Pertimbangkan Lima Risiko Ini Sebelum Memberikan Empeng Pada Si Kecil

by - Tuesday, January 15, 2019


Memasuki fase oral, bunay bukan cuma suka memasukkan jari-jari tangan ke mulutnya, tapi juga semua benda yang berhasil ia raih. Termasuk jari ayah bundanya. Apalagi sekarang ini bunay sudah menunjukkan salah satu tanda mau tumbuh gigi, yakni suka menggigit. Apa saja yang ia temui pasti pengen dia gigit.

Karena kelakuannya yang suka memasukkan jari maupun benda (berupa mainan, selimut atau tali daster bundanya)😅 ke mulut itulah sehingga sempat terlontar usul dari tante-tantenya.

Daripada suka emut jari, mending si bunay dibelikan empeng.

What? Empeng? Dot saja tidak pernah saya kenalkan pada bunay apalagi empeng. Eh, dot sama empeng apa bedanya? Sama-sama menimbulkan efek buruk pada bayi, kan?

Syukurnya neneknya bunay pro dengan saya dalam hal empeng alias kami sama-sama anti empeng. Padahal biasanya sang nenek yang excited banget memberikan empeng pada cucunya. Mertua saya malah sebaliknya. Menurut beliau, memberikan empeng sama saja dengan MEMBOHONGI bayi.

Saya malah nggak kepikiran sama sekali dengan alasan dibalik beliau menolak empeng. Maksud saya, pikiran saya nggak sampai sejauh pikiran beliau, menganggap memberi empeng sama dengan membohongi bayi. Sebab satu-satunya alasan saya menolak empeng adalah karena empeng sejenis dengan dot. And you know-lah, dot itu jahat, bisa bikin bingung puting, which means empeng juga bisa menimbulkan efek bingung puting pada bayi.

Tapi pendapat neneknya bunay ternyata logis juga lho. Padahal bisa saya pastikan, mertua saya tidak pernah belajar ilmu parenting masa kini namun paham dengan hal-hal mendasar seperti itu. Makanya saya bersyukur banget, dikarunia mertua yang pemahaman parentingnya tidak banyak bertentangan dengan ilmu parenting yang saya pahami (kecuali dalam hal pengobatan anak).


Oh ya ngomong-ngomong tentang empeng, barusan di WAG KELASI (grup khusus para pejuang ASI) ada bunda yang bertanya terkait pemberian empeng dengan membohongi bayi.

Bund, kalau bayi dikasih empeng bohongan itu efek negatif nya apa yaa? Soalnya daripada rewel di gendong terus neneknya bilang dikasih empeng aja

Dan begini tanggapan mbak Pramitha Sari, selaku salah satu Admin di WAG KELASI yang juga merupakan konselor laktasi.

Kalau empeng dipake buat boongin anak biar dikira dikasih dot trus dia anteng tapi kelaparan bahaya ga mbak?

Gampangnya gini :

Mbak⁩ pengen suaminya meluk mbak, tapi suaminya males. Akhirnya dikasih guling aja biar dikira ada suami. Perasaannya gimana?

Sama aja kayak anak nangis pengen dipeluk, disayang, dikasih kehangatan tapi karena belum bisa bilang maunya apa dia nangis, tapi ortunya males, kasih aja empeng. Perasaannya gimana?

Kalau anak nangis, ya sebaiknya dikenali nangisnya.

Tidak nyaman kah
Laper kah
Kangen bau ibunya kah
Rindu pelukan kah
Sakit perut kah
Takut kah

Baru diatasi sesuai kebutuhannya.


See! Bayi juga punya perasaan, nek, ayah, bunda. Menenangkan bayi dengan empeng sama sekali bukan solusi. Justru akan menimbulkan masalah baru. Ya seperti gambaran dari mbak Pramitha, gimana kalau misalkan si bayi rewel karena laper atau sakit atau apa gitu, trus kita sengaja kasih empeng biar dia anteng, bahaya kan? 

Jadi, bila bayi rewel, tugas utama kita sebagai orang tua seharusnya mencari tahu penyebab rewelnya karena apa. Kenali tangisannya lalu sikapi sesuai kebutuhan. Bukannya langsung ambil jalan pintas. Kasih empeng. Sekali lagi, empeng sama sekali bukan solusi yang baik untuk menenangkan si kecil.

Peficier atau empeng memang biasa digunakan orang tua untuk menenangkan si kecil. Atau sederhananya empeng bisa dianggap jadi alat penyelamat ketika menghadapi bayi rewel. Tapi ternyata pemberian empeng juga menimbulkan banyak risiko lho pada bayi.


