MPASI 7 Bulan Zhaf : Naik Tekstur

by - 20:39

mpasi 7 bulan
Ilustrasi gambar : pixbay
Bismillaahirrahmaanirrahiim

Di bulan ketujuh ini ada cerita apa saja terkait MPASI Zhaf? Eh, ceritanya nggak beda jauh sih dengan cerita MPASI Zhaf sebelumnya. Sejauh ini saya sudah mengenalkan berbagai varian makanan ke si kecil, mulai dari karbo, prohe, prona serta vitamin yang didapatkan dari sayur-sayuran dan buah-buahan. Tidak lupa juga saya selalu menambahkan lemak tambahan untuk MPASInya.

Kenapa menu empat bintang dalam MPASI si kecil perlu ditambahkan lemak?  Soal ini juga sudah saya ulas di kamar kenangan ini.


Nah, di MPASI 7 bulan ini saya lebih pengen bahas tentang naik tekstur. Yap, di usia tujuh bulannya Zhaf sudah naik tekstur lho. Tekstur MPASInya sudah nggak terlalu cair seperti MPASI yang saya berikan saat usianya masih 6 bulan. 

Awalnya saya sempat heran juga, saat sodorin makanan dengan tekstur rada cair eh dia malah nggak antusias makan, sekalinya saya ganti dengan testur yang agak kasar, Zhaf lahap banget makannya. Oke, dari sini saya langsung ambil kesimpulan kalau dia sudah bisa naik tekstur alias makanannya perlahan tidak saya saring lagi.

Tadinya saya sempat ragu juga saat hendak menaikkan tekstur dengan membuat MPASI tanpa saringan. Pasalnya, pemahaman saya sesuai dengan panduan MPASI WHO, tekstur untuk anak usia 6-9 bulan masih berupa makanan lumat yang disaring dengan saringan kawat. Menginjak usia 9-10 bulan barulah si kecil dikenalkan dengan makanan yang cukup ditumbuk atau dipenyet-penyet, tanpa perlu disaring. 

Lha Zhaf masuk usia tujuh bulan makanannya sudah tidak saya saring. Apa bisa  seperti itu? Maksud saya apa bisa dia naik tekstur lebih cepat sementara bila merujuk pada panduan MPASI WHO bayi baru dikenalkan makanan dengan tekstur padat atau kasar tanpa disaring setelah menginjak usia 9 bulan? Itu pertanyaan yang sempat saya ajukan ke  grup WAG Kelasi. 

Oya saya bersyukur banget, lewat perantara Mbak Meykke pemilik blog www.meykkesantoso.com. saya bisa gabung di grup superduper keren seperti WAG Kelasi (baca : Keluarga Peduli ASI). Di grup ini saya banyak banget dapat ilmu dan support dari ibu-ibu yang sama-sama pejuang ASI. 

Bahkan bukan cuma soal ASI saja sih yang sering dibahas, mulai persoalan MPASI, gendongan, imunisasi, anak sakit, tumbang, dan bla bla bla, termasuk semua hal terkait parenting bisa kita tanyakan di Kelasi. 

Apalagi Admin di WAG Kelasi ini memang bukan sembarang admin. Ada ahli gizi (dietisien), ada konselor laktasi, bidan, konselor menyusui, dokter, pakar gendong menggendong bahkan penggiat MPASI pun ada di Kelasi. Makanya  saya sering lari ke sini kalau ada masalah atau punya pertanyaan terkait tumbang Zhaf.

Nah, jawaban yang saya dapat setelah melemparkan tanya ke grup rupanya cukup mengejutkan. Ya, gimana nggak terkejut kalau ternyata ada ibu yang ikut menanggapi dan cerita kalau bayinya di usia 7 bulan malah sudah makan nasi. Tidak sedikit pula ibuk-ibuk yang kasih makan makanan tanpa disaring ke bayinya yang berusia 7 bulan. Artinya apa?

Ya, intinya jawaban yang saya dapat, justru lebih bagus bila bayi bisa cepat naik tekstur. Bahkan baik WHO maupun dokter spesialis anak menganjurkan agar orang tua jangan sampai telat menaikkan tekstur MPASI si Kecil. Kenapa? 

Ya, karena masalah mengenalkan ragam tekstur atau menaikkan tekstur makanan anak secara bertahap dari yang tadinya cair ke padat merupakan hal penting. Malah akibatnya bisa fatal lho jika orang tua mengabaikan hal ini sebabakan berpengaruh pada tumbuh kembang si kecil.


Berikut penjelasan yang saya kutip dari dr. Meta Hanindita SpA dari RSUD Dr Soetomo Surabaya via mommiesdaily.com

“Jadi orangtua, nggak boleh malas gali ilmu seputar tumbuh kembang anak.”

Namun kenyataannya masalah menaikkan tekstur makanan ini, masih seringkali diabaikan orang tua. Mungkin karena saking semangat dan excited-nya menyambut waktu MPASI si kecil kali ya. Jadi lebih sibuk hunting peralatan makanan, atau beli segudang buku tentang MPASI, sampai lupa upgrade ilmu seputar serba-serbi MPASI, khususnya tekstur MPASI yang kata dokter Meta perlahan harus ditingkatkan untuk menyesuaikan perkembangan otot dan syaraf bayi atau otomotorik.

Untuk menstimulasi kepandaian mengunyah berbagai makanan maka perlu mengenali perkembangan oral motor sesuai usia serta apa makanan yang tepat untuk menstimulasi kemampuan mengunyah.

