jarak yang tertera pada gambar di atas soalnya posisi saya sekarang memang lagi tidak di Makassar😅

8.  Verifikasi Perubahan Data dengan Kode Verifikasi yang Dikirim ke Email atau No. Handphone yang Didaftarkan


Langkah terakhir, silakan masukkan kode verifikasi yang dikirim di email kamu untuk verifikasi perubahan data. Setelah verifikasi akan muncul konfirmasi yang menyatakan bahwa data perubahan kamu berhasil dan keterangan berupa tanggal berlakunya faskes 1 yang baru kamu ganti.

Perlu kamu ketahui, faskes 1 yang baru akan berlaku atau mulai aktif setiap tanggal 1 di bulan berikutnya. Jadi kalau misalkan kamu daftar di akhir bulan, tanggal 30 atau 31 maka masuk pas tanggal 1  faskes yang baru kamu ganti itu sudah aktif. Jadi kamu tidak perlu menunggu lama, yah kecuali kamu daftarnya di awal bulan.

Berapa Kali Peserta BPJS bisa Pindah Faskes 1?

Setelah urusan pindah faskes selesai, mungkin masih ada pertanyaan yang mengganjal di pikiran kamu. Sebenarnya berapa kali sih peserta BPJS bisa pindah Faskes 1?

Pertanyaan tersebut juga yang sempat bikin hati saya makin menggalau😅 Pasalnya, saya pernah baca artikel yang menginformasikan bahwa setiap peserta BPJS hanya mendapat 1 kali kesempatan untuk pindah faskes. Alamaaak, bagaimanalah nasib saya dan keluarga yang hidupnya belum menetap.

Tapi kegalauan saya segera hilang berganti rasa lega setelah menemukan gambar yang isinya berupa info langsung dari akun resmi BPJS Kesehatan.

panduanbpjs.com
Yup! Dikutip dari situs Panduan BPJS, "Ubah Faskes 1 tidak ada batasan. Untuk bisa melakukan perubahan faskes 1 bisa dilakukan jika sudah terdaftar  3 bulan di faskes 1 sebelumnya"

Gimana? Sudah jelas, kan? Tapi bukan berati karena pindah faskes 1 tidak ada batasan kamu bisa bebas pindah faskes tiap tiga bulan ya.  Karena kalau mau pindah faskes pun harus sesuai dengan kebutuhan dan keperluanmu, jadi tidak bisa asal pindah semaunya, kuy😊

Semoga informasi yang saya bagikan ini bisa bermanfaat buat kamu yang ingin pindah faskes 1 dengan gampang tanpa perlu ke kantor BPJS.

Salam,

  • Share:

You Might Also Like

77 comments

  1. Wahh ikut seneng sih sekarang sudah sangat dimudahkan dan sudah tersedia aplikasinya, dan bisa langsung di download di handphone sndiri, jadi lebih memudahkan menurutku :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia, applikasi mobile JKN ini sangat memudahkan kita ya, jad peserta BPJS nggak perlu repot-repot lagi ke kantornya

      Delete
  2. Wah baru tahu saya mbak kalau fases bpjs bisa di rubah pakai aplikasi,
    Makasih ya mbak infonya,jadi gak ngantri ni hehe
    Saya masih pakai bpjs gratisan ni

    ReplyDelete
  3. Saya juga pernah ubah faskes 1, tapi langsung ke kantornya. Baru tahu kalau bisa via aplikasi juga. Bermanfaat banget mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyap mbak, bisa via applikasi. Gampang banget, kan😄

      Delete
  4. Keren, sedikit sedikit indonesia mulai memanfaatkan teknologi dan digital di instansi instansi, keren lah ,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, pemanfaatan teknologi di era digital ini memang penting banget

      Delete
  5. memang dengan aplikasi sangat memudahkan

    ReplyDelete
  6. Waaaaaaa, sekarang bisa ganti faskes lewat Aplikasi ya? Keren parah sih ini, makin praktis hehehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia mbak, jadi nggak perlu ngantri lagi di kantornya kan😊

      Delete
  7. Benar sekali, kami menggunakan CAR untuk situasi spt itu. Hanya saja iurannya lebih mahal.

