Majalah Annida di Masa Kini, Mungkinkah Tinggal Kenangan?

By Siska Dwyta - Friday, April 05, 2019

Majalah Annida
(sumber gambar : husni-magz.blogspot.com)

Annida. Jika membaca kata itu kira-kira apa yang pertama kali terlintas di benak kamu?

Majalah?

Yup, itu adalah nama sebuah majalah remaja islami yang pernah hits pada masanya. Bagi kamu yang lahir di tahun 90-an ke atas mungkin sudah familiar dengan majalah yang satu ini.  Apalagi kalau kamu anak Rohis atau LDK pasti kenal dong dengan Annida. Saya sendiri mengenal Annida juga karena bergabung di Rohis dan ikut mentoring yang dibina oleh kakak-kakak alumni LDK. Coba kalau nggak, ya mungkin saya kenalnya cuma majalah-majalah remaja picisan saja.


Sekilas Tentang Majalah Annida


Adalah Dadi Kusradi dan Dwi Septiawati, sepasang suami istri yang mulanya menggagas kehadiran Annida. Keduanya adalah mantan aktifis LDK yang berinisiatif dan tergerak menerbitkan majalah anak muda yang berbingkai islam. Pada masa itu memang belum ada majalah islami yang menyentuh segmen remaja. Beda hal dengan majalah remaja umum yang sudah lebih dulu menjamur. Sebut saja majalah Aneka Yess, Hei, Gadis, Gaul, dsb.

Jika menengok ke belakang, dunia sastra dulunya jauh dari nafas islam. Munculnya Annida menjadi terobosan baru dalam dunia sastra. Boleh dibilang Annida inilah yang menjadi pelopor munculnya sastrawan-sastrawan islam. Lewat Annida pula, lahir berbagai kisah fiksi islam yang memukau dan membuat dunia sastra islam sempat booming se-Indonesia.

FYI, salah satu sosok yang ikut membesarkan majalah Annida adalah Helvy Tiana Rosa. Saat itu Helvy bekerja sebagai redaktur majalah yang mengusung tema reliji ini, karyanya juga banyak dimuat di Annida. Salah satu karya Helvy yang sangat fenomenal adalah Ketika Mas Gagah Pergi. Hayoo, siapa sih yang tidak kenal dengan KMGP?  

Bagi kamu yang pernah nonton film KMGP pasti tahu dong film ini diangkat dari buku Helvy Tiana Rosa. Trus faktanya sebelum menjelma buku, cerpen KMGP pertama kali dimuat di majalah Annida. Selain Helvy Tiana Rosa, sosok penulis Indonesia yang juga lekat dengan Annida adalah Asma Nadia. Bahkan karir dari adik Helvy Tiana Rosa mulai mencuat ke permukaan setelah cerpennya yang berjudul “Surat Buat Ashadullah di Surga” dimuat di majalah Annida. Dan lagi, selain kedua penulis kakak -beradik itu, masih banyak penulis fiksi islami lainnya yang mengawali karir dari mengisi rubrik-rubrik di majalah yang telah ada sejak tahun 1991 ini.

Berkenalan dengan Majalah Annida


Saya tidak ingat kapan persisnya perkenalan saya dengan Annida bermula, yang pasti saya mengenalnya setelah bergabung di sie kerohanian islam (rohis). Kala itu ada yang meminjamkannya pada saya eh tapi saya juga sudah lupa siapa yang meminjamkan. Siapapun itu, terima kasih beribu kasih telah mengenalkan saya dengan Annida

Dan meski saya bukan termasuk pelanggan Annida, majalah ini cukup meninggalkan kesan yang indah di hati. Setidaknya melalui Annida kecintaan saya terhadap fiksi islami baik itu berupa cerpen maupun cerbung kian terajut. Saya selalu suka dengan rubrik fiksi yang ada di Annida. Dan memang sih setiap ketemu majalah apapun itu pasti yang pertama kali saya cari rubrik fiksinya.