Hayoo, siapa yang kayak gini nih? Hunting peratan MPASI memang penting nggak penting sih, tergantung masing-masing orang tua. Ya karena nggak semua orang tua mampu beli peralatan MPASI yang harganya lumayn bisa menguras isi tabungan. Namun terlepas dari penting tidak pentingnya hunting peralatan MPASI, membekali diri dengan ilmu seputar MPASI, termasuk masalah tekstur ini jauh lebih penting.

Tutur dr Meta, tujuan MPASI tak hanya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Tapi juga mengembangkan kemampuan oromotorik bayi dan menerima berbagai rasa dan tekstur.

Contohnya anak usia 2 tahun belum dapat makan makanan keluarga. Bisanya hanya bubur halus. Padahal kita tahu, semangkok bubur halus dengan semangkok nasi dan lauk pauk tentu beda kadar nutrisinya. Kebutuhan nutrisi anak pasti tidak terpenuhi, dan akhirnya akan berakibat ke tumbuh kembangnya. 

Nah,  jika di usia 14 bulan, anak masih belum bisa makan makanan keluarga maka saran dari dokter Meta harus segera bawa ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

Dr. Meta juga mengingatkan bahwa di usia 6-9 bulan masuk ke dalam periode sangat kritis untuk mengenalkan makanan pada secara bertahap. Fungsinya untuk menstimulasi kemampuan oromotor seorang anak. Jika di atas 9 bulan belum pernah dikenalkan makanan padat, maka kemungkinan untuk mengalami masalah makan di usia batita meningkat.

Jadi sebenarnya apa saja manfaat dari menaikkan tekstur MPASI secara perlahan atau bertahap?

Untuk menyesuaikan perkembangan otot dan syaraf bayi atau oromotorik. Makanan yang tepat akan menstimulasi otot-otot mulut sehingga lebih kuat dan mampu digunakan untuk makan dan bicara.

Lalu bagaimana cara menaikkan tekstur MPASI si kecil?

Tentu disesuaikan dengan kesiapan dan kemampuan anak masing-masing. Pastinya orang tua terutama ibu yang lebih tahu kemampuan dan kesiapan anaknya untuk naik tekstur. Kalau saya pribadi dari awal kasih makan Zhaf hanya mengandalkan saringan untuk membuat tekstur makanan halus. 

Sengaja saya hindari atau malah tidak menggunakan blender sama sekali untuk menghalus makanan Zhaf karena tekstur yang dihasilkan akan sangat cair dan halus. Berbeda dengan tekstur makanan yang disaring. 

Perkiraan saya sih, bayi yang sudah terlanjur nyaman dengan makanan berteksur sangat halus dan cair akan lebih sulit naik tekstur dibanding bayi yang sedari awal sudah dibiasakan dengan tekstur makanan yang tidak terlalu halus dan cair.

Nah, mungkin karena nyaris tidak pernah saya kenalkan Zhaf dengan tekstur makanan dari blender sehingga dia bisa cepat naik tekstur. Dan memang admin dari grup Kelasi sendiri lebih menganjurkan kami menghaluskan MPASI si kecil dengan saringan kawat dibanding blender. Bahkan di usianya sekarang Zhaf juga sudah bisa makan pisang sendiri dari kulitnya tanpa dihancurkan lho. Dia sendiri yang pegang pisangnya, hihi. 

So far, sekian dulu cerita MPASI 7 bulan Zhaf kali ini. Semoga bisa menambah informasi juga terutama buat kamu yang lagi persiapan MPASI untuk si Kecil.

Salam,

You May Also Like

9 komentar

  1. Seneng ya kalo si kecil makan dengan bahagia dan lahap.
    Selamat bersenang-senang bikin MPASI buat si kecil ya :)

    BalasHapus
  2. Membaca artikel semacam ini sungguh berat rasanya untuk typical bapak/suami seperti saya yang tak begitu mengikuti perkembangan makanan bayi dan balita... buat saya, kebagian jadi tukang mandi atau tukang suap anak2 sudah sangat dinikmati. Tapi klo ngatur makananan mereka, rada ngga ngeh, kecuali hanya bikinkan susu di dalam dot, nah saya mi ahlinya.. :D

    makasih sudah sharing yaa...

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah yaa Bunay makannya lahap.
    Asyiknya jadi ibu zaman now karena udah banyak informasi yang bisa diperoleh untuk tumbuh kembang anak.

    BalasHapus
  4. Kurang paham soal MPASi, semoga anaknya selalu sehat bubdaa. Hehe.

    BalasHapus
  5. yeaaaay, suka banget sama sharingnya.. Meskipun belum nikah tapi suka banget baca-baca info parenting kayak ginii. ini ku save untuk bekal masa depan insyaAllah.. amiin.

    BalasHapus
  6. Alhamdulillah. Perkembangan bunay luar biasa. Sehat-sehat selalu ya anaknya kak siska 😊

    BalasHapus
  7. Penting juga nih naikin MPASI..Makasih udah berbagi kakak..Karena belum punya anak-anak bisa dibookmark ajha dulu, mungkin suatu hari bisa berguna..

    BalasHapus
  8. senang ya melihat anak yang makannya lahap hihihi.
    selalu senang membaca cerita perkembangan si kecil, dari baru lahir sampai mulai mau makan. benar2 dokumentasi perjalanan hidup yang kelak akan bikin dia bahagia kala membacanya kembali

    BalasHapus
  9. Bun, itu kalo di saring kan masih kasar" ya tekstur nya apa tidak tersendak Bun ? Hehehe keren ya Bun anak nya udah bisa makan pisang sendiri loh padahal baru 7 bulan.

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

Note :

Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.