    Gak ada gratis bagi orang sakit ya...😕😕😕..buktinya harus dibayar dengan waktu kita yang berharga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, memang nggak ada yang gratiss. Sekali pun pake BPJS tetap harus bayar iurannya tiap bulan. Makanya ada yang bilang sakit itu Mahal

      Delete
  8. Terimakasih mbak sharenya. Tetapi saya biasanya nitip tetangga sebelah rumah yang jadi petugas bpjs jadi tahu matengnya aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 mbak, enak ya klu punya tetangga petugas bpjs😅

      Delete
  9. saya pas pindah ke Bogor ini, mestinya juga harus urus faskes 1 ini ya. tapi bayangin harus bolak balik ke kantor BPJS, mendadak males. apalagi sama suami udah didaftarin asuransi kesehatan lain. makin males deh.

    tapi baca ini kayaknya nggak serempong yang saya bayangin deh. makasi sharingnya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, mbak. Nggak rempong lagi, bahkan mau daftar BPJS mandiri via applikasi pun bisa😊

      Delete
  10. Saya biasanya nitip tetangga karena dianya kerja di bpjs. Makasih ya mbak ilmunya

    ReplyDelete
  11. Mudah, ya, Mabk. Saya juga sudah satu kali ganti faskes karena enggak cocok dengan faskes yang pertama akhirnya milih faskes yang sesuai hati..

    ReplyDelete
  12. Infonya keren banget mbak, saya masih bingung mau bikin bpjs karena itu tadi seperti yang mbak sebutkan, nomaden, hehe. Blognya keren, Mbak!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi nggak perlu takut lagi mbak karena tidak ada batasan untuk pindah faskes per tiga bulan yang penting alasannya jelas😊

      Delete
  13. oalah saya baru tau dari dulu saya enggak punya BPJS wkwk, entahlah saya males bingits ngurusnya. Tapi emang ternyata wajib yes, wah makasih ilmunya bun, keknya saya tetap pake BPJS karena enggak tinggal nomaden hehe ~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya nggak wajib juga sih mbak, tapi karena ini merupakan program pemerintah jadi dianjurkan.

      Delete
  14. Ternyata ada aplikasi ya, ya. Baru tahu saya. Makasih infonya, Mbak.

    ReplyDelete
  15. aku juga udah pake aplikasi ini nih, membantu bangettt!

    ReplyDelete
  16. Saya pernah 1 kali ganti faskes waktu itu masih datang ke kantor BPJSnya minta diganti

    Sekarang harusnya ganti lagi karena pindah keluar pulau, tapi ternyata udah bisa secara online ya lebih mudah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak jadi nggak perlu lagi ke kantornya, tinggal donwload aplikasi mobile JKN-nya aja😊

      Delete
    2. Oh iya kalo udh berhasil pindah faskes,kartunya tetep pake yg lama apa minta ke kantor ganti yg baru.mksh

      Delete
  17. Wah terimakasih mbak atas informasinya. Saya nggak tahu alau bisa dilakukan via aplikasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 mbak. Berarti sekarang udah tahu dong😊

      Delete
  18. Ternyata boleh pindah faskes 1 ya..
    Baru tahu saya mba..makasih cerita pengalamannya ttg BPJS ya mb.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak bisa pindah tapi ada syaratnya, seperti yang udah saya sebutkan di atas😊

      Delete
  19. Info yang sangat membantu nih Mbak. Terima kasih.
    Btw...sekarang BPJS semakin ribet ya.. Sudah mulai dengan kata urun biaya dan selisih biaya lagi😅😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, kalau yang itu saya kurang paham, mbak ini cerita tentang pindah faskes berdasar pengalaman saja hehe

      Delete
    2. Oh iya mbk,kalo udh berhasil pindah faskes kira2 kartu nya masih pake yg lama apa minta yg baru ya.