Namun Annida jelas berbeda dengan majalah remaja umum lainnya. Majalah ini benar-benar unik dan khas. Uniknya karena Annida mengusung tema religi, berbeda dengan majalah remaja semasanya Khasnya karena Annida hadir dengan gaya bahasa yang ringan dan gaul. Bicara soal gaul saya jadi ingat zaman saya remaja dulu anak muda yang gaul itu identik dengan gaya hidup hedon, nongkrong-nongkrong nggak jelas, jauh dari agama. Justru kalau ada anak muda yang terkesan alim, nongrongnya di masjid, doyan pergi ngaji atau ikut kajian dicap sebagai anak nggak gaul atau katrok.

Nah, setelah baca Annida image saya tentang anak gaul jadi berubah. Bahkan saya merasa jadi anak gaul lho gara-gara baca Annida. Iyes, Annida, bacaan untuk anak muda yang ingin tetap gaul dan syari. Sayangnya, saya tidak mengikuti perkembangan Annida. Sudah lama pula tidak menjamahnya, apalagi saya sudah hijrah ikut suami ke Sulsel. Meski Annida yang saya punya sampai saat menulis postingan ini masih ada. Ia tertinggal di rumah orang tua saya di Papua. Beberapa majalah Annida yang saya koleksi masih tersimpan rapi di almari kamar saya di sana.


Majalah Annida di Masa Kini, Mungkinkan Tinggal Kenangan?

Lalu bagaimana dengan Annida di masa kini? Entahlah, yang saya tahu agar tetap eksis dan tak tergerus arus zaman, Annida telah beralih menjadi majalah online untuk beberapa waktu. Tidak seperti keluarganya majalah ummi yang selain hadir dalam bentuk online tetap terbitboula secara offline. Tapi setelah sekian lama tidak terbit, Annida sempat hadir lagi dalam bentuk fisik dengan tampilan yang lebih keren lho. Annida juga sempat launching forum yang diberi nama Kafe Nida.

Namun kabar terakhir yang saya dapat situs Annida online seperti halnya Ummi online tidak lagi beroperasi. Setelah saya cek ternyata benar situs annida-online.com sudah tidak dapat diakses. Saya pun tidak tahu apakah majalah Annida kembali fokus di dunia cetak atau kini benar-benar tinggal kenangan. Sayang sekali jika demikian adanya. Entah dengan alasan apa pula Annida hengkang dari dunia online.

Nah, mungkin Annida juga termasuk majalah favorit kamu semasa remaja dan kamu tahu perihal perkembangannya saat ini. Jujur saja, saya sama sekali tidak tahu kabar Annida jadi penasaran banget apakah majalah yang pernah menghiasi masa remaja saya ini masih ada atau sebaliknya. That's why, saya sengaja bikin postingan tentang Annida sekaligus bernostalgia dan memenuhi tantangan #1Minggu1Cerita yang memilih tema Majalah awal April ini. Eh, atau kamu juga punya kenangan dengan Annida? Boleh dong share di kolom komentar. Cuss langsung aja yuk ninggalin jejak tapi pastikan komentar kamu tinggalkan nggak jadi brokenlink ya. Oke :)

Salam,
@siskadwyta

  • Share:

You Might Also Like

29 comments

  1. Zaman sekarang pada online semua baik majalah maupun berita.. Yang cetak pasti kerna sudah terkenal bertahun-tahun sebelumnya..Perubahan drastis dalam teknologi informasi membuat semua pada serba online..Bdw ngak link ke majalah ini. .Jadi penasaran juga liatnya atau sudah benaran ngak ada lagi. .

    ReplyDelete
  2. Saya baru tau kalo ada yang namanya majalah Annida. Pertama kali terbit tahun 1991 ya? Waktu itu saya baru kelas 1 SMA, tapi emang udah kenal sama majalah Gadis, Mode dan HAI.