Pemberian empeng pada bayi sebenarnya masih kontroversi sih sebab di luar risikonya, empeng memiliki beberapa manfaat. Dua diantaranya yaitu selain menenangkan bayi (of course, orang tua akan senang bila bayinya tenang) empeng juga dapat mencegah SIDS (Suddent Infant Death Syndorme)

Dilansir dari ibupedia.com, SIDS merupakan sindrome kematian mendadak pada bayi. Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang menggunakan empeng saat tidur malam dan siang hari memiliki risiko lebih rendah mengalami SIDS.

Penelitian ini memang tidak secara langsung menunjukkan kalau empeng bisa mencegah SIDS, hanya saja ada hubungan erat antara penggunaan empeng dan penurunan risiko SIDS.

Akan tetapi dibanding manfaatnya, risiko penggunaan empeng pun tidak bisa dianggap sepele, lho. Berikut lima risiko penggunaan empeng pada bayi;

Menghambat Proses Menyusui

Bayi yang diberikan empeng akan mengalami efek bingung puting. Hal ini disebabkan karena mengisap puting berbeda dengan mengisap empeng. Sehingga bayi akan sulit membedakan antara puting ibunya dan empeng. Apalagi mengisap empeng jauh lebih mudah ketimbang mengisap puting. Jadi kemungkinan besar bayi lebih tertarik mengisap empeng ketimbang puting payudara ibunya. Oleh sebab itu, pemberian empeng pada bayi dapat menghambat proses menyususui.

Menimbulkan Masalah Pada Gigi

Bayi yang dibiarkan menggunakan empeng juga akan berisiko mengalami pertumbuhan gigi. Terutama bila si kecil telah memasuki tahap tumbuh gigi. Gigi anak bisa menjadi tidak sejajar atau tumbuh tidak normal.

Menurut alo dokter, tanda-tanda masalahnya mungkin baru akan terlihat setelah anak berusia dua tahun. Gigi depannya mungkin tumbuh secara miring atau cenderung maju ke depian, dan masalah ini bisa semakin buruk seiring berjalannya waktu.

Berisiko Mengandung Kuman

Tidak hanya menimbulkan masalah pada pertumbuhan gigi, penggunaan empeng juga berisiko menyebabkan si kecil rentan sakit. Hal ini disebabkan karena empeng yang diberikan pada anak mudah terpapar kuman. Terutama bila orang tuanya tidak memperhatikan kehigenisan empeng si kecil.

Rentan Terkena Infeksi Telinga

Menurut sebuah penelitian yang saya lansir dari Alodokter, anak-anak yang menggunakan empeng menjadi lebih mungkin mengalami infeksi telinga berulang, dibanding anak-anak yang tidak menggunakan empeng. Meski belum ditemukan secara jelas kaitannya, namun diperkirakan karena orang tua cenderung menggunakan empeng untuk menenangkan anak sehingga terkadang lalai mencari tahu penyebab rewelnya si kecil.

Kecanduan Empeng

Anak yang dibiasakan menggunakan empeng pun akan berisiko mengalami kecanduan, sehingga ia menjadi tergantung pada benda yang menyerupai puting ibunya itu. Hal tersebut tentu saja akan menyebabkan ia sulit melepas empeng ketika tumbuh besar nanti karena sudah terbiasa mengisapnya sedari kecil.

Well, dibanding manfaatnya, saya lebih bergidik dengan risiko-risiko yang bakal dialami bunay bila kecanduan empeng, terutama yang poin satu itu.

Ya, nggak bisa saya bayangin saja, bila bunay lebih memilih empeng ketimbang puting bundanya. Pasti hati saya bakal hancur sehancur-hancurnya *sok lebay deh

Makanya, sejauh ini saya memang tidak pernah mengenalkan bunay dengan yang namanya empeng maupun dot demi menghindari kondisi bingung puting.

via WAG KELASI

Ditambah lagi dengan adanya pendapat bahwa memberikan empeng sama saja dengan membohongi bayi? Ya, mana tega bunda membohongi bunay.

Toh, sebelum bunay hadir dalam kandungan pun saya sudah komitmen, bila diamanahi buah hati kelak saya akan berusaha mendidiknya dengan menanamkan nilai-nilai kejujuran sedini mungkin. Bahkan meski pun ia masih bayi dan belum mengerti apa-apa. Tentunya, anak-anak akan tumbuh dengan pribadi yang jujur bila orang tua tidak pernah mengajarinya kebohongan, sekecil apapun itu.