      Delete
  20. Waduh padahal kapan itu sempat nganterin ibu pindah faskes langsung ke kantor BPJS. Tau gitu ganti dari aplikasi aja ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, lebih mudahnya sih ganti via applikasi saja 😊

      Delete
  21. Wah bermanfaat banget. Makasih sharingnya mbak, saya pernah pindah faskes tapi melalui kantor BPJS, antrinja minta ampun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, antrinya itu yang bikin saya males ke kantor bpjs😅

      Delete
  22. Noted mba siska, infonya bermanfaat bangeett. Thanks ya mbaa buat sharingnya

    ReplyDelete
  23. Oh, pindah faskes ada syarat waktunya juga ternyata, seperti pindah kelas juga yaaa.
    Terima kasih infonya, Mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha iya mbak, ada syaratnya juga, nggak bisa asal pindah

      Delete
  24. Sama nih, Mbak. BPJS saya ngikut misua yg didaftarno kolektif oleh perusahaannya. Faskes 1 nya sih puskesmas dekat rumah. Belum ingin pindah sih. Eh tapi jadi tau kalau pindah faskes bisa semudah itu, ya.

    Ga berharap sakit. Terakhir pake BPJS pas melahirkan 2 tahun lalu. Tapi info ini bermanfaat sekali. Makasih:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, kalau udah daoet faskes 1 dekat rumah ya mending tetap di situ saja, nggak usah pindah.

      Gak ngarep juga bakal sakit, semoga sehat2 ya mbak Tatiek sekeluarga😊

      Delete
  25. Makasih sharingnya. Saya sendiri belum mencoba xixi

    ReplyDelete
  26. Terima kasih sharingnya. Saya sendiri belum mencoba xixi

    ReplyDelete
  27. Makasih mbak, saya sendiri belum mencoba semuanya xixi

    ReplyDelete
  28. Wah... sekarang bisa via mobile ya.
    nah.. klu sdh dftr via online, nnt kita ke bpjs terdekat lagi utk cetak kartu yang baru kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak di cetak kartu yang barunya pun nggak apa2, krn sudah terdaftar di sistemnya

      Delete
  29. info begini nih yang kita butuhkan. jadi tau kalau ternyata semudah itu kalau mau pindah faskes.. sebagai orang yang kadang harus berpindah kota dalam bekerja, kemudahan ini sangat membantu. makasih telah berbagi kak.

    ReplyDelete
  30. Terus terang saya baru tahu informasi ini. Saya punya pengalaman kurang nyaman sehubungan dengan BPJS. Antri berjam-jam di kantor BPJS hanya untuk ganti faskes, ternyata ada pale aplikasinya.

    Segerami mauka ganti faskes BPJS nya anakku yang sudah pindah ke daerah lain. Thanks infonya na..

    ReplyDelete
  31. Mau sharing dikit. Pada saat mengajukan permohonan BPJS pertama kali, saya mengajukan faskes 1 Klinik La Casino di Jalan Adhyaksa Raya, karena katanya klinik disini bagus pelayanannya. Lantas permohonan tersebut tdk disetujui, malah sy diberikan klinik Farida sehat Jl Aroepala (samping warkop bundu). Tahu2nya klinik farida sehat ini sangat dekat dgn rumah saya, pas di depan kompleks perumahan, cukup berkendara 5 menit sdh sampai. Enak sih enak, karena dekat rmh. Dari segi pelayanan lumayan dan not bad, hanya saja dokternya masih dokter muda. Saya sering menggunakan faskes di tmpt tesebut bila sdg sakit, namun berhubung sakit saya hanya sakit2 biasa (demam, flu, batuk, tonsilitis) jd ya enak2 saja berobat di klinik tersebut. Pernah sekali sy sakit keras dan tdk dapat ditangani oleh dokter disana. Jadinya sy dirujuk ke RS lain yang dpat sy pilih sndiri. HIngga akhirnya niat sy di awal untuk pindah faskes tdk jadi :)