    Sebagian besar majalah di era 90an emang sudah pada almarhum dan almarhumah sih. Ada juga yang bertranformasi jadi media online, seperti HAI, tapi sepertinya yang baca juga cuman segelintiran orang.

    ReplyDelete
  3. Kereeen, koleksi majalah islami sejak dulu yah. Kalau sy mah dulu koleksi majalah bobo sama majalah bergambar, kyknya krn sy lebih ke tipe visual

    ReplyDelete
  4. Saya tidak tahu sih majalah Annida ini, lebih keinget sama majalah Bobo kalo bicara dengan mading-mading masa lalu. Haha. Tapi saya pribadi cukup rindu juga sih dengan bacaanbacaan di majalah begini.

    ReplyDelete
  5. Dulu saya juga sering baca ini Annida, kebetulan ada teman dekat yang memang suka bikin cerpen dan salah satu yang dia koleksi adalah Annida.
    Dari situ saya kenal Helvy Tiana Rosa dan Asma Nadia.

    Mereka tidak bertransformasi jadi media daring ya?

    ReplyDelete
  6. Kenal Majalah Annida jaman dulu pas bantu bersihkan kamar kakak, dan nemu barang-barang lamanya, salah satunya itu majalah Annida, majalahnya bagus, bertema islam dengan sasaran anak muda.

    ReplyDelete
  7. saya kok malah enggak kenal sama majalah ini yak, wkwkw. dulu kakak saya langganan majalah tapi aneka yess, terus ibu saya koran nova kalo saya jelas majalah bobo, wkwkwk. saya tau annida ini baru sekarang-sekarang karena quote yang mereka buat di webnya, dulu norak baru tau hihi.

    ReplyDelete
  8. Wah saya tidak pernah bertemu dengan majalah ini. Tapi saya pernah melihat ulasan dan zaman kejayaannya di postingan salah satu teman FB. Namanya S. Gegge Mappangewa.

    ReplyDelete
  9. wah mbak, ikutan 1m1c juga ya...aku dulu suka baca fiksinya Annida seperti Ketika Mas Gagah Pergi, Pesantren Impian dan beberapa fiksi lainnya. Langsung hafal dengan ikon Annida yaitu Jilbaber dengan kacamata bulat dan ujung kerudungnya berkibar-kibar hehehe

    ReplyDelete
  10. Saya kayaknya pernah sekali dua kali baca majalah ini tapi ndak terlalu ingat. Dulu lebih banyak baca majalah remaja pada umumnya soalnya. Hehehe.

    ReplyDelete
  11. Saya juga suka baca majalah, Annida juga pernah, majalah Gadis bahkan majalah Bobo juga pernah saya baca. Saya punya majalah Annida juga di rumah

    ReplyDelete
  12. sepertinya majalah Annida akan segera menyusul saudara-saudara mereka seperti Hai dan lain - lain. era digital membunuh cetakan..

    ReplyDelete
  13. Saya juga sukaaa dengan Annida ini, walau bacanya ndk rutin siih. Tidak koleksi amatlah gitu kayak Mbak, tapi ini adalah salah satu Majalah Fave saya di kala itu *upss.

    Iyaah iih. Sekarang Annida dan Ummi udah gak tahu nih jejaknya, sayang banget deh padahal majalah ini keren banget.

    ReplyDelete
  14. Ah sy jd nostalgia, sering dulu bc majalah itu. Kmgp klo ga salah, mas gagah gitu bukan y, lupa heheheheh. Nonton flmnya udh soalnya, yg diperanin sm Hamas Syahid fii sabilillah

    ReplyDelete
  15. Dari majalah Annida ini pertama kali saya mengenal nama penulis Asma Nadia. Trus akhirnya rajin beli novel-novel islami. Tapi sekarang dah males baca hehehe... Eh, tapi saya juga jadi penasaran, gimana kabar majalah ini sekarang yah?