Lagipula masih banyak cara lain yang bisa ditempuh orang tua bila si kecil rewel. Tidak harus atau melulu dengan empeng. Sejak masuk usia tiga bulan saya memang sudah mulai sedikit memahami jenis-jenis tangisan si bunay. Jadi kalau dia rewel ya saya tanggapi sesuai dengan kemauannya.

Kalau nangisnya karena lapar, langsung saya sodorin nenennya. Kalau nangisnya karena bosan atau jenuh, saya ajak main-main di luar kamar. Kalau nangisnya karena ngantuk, saya coba tawarin nenen dulu, kalau masih rewel baru saya masukkan ke ayunan. Nah, kalau nangisnya karena pengen dimanja, ya mau nggak mau harus digendong.

Sejujurnya, saya agak kewalahan sih dalam urusan menggendong, apalagi makin hari beratnya bunay makin bertambah, tapi dibanding menenangkan bunay dengan memberikan empeng saya lebih memilih menggendong walau harus berisiko mengalami badan pegal-pegal😅 (salah saya tidak membiasakan bunay digendong pakai alat sejak belum mengerti apa-apa jadinya dia agak risih kalau digendong pakai alat gendong)

Toh, orang tua memang sangat disarankan menggendong anak karena aktivitas ini dianggap dapat membangun bonding yang efektif. Selain itu, menggendong juga dapat membuat anak merasa lebih sehat, lebih gembira dan merasa lebih nyaman.

So, bagaimana denganmu? Pro atau kontra empeng nih? Tentunya, sebagai orang tua , kita pasti ingin memberikan yang terbaik pada anak. Yap, karena sejujurnya jika bayi bisa bicara, dia lebih butuh dekapanmu, ayah bunda daripada disumpal mulutnya dengan empeng😊

Salam,










You May Also Like

25 comments

  1. Hai mbak Siska, salam kenal

    Alhamdulillah, saya nggak pernah kasih empeng juga Sama anak hehehe

    ReplyDelete
  2. Hai mbak Siska, salam kenal

    Alhamdulillah, saya nggak pernah kasih empeng juga Sama anak hehehe

    ReplyDelete
  3. Setuju...saya juga tidak mengenalkan empeng pada anak2. Tapi si bungsu pernah terpaksa pake dot karena p*ting saya bermasalah dan tidak sampai 2 tahun ASI.

    ReplyDelete
  4. Nggak sangka ya, ternyata empeng itu berisiko juga. Untungnya keponakan saya nggak ada yg dibiasakan ngempeng. Terima kasih atas artikel yang sangat informatif ini ya, Kak.

    ReplyDelete
  5. Wah bisa juga anak kecanduan empeng yak.

    Saya termasuk yang tidak pernah memberikan ketiga a anak saya empeng karena ndak dapat manfaatnya. Toh Saya ada dekat mereka, mau ASI langsung dapat.
    Saya ndak mau juga giginya miring ke depan lha secara genetika saja ada kemungkinan, masak mau ditambah dengan empeng hihihi.

    Alhamdulillah berhasil, ASInya dapat, empeng ndak punya.


    ReplyDelete
  6. Ulasannya bagus banget mba. Semenjak anak pertama aku memang enggak pernah memperkenalkan empeng. Dulu mertua bilang kalau anak nangis terus dikasih empeng aja, walah jelas2 aku tolak. Memang banyak hal yang harus diperhatikan agar anak terhindar dari resiko-resiko yang merugikan di kemudian hari seperti dampak buruk menggunakan empeng atau dot.

    ReplyDelete
  7. Jadi memberikan empeng ada kerugian tapi ada juga manfaatnya ya.. mungkin ditimbang mana yg lebih banyak saja ya sebelum memilih.. tulisan ini menjadi input bagus utk dapat memilih mana yg paling tepat untuk baby ya ..

    ReplyDelete
  8. Nah kebetulan bgd nih aku mampir di sini. Secara aku punya niatan ngasih bayi aku empeng mbk, karena ya itu td sama seperti dikau. Tp abis baca share dikau ini mbk, aku kudu berpikir sekian kali untuk memutuskan ngasih empeng atau nggak. Makasih sharenya yak

    ReplyDelete
  9. Kala bayi palung jarang rrewel karena sejak umur sebelum genap 2 bulan sudah paham akan arti enen dan ngedot. Tinggal bilang nin atau dut saja. Yah, ASI saya kurang subur jadi butuh tambahan sufor karena tak selalu saya bisa full ASI secara terus menerus. Kalau nangis yang sebabnya pipis atau pup jadi tak nyaman segera kami tangani. Kalau karena sebab lain juga, dicari dulu ada apa. Agar tenang dan anak baik-baik saja. Kami tak pernah terpikir soal empeng karena ia jika pengen minum susu dot akan ngedot, dan enen akan bilang. Bayi juga bisa diajari agar paham apa maunya dan orang dewasa bisa bantu. Saya tak pernah terpikirkan soal empeng karena pernah melihat anak tetangga tak bisa lepas dari empengnya, dan sebagai ABG saya heran karena dia tak bisa lepas dari empeng padahal sudah balita. Tak mau Palung pun demikian. Kita memang harus bijak sebagai orang tua.