    ReplyDelete
  32. keren ya, sudah ada versi mobile-nya dan tentunya sangat membantu untuk memangkas waktu
    tidak perlu lagi ke kantor BPJS sampai antri panjang
    ini berguna sekali untuk nomaden kayak saya yang pindah2 kota hidupnya hahaha

    "tapi kau kan belum daftar BPJS?"
    tiba-tiba suara mengagetkan dari belakang

    --"

    ReplyDelete
  33. Saya sudah 2 kali pindah faskes, alhamdulillah lancar2 saja. Cuman kayaknya kalau pindah faskes, 1 bulan setelah baru bisa kepake yh bpjsnya?

    ReplyDelete
  34. baru tau ternyata bisa pindah faskes mudah yaa dari mobile gini. patut dicoba nih buat yang sering pindah2 domisili.

    ReplyDelete
  35. Info yang sangat berguna. Karena informasi kemudahan seperti ini belum tersebar luas kepada mereka yang membutuhkan. Ngomongin soal BPJS? Hmm.. ku no komen dulu deh haha. Soalnya kalau dari sisi dokter biasanya ceritanya beda lagi. Sorry malah OOT, malah ngomongin di luar konteks postingan ini *tutupmata

    ReplyDelete
  36. Jujur kak, saya tak tahu menahu soal BPJS ini. Syukurlah bsa baca tulisan kk jadi ngerti dikit pengurusan BPJS 😊

    ReplyDelete
  37. Di jaman now, ada berbagai prosedur yang harus kita ketahui ya. Kalau prosedurnya sudah dijalani, biasanya bakal lebih mudah, di antaranya untuk mengganti Faskes ini. Tapi sebagian orang perlu tutorial seperti ini, tinggal kita menjadikannya tulisan yang tepatkata kunci :D

    ReplyDelete
  38. Infonya keren, detil dan tentu saja bnyak orang membutuhkan. Hari gini kadang orang msh bingung dgn segsla yg terkait BPJS. Thx ya mbaa infonya...

    ReplyDelete
  39. Saya pun udah ganti faskes dari Puskesmas ke Kimia Farma. Alasan pindah karena di Kimia Farma pasiennya gak seramai di Puskesmas.
    Waktu pindah waktu itu gampang banget, apalagi dibantu sama petugas di Kimia Farma.

    ReplyDelete
  40. Makasih sharingnya ya jadi tahu klo bisa pindah faskes dengan sangat mudah. Hanya mainkan jari di smartphone, semua bisa aman terkendali.

    ReplyDelete
  41. wihh sekarang uda canggih nih bpjs, dulunya aku ngurus harus ke kantor bpjs terdekat

    ReplyDelete
  42. saya pakai BPJS juga kak tapi belum install aplikasi begininya
    makasih kak cerita dan infonya.
    padahal dulu deuh harus antri di kantor BPJS yang jauh banget dari rumah
    sudah begitu area sana macet parah ,pettarani hahahahhaa

    ReplyDelete
  43. Sampai sekarang saya belum juga daftar BPJS. Alasannya ndak lain yaa karena kalau pakai BPJS itu repot. Ngantri lama, kadang belakangan baru dilayani, dll.

    Padahal iri juga lihat teman-teman yang kalau ke dokter gak perlu bayar lagi, melahirkan SC semuanya gratis.

    ReplyDelete
  44. Banyak sekali kemajuan yg dilakukan BPJS dari segi pelayanan, saya kebetulan pernah langsung datang ke kantor BPJS yah asal semua data dan kita urus sendiri selesai gak peka repot, cuma yah musti sabar :) antriannya juga gak seseram yang saya duga

    ReplyDelete
  45. Apakah kartu jg hrs ganti yg baru,soalnya dikartu msh tertulis nama faskes yg lama..kalau hrs diganti bagaimana cara mengganti kartunya?

    ReplyDelete
  46. Baru sore tadu pindah faskes via App, yg jadi pertanyaan apakah kartu juga jarus dirubah lagi?

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)