    ReplyDelete
  16. Saya malah taunya majalah Islam itu Hidayatullah karena orang tua lumayan sering beli. Apa kabar juga masalah itu.

    ReplyDelete
  17. Saya dulu bacanya majalah gadis dan Nina Komik Top. Belum pernah baca Annida karena kadung ngefans sama kedua majalah dan komik itu wkwkkw tipe setia

    Sayang juga ya kalau majalah sebagus itu harus hilang dari peredaran.

    ReplyDelete
  18. Duhh sebagai generasi pembuka anak 2000an... Sy jg sempat merasakan langganan majalah-majalah gini,tp majalah anak anak Bobo😭 kangen tukang antar yang datang kerumah tiap hari kamis. Bener-bener rindu era majalah yah kak

    ReplyDelete
  19. Salah satu majalah favoritku dulu ini pas sma, Saya punya beberapa exp untuk dikoleksi. Disayang-sayang, soalnya susahmi dapatnya. Tapi beberapa Kali pindahan rumah ntah di Mana mi rimbanya kodong ini majalahku hiks

    ReplyDelete
  20. Aduh jujur aku ga tau bun majalah annida ini. Aduh aku kemana aja hehe Bener aku lebih tau aneka yes, gadis hehe keren yah bunda masih nyimpen majalah jaman dulu ini hehe

    ReplyDelete
  21. Majalah remaja bernapaskan Islam. Bagus juga ya. Sayang sdh tdk terdengar lagi kabarnya. Sy tdk tahu majalah ini.

    ReplyDelete
  22. Dulu juga berlangganan majalah ini Mbak. Senang banget baca cerpen2nya. Ikutan baper hihihi😊. Tapi selalu ada hikmah yang bisa diambil untuk meningkatkan rasa syukur dan keimanan. Jadi kangen baca Annida lagi😊

    ReplyDelete
  23. Aku gak pernah tahu majalah ini mba. Tapi bagus ya majalahnya di tengah gaya anak muda yang super gaul, Annanda menyuguhkan kehidupan anak gaul yang syari.

    ReplyDelete
  24. Pernah beberapa kali baca majalah ini saat masa sekolah dulu. Memang unik karena berbeda dari majalah remaja macam Gadis, Hai, dll.
    Iya kabarnya sekarang sudah tidak ada lagi ya. Hanya ummi-online setahu saya yg masih ada.

    ReplyDelete
  25. Jaman saya kecil dulu majalah Bobo. Maklum lahir tahun 70an :)

    ReplyDelete
  26. Tidak begitu tau banyak soal majalah ini, saya sama seperti kebanyakan komenters di atas, taunya majalah bobo padahal kelahiran 90-an juga. Plus taunya Majalah Hidayah hehe.
    Tapi sedikit banyak juga saya jadi tau, ini menjadi salah satu majalah yang menginspirasi umat muslim ya pada masanya. Terlebih ada campur tangan Mbak Helvy Tiana juga. Mantap deh itu.

    ReplyDelete
  27. Wahh, majalah masa puberku nih mba. Banyak insight seputar islam yg aku dapat dr majalah ini. Disamping, cerpennya yg menarik buat dibaca. Sedih ya udah gak terbit lagi, padahal Isinya bermanfaat banget

    ReplyDelete
  28. aku tau majalah ini :). prnh baca bbrp kali, krn temenku langganan. aku sendiri langganan Gadis. tp kita jd tuker2an baca kalo majalahnya trbit :). sejak kuliahga prnh tau lg ttg annida. sayang jg yaaa kalo memang udh ga ada.

    ReplyDelete
  29. Iya kalau skrang tinggal kenangan ya Sis.. Kalau dulu salah satu majalah favorit selain bobo dan kawanku. Suka banget sama cerita cerita di dalamnya. Terakhir mereka beralih ke website gtu. Aku sampai sempat kirim cerita dan di publish di website annida.

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)