    ReplyDelete
  10. Anak-anak saya gak ada yang ngempeng. Tetapi, memang salah satu alasannya karena saya khawatir dengan kebersihan. Mainan yang digigit-gigit itu aja saya awasin banget. Makanya, mendingan saya gak kasih empeng sama sekali, deh

    ReplyDelete
  11. Aku gak pernah kasih empeng buat anak-anak waktu kecil. Empeng kan kosong giru ya gak ada isinya kasihan aja lihatnya ngemut2 gak jelas :) Tapi semua balik lagi ke ortunya sih gak ada larangan juga untuk menggunakannya, tapi kalau dari dunia medis malah gak disarankan ya.

    ReplyDelete
  12. Waktu masih bayi, anakku termasuk yang kecanduan empeng. Pernah satu kali kami lupa bawa empengnya, dan dia gak bisa tidur hingga larut malam, tapi karena udah ngantuk banget terpaksa deh dia tidur walau gak nyenyak, huhuhu :(

    ReplyDelete
  13. Sekarang saya lagi hamil, kalo lahiran nanti saya berniat gak mau kasih empeng lagi ke anakku. Mudah-mudahan niat ini terlaksana dengan baik, amiiin

    ReplyDelete
  14. Alhamdulillah anak-anakku ga ada yang pake empeng. Dulu sempat nyobain, tapi anaknya ga mau. Kalo anak bule, kulihat masih suka dikasih empeng.

    ReplyDelete
  15. Saya jg tidak pernah ngasih empeng sama anak ...kasian aja sih ngasih kenyamanan semu hahaha..

    ReplyDelete
  16. Akutu suka kasihan kalo lihat bayi pakai empeng. Kelihatan banget dia nyaman dibohongi mamaknya, hihii
    Kalo aku gak kasih empeng pada anak-anak, alasannya sederhana dan ada di atas. Sepertinya kurang higienis, kuman gampang ngendon di empeng

    ReplyDelete
  17. Kalau liat dari ulasan kk, saya gak setuju jg deh kalau bayi dikasi dot atau empeng, psti gk mw lah kelima efek samping dr empeng itu mengenai bayi. Psti ada alternatif lain selain empeng itu

    ReplyDelete
  18. Alhamdulillah anakku ga ada yang pake empeng Mbak karena dulu dilarang Ama mertua, menurut beliau empeng tuh sama dengan membohongi anak anak, seolah dikasih nenen padahal cuma empeng, hehehe...

    ReplyDelete
  19. Gak pernah kasi empeng ke anak2 saat bayi, dimarahin ma dokter anakku hehe.
    Tapi emang kurang begitu sreg sih mbak, krn aku srtruggling menyusui kan, khawatirnya ntr babyku malah gak kenal sama PD-ku, lbh susah lg nyusuinnya :D

    ReplyDelete
  20. Anak-anakku ģa aku kasih empeng soale diomelin dokter katanya bikin gigi maju kalau empeng itu.

    ReplyDelete
  21. Setujuu saya juga gak ngasih empeng ke anak2 mba. Banyak khawatirnya haha lagian mereka juga ogah diempengin pake empeng buatan ��

    ReplyDelete
  22. Alhamdulillah anak anakku ga ada yang aku kasih empeng. Dia juga ga bisa ngedot. Hehe. Ternyata ada bbrp bahayanya juga ya mba. Hii takut

    ReplyDelete
  23. Untungnya ke-2 anakku gk Ada yg ngempeng cuma susah lrpat botol susu aja tuh smpi usia 4th akhirnya ganti susu uht

    ReplyDelete
  24. Bener banget tuh Mbak, saya juga gak suka klo anak dikasih empeng. Meski ini si Adek disapih sebelum waktunya tetap aja ogah ngasih empeng, cukuplah dot aja. Klo susunya abis di dalam dot, yaaudaahh.. Saatnya Adek dialihkan perhatiannya dengan yg lain tanpa harus ngempeng :)
    Anyway thanks sharenya ya Mbak :)

    ReplyDelete
  25. Anak pertamaku dulu ngempeng. Lumayan susah juga lepasnya, hehehe.. Waktu adeknya, sengaja emang gak kukenalin ama empeng.

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

Note :

Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.